
Chika masihh terlelap dalam tidurnya..
Sesosok laki2 dewasa berusia sekitar 33 tahun gontai berjalan berusahan tetap berjalan sambil bertumpu pda dinding2 hotel,,ntah apa yang terjadi padanya sepulang acara meet up keluarga besar cikro baskoro..
Yang dia tau dia hanya meminum 2 gelas vodka..tiba-tiba kepalanya berat dan badannya terasa panas,,ia melihat ibunya memangil 6orang wanita untuk memopongnya kekamar hotel tempat pesta diadakan..
“ntah apa yang direncanakan wanita sialan itu” umpat arkan dalam hati..setelah berhasil kabur dari wanita-wanita yang berusaha menelanjanginya..
Tapi getaran dan rasa panas dalam dirinya semakin memuncak..kancing kemeja yang sudah melepaskan diri dari posisinya pun tidak membantu..arkan masih saja merasa gerah hingga berjalan guntai hanya dengan bertelanjang dada..
Tiba-tiba tak sengaja ketika dia masih bersandar dan memegang dinding-dinding hotel dia memegang salah satu gagang pintu dan terbuka..ntah apa didalam pikiraanya suasana kamar yang begitu sepi mendorongnya untuk masuk karena rasa panas yang tidak tertahan lagi..masuk dan menyerang bathup untuk menghilangakan panas yang mengerogotinya..
ketika air juga tak mampu mengatasi gejolak didalam tubuhnya ia segera membalut tubuhnya dengan handuk dan bergegas membaringakan diri diatas tempat tidur..
Tapi perasaannya tiba-tiba berubah ketika dia merasa ada sesuatu yang menganjal dibawah tubuhnya..langsung saja dia menarik selimut..
Benar saja ada gadis cantik tengah tertidur lelap disana..ya benar dia CHIKA
Wajah chika terihat merah..dr bibirnya yang sedikit terbuka tercium aroma alkohol yang membangkitkan hasrat arkan..pikiran arkan tidak bekerja normal..ia mendekatkan diri ke wajah cika dan melahap bibir gadis itu perlahan,
Awalnya hanya untuk meredakan hasrat dalam tubuhnya tapi ketika ia merasakan sensasi bibir cikha rasa candu dan hasratnya semakin dalam menariknya untuk bereaksi lebih, tubuhnya menuntut arkan mengila menyentuh cikha.
Cikha tidak memberikan reaksi arkan semakin memperdalam..semakin dalam ******* dan berusaha membuka mulut gadis itu,mengigitnya kecil hingga cikha membuka bibirnya, arkan mengambil kendali menguasai bibir gadis itu.
Merasa ada sesuatu diatas tubuhnya cika membuka mata.. “siapa kau..!!!!
__ADS_1
setengah sadar refleks cika memukul dada arkan dan berusaha berontak..ia menendang arkan sebisa kemampuannya, usahanya tidak sia-sia arkan terjatuh dari tempat tidur, sekuat tenaga cika hendak berlari menuju pintu, namun dengan sigap arkan menarik tangannya.
Rasa panas dalam dirinya membuatnya benar-benar gila, dia melemparkan gadis itu kembali kekasur,mengukuhnya dibawah tubuhnya hanya dengan sekali tarikan dia merobek pakaian cikha. Cika benar-benar ketakutan, matanya berusaha mencari disetiap sudut ruangan remang dimana sahabatnya dan dimana dia sekarang??belum sempat cika berfikir arkan sudah lebih jauh menguasai tubuh cikha.
Cikha yang sebelumnya belum pernah mendapatkan perlakuan seperti ini bahkan oleh kekasihnya histeris ketakutan,memohon,merintih dan menangis kepada arkan.
“Tolong,..tolong jangan lakukan ini tuan, siapa kau?”..isak cika memelas tak henti, terlambat ntah perasaan buas darimana apa yang diderita arkan membuatnya buta akan penolakan gadis itu,,
Ia menahan tangan cika..menekan gadis itu dan menikmati setiap jengkal tubuh cikha, sensasi tubuh cikha seperti penawar bagi arkan atas rasa panas dalam dirinya. Cikha terus meronta meskipun kepalanya berat dia menyadari ada yang salah malam ini..
“Maafkan aku nona..tolong bantu aku..aku tidak kuat maafkan aku” ucap arkan melanjutkan aksinya..
Cika hanya bisa menangis dan meronta berharap ini hanya sebuah mimpi dan perlawannya bisa menghentikan semua ini..tapi tidak juga meskipun erangan cika sudah mengema diseluruh ruangan kamar tidak menurunkan sedikitpun keinginan arkan dia malah semakin liar dan tertantang.
Tenaga cika mulai melemah ia ingin berontak tetapi reaksi tubuhnya tidak demikian..tubuhnya menginginkan lebih,,arkan sudah tidak tahan lagi segera memposisikan kebanggaannya kepertahanan cika satu-satunya..
“Maafkan aku..aku akan membayar mahal untuk ini!!”
jawab arkan menekan miliknya itu..sangat sempiiit..membuatnya sedikit kesulitan.:tp dorongan hasrat yang menyiksa membuatnya menekan dengan ganaas..
“Aaaasakiittt..biadap kau biadaaaaapppp!!”
“Tenaang ini hanya sebentaaar..sebentar lagi kau akan baik-baik saja..”Sahut arkan mempercepat aksinya yang diinginkannya sekarang adalah meredakan tubuhnya dan mengakhiri semua, ketika sangat sulit menyatukannya ia terdiam sesaat,,
“Astaga apakah gadis ini masih perawan?” Guman arkan dalam hati, apa yang aku lakukan, rasa menyesal dalam dirinya terambat sudah, dia sudah melakukan kejahatan pada orang yang tak bersalah.
__ADS_1
Cika meringisss tiba2 dia merasa apa yang dikatakan lelaki tak dikenal itu benaaar..tubuhnya serasa bergetaaaar..sesuatu dibagian bawah tubuhnya bersensasi membuat cikha melayang.
“Hentikannn” cika terus menangis berusaha mengusai kesadarannya.
“Maafkan aku rose,,maafkan aku” ucap arkan
Entah nama siapa yang disebut laki-laki itu tapi bagi jika ini sangat memalukan dan menjijikan..
Peluh mereka berlomba-lomba menetess..penolakan kini menjadi erangan yang bersahutan..
Cikha yang awalnya merasa sangat perih dan sakit tiba-tiba merasa kenikmatan seperti melayang yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, ia menjadi seorang bodoh ketika otaknya berusaha menolak tetapi tidak dengan tubuhnya.
Arkan sudah buta dia merasa terlanjur basah dia mengangkat tubuh cika memposisikan tubuh sesuai keinginannya,Terus menerus merubah menghujani cika merasa ini sudah terjadi dia hanya bisa pasrah terus mengeluarkan air mata..
Sampai akirnya arkan tumbang sendiri dan terlelap disampingnya. Lelah dan sangat lega dirasakan tubuhnya, melayang dan sangat mengantuk.
Cika berusaha bangun dan bangkit tetapi tubuhnya masih sangat sakit..dan rasa sakit didaerah selangkangannya membuatnya terus menerus menagis, memukuli dirinya yang bodoh, memaki-maki sendiri dirinya, dia sangat menyesal mengapa percaya kepada nia..
“apakah ini jebakan nia..apakah ini perbuatan nia???apa salahku??bagaimana aku menjelaskan kepada abdi??hati kecilnya terus bertanya-tanya, dia turun dari ranjang duduk bersandar dipojok tempat tidur, terus menangis ingin rasanya dia lari tapi melihat kondisi pakainannya dia binggung harus berbuat apa.
Dia melihat lelaki biadap itu terlelap tanpa rasa bersalah cikha menatapnya dalam-dalam berusaha mengingat setiap jengkal wajahnya agar suatu saat dia bisa membalas perbuatan mengerikan malam ini baginya.
Cika mencari tas dan teleponnya tapi apa daya hp nya low bat,
“apa aku harus menghubungi polisi??Lalu bagaimana dengan reputasi ayahku??bagaimana dengan amarah ibu tiriku”batin cikha
__ADS_1
Dia sangat-sangat putus asa, menangis adalah jalan yang bisa dilakukanya saat ini, entah berapa lama dia menangis sampai dia kelelahan dan tertidur dalam posisi meringkuk duduk disudut tempat tidur.