Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan

Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan
Bab 22 bantuan abdi


__ADS_3

Arkan dan saga telah berada dibandara sesuai janjinya dengan bantuan anak buahnya saga melepaskan cikha, dan melemparkannya dijalan dalam keadaan terluka..


Dengan sigap sebuah mobil sedan berwarna hitam yang sedari tadi membuntuti mereka berhenti dan menolong cikha, seorang pria tampan berparaskan tegas menyelimuti cika dengan jaketnya dan membopong cikha kedalam mobil, cikha yang sudah setengah kehilangan kesadarannya tidak mampu melawan, dalam remang-remang penglihatanya dia menyadari sosok itu tidak asing baginya.


Bandara internasional soekarno hatta..


Saga hilir mudik mempersiapakan cek in keberangkatannya bersama arkan, beberapa kali dia tampak menghubungi anak buahnya untuk memastikan semua rencananya berjalan benar, sementara arkan hanya duduk kaku diruang tunggu, sesuai perjanjian handphonenya diambil oleh saga untuk memastikan arkan tidak ke menghubungi siapapun meminta bantuan.


Arkan menghampiri saga..


“Saga, i want go to toilet,.”ucap arkan


“Oh tentu honey, jangan mengingkari janjimu,kamu tahu resikonya bermain denganku” jawab saga


Arkan membasuh mukanya berulang kali dia merasa sangat jijik pernah jatuh keperangkap saga dan mesti mengulanginya kembali, otaknya mencoba berfikir jernih, apa yang harus dia perbuat dia ingin lari tanpa mencelakai cikha,.


“Bagaimana siapa yang bisa membantu ku tanpa ponsel,sementara saga terus mematai aku, aku harus bertindak cepat sebelum dia menydari aku terlalu lama ditoilet”ucapnya dalam hati


Tiba-tiba dia melihat seorang clening service sedang bermain ponsel di toilet tempat dia berada,arkan merogoh sakunya mengeluarkan selembar uang seratus ribu dan meminta clening service itu meminjamkan ponselnya, dengan cepat clening service tersebut menyetujui, beberapa kali arkan menghubungi cikha tapi tak kunjung mendapat jawaban.,


“Kemana cikha bukankah jika dia sudah lepas dia bisa mengangkat poselnya”ucap arkan yang semakin gelisah mendekati waktu keberangkatan.


Arkan kehabisan kesabarannya cikha tak kunjung mengangkat teleponnya, tiba-tiba dia teringat abdi sahabat karibnya dulu, arkan mencoba menekan nomor ponsel abdi berharap abdi belum mengganti nomornya setelah sekian lama mereka tak berkomunikasi, setelah beberapa kali berdering terdengar suara dari sana yang melegakan arkan,


“Hallo siapa ini??” Tanya abdi


“Di..di ini gue arkan” jawab arkan


“Dimana lo banci???” Ketus abdi


“Gue dalam masalah, lu tolong cari cikha, saga menculik dia,pastikan dia baik-baik aja,” jawab arkan


“Kenapa harus gue,hah bukannya dia istri lu?”tanya abdi

__ADS_1


“Gue tahu lu masih care sama dia, jangan mikirin ego lu sekarang” tegas arkan


“Jika gue ketemu cikha lu bisa janji sama gue” tawar abdi


“Apa mau lo?”tanya arkan


“Gue udh tau semuanya dari nia, setelah pertengkaran kita semalam, gue mau lu tinggalin cikha setelah kesepakatan nikah kalian berakir” jawab abdi


Arkan melemas untuk sekarang dia tidak punya pilihan kedua sisi mengancamnya, sekarang bagaimana dia memastikan cikha baik-baik saja dan dia bisa lari dari kegilaan saga.


“Oke jika itu mau lo,”jawab arkan


“Cikha udah sama gue,”ucap abdi


“Bagaimana bisa?!!” Tanya arkan terkejut


“Ceritanya panjang, sekarnag lo bisa kabur dari sana” jawab abdi


“Loe tau masalah gue?!” Tanya arkan semakin binggung


Tut..tut sambungan telepon terputus, arkan bergegas mengembalikan handphone cleaning service dengan segera, dia mengintip keluar toilet saga berada tidak jauh dari sana sedang menelepon. Arkan bergegas berjalan menuju saga,


“Bagaimana semua beres?!” Tanya arkan lebih lembut kepada saga agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi saga.


“Yes honey, kita tinggal menunggu dan terbang” jawab saga senang melihat arkan lebih melunak kepadanya.


“Berapa lama lagi kita butuh waktu” tanya arkan


“Hanya 1 jam lagi, ayo kita duduk diruang tunggu” jawab saga mengandeng dan menyenderkan kepalanya ke bahu arkan.


Meskipun beberapa mata mengintimidasi keintiman mereka tapi bagi saga itu tidak masalah, memang masih sangat sulit bagi indonesia menerima rasa cinta sesama gender.


Arkan beberapa kali melihat jam tangannya, dia mulai mecari cara mengelabui saga, karena dia yakin saga pasti mempersiapkan semua sebaik mungkin bahkan resiko kaburnya arkan pasti telah dia prediksi,

__ADS_1


“Honey, aku butuh secangkir coffe” ucap arkan


“Whats aku sangat merindukan saat-saat kau memanggilku honey” ucap saga histeris bahagia


“Can u buy for me?tanya arkan sambil melirik caffe kecil yang berada diluar ruang tunggu.


“Kenapa kita tidak pergi berdua sayang” tanya saga mesra.


“Aku sangat lelah, dan aku ingin tahu apakah kau masih mengenal mu favorite coffe” jawab arkan


“Kau ingin mengetesku, dasar nakal!!”ucap saga malu-malu


Saga beranjak hendak membelikan arkan secangkir coffe dengan cepat arkan beranjak dan pergi ketika dia hendak kepintu keluar dia melihat 2 bodyguard saga berada disana, membuat dirinya berbelok dan mendapati seorang ibu tengah menyusui bayinya.


Arkan duduk menceritakan kepada ibu tesebut bahwa dia korban perdagangan manusia dan minta bantuan ibu tersebut, awalnya si ibu sulit mempercayai tapi ketika arkan menunjuk kedua lelaki tegar didepan pintu ruang tunggu si ibu mulai sedikit percaya,


“Apa yang harus kulakukan nak?”tanya ibu itu penuh perhatian


“Tolong alihkan perhatian kedua orang didepan sana bu” jawab arkan


“Bagaimana caranya,? Tanya ibu dengan polos


“Ibu bisa menumpahkan susu anak ibu kesalah satu mereka dan heboh dengan kerepotan ibu, tolong bu gunakan cara apapun” pinta arkan


“Baik saya akan coba nak, segera lapor polisi dna petugas begitu kau keluar dari sini nak”pesan si ibu


Si ibu yang mengendong bayi tersebut berjalan kearah bodyguard saga, pura-pura bertanya dimana ruang ibu dan anak, ketika mereka hendak menunjukan arah sang ibu pura-pura menjatuhakan susu anaknya sehingga mengenai celana dan sepatu salah satu bodyguard, ketika salah satu bodyguard sibug membersihkan celana dan sepatunya si ibu mengalihkan perhatian seorang bodyguard lagi dengan meminta memegangkan tasnya untuk mengambilkan tisu.


Kesempatan emas bagi arkan untuk kabur menutupi wajahnya dengan memakai kain gendong yang diberikan si ibu hal tersebut disadari oleh saga yang melihat kehebohan kedua bodygardnya, dengan cepat saga mencari arkan dan melihat arkan sudah turun menaiki eskalator,


“Bodoh kejar arkan!!!teriak saga kepada dua bodygardnya


Menyadari hal itu kedua anak buahnya segera menggabaikan si ibu dan mengejar arkan disusul saga dibelakangnya, tetapi arkan sangat sigap dia berlari dengan cepat dan hilang begitu saja,

__ADS_1


“Cari dia sekarang, apapun caranya bila perlu bius dia!!hubungi semua orang kita yang berjaga diluar!!!Amarah saga kepada dua anak buahnya


Arkan tekopoh-kopoh berlari dia menaiki sebuah taksi dengan cepat mengarahkan taksi tersebut kekediaman abdi, ketika memastikan cikha baik-baik saja dia akan buat perhitungan dengan saga.


__ADS_2