
Kemari sayang ajak rose mengantar cika kekamar pengantin yang telAh disiapkan keluarga besar baskoro dirumah mereka, kamar tersebut adalah kamar arkan.
“Ini kamar arkan dan akan menjadi kamar mu juga, kau tidak usah canggung, sekarang kita keluarga,” ucap ibu rose sambil mengelus pundak cika
“Terima kasih tante,”jawab cika
“Jangan memanggilku tante lagi, sekarang aku ibumu”
“Baik tante, eh bu”ucap cika gaguk
“Mungkin dia belum terbiasa sayang” ucap seorang pria merangkul bahu istrinya dia adalah tuan baskoro yang menjadi ayah mertua cika sekarang.
“Jangan sungkan nikmatilah hari-harimu disini sebagai istri arkan, jika butuh apapun beritahu ibumu ini” ucap tuan baskoro sambil menepuk-nepum bahu istrinya dan merangkul istrinya beranjak pergi.
Cika masuk kedalam kamar arkan..kamar bernuansa putih abu itu terlihat sangat rapi, terdapat 2 lemari besar menghadap ketempat tidur, sebuah kaca rias berbentuk bulat menempel cantik didinding, meja kerja dipojok ruangan, sebuah sofa panjang bergandengan dengan meja bulat kecil dimana terdapat vas bunga berisi mawar merah disana,serta kasur empuk bernuasa putih abu selaras dengan semua perabot disana. Perasaan cika campur aduk ini pertama kalinya dia masuk kekamar laki-laki selain ayahnya, koper kecil dan totebag dibahunya belum juga diletakannya kemana-mana, dia binggung harus meletakan barangnya dimana.
“Apa aku telepon saja dia ya..bertanya” cika berguman dalam hatinya.
“Kenapa masih bengong”?suara serak khas arkan membuyarkan kebinggungan cika.’
“Anu..dimana aku meletakan barang-barangku???” Jawab cika hati-hati
“Buka lemari nomor dua itu, mbak yem sudah menggosongkan tempat untuk barangmu, kau bisa meletakannya disana” ucap arkan santai sambil menutup pintu.
“Eh kenapa pintunya ditutup???” Tanya cika terkejut
__ADS_1
“Apa kau gila??ini kamarku dan aku hendak mandi apa kau ingin semua orang dirumah ini melihatku?”arkan melototi cika
“Maaf aku tidak tahu” ucap cika mengalah
Arkan membuka jas dan kemejannya dan hanya menyisakan dalaman kaus serta boxer dan menuju kamar mandi, cika memalingkan wajah melihat kelakuan arkan, ingin rasanya dia berteriak dan menyuruhnya membuka pakaiannnya dikamar mandi, tapi untuk sekarang dia lebih baik diam dan mengalah, it’s only game, dan aku bisa mengatasinya,guman cika dalam hati:
Cika meletakan barang-barangnya sesuai petunjuk arkan mengambil baju tidurnya, dan duduk menunggu arkan diluar kamar mandi, ia juga sangat lelah dan ingin membersihkan diri, kembali dia teringat wajah abdi ketika melihatnya, “apa yang harus aku lakukan, masih sudikah kak abdi melihatku?Bahkan untuk mengenalku pun mungkin dia enggan, tapi kenapa dia kembali??”pertanyaan-pertanyaan bermunculan dalam benak cika.
Pintu kamar mandi terbuka cika terbenggong beberapa saat “waw apakah benar dia seorang gay??” Arkan keluar kamar mandi begitu gagah, kulit putih,hidung mancung,alis mata tebal dan menyatu ditambah rambutnya yang masih basah, membuat cika wajah cika memerah teringat malam panas mereka.
“Hey!!!kau mau mandi wanita??malah benggong, itu kenapa dengan wajahmu?apa kau menghayal malam pertama kita,you must know??aku tidak tertarik!Ucap arkan sambil mengeringkan rambutnya dengan haduk kecil dibahunya.
Perkataan arkan memancing amarah cika, susah payah dia tidak mengungkit kejadian itu tetapi arkan malah membahas bahkan mengodanya.
“Tidak usah ge er pak arkan, aku memaklumimu, bahkan setelah mengetahui engkau gay, telanjang didepanmu saja aku tidak takut kepadamu,”ucap cika santai hendak masuk kekamar mandi melewati arkan yang masih berdiri disana.
“telanjang didepanku, aku ingin melihat apa kau seberani itu” ucap arkan kesal
Cika merasa salah bicara, dia hanya diam dan hendak melepaskan tangan arkan, tetapi emosi arkan sangat meledak, dia sangat mudah terpancing amarah.
“Kau mau apa??? Bukankah kita sudah sepakat tidak menggangu privasi dan tidak ada kontak fisik, lepaskan tanganmu” cika berusaha melepaskan tangan arkan dari lengannya
“Kau yang memulai..aku hanya ingin melihat keberanianmu, ayo lakukan!!siapa suruh menantangku! Hahahah ucap arkan tertawa mencemooh
“Aku akan berteriak memanggil ibu dan ayahmu” jawab cika mengancam
__ADS_1
“Wanita bodoh!!!kau sekarang istriku, apa yang ingin kau adukan??suamimu meminta kau telanjang?Bukankah kau sendiri yang mau melakukannya tadi?ingat kita sudah menikah
“Lepaskan aku, aku akan melakukannya aku tidak takut padamu” tantang cika
Arkan sangat terkejut dia tidak menyangka gadis ingusan dibawah kekangannya mampu menantangnya, bukan memohon ampun dan meminta maaf padanya, arkan melepaskan gengamannya pada lengan cika dan menunggu pembuktian gadis itu, namun bukannya mengikuti keiinginan arkan, dengan cepat cika berlari kekamar mandi dan menutup pintu, arkan terkejut berusaha mengejar namun terlambat brak dengan cepat cika menutup pintu dan menguncinya.
“Cika!! Kau mempermainkanku, aku akan membalasmu”! Ucap arkan sambil mengedor-gedor pintu
“Maaf tuan, sangat mahal bagiku membiarkan kau menelanjagi tubuhku dengan matamu, mungkin aku salah berbicara!!tapi lupakanlah! Jawab cika enteng didalam kamar mandi diikuti suara air keran menyala menadakan cika akan mandi
“Akan kubalas tipuanmu , kau camkan itu teriak arkan berulang-ulang”
Arkan tersenyum geli melihat kecerdikan cika, kenapa dia mengira cika bakal melakukannya demi sebuah pembuktian, sebenernya dia juga hanya penasaran dengan keberanian gadis itu, jika cika benar-benar melakukannya apakah dia bisa menahan dirinya, setiap melihat cika saja dia selalu berusaha tidak teringat malam itu dimana mereka sama-sama berkeringat menyatukan raga mereka,
“Ah mungkin aku hanya penasaran saja kepada dirinya, mana mungkin aku ingin mengulanginya, “ ucap arkan dalam hatinya sambil merebahkan diri dikasur empuk kamarnya, arkan tidak peduli dimana cika akan tidur,
“jika mau tidur seranjang tidur saja, jika bodoh dan memilih sofa itu urusan dia, ucap arkan berbicara sendiri sambil memejamkan mata mencoba tidur.
Cika mendekatkan telingganya kepintu kamar mandi dan memastikn tidak ada suara arkan lagi, “sepertinya dia sudah tidur”guman cika sambil pelan-pelan membuka pintu kamar mandi dan berjinjit-jinjit keluar dari kamar agar arkan tidak terbangun.
“Oh god dimana aku akan tidur, apakah seranjang dengan si brengsek itu”ucap cika dia melihat arkan dengan santainya sudah telelap diatas kasur,
Cika mengambil bantal dan melihat sofa panjang dipinggir kamar, dia memutuskan untuk tidur disofa sambil mengomel.
“Dasar kekanak-kanakan, apakah ini yang dimaksudnya membalasku!! Tidak sopan membiarkan wanita tidur disofa,”omel cika dalam kemarahannya
__ADS_1
Arkan masih bisa mendengar semua omelan cika, tapi dia dengan santainya pura-pura tidur dan masa bodoh dengan kemarahan gadis itu,
“Nikmatilah gadis garang” kekeh arkan dalam pikirannya.