
Cika berjalan gontai menuju kosnya..masih terasa perih selakangannya akibat perbuatan bejat pria semalam, sesampainya dikos dia segera mengcas hapenya dan menghubungi sahabatnya nia untuk mendapat penjelasan.
Tut…tut suara dering telepon cika belum juga mendapat sahutan dari nia..Tiba-tiba nia mengangkat teleponya.
“Halo cik, lu udh bangun, gmn??soru banget cik semalam kita sm2 mabuk, eh oma gue telepon berantem sm tante gue, terpaksa gue tinggalin lo, gue mau banguni ga tega lu tidur polos bgt, sekarang udh bangun kan??tenang cik hotel udh dibayar sama arga”cecar nia tanpa memberi jeda cika untuk menjawab.
“Lu jahat, kalo lu tau yang gue alami!!!gue benci sm lu nia!!” Ucap cika sambil menangis dan menutup telepon dia tidak tau harus berkata apa, menyalahkan siapa, ini adalah kebodohaannya mwncoba hal baru tanpa bisa mengukur batas diri.
“Cik..cik lu kenapa??cik? Ucap jia kebingungan dia sangat yakin arga menjamin keamanan sahabatnya tut,,tut nia sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan sahabatnya.
Nia segera bergegas kekosan cika dengan kecepatan penuh motor scopg merahnya, dia tidak tau berapa lampu merah yang dilanggarnya, yang ada dalam pikirannya hanya mengetahui keadaan cika dan apa yang terjadi kenapa sahabatnya sangat marah padanya. Sesampainya dikos cika nia mengetuk-ngetuk kamar yang sedari tadi tertutup.
“Cik..cik ini gue, plis cik jelasin ke gue ada apa cik??maafin gue, ada apa” ucap nia memelas didepan kamar cika.
Sementara cika hanya diam duduk seribu bahasa didalam kamarnya. Karena kegigihan sahabatnya itu akirnya cika membuka pintu.
“Cik..ucap nia langsung memeluk sahabatnya “kamu kenapa???cerita ke aku maafkan aku..” lirih nia
Cika menagis meraung menceritakan apa yang dialaminya, dia sangat hancur, apa yang didambanya ketika menikah dengan pujaan hati dan mempersembahkan mahkotanya telah tiada, nia terduduk lemas mendengar cerita sahabatnya,
“Kenapa ini bisa terjadi, kenapa, arga memastikan semua akan baik-baik saja, kenapa aku mempercayainya, siapa pria itu, apa arga mengetahuinya??apa dia menjebak gue?aku akan membunuhnya “ucap nia hendak pergi menemui arga
“Jangan nia, sudah,,aku tidak ingin semua orang menjadi tahu apa yang aku alami, aku sudah menggangap itu kebodohan dan kesialanku, setidaknya gue tau sahabat gue tidak menipuku” ucap cika lirih.
“Cik..maafin gue, sumpah gue ga tau bakal begini, sekarnag apa yang gue harus lakukan demi lu cik” jawab nia merasa bersalah
“Cukup rahasiakan ini semua dan tetaplah berdiri disampingku nia, aku tidak punya siapa-siapa lagi” ucap cika
“Itu pasti cik, gue rela dicap lesbi sekalipun tidAk akan lagi meninggalkanmu,” janji nia kepada cika tapi cik, kami tau siapa laki-laki itu??” Ucap nia penasaran
__ADS_1
“ tidak nia, tapi sepertinya dia bukan orang sembarangan, terlihat dari wajah tubuh dan juga beberapa orang yang aku tidak tau menangkap basah kami serta pakaian yang diberikan wanita itu kepadaku.” Jelas cika kepada nia
“Ayo bagaimana jika kamu mandi dan aku akan Meluluri mu membuang semua kejadian semalam dan kita kesalon potong rambut untuk memulai hal baru” ajak nia
Cika hanya mengganguk, menyetujui ajakan nia, memang sepertinya dia harus membuang sedikit rambutnya untuk menghilngkan sial ini.
Mereka berdua masuk kekamar mandi nia meluluri tubuh jika, sambil terisak, masih terggambar jelas hasil perbuatan lelaki bejat itu pada tubuh sahabatnya, mendegar isak nia yang berusaha disembunyikan cika menyadari sungguh sahabatnya tidak tahu menahu dengan hal ini, argalah yang patut disalahkan. Selesai mandi dan berberes mereka berdua berboncengan dengan sepeda motor mencari salon untuk memotong rambut panjang sebahu cika,disepanjang jalan mereka mengobrol.
“Lu mau potong apa cik?”Ucap niia
“Sepundak aja ni,,”balas cika
“Aduh sayang banget cik..seriusan lu”
“Iya ni..kalo bisa botak mah gue botak..jijik gue kalao inget..ah sudahlah,,” ucap cika
“Ya udh cik,,,,jawab nia
“Lama juga ya ni..” ujar cika meliat jam tangannya
“Asli cik..lu cantik bangetttt, lebih freessshhh gtw…” ucap nia
“Aihhhhh..gombal lu melebihi lakik”
“Hahahahaha..” nia dan cika tertawa-tawa berdua
Tiba-tiba dering telepon nia berbunyi..Wajah bia seketika berubah dan itu tertangkap oleh cika.”
“Kenapa ni???kok elu teggang banget??” Tanya cikA
__ADS_1
“Arga cik!!” Telepon gue..gmn ini?
“Angkat aja ni, gue juga pengen tau kejadianny!”
“Lo ga papa cik!!lo baru mau ngelupain semua?”
“Dia juga harus ngejelasin semua ni!!ucap cika yakin
Karena persetujuan cika akhirnya nia menggangkat teleponnya yang udah berulang kali berbunyi.
“Halo? Ucap nia
“Ni..elo lagi sm cika?” Tanya arga
“Mau apa lo?lo tau kejadian semalam? Apa itu rencana lo? Tanya nia ketus
“Sumpah ni, gue ga tau apa-apa, dan sekarnag gue dalam masalah..please..”
“Masalah apa lu?bukannya kita yang mau hajar lu..dan buat masalah sm lu, udah deh ga usah ngadi2.”
“Please..please ketemu gue di cafe gue..pliss ajak chika..gue binggung ada apa dengan semalam kenapa tadi gue diintrogasi gini?” Ucap arga
“Maksud lo???” Tanya nia kebinggungan sementara cika hanya menyimak percakapan mereka dengan perasaan aneh..ada apa sebenarnya?
“Please kemari ni..atau gue yang ke tmpt lo,lo dimana?”arga kembali membujuk nia
Nia melihat kearah cika karena begitu deketnya jarak mereka cika dapat mendengar obrolan nia dan arga, tatapan sahabatnya itu mengartikan bagaimana pendapatnya, cika hanya mengganguk karena dalam hatinya pun sangat penasaran.
“Oke kita kesana, “ ucap nia setuju
__ADS_1
“Gue tunggu ni, makasi banget ni..