
Nyonya aston menelepon seseorang dengan sangat rapi dia mempersiapakan kejutan kecil untuk cikha.
cikha yang sedari tadi mencari keberadaan ayah dan ibu tirinya belum juga menemukan mereka.
Arkan yang mengikutinya dari tadi tiba-tiba harus melayani ajakan koleganya untuk duduk dulu dan menikmati beberapa gelas anggur sambil berbincang-bincang kecil, hal biasa yang dilakukan kalangan pembisnis untuk mejalin hubungan baik mereka.
Cikha yang tak kunjung mendapati ayah dan ibunya akirnya memilih mencari arkan untuk pulang, dia melihat arkan duduk bersama teman-teman bisnisnya dan datang menghampiri arkan kesana.
“Sayang ayo kita pulang,”ajak cikha menunjukan kemesraan menjaga pandagan baik teman-teman arkan
“Hai ini kan nyonya arkan baskoro???”sapa salah seorang teman arkan
Cikha hanya menganguk saja, dia baru menyadari keberadaan abdi duduk dikursi paling pojok disana, membuat cikha salah tingkah.
“Jangan buru-buru, duduk dan nikmatilah pestanya” ucap abdi tiba-tiba membuat cikha shock untuk pertama kalinya setelah pertemuan terakir mereka dipesta pernikahanya dengan arkan abdi berbicara kepadanya,
“Iya sayang ayo duduk dulu,” tawar arkan sambil mengeser duduknya, memberikan ruang disebelahnya mempersilahkan cikha duduk.
“Pengantinnnnn baruuuu, bawaannya mau pulang” timpl teguh membuat wajah cikha merona merah akibat malu.
Dengan ragu-ragu akhirnya cika duduk disebelah arkan, tak henti-hentinya pernikahan muda mereka menjadi candaan teman-teman arkan, mata cikha mengamati abdi terus menerus menuangkan minuman untuk ya sendiri, dia hanya sibuk minum tanpa ikut menimpali percakapan teman-temannya.
“Kamu mau minum apa sayang” tanya arkan melihat cikha hanya diam saja kaku diantara mereka
Cikha mengambil gelas dan akan menuangkan sedikit anggur untuk dirinya, tapi tiba-tiba tangan arkan menahannya.
“Ini terlalu keras, apa kau lupa kau menerkamku ketika kau mabuk??ucap arkan mengundang gemuruh tawa teman-temannya
“Aku tak menyangka kau sangat ganas cikha” canda iman.
__ADS_1
“Pelayan ambilkan segelas jus jeruk”perintah arkan kepada seorang pelayan
Mendengar hal itu abdi mengepulkan asap rokoknya dan kembali menuangkan minumnya,
“Hey kau bisa mabuk!!!ucap tegar menghentikan tangan abdi, tapi abdi tidak mempedulikan ucapan temannya itu.
“Ini pestaku biarkan aku menikmatinya!!Ucapnya sambil menyingkirkan tangan teguh yang berusaha menghalanginya.
Seorang pelayan membawakan cikha segelas jus, karena sedari tadi sudah haus ditambah asap rokok disekelilingny cikha langsung meneguk jus jeruk tersebut dengan cepat. Arkan masih sibuk dengan teman-temannya, tiba-tiba cikha merasa sesuatu yang tidak beres dengan dirinya dia merasa sangat gelisah dan panas. Dua sorot mata mengamati gelagat cika dari jauh,
“Selamat menikmati puteriku sayang” ucap nyonya aston
Cikha berdiri dan izin ketoilet, wajahnya mendadak merah seperti tomat, arkan yang menyadari perubahan cikha izin kepada teman-temannya dan berjalan menyusul cikha,
“Ada apa??kenapa dengan wajahmu” tanya arkan membututi cikha
“Kita pulang, aku akan mengambil mobil kau tunggu didepan lobi” ucap arkan
“Baik aku ketoilet dulu”jawab cikha
Arkan bergegas meninggalkan cika ditoilet untuk mengambil mobilnya berencana pulang
Cika membasuh wajahnya berulang kali, tapi tidak dapat mengatasi rasa panas dalam dirinya, tiba-tiba ia ingin menanggalkan semua pakaiannya dan mengaharapkan sentuhan laki-laki. Ketika dia keluar kamar mandi dia berjalan gontai berusaha melepas gaunnya, tetapi sangat sulit, dia mengacak-acak rambutnya sendiri frustasi, tatanan rambutnya sudah berantakan, dia tetap berusaha berjalan dengan memegangi dinding, tiba-tiba tangan kekar seorang pria menariknya dna mendorongnya kesebuah ruangan.
“Abdi!!! Apa yang kau lakukan!!ucap cika berusaha meronta dari kekekangan abdi yang memojokanya kedinding
“Kau menghianatiku”ucap abdi dibawah alam sadarnya akibat alkohol
Cika berusaha melepaskan diri, dia mulai menyadari ada yang tidak beres dalam dirinya, dia takut akan membuat masalah dihari ini.
__ADS_1
“Maafkan aku abdi!!ini tidak seperti yang kau pikirkan,aku mencintaimu, aku terpaksa” ucap cika berusaha menjaga alam sadarnya.
Tapi semakin abdi memyentuh tangannya semakin cikha menginginkan lebih, abdi yang tiba-tiba mendaratkan ciuman dibibir cikha dibalas lebih rakus oleh cikha bahkan dia berusaha melepaskan baju abdi dengan cepat, rasa haus dan panas dalam dirinya menariknya untuk mengerogoti tiap sudut tubuh abdi, mereka berciuman sangan intens saling mengulum bahkan cikha lebih berani mengekspos lidah abdi, jas dan kemeja abdi telah berserangakan dilantai, abdi yang tak kuasa mengimbangi cikha merasa cikha tak sepolos dulu lagi.
Tiba-tiba sebuah bogem mentah mendarat dipipi abdi.
“Brengsek!!!kau menyentuh istriku!!teriak arkan diiringi beberapa kali pukulan kedada dan pipi abdi , merobohkan abdi seketika.
Cikha yang semakin tidak bisa mengendalikan diri memeluk arkan dari belakang, meraba-raba dada arkan, bahkan menyentuh area intimnya, dia tidak peduli arkan atau abdi dia hanya butuh pertolongan, sambil membisikan
“arkan tolong aku tidak bisa menahannya, tolong” ucap cika
arkan yang menyadari cika dipengaruhi obat segera mengendong cikha, membiarkan gadis itu meraba-raba dadanya hingga membuat seluruh kancing kemejanya berantakan, memasukan cika kemobil dan pergi dari tempat itu.
Sepanjang pejalanan cikha terus menggeliat, menciumi leher, bahkan dada arkan, membuat arkan kesulitan menyetir, hingga memutuskan memarkirkan mobilnya ditepi jalan gelap.
“ hentikan cikha, sabarlah kau akan menyesal jika terus begini” ancam arkan
“Aku tidak tahan tolong aku, aku merasa sangat tersiksa,” ucap cika terus mencumbui bibir arkan.
Arkan tidak kuasa lagi menahan dirinya apalagi melihat gaun cikha sudah tersingkap dan mempertontonkan pahanya yang putih sekali.
“Kau yang memintaku menggulangj kejadian dimalam itu” ucap arkan segera menutunkan kursi duduk cikha membalas ciuman gadis itu, mengulum lidah lembutnya, melorotkan gaun gadis itu hingga mempertontonkan buah dada yang menjadi wilayah favoritnya dari wanita, mendaratkan bibirnya diatas payudara cika, mencicipi dada gadis itu, mengenyot rakus, hingga cika mendesah-desah tak tertahan,
“Ahhhhh arkan” lalu menyusupkan jarinya ditengah lembah cika yang sudah lembab. Cikha mengerang-erang keenakan, setiap sentuhan arkan menjadi obat penawar baginya.
Ac mobil ditambah dinginnya malam tidak menghentikan aktivitas mereka didalam mobil, keringat bercucuran, arkAn kembali mengulangi kejadian penyatuannya dengan cikha dimalam itu, rasanya masih sama bahkan lebih dari sebelumnya karena arkan dalam sadar menikmati setiap inci tubuh cikha, cikha terlelap dibawah tubuh arkan dia seakan lega mendapat penawar dari tubuh arkan, sementara arkan mengamati wajah gadis itu, ntah apa yang akan terjadi esok pagi ketika dia menyadari dia yang mendesak arkan melakukannya.
Arkan memutuskan bermalam didalam mobil, terlelap dalam rasa puas dan lelahnya.
__ADS_1