Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan

Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan
Bab 30 adab suami istri


__ADS_3

Cikha sangat bersemangat malam ini,,sudah lama dia tidak nonton konser walaupun peluncuran album gerhana malam ini hanya disebuah cafe tapi antusias cikha membuat arkan sedikit kesal tapi tetap disembunyikannya dibalik buku yang dia baca sambil selonjoran dikasur.


Cikha hilir mudik mencoba beberapa baju ditubuhnya melengak lengok tanpa mempedulikan arkan yang berada dikamar yang sama.


“Apa kau membutuhkan pendapatku?”ucap arkan berbaik hati kepada cikha


“Sepertinya tidak perlu..aku takut terhadap niatmu,” ucap cikha


“Niat seperti apa??menyentuhmu?Nafsuku tidak sekuat itu, hanya tergantung moodku” ucap arkan santai melanjutkan bacaannya


“Bukan, aku takut kau menghancurkan style ku” ucap cikha meluruskan ucapannya


“Hahahahahah, apa kau lupa aku siapa dan bergerak dibidang apa,?”tanya arkan merasa diremehkan cikha


“Oh aku lupa yang aku ingat kau pemakan segala” ucap cikha


“Hmmmmm apa kau masih marah kejadian dikamar mandi saat itu” ucap arkan menebak suasana hati cikha yang tidak pernah bersahabat sejak kejadian itu


“Ya to the poin aja!karena aku seseorang wanita yang memegang janji pria, sebagai pria sejati mestinya kau ingat isi perjanjian kita!apa kah lupa?bersahabatlah dengan keadaan maka aku bisa bersahabat denganmu, kendalikan otak kotormu”ucap cikha menegaskan posisinya kepada arkan


“Ya tapi aku memang suka padamu!”ucap arkan menyungingkan senyumnya


“Aku buru-buru hentikan mengajakku bicara, hanya menggangu kosentraai saja” ucap cikha


Cikha memutuskan memakai kaos putih dengan kerah sabrina, dipadupadankan dengan celana jeans dengan beberapa robekn dibagian paha, terlihat sangat seksi dan modis, dia juga tidak lupa menambhkan sentuhan make up tipis diwajah cantiknya, dan mengikat ranbutnya agar terlihat lebih cansual, menyemprotkan farfum dibeberapa titik tubuhnya. Aroma farfum cika sedikit menggangu penciuman arkan baunya sangat seksi dan membangkitkn gairah arkan, tetapi laki-laki itu terlihat masa bodoh.


“Aku akan pergi!”ucap cikha setelah selesai bersiap-siap


“Ya” arkan menganggukan kepalanya


“Bisakah hari ini pak agus dan dua pesuruhmu tidak mengikutiku!aku bukan anak kecil aku malu”ucap cikha

__ADS_1


“Oh tentu” ucap arkan


“Sungguh??wajah cikha sangat bahagia dia tidak menyangka arkan memperbolehkan semuanya malam ini


“Tentu tapi ada yang harus kau penuhi,” ucap arkan sambil berdiri dan menghampiri cikha, dia terdiam beberapa saat menatap kecantikan wanita didepannya itu, lipstik merah jambu cika sedikit berair membuat jantungnya berdetup kencang.


“Ada apa?!Syarat seperti apa?kenapa kau malah mematung?ucap cikha kesal


Tiba-tiba arkan menarik bagian leher baju cikha dengan cepat, dengan sekali tarikan leher baju cikha yang berbentuk sabrina langsung terkoyak.


“Kau gila apa!!ucap cikha reflek menampar pipi arkan


“Dasar mesum!!!ucapnya mengumpat arkan sementara arkan hanya tersenyum melihat ulahnya merusak baju cikha, cikha berusaha menutup dadanya yang terlihat dengan menyilangkan kedua tangannya.


“Apa maumu!!!kenapa kau merusak bajuku!sudah aku tegaskan !JANGAN SENTUH AKU! Kau tidak punya hak!ucap cikha marah sementara arkan malah tertawa


“Hahahhha sudah aku katakan, jangan terlalu pede nona nafsuku tidak selalu meronta, aku hanya ingin menyuruhmu ganti baju karena itu terlalu seksi! Selama kau istriku kau harus bisa menjaga adab nyonya arkan baskoro” ucap arkan berlalu pergi meninggalkan cikha


“Wanita ini semakin aku mengenalmu semakin aku tertarik padamu” ucap arkan dalam hatinya


Akirnya cika mengenakan kemeja kotak-kotak dan mengikatnya kecil dibagian pinggang, dari penampilannya dia terlihat seperti bocah belasan tahun yang sangat imut. Cikha menuruni anak tangga terlihat arkan sedang santai menonton televisi disana.


“Aku pergi!!!ucap cikha


“Ya pastikan jam malammu! Ucap arkan santai


“Yessss!!malam ini aku bebas!!ucap cikha langsung menaiki taksi online yang dia pesan, begitu kepergian cikha arkan berlari kekamar mempersiapkan dirinya, dia tidak bodoh melepaskan cikha pergi sendiri malam ini, dia berencana membuntutinya tanpa cikha tahu


“Bagaimana tuan?apa saya mengantar tuan sampai didepan cafe” ucap pak agus


“Tidak perlu pak, turunkan aku disini saja” ucap arkan menghentikan supirnya itu beberapa meter dari keberadaan cafe. Arkan menggenakan baju kaos putih dan jeans abu-abu serta memakai jacket bermodel jas, dia mengenakan kaca mata hitam untuk menghindari identitasnya tapi tidak dapat dipungkiri ketampanannya masih menjadi perhatian kaum hawa dari awal dia menginjak kaki dicafe.

__ADS_1


Mata arkan mencari-cari keberadaan cikha sampai dia melihat gadis itu melompat-lompat dibawah panggung bernyanyi dengan sangat bersemangat, tak jauh darinya dia melihat nia ikut jingkrak-jingkrak bersama cikha ada perasaan lega dalam diri arkan, dia tidak mendapati cikha bersama abdi.


Arkan mengambil kursi dipojok panggung untuk mengawasi gerak geril cikha, sambil meminum segelas vodka, tiba-tiba setelah beberapa lagu dia melihat seseorang lelaki dari kejauhan menghampiri cikha, ya itu abdi!!!!, feeling arkan benar tapi dia tidak buru-buru menghampiri mereka, terlihat abdi membisikan sesuatu ditelingga cikha dna cikha mengganguk-angguk. Ntah apa yang mereka bicarakan tetapi cikha terlihat tersenyum dan abdi melingkarkan tanganny dibahu cikha.


Melihat gerak-gerik abdi yang mulai berani arkan sudah cukup sabar, dia berdiri dan hendak menghampiri mereka, tapi sebelum langkah kakinya sampai, seorang wanita mendahuluinya menjambak rambut cikha dari belakang


“Dasar kau wanita murahan!!!dia tunangan adikmu kak!!!kau sudah bersuami dan masih menggangu calon iparmu!!!apa karena dia mantan pacarmu!!!ucap icha memaki-maki kakak tirinya sambil menjambak dan mencakar cikha tanpa ampun


“Apa maksudmu icha!!aku tidak ada apa-apa dengan abdi!kami hanya…


Belum selesai ucapan pembelaan cikha, icha melayangkan tamparan kerasnya diwajah cikha


“Hentikan icha kau keterlaluan!!ucap abdi menahan tangan icha dan memeganginya


“Aku..aku keterlaluan??kenapa kau setuju bertunangan dan mau menikah denganku jika kau masih mendekati mantan pacarmu!!!ucap icha berteriak seketika suasan cafe menjadi tidak kondusif


Melihat hal itu arkan hany tersenyum simpul, drama apalagi ini, ucapnya dalam hati sambil berjalan kearah mereka.


“Kau sudah tahu dari awal alasanku!!!jangan permalukan dirimu disini! Ucap abdi


“Halo…kenapa kalian memperlakukan istriku diantara kalian”ucap arkan menarik tangan cikha


sementara cikha hanya terbengong melihat arkan tiba-tiba muncul, nia yang berlari memangil satpam sedari tadi telah kembali


“Jangan buat keributan disini!!silahakan bapak dan ibu keluar!ucap satpam tegas


“Lu ga apa-apa cik??tanya nia


“Gue akan bawa dia pulang” ucap arkan menarik tangan cikha, cikha hanya menurut dibelakang arkan, hatinya sangat hancur merasa dipermalukan.


Diikuti abdi yang menarik tangan icha tunagannya,

__ADS_1


“Ayo kita pulang, kau membuatku malu” ucap abdi menarik tangan setengah menyeretnya paksa karena kesal melihat ulah icha


__ADS_2