Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan

Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan
Bab 24 Mulai merasa nyaman


__ADS_3

Arkan menarik tangan cikha untuk berdiri dan mengajaknya pergi meninggalkan rumah abdi,


“Ouhhh lepasakan sakit,”ucap cikha memberontak dari gengaman tangan arkan


“Aku bisa jalan sendiri,” ucap cikha, cikha kali ini benar-benar kesal dengan arkan karena arkanlah dia terjebak dalam rencana saga


Arkan hanya diam berjalan mengikuti cika berbalik badan dan berkata kepada abdi


“Ingat 2 tahun,loe hanya perlu menunggu” tegas arkan sambil berlalu pergi.


Telah 2 minggu berlalu dari kejadian naas yang menimpa cikha, saga telah berhasil diringkus polisi atas dasar laporan arkan dan pengacara handal yang diperintahnya membantu menyelesaikan kasus ini. Arkan dan cikha melalui hari-hari bersama awalnya cikha terus-menerus mendiamkan arkan, tetapi mau tidak mau akirnya dia terpaksa menyapanya, karena hanya mereka berdua serumah selama tuan baskoro dan nyonya rose pergi berlibur.


Cikha sangat telaten mengurus rumah, memasak bahkan menyiapkan pakaian kerja arkan, arkan tidak hanya candu akan tubuh gadis ini, tapi masakannya pun mampu menghipnotis arkan untuk rajin pulang makan kerumah.


Cikha tengah asik melihat kelender dan melingkar-lingkarinya dimeja belajarnya,sementara arkan baru saja selesai mandi,


“Kau sedang apa??”tanya arkan yang hanya mengenakan boxer dongker dan memamerkan bidang dada kotakny.


“Ohh sebentar lagi aku akan seminar, tidak terasa aku sangat bahagia”ucap cikha dengan wajah malu-malu


Ekppresi seperti itu membuat arkan tepesona, cikha suka sekali mengigit bibirnya jika sedang berbicara membuat otak nakal arkan berfantasi,


“Oh apa rencanamu ketika tamat kuliah,”tanya arkan sambil menjatuhkan tubuhnya tengkurap diatas kasur.


“Aku ingin kembali kekota kecil ibuku mencari kerja disana dan memulai hidup baru” jawab cikha tersenyum


“Kenapa harus kesana?bukankah jika kita berpisah kau akan mendapatkan gona-gini yang lumayan banyak” ucap arkan sombong


“Dari awal aku menikah karena ingin balas budi atas tuntutan ayahku, tapi kau tenang saja setelah berpisah aku tidak akan meminta apa-apa darimu” ucap cikha merasa tersinggung dengan perkataan arkan


“Tapi ingat meski kau telah wisuda kau terikat 2 tahun dengan hubungan ini”jawab arkan tersenyum puas


“Ya, tapi bagaimana jika tidak perlu sampai 2 tahun?”tawar cikha


“Kenapa?!”Tanya arkan mulai kesal

__ADS_1


“Ya reputasimu telah membaik, kau tidak lagi dicap seorang gay, dan berita skadal kitapun usai, bukankah itu sudah cukup?”tanya cikha


“Hmmm itu belum cukup, karena..hmmm” arkAn kehabisan kata-kata menjawab peryataan cikha sebenarnya dia sudah mulai merasa nyaman dengan keberadaan cikha tapi dia masih belum yakin dengan perasaannya, dan dia terjebak dengan masa lalunya dan abdi


“Kenapa??tanya cikha kembali


“Ya karena aku tidak ingin dianggap mempermainkan pernikahan dengan umur pernikahan yang seumur jagung” jawab arkan kesal sambil melempar bantal kearah cikha


“Oh begitu” jawab cikha datar tanpa marah ketika bantal mengenai kepalanya


“Hanya itu” tanya arkan heran dengan jawaban cikha


“Ya jadi mau bagaimana??”jawab cikha


“Bagaimana hubungamu dengan abdi?tanya arkan


“Ya kita lihat saja aku hanya menunggu seperti dia akan menungguku, jika jodoh abdi pasti bisa menyelesaikannya” jawab cikha


Mendengar hal itu arkan kesal dalam hatinya, dia tidak suka melihat wajah cikha yang merona dan bahagia ketika membicarkan abdi,


Tuan baskoro dan nyonya rose yang mengetahui kejadian ini pun tidak tinggal diam mereka tidak terima menantu satu-satunya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan apalagi dari orang yang membawa putera nya ke dunia kelam.


Pagi hari sepulang dari liburan nyonya rose bergegas bertemu cikha memeluknya dalam dekapan sayang


“Kau tidak apa-apa nak??jangan kwatir semua sksn baik-baik saja, mama pastikan sekeluar dari penjara dia tidak akan bisa menetap di Indonesia” ucap mama rose


“Bagaimana keadaanmu jagoan??ucap pak baskoro memeluk arkan yang menyambut kepulangan mereka, ada rasa haru dihati arkan sudah sangat lama sang papa tidak pernah menyapanya dengan sebutan jagoan.


“I’m okay” ucap arkan


“Ayo kita masuk, mama membawakan kalian oleh-oleh dari bali” ucap mama rose


Mereka duduk diruang keluarga, menikmati secangkir teh dan serabi buatan mbk yem, keangkuhan dan kemarahan arkan lambat laun mulai mencair, sikap dingin yang biasa dia tunjukan untuk ayah dan ibu tirinya mulai memudar, Mama rose sibuk mengeluarkan beberapa sovenir dan tiba-tiba berkata,


Nah ketemu, ini dia cikha” ucap mama rose mengeluarkan sebuah gelang berwarna hijau terbuat dari mutiara-mutiara yang sangat cantik,

__ADS_1


“Apa ini ma?”tanya cikha ketika mama rose memasangkan gelang indah tersebut ditangan kanan cikha


“Oh ini gelang doa, kemaren mama beli dibali katanya gelang ini sudah didoakan jadi apa saja permintaan kita bisa dikabulkan”jawab mama rose


“Lo kenapa cikha yang memakai ma”tanya cikha


“Papa-mama berdoa semoga kalian cepat dapat momongan”jawab mama rose tersenyum dibalas senyum oleh pak baskoro


Sementara arkan yang sedang meminum teh tesedak atas perkataan mama rose, wajah cikha pun tak bisa berbohong memerah oleh keinginan ayah dna ibu mertuanya itu.


“Oh iya mama juga membelikan ramuan agar arkan bisa lebih subur,mbok yem,,,mbok yem”panggil mama kepada mbok yem


“Iya nya”bergegas mbok nyem datang mendengar panggilan nyonya besarnya


“Mulai hari ini campurkan satu sendok bubuk jamu ini ke susu buat arkan setiap pagi” perintah mama rose


“Baik nyonya”


“Aku ga perlu itu, lagian kenapa tidak kalian saja yang punya anak lagi, kamu kan masih muda”ucap arkan ketus kepada ibu tirinya, emosinya kembali tersulut sifat rose masih seperti dulu mendominasi dan suka mengatur segalanya, kekesalannya bertambah melihat mama rose bahkan tidak pernah cemburu dengan keberadaan cikha malah begitu sayang dengan menantunya.


“Arkan!!jaga ucapanmu!!ibu mu hanya ingin yang terbaik bagi keluarga kecil kalian” bentak pak baskoro


Suasana harmonis pun seketika menjadi hening, cikha yang merasa tidak enak hati mengajak arkan untuk pergi,


“Maaf pa,mungkin arkan belum berfikir memiliki anak, cikha juga masih kuliah, kebetulan hari ini cikha hendak mengajak arkan kerumah papa, cikha minta izin ya ma pa?”ucap cikha


“Oh baeklah nak kalian bisa pergi”jawab pak baskoro kepada cikha


Mama rose berusaha menahan kesedihannya bukan dia tidak ingin punya anak dari tuan baskoro tapi dia menyadari bagaimana seorang wanita tidak memiliki rahim bisa hamil, seandainya arkan tahu pengorbanannya kenapa dia meninggalkan arkan saat itu, karena dia merasa tidak sempurna sebagai wanita🥲


“Apa kalian akan menginap??”tanya mama rose


“Cikha rasa tidak ma..karena,,”


“Ya kita akan menginap” ucap arkan memutus jawaban cikha

__ADS_1


“Dari awal menikah aku belum pernah menginap dirumahmu, kita menginap saja” ucap arkan


__ADS_2