Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan

Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan
Bab 4Tidak seperti yang diduga


__ADS_3

Rose berjalan menuju meja makan disana sudah menunggu seorang pria dan ibunya,


“Oh ini Dr baskoro, No bad”guman rose dalam hati


Pria itu masih terlihat sangat gagah meski berusia 52 tahun, rambutnya pun masih hitam dan penampilannya sangat berkharisma mungkin karena dia seorang dokter, masih sangat elastis.


“Sini sayang” sapa ibu,mengalihakan perhatian rose


“Dr…ini anak saya, anak sahabat dokter, yang sering almahrum suami saya ceritakan, ucap ibu dengan mata berkaca-kaca.


“Hai rose ucap Dr baskoro menyapa rose sambil tersenyum.


Rose berjalan kikuk dan mengambil posisi duduk disebelah ibunya berhadapan dengan Dr baskoro.


“Hai Dr, salam kenal saya rose, terima kasih banyak telah membantu ayah dan ibu saya selama saya study keluar negeri, saya dan keluarga sangat berhutang budi kepada Dr..”


“Oh tidak masalah, saya sangat bersyukur bs membantu sahabat saya sendiri” ucap dokter sambil menatap mata rose,,


Seketika percakapan terhenti sampai disana, ketiga insan ini sibuk menikmati sarapannya masing-masing dalam keheningan, Ketika rose hendak membantu ibu membereskan meja, ibu menahan tangan rose dan berkata,


“Biar ibu saja kamu temeni Dr saja mengobrol diruang tamu,”


perkataan ibu diikuti oleh rose, rose menyusul Dr baskoro yang telah berdiir terlebih dahulu, Dr baskoro duduk santai diteras depan sambil mengotak atik handponenya dan ketika rose datang dia mengehentikan kegitannya bermain gadget itu.


“Hai rose..saya rasa kamu sudah mendengar lamaran saya kepada alm ayah dan ibumu, bagaimana menurutmu, saya bukan orang yang suka basa basi dan bertele-tele kami berhak menolak saya, tapi saya bisa menjamin kamu akan mendapatkan apa saja jika menikah dengan saya” ucap Dr baskoro langsung dan spontan kepada rose


“Dr..bole saya tahu kenapa Dr ingin menikahi saya, Dr pasti sudah tau kekurangan saya, dan maaf saya juga tidak ingin basa basi, apakah Dr menikah hanya ingin melampiaskan nafsu semata?”

__ADS_1


Dr baskoro tertawa terbahak-bahak, mendegar pertanyaan gadis dihadapanya itu, membuat rose binggung menafsirkan arti tertawa Dr tersebut.


“Tenang saja, saya tidak butuh keturunan, saya hanya butuh temen hidup, saya kesepian, saya seornag diri, dan masalah nafsu saya tidak akan memaksamu..” ucap Dr baskoro sambil tersenyum


Rose masih terdiam dalam kebingungannya.


“Kamu bole memikirkannya terlebih dahulu, saya akan menunggu kamu berhak menerima bahkan berhak menolak, jangan merasa utang budi sehingga menerima saya,” ucap Dr baskoro sambil memandang tajam kearah rose


“Terima kasih dokter, saya akan mempertimbangkannya, saya permisis dokter” rose berjalan meninggalkan Dr baskoro,


Sudah dua minggu rose mempertimbangkan banyak hal, dari segi ekonomi dan dari segi kekurangannya, ditambah ketika ia tidak sengaja mendengar ibunya direndahkan oleh seorang sales perhiasan ketika mereka sama-sama berjalan-jalan disebuah mol, dengan nafas yang berat dia menguatkan hatinya sendiri,


“Ya…ya tidak ada buruknya selain dia kaya, dia juga terlihat masih sangat gagah,”guman rose dalam hati


“Ibu..ibu..”rose berjalan dari kamar menuju semua bagian rumah mencari keberadaan ibunya.


Rore bergegas kearah belakang rumah mereka, disana terdapat teras yang tidak begitu luas,dua buah kursi dan tak jauh beberapa langkah ada pohon jambu yang tingginy sudah mencapai atap rumah, dengan batang yang rimbun sehingga menghadirkan efek sangat sejuk.


Rose mendapati ibunya tengah duduk bersantai sambil mengupas bawang, ya ibu memang sangat hobi menstok bumbu-bumbu dapur agar ketika memasak tidak memakan waktu lama.


Rose duduk dikurai kosong disebelah ibunya,


“Bu..aku sudah mempertimbangkan, aku menerima lamaran Dr baskoro,” ucap rose


“Kamu yakin??”tatap ibu tidak percaya dengan apa yang dikatakan anaknya..


“Ya bu, aku sudah memikirkannya..ucap rose tegas

__ADS_1


“Baiklah nak, ibu akan menyampaikan kabar gembira ini kepada Dr baskoro” ucap ibu seraya memeluk anak kesayangannya..


Tidak butuh waktu lama, begitu mendegar lamarannya diterima, Dr baskoro langsung menghubungi wedding organizer, untuk mempersiapkan semuanya.


Selasa, 18 januari 2021 adalah hari pernikahan rose, prosesi yang begitu cepat dan hikmat hanya dihadiri keluarga terdekat telah mempersatukan rose dan Dr baskoro menjadi suami istri. Tiba saatnya rose harus dibopong kerumah suaminya.


Hari masih menunjukan pukul 19.00 wib rose sudah membersihkan diri dari riasan pengantin, dadanya begitu degdegkan ketika melihat kamar yang ditempatinya suasana kamar pengantin membuat jantungnya berpacu kencang. Dia tidak dapat memejamkan mata, tetapi suaminya tidak juga memasuki kamar.


Ketika roae sudah hampir terlelap suara pintu terbuka membangunknnya..ia kembali dalam ketakutan,


“Tidurlah, aku tidak akan menyentuhmu,aku akan menunggumu sampai siap” ucap dr baskoro


“Terima kasih Dr” balas rose lega


“Jangan panggil aku Dr, engkau adalah istriku, panggil saja pak, atau sayang”, ucapnya tersenyum


Rose hanya terdiam kikuk, mendengar suami nya itu,


“Oh ya, aku punya seorang putera, tapi dia meninggalkanku ketika dia berusia 15tahun, dan kami hanya berkomunikasi hanya untuk kewajibanku membiayainya,”dr baskoro mendekati tempat tidur dan merebahkan diri, sambil mulai bercerita kepada rose.


Rose yang merasa penasaran pun mulai memberanikan diri bertanya..


“Kenapa dok,eh pa? Ucap jika dengan wajah memerah


“Dulu ketika dia berusia 10 tahun saya dan alm istri cekcok berat itu terjadi didalam mobil, dan pada saat itu kami mengalami kecelakaan, akibatnya istri saya meninggal, putera saya selalu beranggapan jika saya yang menyebabkan kematian ibunya, sudahlah suatu saat cika pasti bertemu dengannya, jija hatinya sudah siap kembali” cerita dr baskoro


Rose hanya menganguk dan kembali bersiap tidur, ingin rasanya dia bertemu anak dr baskoro mendamaikan mereka setidaknya menjadi amalnya sebagai ibu sambung kelak, tapi anehnya rumah sebesar ini tidak ada satupun foto keluarga yang ada hanya lukisan-lukisan bernilai mahal.

__ADS_1


__ADS_2