Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan

Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan
Bab 17 Arkan vs Abdi


__ADS_3

Cika terlihat sangat cantik menggunakan dress dongker tanpa lengan, leher dress berbelah lebih rendah yang mengekspos leher jenjangnya, belahan panjang menampakan betisnya yang kecil mulus, dia memoleskan make up tipis dipadu dengan lipstik merah menyala menatang keberanian dari wajah kalem yang selama ini tersembunyi.


Mengengam sebuah tas kecil berwarna hitam senada dengan sepatu hills cika tampak seperti gadis elegant nan kaya raya, dia tidak menyangka arkan mempersiapakan semua keperluannya sedetail mungkin.


“Ah mungkin karena dia gay, jadi jiwa keperempuanan nya kadang menyala” cika cekikikan dengan pikirannya sendiri


“Tapi terkadang aku heran kenapa setiap terjadi insiden dengannya aku merasa dia pria normal,”


“Apakah mengoceh sendiri adalah hobi barumu???”tanya arkan yang dari tadi mengamati tingkah cika didepan cermin dari pintu kamar yang tidak terkunci,


Cika menoleh kesumber suara arkan terkejut,


“Sudah berapa lama kau disitu??” Ucap cika


“Sedari tadi sejak kau mengataiku,”Ucap arkan santai


“Aku tidak membicarakanmu,sangat ge er”balas cika sambil merapikan rambutnya yang terurai panjang


“Baiklah, tidak usah pikirkan mulut berada didepan memang untuk berbicara”jawab arkan


“Aku tidak ingin berantem dengan mu,menggangu moodku, ayo aku sudah siap” cika beranjak dari meja rias, berjalan menghampiri arkan yang menggenakan jas dongker dasi hitam senada dengan pakaian cika.


Sejenak arkan tertegun melihat kecantikan dan keseksian cika, setelah sekian tahun dia mulai melihat wanita dari sisi kejantanannya.


“Ah apa yang aku pikirkan” gumannya lalu berjalan disamping cika


Mereka turun bersama tanpa bergandengan tangan, tiba-tiba arkan berinisiatif mengandeng tangan cika, mata cika melotot menatap arkan, seakan hendak menolak, tapi tatapan sadis arkan kembali mengingatkannya akan kerja sama mereka.


Tuan baskoro dan mama rose tersenyum melihat mereka berdua bergandengan menuruni anak tangga.


“Kalian sudah siap apakah kita perlu berangkat bersama??tanya tuan baskoro


Seperti biasa Arkan tidak memberikan jawaban dia hanya berlalu mengandeng tangan cika, sementara cika yang kebingungan menjawab tergesa-gesa


“Papa mama kami deluan saja, karena ada beberapa persiapan yang harus cika bantu dirumah” ucap cika terpaksa berbohong mengikuti gandengan tangan arkan yang memaksanya harus berlari kecil mengikuti langkah arkan.


Mama rose melihat wajah sedih suaminya sudah sangat lama arkan menjalani hubungan ayah dan anak yang kaku, mungkin belum cukup waktu bagi arkan memaafkan luka dihatinya atas perbuatan masa lalu ayahnya.


“Sabar sayang, dia masih butuh waktu” ucap mama rose sambil menepuk-nepuk pundak suaminya.


“Kenapa aku merasa kau sangat membenci ayahmu??”tanya cika membuka pembicaraan dimobil dimana arkan hanya menyetir sedari tadi dalam diam.


“Hmmm tidak” jawab arkan

__ADS_1


“Kau sangat beruntung memiliki ayah dan ibu yang sangat memperhatikan dan menghawatirkanmu” cika berusaha menyadarkan arkan akan sebuah rasa syukur


“Hmmm kenapa harus beruntung”jawab arkan asal


“Aku punya ayah tetapi seperti tidak ada, dan tidak pernah dipedulikan seperti aku melihat kepedulian dimata ayahmu” ujar cika


“Kalau kamu mau ayah seperti itu ambil saja”jawab arkan


“Yaa..sudahlah berdebat denganmu lebih menguras tenaga dari pada membersihkan kadang babi,”ucap cika


Arkan ingin marah tetapi dia tetap tenang dengan perkataan cika, bagaimanapun ini hari besar keluarga cika, dia harus menjaga moodnya agar bisa beradaptasi dengan keramaian yang tidak disukainya.


Mereka sampai disebuah hotel berbintang 5, para tamu undagan sudah berdatangan, dada cika terasa sesak melihat dekorasi pertunangan icha dan abdi, percis seperti apa yang dia impikan bersama abdi.


Perpaduan warna white and purpel serta bunga tulip dan mawar menghiasi setiap pojok ruangan, cika menghentikan langkahnya didepan pintu ingin rasanya dia mundur dan berlari, tapi arkan mengengam tangannya begitu kuat, ntah apa tunjuan arkan sebenarnya.


“Ayo kenapa berhenti sayang?”tanya arkan sambil tersenyum


“Aku,,,tidak ingin masuk”jawab cika tanpa memberikan alasan


“Hey ini pesta adikmu, ayo” arkan menarik tangan cika, cika berusaha melepaskan diri, tetapi arkan sama sekali tidak peduli dengan usaha cika melepaskan tangannya.


Terlihat abdi dan icha berada tengah-tengah tamu, alunan musik romantis menambah nuasa pesta yang mesra diruangan tersebut, arkan terus berjalan mengandeng istrinya tersebut menunju abdi.


“Ya, selamat”jawab cikha dengan mata berkaca-kaca mengulurkan tangan kepada abdi dan icha, icha dan abdi menyambut uluran tangan cikha, abdi terlihat tidak bahagia tapi dari tatapannya kepada cikha matanya begitu puas melihat ekspresi kepedihan cika.


“Hey bro!!!selamat!!aku tidak menyangka kita menjadi ipar!!ucap arkan memecah keheningan diantara mereka, seraya memberikan pelukan mesra kepada sahabatnya itu.


Kedatangan arkan disusul beberapa sahabatnya, mereka saling mengobrol akrab hingga acara pertunangan pun dimulai. Dengan senyum sumeringah icha sangat bahagia mendapati cincin pertunagan dengan abdi melingkar dijarinya.


“Demikianlah hadirin acara pertunangan marisha fredela dan abdi bramsta, silahkan menikmati jamuan dari tuan rumah dan hiburan yang telah disediakan” ucap mc mempersilahkan para tamu untuk bersantai menikmati acara.


Inilah saatnya bagi cikha melepaskan diri dari para tamu, dia sadar percuma datang kemari hanya kepedihan yang ia dapatkan bukan penjelasan ataupun menjelaskan, semua sudah percuma jika orang yang kita cintai bahkan tidak pernah mencoba mempercayai kita. Cikha berjalan gontai menuju toilet dia terduduk dicloset kamar mandi menangis mengigit bibirnya agar suara tangisnya tidak terdengar keluar, puas menagisi cintanya cikha mengusap air matanya, dan beranjak pergi dia tidak ingin berlama-lama dipesta ini bahkan dia berencana pulang sendiri jika arkan masih betah mengobrol dengan teman-temannya.


Ketika cika membuka pintu ibunda abdi telah berada didepan pintu toilet,


“Tante apa yang tante lakukan disini” tanya cika


“Oh kau masih mengigatku, tentu kau harus ingat perkataanku dulu!!meskipun abdi menjadi iparmu,kau bukanlah keluarga bagi kami!!gadis murahan dan tidak berpendidikan sepertimu!!jangan coba-coba menganggu bahkan mengusik abdi lagi!! Kelurga mu saja bahkan tidak menggagapmu!!kau mengerti! Perkataan ibu abdi yang sangat menyakitlan bagi cika


Cika tidak menyadari sedari tadi arkan mengikutinya dan menunggunya didepan toilet, mendegar perkataan ibu abdi kepada istrinya arkan sangat murka, tanpa mempedulikan itu toilet perempuan arkan menerobos masuk.


“Hao tantee sarah yang terhormat, cikha istriku dan aku mengenal istriku sangat baik, aku tidak ingin tahu apa permasalahan abdi dan cika ataupun tante sarah, tapi sangat tak layak seorang wanita sekelas tante sarah berkata demikian, pendidikan yang tante banggakan menjadi sia-sia!ucap arkan ketus

__ADS_1


“Arkan tante tau kamu pasti dijebak ular ini bukan?sadarlah nak sebelum kamu menyesal”Ucap tante sarah melunak dia sangat tau kekuasaan arkan didunia bisnis dia tidak ingin hubungan baik keluarganya menjadi rusak gara-gara seorang sudal seperi cikha.


“Tidak tante!aku mencintai nya dan dia istriku!”jawab arkan tegas menarik tangan cikha yang hanya mematung terdiam meneteskan air mata


Arkan terus menarik tangan cikha hingga menuju sebuah kolam kecil diluar ruangan, kemudian melepaskannya


“Kenapa kau hanya dia dihina seperti itu!!!apa kau seorang bodoh!!!tanya arkan marah menatap cika lalu mengaruk kepalanya yang tidak gatal


“Apa yang dia katakan benar”ucap cika hanya tertunduk


“Kau!!!” Ucap arkan dengan nada meninggi


“Ya apa yang dia ucapkan benar, aku MURAHAN,MISKIN,TIDAK BERPENDIDIKAN!! DIBUANG dari keluarga!!apa lagi bukankah kau juga menilaiku seperti itu”!!!teriak cikha meluapkan amarahnya


Arkan melunak dan memeluk gadis itu, entah mengapa perasaan iba menyelimuti hatinya ketika mendegar cika dihina dan menagis, cikha menangis terisak-isak dipelukan arkan benteng air mata yang ditahannya sedari tadi akirnya pecah juga dipelukan arkan. Mereka tidak menyadari sepasang mata abdi mengawasi mereka dari tadi, sorot mata abdi terlihat sangat emosi dia berusaha menyiksa cikha dengan pertunangannya dan icha malah dia yang mendapat kesakitan melihat adengan didepannya.


Icha yang berjalan berkeliling sedari tadi menemukan abdi berdiri mengamati sepasang suami istri tengah berpelukan mesra didepan sebuah kolam,


“Hey apa yang kamu lakukan honey, apa kau bakat menjadi pengintip??mereka sangat serasi”canda icha bergelayut manja dilengan tunangannya


“Hentikan!!!jangan menyentuhku!!ucap abdi keras melepaskan gelayutan manja icha melampiaskan amarah kecemburuan kepada tunangannya itu


alhasil beberapa sorot mata tamu yang melihat dan mendengar hal itu berbisik-bisik lalu tertawa melihat icha, icha berlari menangis menuju kamar hotel memang yang telah disiapkan ayah aston untuk persiapan pertunangan ini.


Cikha dan arkan yang berjarak tidak jauh dari sana terkejut, mendengar suara keras abdi cikha melepaskan pelukannya dari arkan dan mengusap air matanya,


“Why kenapa dengan si abdi” tanya arkan kebingungan


“Ayo kita cari ayah ibuku, aku ingin izin pulang” ajak cikha kepada arkan tanpa mempedulikan rasa penasaran arkan


“Baik,” jawab arkan


Sementara nyonya aston ibunda tiri cika mendapati anak kesayanganya menangis dan mengadukan semuanya menjadi murka, dia tidak terima icha dibentak dan dimarahi gara-gara cikha yang dianggapnya pembuat onar, butuh waktu cukup lama dia menfitnah cikha dan mempermalukan didepan ibu abdi untuk bisa menarik simpati keluarga abdi kepada icha sekarang dia tidak ingin usahanya sia-sia dan cinta sejati anakmya yang sudah didepan mata bagi icha akan hilang, terlihat senyum licik diwajahnya.


“Tenang saja sayang,kau jangan menagis, akan ku permalukan wanita penggoda itu malam ini!!!” Ucapnya mengelus-elus rambut puterinya.


“Apa yang akan ibu lakukan??tanya icha


“Membuatnya tidak akan punya muka lagi, bagi keluarga kita ataupun keluarga suaminya!” Ucap nyonya aston


“Tapi ayah??” Tanya icha


“Kau tenang saja, ayahmu tidak akan pernah percaya padanya” jawab nyonya aston

__ADS_1


__ADS_2