
Cika tertunduk malu ketika keluarga besar arkan datang dan melamarnya, ayah cika tuan aston meminta mahar yang menurut cika seperti menjual anak gadisnya saja, lirikan dan senyum sinis arkan mampu menyayat hatinya tanpa menyentuh fisiknya sedikitpun, sejumlah propeti nikah, suntikan modal, bahkan 1 unit mobil mewah, tanpa banyak nego dan basa basi pak baskoro dan nyonya rose menyetujui saja, karena bagi mereka menghapus aib putra sematawayangnya seorang gay lebih mahal dari itu semua.
Tidak butuh waktu lama 3hari setelah lamaran pemberkatan nikah dan acara resepsi dilaksanakan cika mengenakan gaun putih berbahan borkat perpaduan sifon selutut, dengan kerah sabrina yang memamerkan keindahan bidang dadanya, lengan bajunya menutupi siku meski tidak terbuka tetapi cika masih terlihat seksi mengenakannya, penutup kepalanya menjuntai panjang 3 meter hingga membutuhkan 6 orang anak untuk mengiring pengantin ini menuju althar, sementara arkan sangat simpel hanya mengenakan jas cokelat menutupi kemeja putih yang dipadu dasi kupu-kupu berwarna merah selaras dengan bunga mawar yang cika gengam.
Pasangan ini tampak sangat serasi sampai menuju althar dan mengucapkan janji pernikahan, cika meneteskan air mata semua tamu mengira air mata bahagia, hanya cika yang tahu hancurnya hatinya hari ini, hari dimana dia menanggalkan janji setianya kepada seorang pria yang sedang berjuang untuknya.
Keluarga ayah dengan ibu tiri dan adek tirinya sibug menyapa kolega-kolega yang mereka temui tampak nanar bahagia dari mereka berkumpul bersama kalangan-kalangan atas. Sementara cika duduk termenung sendiri di sebuah kursi taman setelah permisi untuk ke wc,.
“Aku rasa mereka tidak akan menemukan ku disini,” lucu sekali jika pengantin wanita hilang”tawa cika berbicara sendiri dalam kesendirinanya
Sementara nia dan arga sahabat cika sibuk kesana kemari mencari cika setelah melewatkan pemberkatan nikah sahabatnya itu, cika memang sengaja tidak memberitahu mereka pernikahan mendadak yang disetujuinya karena nia pasti akan menatang keras karena dia tahu tujuan dan arah hidup cika, setelah bersusah payah mereka menemukan ya di taman.
“Gilak lu cik, lu nikah malah sendirian disini, keluarga lo dan suami lo nyariin lo,” ucap nia menepuk bahu cika
Cika terperajat terkejut tetapi langsung tertawa
“Lo ga marah ga nanya what hepen gtw??” Jawab cika santai
“Gue yakin lo punya alasan kuat, awalnya gue marah cuma arga bilang ini yang terbaik, gue juga takut cik lo dianggap wanita murahan, yang menjebak anak orang kaya, syukurlah keluarga arkan ga ngelakuin itu dan ngakuin kalian udh kenal dan saling cinta” jelas nia
“Cuma lo ni, yg tau gue kemana,” (cika mengusap air matanya,) eh arga mana??
“Kita bagi dua nyariin lu, gue yakin lu pasti nyari taman yang gelap dan jauh dari keramaian dan ini satu-satunya taman yang jarang didatangi kalo malam,” jawab nia
“Paham banget lu nia sm gedung ini,”cetus cika
“Hahahaha jam terbang pramusaji gue udh tinggi cik, yuk kedalam ntar lu ribut lagi sm si monster laki baru lo”
“Aiii najis ya gue sekarang nurut aja dah, cari aman sampe semua normal”
“Maksud lo??
__ADS_1
“Ntt gue ceritain kenapa gue smpe milih nikah ya?” Jawab cika menepuk pundak sahabatnya dan beranjak pergi kembali kegedung.
Ketika mereka memasuki gedung sorot mata arkan sudah terlihat sangat jengkel dan marah dia berjalan menghampiri cika tangannya menarik legan cika dengan senyuman, tetapi gengaman tangannya di legan cika sangat terasa bahwa laki-laki itu sedang kesal.
“Kemana saja honey istriku tersayang” panggil arga
“Aku hanya ketoilet memperbaiki gaunku” jawab cika santai.
“Oh kau bersama sahabatmu,” tatap arkan kepada nia
“Aku ucapkan selamat tuan” jawab nia asal
“Terima kasih kau tidak perlu memberi dia kado karena menikah denganku sudah kado mahal baginya,”jawab arkan tertawa sinis, sementara cika hanya diam
Nia langsung berbaur dengan tamu lainnya tidak ingin menambah memperkeruh masalah.
“Ayo ikut denganku” arkan mengandeng tangan cika
“Kita hendak kemana,”
Arkan menghampiri segerombol pria tampan yang dari penampilannya terlihat kelas mereka, sungguh cika sampai pangling melihat mereka belum pernah cika melihat kesempurnaan manusia seperti 5 laki-laki yang berdiri dihadapannya sekarang, tanpa dia sadari wajahnya bersemu merah didekat mereka, dan arkan menyadari itu.
“Sudah kuduga dia tidak jauh berbeda dari wanita jalang” guman arkan dalam hati
“Hai-hai bro kakak ipar kita datang ne,”ucap jaky salah satu dari kelima pria itu, mereka semua menghentikan obrolan dan fokus kepada wanita yang datang bersama arkan.
“Cantik ar istri lu, khilaf dimana ka, hahahah canda setya sambil memperkenalkan dirinya, dan dibalas dengan lirikan cuek saja dari arkan
“Gue dani, lu jika butuh orang mukulin arkan bisa hubungi gue,”sapa dani sambil mengulurkan tangannya, dan disambut baik oleh cika
“Cika” jawab cika
__ADS_1
“Aduh dan, ga usah pake acara salaman kali, lo ga tau arkan ntr tangan lu dipotong lagi,” jawab teguh sambil tekekeh
“Gue teguh,teguh berdiri disamping lo jika lo ada masalah sm ne bocah” ucap teguh tersenyum
“Nah ini gue armand, salam kenal ucap arman santai
“Gue imam, ucap imam yang terlihat paling kalem sesuai namanya.
“Eh abdi dimana??tanya arkan
“Dia ke toilet sedari tadi” jawab teguh
Deg jantung cika mendadak berhenti abdi???apakah ka abdi??oh tidak mungkin kak abdi kembali kejakarta dan tidak mencari ku, ini baru satu tahun bukankah ka abdi berjanji akan kembali setelah 2 tahun, bisa saja nama mereka sama, cika menenagkan dirinya sendiri
Tiba-tiba mereka semua dikagetkan dari suara serak seorang pria yang datang dari arah belakang arkan dan cika
“Hai, pasangan pengatin” ucap abdi
Arkan dan cika menoleh, arkan langsung memeluk sahabatnya itu sementara cika bengong dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya begitupun dengan abdi yang tekejut bahwa yang menikah dnegan sahabatnya itu cika wanita yang dicintainya.
“Loe dari mana!!ucap arkan
“Gue terlambat kepemberkatan lo, dan barusan dari toilet, dia istri lu??” Jawab abdi menatap cika tak percaya
“Ia kenalin..dia cika”jawab arkan
Cika masih bengong tanpa mengulurkan tangannya, sementara abdi berusaha terlihat baik-baik saja dan tidak saling mengenal dengan cika, dibalik itu semua dia butuh penjelasan dan hatinya hancur. Sampai arkan menyengol tangan cika untuk mengulurkan tangannya
“Cika,” jawab cika pelan
“Abdi” balas abdi
__ADS_1
Seharusnya mereka semua sudah mengenali wajah cika akibat berita sekandal yang beredar tapi karena arkan sangat marah dan meminta mereka tidak melihat skandal tentang dirinya kelima sahabat itu memilih tidak melihat ataupun mencari berita tentang arkan, toh arkan sudah biasa dengan berbagai isu, tapi tidak menyangka kali ini berujung pada sebuah ikatan suci pernikahan.
Keenam pria itu asik bercerita hanya cika dan abdi yang banyak diam dan saling lihat dalam kebisuan seakan mata mereka ingin menjelaskan satu sama lain, tetapi tidak sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua.