
Cikha terbangun dari tidurnya kepadanya sangat berat, tapi dia mencoba membuka matanya, ia mendapati dirinya masih berada didalam mobil, ia melihat arkan disebelahnya bertelanjang dada dan hanya mengenakan boxer mini, sontak cika melihat ke bawah tubuhnya dia hanya memakai bra dan ****** *****,
“Aaaaaaaaa…apa yang terjadi!!!!pekik cika histeris membangunkan arkan
“Apa yang kau lakukan mengapa berteriak seperti orang gila” ucap arkan sambil mengucek matanya
“Jelasakan padaku apa yang terjadi??Dimana pakaianku!!!amuk cika mukul-mukul dada bidang arkan
“Aku menyelamatkanmu!!kau hampir saja memangsa abdi,tunangan adikmu,”ucap arkan memegang kedua tangan cikha
“Apa???apa yang terjadi pada diriku”tanya cika sambil berusaha mengingat dalam tangisnya.
“Aku akan menyelidikinya..aku rasa ada seseorang yang mengerjaimu!!ucap arkan menenangkan cikha
“Dan kau mengambil kesempatan saat itu??SUDAH AKU KATAKAN JANGAN MENYENTUHKU lagi!!! Kau benar-benar tega” amuk cikha
“Gadis bodoh!!!kau yang memaksaku!!Jika aku tidak membantumu ntah siapa yang kau tiduri! Lihat pakaianku,kaulah pelakunya”Balas arkan sambil mengenakan semua pakaiannya yang tidak utuh lagi
Cika terdiam melihat kemeja arkan yang sudah porak poranda dan gaunnya yang sudah robek dibeberapa bagian.
“Bagaimana dengan abdi??”tanya cikha dengan mata berbinar
“Kenapa kau berharap lebih baik tidur dengannya?aku melihat dari sorot matamu kau memiliki hubungan khusus dengannya??”Ucap arkan
“Ya lebih baik kau biarkan saja aku malam itu?toh harga diriku tidak ada lagi didepan semua orang setidaknya aku akan sangat bahagia disentuh pria yang kucintai!!”tantang cikha
“Oh dia orangnya??lalu kenapa kau tidak menikah saja dengannya?selama kau istriku kau harus menjaga harga diriku??”jawab arkan
“Semua gara-gara kau seandainya malam itu tidak terjadi aku pasti bisa bersama abdi” tangis cikha
Arkan terdiam dia benar-benar merasa bersalah tapi lambat laun setelah dua kali menyentuh gadis ini dia mulai merasa candu akan tubuh cikha, bahkan dia sangat terbakar cemburu ketika abdi menyentuh istrinya malam itu, apakah ini hanya nafsu semata?atau arkan mulai tertarik kepada cikha, arkan melemparkan jasnya menutup tubuh cikha,
“Tutupi tubuhmu, aku pria normal, apa kau ingin menggodaku lagi!!pak agus akan datang kemari mengantarkan baju kita!seru arkan
“Bukankah kau seorang gay???”bagaimana mungkin kau bisa??tanya cikha mengerutkan dahinya
“Aku pemakam segala,”jawab arkan enteng
Pak agus datang mengantarkan pakaian untuk cikha dan arkan.Hari ini arkan memutuskan tidak masuk kekantor, begitupun cikha mereka memilih pulang dan berisitrahat dirumah. Ketika memasuki rumah suasana rumah sangat sepi, hanya satpam yang membukakan pintu pagar, tidak ada pembantu satu pun yang menyambut mereka.
“Dimana semua orang” ucap arkan
“Ya kenapa begitu sepi”balas cikha
“Mbok yem!!mbok yem!panggil arkan tetapi tidak ada balasan
“Coba telepon mama rose mungkin terjadi suatu masalah” ucap cikha
“Kau saja,!!!aku tidak ingin berurusan dengannya!jawab arkan
“Baiklah”
Cika menelepon mertuanya itu, ternyata pak baskoro dan mama rose pergi berlibur kebali untuk dua pekan ini, dan beberapa pembantu minta izin pulang kampung, mama rose minta maaf kepada cikha harus menyelesaikan pekerjaan rumah sendiri terlebih dahulu, tanpa menaruh curiga cikha yang memang terbiasa dirumah tanpa bantuan pembantu setuju saja dengan alasan mama rose, tanpa ia sadari semua adalah alasan mama rose untuk mendekatkan hubungan cikha dan arkan
“Dimana mereka??”tanya arkan yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengosok-gosok rambutnya yang basah
“Papa dan mama berlibur kebali, dan mbg yem dan mbg sri serta susi izin pulang kampung” jawa. Cikha enteng
__ADS_1
“Mengapa mereka pulang kampung berbarengan?”tanya arkan
“Aku tidak tahu, ya hanya begitu saja”
“Terus siapa yang akan mengurus rumah?tanya arkan
“Dasar manja, aku biasa sendiri” jawab cikha cuek
“Kau harus memasak untukku, aku sudah terbiasa masakan mbog yem” ucap arkan
“Hmmm aku bukan mbog,bukankah lebih baik bagi kita bisa bebas tanpa berpura-pura” jawab cikha sambil terus bermain hape mengacuhkan arkan yang berbicara kepadanya.
“Hentikan ponselmu!!aku berbicara kepadamu, kau harus memasak!!ancam arkan
“Ya kau ingin makan apa??tanya cikha lalu meletakan ponselnya dikasur, dia sudah berjanji akan bersahabat dengan arkan untuk menjaga kewarasannya
“Buatkan indomie rebus, dengan telur matang” jawab arkan
“Ya aku mandi dulu, tubuhku benar-benar gerah” ucap cikha
Arkan memandangi cikha yang berjalan kekamar mandi menenteng handuk dibahunya, ternyata gadis kecil sangat cantik dan alami, apalagi dia menguncir satu rambutnya, arkan kembali berfantasi bagaimana cikha mendesah dan mengerang dengan wajahnya yang memerah semalam.
“Apa yang aku pikirkan kenapa aku begitu bejat!”ucap arkan dalam hatinya
Arkan turun kebawah memilih merebahkan tubuhnya sambil menonton televisi sudah cukup lama dia tidak bersantai seperti ini, setelah kehadiran rose dirumah kelurganya, dia bahkan tidak pernah menonton televisi bahkan hanya sekedar duduk diruangan ini. Setelah merasa segar cikha kembali turun kedapur membuat mie pesanan arkan, dia melihat arkan sudah tertidur diruang keluarga.
“Katanya minta mie, dia malah tidur merepotkan saja” omel cikha sambil mengiris sayur, Bawang, serta beberapa cabai untuk menambah kelezatan mie rebusnya
Wangi indomie memenuhi dapur, cikha segera memindahkan mie buatannya kedalam dua mangkok, satu untuk arkan dan satu untuknya, serta menambahkan potongan tomat dan taburan bawang goreng.
“Selesai saatnya memanggil tuan arkan” ucap cikha
“Arkan,,arkan”ucap cika sambil mengoyang-goyangkan tubuh arkan
“Astaga kau panas sekali” ucap cikha kaget ketika tangannya menyentuh lengan arkan dengan sigap cikha memeriksa dahi arkan, membuat arkan terbangun
“Kau,,,ada apa??”Tanya arkan sambil berusaha duduk dengan mata yang sayu
“Kau sakit??Tanya cikha
“Tidak hanya lelah saja mungkin karena jadwalku padat dan sempat kehujanan ketika meninjau lahan proyek”jawab arkan
“Ayo makan dulu dan minum obat” ucap cika membantu arkan berdiri menuju meja makan, tapi sepertinya arkan kesulitan mengontrol tubuhnya untuk bangkit berdiri
“Aku masih pusing, kau makan saja deluan” ucap arkan, melihat hal itu cikha merasa iba meski hubungan mereka sebatas kontrak tapi dia pun tidak tega melihat arkan tidak bisa makan sendiri
“Baiklah aku akan menyuapimu, apa kau masih menginginkan mie rebus, atau aku akan membuatkan bubur untukmu?? Tanya cikha
“Mie saja”jawab arkan
Cikha mengambil mie dan menyuapi arkan, tapi baru beberapa suapan arkan memuntahkan makanan yang masuk kemulutnya itu secara tiba-tiba alhasil mengotori pakaiannya.
“Astaga!!pekik cika terkejut lalu membersihkan mulut arkan dmegan tisue dan memberikan segelas air
“Maafkan aku tolong teleponlan dokter”jawab arkan kembali merebahkan tubuhnya,
“Ya aku akan menelepon dokter tapi setelah aku membersihkanmu”jawab cikha
__ADS_1
Cikha memebersihkan muntah arkan dari bajunya, membantunya melepaskan pakaiannya dan membawa arkan kekamar untuk istirahat, sebelum memasang baju ganti arkan cika kembali meraba kening arkan dan menepuk perutnya.
“Hey apa yang kau lakukan!!jawab arkan terkejut ketika cikha memukul kecil perutnya
“Aku hanya mengetes mungkin kau kembung dan masuk angin” jawab cikha
“Apa kau seorang dokter”ketus arkan
“Terkadang kita perlu menurunkan gengsi kita atas bantuan orang lain”ucap cikha lalu pergi
Arkan tidak tau kemana cika pergi, wajahnya sangat kesal cikha belum memasangkannya baju, dia hendak berdiri sendiri tapi tubuhnya tidak bekerja sama, kepalanya sangat pusing.
Beberapa saat ketika dia hendak memejamkan mata, suara pintu dibuka cikha datang dengan membawa piring kecil dan memintanya berbalik badan,
“Berbaring dan berbaliklah” ucap cikha
“Apa maumu” tanya arkan yang merasa aneh dengan permintaan cikha
“Berbalik dan berbaringlah, aku akan mengerokmu!perintah cikha
“Jangan lakukan hal yang aneh, aku tidak pernah mendengar hal itu sebelumnya” jawab arkan
“Dr rendi sedang tidak dijakarta, apa kau ingin aku menelepon dr lain” ucap cikha
“Tidak usah, ini akan baik-baik saja” jawab arkan yang memang hanya percaya pada dokter rendi bahkan ayahnya seorang dokterpun dia tidak mau diperiksa ayahnya.
“Kalo begitu berbalik dan berbaringlah, percayalah padaku ibuku sering melakukan ini kepadaku” ucap cikha
“Baiklah” arkan menyerah ketika cikha menyebut ibu, karena dia percaya tidak ada sentuhan ibu yang menyakiti anaknya
Cikha duduk disebelah tubuh arkan mengusap punggung suaminya itu dengan minyak telon yang dicampur irisan bawang merah, lalu mengeluarkan logam yang telah dipersiapkannya dan mengerok tubuh pria itu
“Astaga apa yang kau lakukan cikha!!arkan hendak berbalik tapi dengan sigap cikha menduduki tubuh pria itu sehingga dia tidak bisa membalikan tubuhnya
“Tenang hanya sakit sedikit, pemakan segala dengan logam saja takut!!” Ejek cikha
Arkan yang tidak bisa berbuat apa-apa pasrah dibawah kendali cikha, lama kelamaan dia merasa hangat dan lega ditubuhnya hingga dia tertidur.
Ketika arkan tertidur cikha kembali menuju dapur membuatkan wedang jahe dan semangkuk bubur buat arkan dengan sigap gadis 24 tahun tersebut membawa bubur dan wedang hasil buatanya menuju kamar arkan.
“Arkan..arkan bangun ayo makan dulu, kau belum makan apapun” panggil cikha
Arkan terbangun pertama dilihatnya wajah cikha penuh keringat dengan rambutnya dikucir kecil, beberapa anak rambut keluar dari kucirannya terlihat sangat lelah tapi begitu seksi dimata arkan.
“Ayo makan,” ucap cikha lembut untuk pertama kalinya
Arkn hanya menganguk dan menurut seperti bayi yang manis ketika cikha membantu arkan duduk dengan menggalaskan sebuah bantal dipunggungnya sebagai sandaran.
“Aku akan membantu menyuapimu” ucap cika mengambil semangkuk bubur dimeja dan mulai menyuapi arkan
Bubur buatan cikha sangat lezat dilidah arkan, dia mencampurkan irisan jagung, wortel dan kentang serta sedkiti garam, entah racikan bagaimana membuat arkan tidak dapat menolak dan terus membuka mulutnya hingga semangkuk bubur ludes tak tersisa. Setelah makan minum segelas air, cikha juga memberikan segelas wedang jahe kepada arkan. Arkan mengerutkan keningnya ketika mencicipi wedang jahe cikha melihat ekspresi arkan cikha tertawa.
“Kenapa pedas???itu akan menghangatkanmu” ucap cikha
“Minumlah obat ini” cikha menyodorkan sebutir paracetamol kepada arkan
“Kau cocok menjadi dokter” ejek arkan
__ADS_1
“Ya perjalanan panjang mengagalkanku menjadi dokter, ambilah ini akan menurunkan panasmu” ucap cikha
Melihat wajah tulus cikha, arkan meraih obat itu lalu meneguknya dan kembali berisitrahat, banyak perkataan cikha yang mengundang rasa penasaran bagi arkan, mulai dari abdi, dokter yang gagal, bahkan dicap wanita murahan, membuat arkan ingin mengetahui kehidupan cikha lebih dalam.