
“Berhenti mengikutiku”ucap cikha sesampai dikediaman pak baskoro
“What ini rumahku nyonya cikha arkan baskoro” ucap arkan santai
“Ya kau bebas kemana saja, tapi jangan menguntil aku!!”ucap cika memelototkan matanya
“Kita pulang bersama-sama tentu aku berada dibelakangmu” ucap arkan santai
“Dan aku mau kekamar mandi apakah kau ikut bersamaku” ucap cikha mulai kesal karena sedari tadi arkan mengikuti gerak-geriknya
Cikha berjalan keatas dimana kamar mereka berdua berada, dan arkan masih ikut dibelakangnya melihat cikha marah dan cemberut merupakan hiburan tersendiri bagi arkan, entah mengapa dia mulai merasa nyaman jika berada didekat cikha.
“Kau!!!” kata cikha kesal ketika menutup pintu kamar tapi arkan masih saja menguntil dibelakangnya
“Ya aku juga mau mandi!!aku mau kerja!”ucap arkan santai
“Oh my god!!aku sudah sangat telat kekampus karena ulahmu??Bisakah kau mengalah bapak arkan yang terhormat? “Ucap cikha
“Tidak!!aku seorang pimpinan harus memberikan contoh yang baik kepada bawahan” ucap arkan santai membuka satu persatu bajunya dan meninggalkan boxer ditubuhnya lalu menuju kamar mandi.
“Berhenti!!aku lebih dulu berencana mandi kenapa kau sangat seenaknya, kau bisa mandi dikamar ayahmu,kamar tamu,kamar ini itu,rumah sebesar ini semua kamar memiliki kamar mandi bukan!!”omel cikha
“Aku tidak nyaman, aku hanya ingin kamar mandiku, kenapa kau takut,,ayo mandi bersama” ucap arkan mengedipkan matanya.
“Kau gila!!!ucap cikha menuju lemari hendak mengambil jubah mandinya dan bergegas menuju kamar mandi dilantai bawah tetapi arkan menghentikannya
“Papa dan mama masih berada dibawah, apakah kau ingin mereka tertawa jika kau numpang mandi dikamar tamu sementara kita suami istri?”jebak arkan dalam senyumnya
Cikha menghentikan langkahnya dia hanya memilih duduk manyum melipat kedua tangannya didepan perutnya.
“Pergilah kau mandi deluan, aku tidak ingin mataku terkontaminasi,” ejek cikha
“Hahahahha baeklah, selamat menunggu” ucap arkan
Arkan sengaja memperlama mandinya dia bernyanyi-nyanyi kecil memancing emosi cikha yang sudah lebih dari setengah jam menunggu padahal dia memiliki janji bimbingan skripsi dengan dosennya.
“Arkannnnn!!!apa kau bisa lebih cepaat!!”ucap cikha mengedor-gedor pintu kamar mandi, tetapi tidak mendapati balasan dari arkan.
__ADS_1
“Arkaaaan!!!awas kau!!akn kubalas!”ucap cikha sambil menendang pintu kamar mandi dan braakkkk! Pintu terbuka terpampang arkan sedang berendam didalam bathup menggunakan hedset pantas saja dia tidak mendengar ocehan dan teriakan cikha.
Emosi cikha memuncak merasa arkan mempermainkan waktunya tanpa dia sadari dia masuk dan hendak mencabut hedset ditelingga arkan yang masih memejamkan matanya menikmati music sambil berendam tanpa menyadari keberadaan cikha
“Apa kau sengaja!!”ucap cika menarik hedset ditelingga arkan,
Sontak arkan terkejut..
“Kau apa kau berubah pikiran”ucap arkan tertawa tanpa mempedulikan kemarahan cikha
“Keluar aku mau mandi!!ucap cikha menarik tangan arkan, tapi usahanya sia-sia tenaga tarikan cikha dan berat tubuh arkan tidak seimbang, malah arkan menjadi usil dengan menarik cikha kedalam bathup,
byuuuurrrrrr..
“Arkan!!!ucap cikha yang sekarang berada satu bathup dengan arkan mencoba berdiri tapi tangan arkan menahannya.
“Diamlah ayo berendam bersama, sepertinya aku mulai nyaman bersamamu,” bisik arkan ditelingga cikha, seketika merinding diseluruh tubuh cikha.
“Berhenti menggodaku, aku tahu siapa kau?kau PEMAKAN SEGALA!!ucap cikha hendak berdiri tapi tangan arkan tidak membiarkannya.
“Hentikan, kau tetap perusak masa depanku dan cintaku, hentikan gombalan dan keanehanmu belakangan ini,” ucap cikha santai sambil menyiramkan air kewajah arkan agar pria tersebut dan sadar atas bualannya.
“Apakah kau sangat mencintai abdi?” Tanya arkan
“It’s not your problem!! Aku hampir kehilangan banyak waktu tuan arkan berhentilah bermain-main,” ucap cikha berusaha berdiri tapi arkan selalu mengagalkannya hingga kemarahannya memuncak
“APA MAUMU!!! Ucap cikha melototkan matanya
“Aku mau kau tidak berjumpa lagi dengan abdi!!aku suka padamu,” ucap arkan santai
“Ohh kau suka padaku??sungguh?”tanya cikha dengan ekpresi mengejek
“Ya sepertinya! Kau bahagia” ucap arkan dengan kepedeaanya
“Bagaimana jika aku memberitahumu sesuatu apakah kau masih suka padaku?” Tanya cikha
“Apa itu” ucap arkan penasaran
__ADS_1
“Semalam dirumah ayah, aku berciuman mesra dengan abdi, dia menciumku dengan sangat bergairah dan aku membalasnya!!” Ucap cikha memantang perasaan arkan
Wajah arkan seketika memerah kemerahan memuncak, dia melihat cikha seperti akan memakannya, dengan cepat melihat tatapan arkan cikha merasa tidak nyaman, cikha berusaha berdiri tapi arkan seketika membaca gerakan cikha dia membalikan posisi cikha, sangat cepat seketika cikha berada dibawahnya
“Lepaskan arkan!!apa yang kau lakukan!!”cikha berontok seketika baju mandi yang dia gunakan basah terkena air dan busa
“Dimana dia menciummu dibibirmu?aku akan membersihkannya! Ucap arkan marah
Lalu menyerbu bibir cika **********, menekan cikha, melahap bibir gadis itu bahkan tidak memberinya ruang untuk menghirup udara, cikha hanya bisa memukul-mukul dada arkan, dia berusaha menahan bibirnya agar arkan tidak bisa mendominasi isi mulutnya tapi terlambat dengan gigitan kecil cikha kalah arkan berhasil membelit lidah cikha dan menciumi gadis itu dengan ganas.
Hingga nafasnya teregah-engah arkan menghentikan ciumannya, bangkit berdiri tanpa mengenakan sehelai benangpun mengambil handuk mandinya, berbalik menatap cikha yang terdiam menitikan air mata.
“Selama kau masih berstatus istriku, kau milikku jangan melakukan apapun yang membuatku marah!! Ucap arkan keluar membanting pintu kamar mandi sementara cikha tersedu menangis merasa sikap arkan yang seenaknya.
Cikha membenamkan tubuhnya dalam bathup, menangis sepuasnya, dia sangat merasa malu, arkan selalu bersikap seenaknya terhadap tubuhnya membuat dirinya merasa murahan,bukankah di awal perjanjian sudah mereka sepakati tidak ada sentuhan fisik.
“Aku akan mencari kertas perjanjian itu!!dan akan menegaskan kepadanya” ucap cikha
Sementara arkan pergi kekantor dengan perasaan puas, arkan merasa menang berhasil mencium cikha pagi ini, wajahnya cerah menggambarkan moodnya yang sedang baik
“Aku akan tunjukan siapa aku, selama kau miliku tidak ada yang bisa menyentuhmu selain aku!! Ucap arkan dalam hatinya.”
Cikha bergegas bersiap menuju kampusss,dia tidak boleh terlambat, target skripsinya harus segera kelar, dan dia sudah berjanji pada allmahrum ibunya untuk mencapai gelar sarjana ekonomi, meski cita-cita ibunya mengiginkan cikha menjadi seorang dokter tapi semua sirna manakala cikha harus terputus ditengah jalan akibat ulah ibu tiri dan saudara tirinya.
“Non cikha sudah siap??”tanya pak agus kepada cikha
“Oh iya pak, saya mau kekampus” ucap cikha santai bergegas keluar rumah tapi pak agus tidak segera menggeluarkan mobil
“Loh bapak gak nganter saya seperti biasa?”tanya cikha heran
“Tidak non, nona akan diantar suryo dan septo,” saya tidak dipercaya karena sering membantu non kabur
“Tapi kenapa harus dua orang pak?? Saya hanya butuh supir, bahkan tidak perlu sebenarnya!!” Ucap cikha kesal
“Saya tidak tau non, kata tuan arkan satu bodyguard untuk mengawasi non dari orang jahat, tuan tidak mau terjadi lagi seperti ulah pak saga.”
“Baiklah pak, br nanti urusan saya dengan arkan” ucap cikha
__ADS_1