Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan

Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan
Bab 14 saga is cameback


__ADS_3

Sudah seminggu cika dan arkan terkesan kaku, cika melakukan rutinitas seperti biasa sebisa mungkin dia tidak membuat perkara yang memancing amarah arkan, pulang tepat waktu dan sesuai permintaan arkan memberi kecupan pagi dimeja makan. Begitupun arkan, dia disibukan dengan pekerjaannya pergi pagi plg malam, bahkan selalu pulang larut dan tidak mengucapakan sepatah katapun kepada cika kecuali ketika dimeja makan tersenyum dan pura-pura bertanya rutinitas cika didepan kedua orang tuanya.


Seharusnya itu menyenangkan bagi cika, tapi cika merasa tidak nyaman dengan sikap arkan yang mengacuhkannya, seharusnya mereka bisa bersahabat, hingga permianan ini usai, bukankan itu lebih baik.


Cika sedang asik menulis skripsinya didepan layar latop, tiba-tiba suara lembut mama rose mengejutkannya..


Tok..tok..tok


“Cika bole mama masuk” ucap mama rose


“Oh mama tentu ma” jawab cika seraya membalikkan tubuhnya yang sedari tadi fokus kearah mama rose, ketika cika hendak berdiri mama rose mencegahnya.


“Duduk saja sayang, mama hanya ingin bertanya, bagaimana keadaanmu dan arkan apa semua baik-baik saja??”


“Semua baik ma, apa cika melakukan kesalahan” tanya cika seperti kebingungan kenapa tiba-tiba mertuanya bertanya demikian


“Oh tentu tidak sayang, bagaimana? Apa kau sudah isi??apa arkan menafkahi batinmu?tanya mama rose sedikit fulgar


“Oh itu..belum ma, cika baru saja datang bulan,”jawab cika dengan wajah memerah.


“Setelah kejadian dihotel apa arkan menyentuhmu?? Tanya mama rose lebih intens membuat cika sedikit canggung,


“Belum ma, kami sama-sama sibug dan kelelahan” jawab cika membela diri


Melihat gelagat cika yang malu-malu mama rose tertawa dan berkata. “kamu tidak usah malu, mama dan kamu hanya selisih 8 tahun, anngap saja mama temanmu kamu bebas menceritakan apa saja kepada mama” ucap mama rose sambil mengelus kepala cika..”


“Terima kasih ma,”ucap cika sambil tersenyum


Mama rose beranjak pergi meninggalkan cika, cika sadar mungkin mama rose menyadari kekakuan hubungan cika dan arkan, membuatnya membulatkan tekad untuk berbicara 4 mata dengan arkan.


Kekhawatiran mama rose tentu saja beralasan, Dia sudah memata-matai gerak gerik Arkan, dan baru saja dia mendapat kabar bahwa, Saga pria yang sempat digosipkan bersama arkan di Jerman telah kembali kejakarta, mama rose sangat khawatir pria itu mengusik kehidupan Arkan lagi.


Sangat sulit bagi pak Baskoro dan Mama rose membawa Arkan kembali kejakarta, mereka tidak ingin saga kembali mempegaruhi arkan untuk kembali ke Jerman. Rasa bersalah sangat dalam kepada Arkan membuat rose ingin meindugi arkan dan menciptakan bahagia bagi Arkan.


Cika belum juga tidur dia sengaja menunggu Arkan pulang malam ini, banyak hal yang ingin dia katakan, rasa terima kasih atas bantuannya terhadap keuarganya, serta permintaan maaf yang tulus untuk memulai sesuatu yang baik.


Cika bolak balik melihat media sosialnya mencoba mencari aktivitas agar matanya tidak tertidur, tetapi Hingga pukul sebelas Arkan belum juga pulang.


Akirnya cika memutuskan berjalan-jalan ditaman disekitar rumah, sebuah mobil sport hitam mewah masuk kedalam perkarangan rumah,


“arkan pulang!!!”seru cika senang melihat mobil arkan, tapi siapa mobil merah bmw dibelakang mobil arkan, cika merasa tidak pernah melihat mobil itu sebelumnya dirumah ini.


Ketika hendak berjalan menghampiri arkan yang baru keluar dari mobil seorang pria tampan keluar dari mobil bmw berlari memeluk arkan dari belakang,melihat hal itu langkah kaki cika berhenti, dia menjauh dan bersembunyi di belakang sebuah pohon mangga kerdil.


Terlihat arkan hanya terdiam, samar-samar suara percakapan mereka terdengar oleh cika.

__ADS_1


“Ka,,,kamu tidak menghubungiku??apa kamu okay, bagaimana keadaanmu” ucap saga


Arkan membalikan badannya.


“I’m fine, kenapa aku harus menemuimu, aku tidak sakit , now aku oakay sekarang” ucap arkan melepaskan pelukan saga


“Honey,kau lupa aku dokter psikologmu, aku yang sangat mengeri kamu” ucap saga mengengam tangan arkan


“Dan sekarang aku tidak membutuhkan psikolog”tegas arkan


“Kau melupakanku setelah semua yang kita lalui,” ucap saga sambil membelai pipi arkan


“Hentikan itu dan pergilah aku tidak ingin ada keributan disini”tegas arkan


“U know bagaimana aku, aku sangat membutuhkanmu ka” rengek saga


Mendengar hal itu sangat menjijikan bagi cika dia tidak menyangka pria yang sangat tampan dan atletis itu seorang gay, “apakah ini yang digosipkan bersama arkan, oh teryata dia seorang psikolog, paikolog yang memakan pasiennya” pikir cika


Arkan berusaha lepas dari pelukan dan rengekan saga, dia pernah khilaf dan terjebur kedalam lembah kelam, karena ketika rose meninggalkannya jiwanya benar-benar terguncang kasih sayang dan perhatian dari saga membuatnya merasa hanya saga yang mengerti dia, tapi ketika dia menyentuh cika dia menyadari dia bukan gay dia normal, dia candu akan cika, sensasi lelaki yang pernah hilang karena rose telah kembali, selama ini dia hanya menurut dengan saga bak boneka, tetapo ketika dia menyentuh cika hasrat seksualnya kembali bergelora.


Melihat adegan yang memuakan didepannya dan gelagat arkan yang tidak nyaman cika bertekad menolongnya.


“Hmmm ada tamu disini” sapa cika berjalan menuju saga dan arkan


Sontak denguman cika membuat saga terkejut menghentikan tingkahnya,


Aksi cika membuat arkan dan saga terkejut bahkan arkan kehilangan kata-kata untuk menjawab cika dengan terbata arkan menjawab,


“Baru saja, kenapa kau menungguku?”tanya arkan


“Tentu dong Sayang, aku bahkan tidak bisa tidur siapa temanmu ini,”tanya cika dengan manja bergelayut dilengan arkan


Saga sangat jengkel melihat kemesraan yang ditampilkan cika, dia tidak menyangka arkan akan tertarik pada wanita dan bahkan menikahinya, mendegar kabar itulah yang membuatnya melangkahkan kaki kembali keindonesia, negara kejam baginya yang menolak kelainan seksnya


“Oh perkenalkan dia saga, psikolog ku dijerman”jawab arkan


“Oh Dr saga, perkenalkan aku istri arkan, tentu sudah lama tidak bertemu arkan, bagaimana jika pak saga mampir berbincang didalam,”ajak cika terhadap saga dengan ramah dia yakin saga pasti menolak ajakannya karena rasa cemburu yang terlihat jelas diwajahnya


“Wah selamat buat kalian, lain kali saja ini juga sudah sangat larut”jawab saga dan berpamitan pulang


Cika melambai-lambaikan tangannya menghantar kepergian saga dan menggandeng tangan suaminya untuk masuk kedalam rumah sambil membawa tas kerja arkan.


“Apa yang kau lakukan,”tanya arkan


“Ikut saja dia masih mengamatimu melalui spion mobilnya”jawab cika santai

__ADS_1


Setelah menutup pintu rumah cika melepaskan tangannya dari lengan arkan.


“Dimana aku harus meletakan tas ini,”tanya cika


“Bawa saja kekamar”, jawab arkan yang berjalan lebih dulu dari pada cika


Arkan mandi dan membersihkan diri, dalam hatinya dia cukup senang dengan apa yang dilakukan cika, selama ini saga selalu menerornya melalui telepon,chat,pesan,email bahkan semua media yang bisa menghubungkannya dengan arkan.


Keluar kamar mandi arkan hanya mengenakan handuk menutupi bagian bawah tubuhnya cika yang masih duduk manis dikursi panjang tempat tidurnya hanya diam seperti sudah terbiasa. Setelah berpakaian arkan heran melihat cika belum tidur juga dan terus menatap gerak-geriknya


“Apa yang kau lakukan??kenapa tidak tidur?apa kau mengharap terima kasih dari aku?? Tanya arkan tertawa


“Oh tentu kau harus membiasakan diri berterima kasih” jawab cika


“Oh ya??jika aku tidak mau, aku tidak memintamu menyelamatkanku aku menikmati pelukannya”jawab arkan duduk ditempat tidur


“Sudahlah, aku melihat mu begitu tidak nyaman, apa kalian bertengkar atau kau sudah muak dengannya aku hanya ingin berdamai denganmu” ucap cika


“Ya sepertinya aku tertarik pada hal baru” jawab arkan asal,


Bukankah kita tidak ada masalah” arkan tertawa mendegar ucapan cika


“Ya jika sikapmu kaku begitu kepadaku ayah dan ibu khawatir akan pernikahan kita” jelas cika


“Trus apa aku harus merayumu didepan mereka jawab arkan bercanda


“Hei kau inget kau memintaku profesional kenapa sekarang jadi aku yang bermain sendiri” ucap cika


“Baiklah” arkan berdiri hendak menghampiri cika


“Bagaimana jika kita belajar romantis dulu” ucap arkan semakin mendekat


“Hentikan!!berdiri disitu!perintah cika


“Hahahahaha kau takut?jadi sikap yang seperti apa? Tanya arkan mengentikan langkahnya


“Hmmm kita bisa bersahabat begitu akan lebih nyaman” tawar cika


“Dan jangan menatapku seperti aku musuhmu, kita sahabat” ucap cika sambil mengulurkan tangan


Arkan tidak menyambut tangan cika dan berbalik menuju tempat tidur.


“Jika kau mau bersahabat denganku tidurlah diatas tempat tidur, orang-orang ayah dan ibu akan melapor jika ku masih tidur disofa itu”jawab arkan


“Tapi,,,aku,,”ucap cika ragu

__ADS_1


“Aku tidak akan memakanmu, tenang saja dada ukuran standar dan bokong kecilmu tidak masuk hasrat seksku” ucap arkan asal


Mendegar hal itu cika beranjak dari sofa meletakan guling ditempat tidur sebagai pembatas disebelah arkan yang membelakanginya. Awalnya cika merasa canggung tidur disebelah arkan namun kasur empuk dan rasa kantuk lambat laun membuatnya nyaman dan tertidur.


__ADS_2