
Cikha berjalan keluar rumah dengan guntai,,hatinya hancur bagaimana dia mengetahui ibu mertua dan suaminya adalah mantan kekasih yang saling mencintai,,bagaimana mereka bisa tinggal serumah??Kenapa dia bisa masuk kedalam lingkaran ini??dan lelaki yang paling dia kagumi juga bagian dari kenangan mereka?semua pikiran berkecamuk dibenaknya,..dia binggung hendak kemana menenangkan pikiran.
Cikha memutuskan duduk menikmati secangkir coffe disebuah cafe kecil dipinggir jalan tak jauh dari rumah arkan, sambil memainkan game kecil snake dihandphoenya.
Sementara arkan merasa lega mengetahui teka-tekinya selama ini, dia berusaha menegarkan hati atas pilihan rose,bagaimanapun sekarang rose adalah ibu tirinya meskipun dia masih binggung dengan perasaannya sendiri, tapi dia berjanji dengan dirinya jika rose telah melepaskannya dia juga ingin memulai kehidupan normalnya, dendam yang selama ini berkecamuk dihatinya luntur seketika ketika melihat kebesaran hati rose mengorbankan kebahagiannya, demi kesempurnaan arkan sebagai laki-laki, padahal bagi arkan keturunan bukanlah sesuatu yang harus dari dirinya, bisa saja jika rose jujur kepadanya mereka menikah dan mengadopsi anak saja.
Sayang nasi sudah menjadi bubur balas budi rose kepada keluarga arkan juga meneguhkan hatinya meninggalkan arkan, arkan meneguk segelas kecil anggur menenangkan pikirannya, semula hanya segelas, namun tangan dan tengorokannya seakn bekerja sama, menuntutnya lebih meneguk beberapa gelas lagi dan lagi, sampai ia sedikit merasa melayang, bangkit dari bar mini rumahnya menuju kamar.
Membuka pintu dan menyadari satu hal,
“sudah jam berapa ini???Dimana sikecil cikha??” Ujar arkan menyadari kamar yang masih sepi.
Dia meraih ponselnya menghubungi nomor cikha tetapi gadis kecil itu tidak kunjung mengangkat teleponnya.
Sementara dicafe cikha telah menghabiskan beberapa gelas lemon ice, tetapi tidak juga melegakan hatinya, ia merasa sangat jengkel, mengetahui bagaimana mungkin??mertuanya mantan kekasih suaminya sendiri? Benar-benar menjijikan” ucap cikha dalam hati,
“sejauh apa mereka berpacaran??sungguh rahasia yang keterlaluan apakah papa tau??cikha kembali liar dalam pikirannya sendiri”
“Dia bilang suka padaku, apakah segampang itu??atau aku hanya bahan adu saja!!dasar pria keparat, tetapi kenapa aku harus jengkel, bukankah lebih baik, akan menyelesaikan pernikahan ini, tanpa rasa bersalah!!! Ucap cikha kembali menenangkan hatinya,
Bunyi handphone sedari tadi berbunyipun diabaikannya, sampai akirnya nada berisik itu mengusik telingganya juga,
“Halo..” ucap cikha malas-malasan
“Kamu dimana??”tanya arkan berusaha tenang meskipun emosi akan meledak didadanya sedari tadi.
“Aku didekat cafe rumah, hanya minum segelas jus, cuaca sangat panas” ucap cikha enteng
__ADS_1
“Pulang!!ini sudah sangat larut!jika kau kepanasan aku bisa memandikanmu dengan es batu! Ucap arkan ketus
“Berhenti mengurusi jam pulangku tuan arkan!!” Ucap cikha jengkel menutup telepon arkan
Arkan dalam kondisi dipengaruhi alkohol merasa kesal, kenapa cikha yang beberapa hari ini hubungan mereka lumayan baik malah bisa menjadi ketus dan sulit diatur beberapa menit yang lalu, dengan sigap arkan melacak keberadaan cikha melali gps yang dia sadap, hanya butuh beberapa detik dia mengetahui cikha berada di cafe green di dekat komplek rumahnya.
Dengan gontai dia melangkah ingin menyeret cikha pulang..tetapi baru saja hendak keluar pintu dia melihat cikha sudah pulang berjalan memasuki gerbang rumahnya.
“Ternyata dia tidak begitu kuat melawan” ucap arkan dalam hatinya sambil menunggu cikha didepan pintu.
Cikha melihat keberadaan arkan bersandar didekat pintu, merasa malas hendak berbicara dan menyapa arkan, dan hanya melewatinya saja.
“Kau tidak punya mulut mengucapkan salam kepada suamimu,!!” Ucap arkan kesal keberadaanya tak dianggap cikha
Cikha berbalik dan menggatakan
“Cikha berhenti!!!sudah kukatakan jangan lagi panggil aku tuan!!apakah belum jelas ku katakan perasaanku kepadamu!” Bentak arkan kesal
“Oh baik arkan,” selamat malam! Ucap cikha meralat perkataannya dan berlalu pergi,,
Sikap cikha memancing amarah arkan yang raganya sudah terlanjur terkontaminasi oleh alkohol,,arkan berjalan mengejar cikha, ketika gadis itu hendak masuk kekamarnya dan menutup pintu tangan arkan dengan sigap menahan pintu kamar cikha
“Apa yang kau lakukan, aku lelah berhentilah mengangguku!! Teriak cikha kesal
“Oh aku suamimu aku berhak masuk kekamar kita!! Ucap arkan mendorong tahanan pintu cikha, melihat hal itu cikha tidak merespon dan membiarkan arkan masuk kekamar.
Dia tidak menggangap keberadaan arkan mengambil handuk dan hendak menuju kamar mandi, belum sempat cikha masuk kekamar mandi tangan cikha ditarik arkan dan menyudutkan tubuh gadis itu kedinding,
__ADS_1
“Apa maumu??ucap cikha kesal
“Ada apa denganmu!!!kenapa kau mengacuhkanku” ucap arkan mencengkr bahu cikha yang menatapnya menantang
“Kau mabuk?”ucap cikha menyadari aroma alkohol dari mulut arkan yang berada sangat dekat dengannya.
“Tidak aku hanya minum sedikit, jawab kenapa kau mengacuhkanku!!” Bentak arkan
“Kau mau aku bersikap bagaimana?!ingat aku hanya istri dalam perjanjianmu!!kau harus tau batasan arkan”tegas cikha yang masih merasa sangat kesal berada dilingkaran kisah arkan dan ibu mertuanya.
“Perjanjian!!!aku sudah membuangnya!!kau istriku!!mengerti!ucap arkan mencengkram dagu cikha
Cikha menahan rasa sakit dirahangnya akibat ulah arkan, tetapi dia tidak menyerah memberi ketegasan kepada arkan.
“Seenakmu!!lepaskan aku!aku bukan istrimu, jaga batasanmu!! Sejak kapan kau menjadi pencinta wanita!!kau pria serakah!pemakan segala! Ucap cikha mengejek masa lalu arkan
Ucapan cikha mengungkit kisah “pelangi arkan membuatnya benar-benar marah.
“Kau harus mengerti kau istriku!!Amuk arkan merobek kemeja cikha menahan tangan cikha yang mencoba meronta, semakin kuat cikha meronta semakin kesal amarah arkan, dia tidak menerima penolakan cikha, dia terus memepetkan bibirnya merengut bibir manis cikha, memaksa memberi tanda merah dileher jenjang cikha, tangan cikha terus memukul dadanya meskipun pukulan cikha cukup kuat tapi tidak berarti apa-apa bagi arkan yang kuasai nafsunya.
“Biadap aku tidak akan memaafkanmu!!kau memanfaatkanku!aku benci!! Berhenti! Berhenti, tangis cikha yang tidak bisa membebaskan dirinya sendiri.
Arkan acuh tak acuh membalikan tubuh cikha yang terus meronta, tanpa belas kasian sedikitpun melihat wajah dan air mata cikha dia berhasil membuat gadis itu tanpa busana menyatukan mereka berdua dalam lenguhan panjangannya arkan puas!sementara cikha terkulai menagis tak berdaya dia merasa sangat terhina akibat perbuatan arkan.
Arkan begitu saja meninggalkan cikha,,memakai kembali pakainanya dan pergi dari kamar cikha,
Cikha masih menangisi dirinya, perlahan bangkit berdiri, masuk kekamar mandi, melihat tubuhnya dicermin, melihat beberapa jejak arkan ditubuhnya menangis dan terus mengosok tubuhnya dengan spon sampai badanya memerah, ntah berapa lama dia merendam tubuhnya, berharap menghilangakan bekas arkan tetapi ketika dia tersadar membalut kembali tubuhnya dengan handuk bekas merah akibat ulah arkan tidak hilang begitu saja.
__ADS_1