
Cika terbanngun ketika sinar mentari menerpa wajahnya..
“Astaga pukul berapa ini..”ucap cika terkaget dari tidurnya..
“Dasar pemalas!!! Mungkin karena itu kau menerima tawaranku..terlihat dr cara bangunmu saja..tidak mencerminkan masa depan”ejek arkan yang sudah berpakaian rapi didepan tirai jendela kamar.
“Oh teryata kau yang iseng mengerjaiku dengan sinar mentari??!, berhentilah mengejekku, aku ingin mengawali hari dengan mood yang baik tuan arkan! Balas cika lalu bangun menuju kamar mandi..
Arkan yang masih menghadap jendela hanya tersenyum sinis..
“Dimeja depan cermin ada atm..pinnya 234*89..kau bisa memakainya untuk keperluanmu sesuai janjiku, berbegaslah mandi, aku menunggumu sarapan dibawah, permainan akan kita mulai..
“Kau sarapan saja deluan, kenapa harus bersama?
“Wanita ini melupakan apa tugasnya setelah menjadi nyonya arkan baskoro,” tegas arkan sambil berjalan mendekati cika
“Berhenti disana, sesuai perjanjian kita, kau bole mendekatiku bila ada keluargamu!”
“Hei, jangan terlalu pede nona,,aku hanya ingin memberitahumu apa yang harus kau lakukan dimeja makan nanti!” Okeh!
“Fine, what i do??”
“Cium pipiku ketika engkau turun, dan siapkan sarapanku, aku suka roti dengan selai stoberi, satu telur rebus, dan segelas jus jeruk, kau mengerti?, dan waktumu untuk mandi tidak lama, jika aku menunggumu terlalu lama aku akan terlambat!!! Only 5 menit,” ucap arkan sambil berlalu pergi
“What???!u stupid,”jawab cika mengombel sambil mengambil handuk dan bergegas menuju kamar mandi, mau tidak mau dia harus menuruti arkan, dia tidak ingin membuat masalah agar semua berjalan lancar hingga waktunya.
Arkan turun lebih dulu dan melihat ayah ibu tirinya sudah duduk menikmati sarapan, mata mereka berdua langsung tertuju kepada arkan ketika arkan berjalan menuruni anak tangga.
“Are u okay? Sapa pak baskoro kepada putera semata wayangnya
“Bukankah ayah melihatnya sendiri” jawab arkn seadanya
“Ingin sarapan apa ar??tanya ibu rose dengan lembut
__ADS_1
“Tidak usah aku menunggu istriku saja”, jawab arkan ketua
Pak baskoro melihat wajah istrinya yang tiba-tiba menjadi sedih, sejak awal pernikahan mereka hingga saat ini arkan belum juga menunjukan sikap baik menerima ibu tirinya itu.
“Sayang, sekarang arkan sudah punya istri, biarkan cika mengambil perannya” ucap baskoro menghibur hati istrinya.
Arkan sibug mengotak-atik hp didepannya dia sudah tidak sabar menunggu cika, rasanya sangat menjengkelkan bagi arkan harus berlama-lama disekeliling pria dan wanita yang dibencinya,
“Awas saja wanita ini jika dia terlambat, akan ku huat perhitungan dengannya!!!ucap arkan dalam hatinya
Tiba-tiba suara langkah kaki menuruni anak tangga terdengar oleh mereka, tangga yang terletak tidak jauh dari meja makan, membuat sosok cika mulai terlihat, arkan melihat cika dan memainkan matanya memberi kode mengigatkan cika melaksanakan instruksinya tadi.
“Pagi ayah, pagi bu maafkan cika bangun kesiangan, ucap cika menyapa mertuannya
“Tidak apa2 nak, itu lumrah bagi penganten baru” ucap pak baskoro sambil tertawa dan melirik isrtinya,
“Silahkan duduk cik”ucap bu baskoro
“Selamat pagi sayang, maaf menunggu” seketika wajah cika memerah seperti tomat
“Hmmm,” jawab arkan sok cool dalam hatinya dia tertawa melihat wajah gadis yang menjadi istrinya itu,
“Apa2an itu mengapa wajahnya seperti tomat, apa dia terbawa perasaan” guman arkan dalam hatinya.
Cika begitu telaten mempersiapkan sarapan untuk arkan. Melihat adegan didepannya tuan dan nyonya baskoro saling tatap, mereka berdua mengangguk, seperti kode kelegaan dari keduanya jika anak mereka kembali normal, meskipun agak sedikit sakit dihati rose tapi dia harus iklas melihat kemesraan anak tiri dan menantunya, bagaimanapun arkan sekarang anak sambungnya dan dia harus rela akan hal itu, padahal dibalik itu semua arkan sengaja memanas-manasi hati rose sehingga rose dapat merasakan apa yang dia rasakan ketik mengetahui ayah kandunganya menikah dengan mantan pacarnya.
“Okeh aku sudah siap, sayang kau kemana hari ini? Ucap arkan sambil mengelap sisa roti dibibir istrinya.
Cika tersentak kaget dengan apa yang dilakukan arkan, dengan terbata dia menjawab
“Oh aku..aku akan ke kampus, lalu ke cafe, ucap cika
“Kenapa kau masih kerja?? Besok ajukan surat pengunduran dirimu, tegas arkan sambil berdiri dan pergi kekantor
__ADS_1
Cika menatap arkan dengan tatapan kesal “seenaknya saja, cika tidak didepan orang tua mu akan kubuat perhitungan , resign oh tidak mungkin” ucap cika dalam hati.”
“Cika masih kerja??”tanya rose kepada menantunya
“Iya tante..eh mama, rasanya bosan jika harus hanya kuliah, apalagi cika disemester 7, jadwal tidak terlalu padat lagi” jawab cika
“Tapi cika sepertinya arkan tidak senang, dan menurut ibu sepertinya cika berhenti saja bukankah kau sudah menikah dan arkan menafkahimu”ucap ibu rose
“Ya sudah sayang, biar mereka berdiskusi, kau tidak perlu kwatir, arkan harus mulai bisa menerima pendapat dan kemauan istrinya, papa berangkat dulu” bela tuan baskoro terhadap pilihan cika
Cika pun menyelesaikan sarapannya, dan segera berpamintan kepada bu rose berangkat kuliah, tapi ini hari pertama bagi cika berangkat dari kediaman arkan,
“Astaga,!!aku kekampus naik apa??mana mungkin diperumahan elit seperti ini terdapat bus atau ojek, tawa cika dalam hati,”
“Hmmm bagaimana jika aku nebeng nia saja, semoga dia belum bernagkat,” ucap cika menggeluarkan ponsel disakunya
“Nona sudah siap???sapa seorang supir yang membuat cika tersentak
“Oh ya, ada apa pak?tanya cika
“Saya agus, supir pribadi nona, saya diperintahkan tuan arkan menfantar jemput nona kemanapun
“Asataga, tidak perlu pak saya bisa kemana-mana sendiri, terima kasih pak” jawab cika santai
“Tapi nona tolong menurutlah jika nona tidak mau saya antar saya akan dipecat tuan, ini perintah tuan nona” melas pak agus
Apa2an ini, meskipun ini sebuah permainan tapi dia tidak seharusnya berlebihan seperti ini, jika kemana-mana aku dengan seorang supir, bagaimana aku bisa bertemu ka abdi, aku sangat merindukannya dan ingin meminta penjelasannya, aku ingin menceritakan semuanya, cika berfikir sesaat
“Bagaimana nona” tanya pak agus lagi.
“Baiklah” ucap cika menurut nanti malam dia akan menemui arkan dan kembali menegaskan apa-apa saja yang yang harusnya tidak dicampuri arkan, cika merasa hanya dirinya yang dirugikan dengan tuntutan arkan yang membatasi ruang geraknya.
“Tungu saja akan kubuat perhitungan dengannya, jika dia kira aku hanya menurut dia salah, untuk urusan privasi aku tidak suka diganggu,” omel cika mengikuti pak arkan menuju mobil.
__ADS_1