
Cikha dan Arkan dijalan menuju kediaman cikha,
“Apa yang kau lakukan??aku hanya mencari alasan agar perseteruan kamu dan ayahmu berakir, kenapa mesti menginap dirumah” ucap cikha lemas
“Aku belum pernah disambut sebagai menantu apa salahnya jika kita kesana” ucap arkan enteng
“Apa itu penting??”tanya cikha
“Ya penting karena kau istriku”ucap arkan
“Kenapa kau jadi aneh akir-akir ini, sejak kapan mulai mengguruso kehidupanku” balas cikha
“Sejak memakan bubur buatanmu, apa kau mencampur sesuatu” ucap arkan serius sambil menaikan alisnya
“Aneh..”cikha hanya terdiam melipat kedua tangannya
Sesampainya dikediaman cikha, cikha melihat mobil bmw hitam terpakir rapi dihalaman rumanhnya,
“Oh itukan mobil abdi, apa dia juga disini?”Pikir cikha
“Wah kebetulan sekali sepertinya ada abdi” guman arkan
“Kenapa, kau jangan berbuat kekacauan”ancam cikha
“Oh yeah, asal dia tidak berbuat macam-macam” ucap arkan sambil mengetuk pintu rumah cikha
Tok..tok..tok
Seorang pembantu rumah tangga bernama sri membuka pintu, terkejut melihat kedatangan cikha
“Neng cikha, neng pulang,,” ucapnya sambil memeluk anak majikannya itu
“Ia mbok, papa dirumah?”tanya cikha
“Ya non, bapak ibu, tuan abdi dan icha lagi berkumpul diruang makan” jawab mbok sri
“Mari non, tuan masuk” ucap mbok cikha menawarkan membawa tas kecil milik arkan.
“Hai ayah” sapa cikha menemui ayahnya dimeja makan, semua sorot mata memadang kedatangannya bersama arkan, setelah beberapa bulan menikah dengan arkan baru pertama kalo cikha kembali menginjakan kaki dirumah ini.
“Hai kamu pulang nak” ucap ayah lembut
“Iya saya dan arkan akan bermalam disini, bolehkan yah” ucap cikha
“Tentu boleh ini rumah mu juga” ucap ayah begitu lembut melihat ada arkan disebelah cikha dia harus menjaga citranya didepan menantu kaya raya yang merupakan aset baginya.
“Ayo kenapa hanya berdiri gabung makan bersama kami” ucap ibu aston, ibu tiri cikha
Sementara mata tajam abdi mengawasi mereka sesak didadanya tidak dapat dia sembunyikan membuat perubahan besar diraut wajahnya.
__ADS_1
“Ayo sayang kau makan yang banyak” ucap icha menuangkan tambahan sayur capcai dipiring abdi
sementara abdi tidak merespon dan hanya diam saja
“Kebetulan nak abdi juga disini, bukankah kalian teman baik”? Tanya ayah cikha
“Ya dia sahabatku” kata abdi tersenyum penuh makna
“Kalo begitu nak abdi tidur disini saja biar bisa ngobrol lebih lama dengan nak arkan, sebentar lagi bukannya kalian menjadi ipar” sahut ibu aston padahal maksud sesunguhnya dia ingin hubungan icha dan abdi lebih intim hingga cikha tidak dapat menarik perhatian abdi lagi dan cikha menyadari posisi icha buat abdi.
“Oh tentu boleh” jawab abdi kembali dengan mata menantang arkan
Arkan dan cikha bergabung makan dimeja makan, entah apa yang merasuki arkan dia tiba-tiba menjadi romantis dan manja kepada cikha
“Sayang, aku hanya ingin makan sayur” ucapnya ketika cikha mengambil nasi padahal maksud hati cikha dia hanya ingin mengambil nasi bagiannya.
“Oh aku mengambil nasi untukku,”jawab cikha enteng, tiba-tiba kakinya ditendang dan mata arkan melotot kearahnya
“Ambilkan untukku” ucap arkan ketus karena merasa dipermalukan,
“Baiklah” ucap cikha mengambil capcay yang tersaji kepiring arkan
“Sekalian air” ucap arkan lagi
Mata cikha mulai melotot, sementara icha beberapa kali mencari perhatian abdi dengan berusaha menyuapinya, mengelap bibirnya, namun usahanya sia-sia abdi menolak semua perlakuannya, membuat wajahnya cemberut karena kesal.
Cikha mengambil potongan daging dengan sumpitnya dan hendak meletakan ke piring arkan tetapi dengan cepat arkan memegang tangannya dan menuntut tangan cikha kearah mulutnya.
“Hap sangat enak sayang, thanks yu!!l”ucap arkan tersenyum sementara cikha hanya diam aneh melihat aksi arkan
Well makan malam selesai, arkan bangkit berdiri menanyakan kepada cikha,
“Dimana kamarmu??” Ucap arkan mencuri perhatian semua orang yang masih duduk dimeja makan
“Kenapa kamar ku kau bisa memakai kamar tamu” ucap cikha
Sontak semua peserta dimeja makan tertawa kecuali abdi
“Hello kak cikha dia suamimu??kenapa kau menyuruhnya dikamar tamu” ucap icha sengaja memanas-manasi abdi
“Jangan malu-malu begitu cikha,seperti perawan kami juga ingin cucu” sindir ibu tirinya membuat wajah bahkan kuping cikha memerah.
“Biasa cikha memang suka bercanda” ucap arkan sambil mengecup pipi kanan cikha,
“Jangan suka lupa kau istriku” ucap arkan sambil mengedipkan mata, membuat cikha terbengong beberapa saat,
“Sialan apa maunya arkan mengapa dia begitu didepan abdi” ucap cikha dalam hatinya
“Diatas, aku akan mengantarmu” ajak cikha
__ADS_1
Mereka berdua pergi meninggalkan meja makan, cikha menarik tangan arkan, setiba disebuah kamar kecil dipojok ruangan cikha membuka pintu, kamar bernuasa pink itu meski tidak begitu besar kamar tertata sangat rapi, terdapat sebuah kasur ukuran 160*200 berspreikan warna cokelat muda terlihat sangat kontras dengan dipan berwarna putih , terdapat meja belajar kecil yang lansung diset dengan meja rias dan dihiasi beberapa pajangan foto keluarga, ayah, alm ibu dan cikha, buku-buku novel dan sastra dan beberapa koleksi pita rambut, meski sudah lama tidak ditinggali tapi sepertinya mbg sri selalu rajin merawatnya.
“Kamar ku rapi,” ucap arkan ketika memasuki kamar cikha
“Aku ingatkan kau jangan sentuh apapun,” ucap cikha mengangkat cari telunjuknya
“Apapun dikamar ini” ucap arkan menutup pintu dan berjalan mendekati cikha
“Ya apapun” ucap cikha menegaskan kembali
“Kasurmu sangat kecil” arkan langsung merebahkan diri dikasur cikha
“Ya sepertinya hanya muat untukku jadi kau bisa tidur diluar” jawab cikha hendak pergi tetapi tangan arkan menarik tangan cikha mengakibatkan istrinya itu tersungkur dipelukannya,
“Apa yang kau lakukan,lepaskan bodoh!! Ucap cikha berusaha berdiri tetapi ditahan kedua tangan arkan yang memeluk tubuhnya
“Aku mulai nyaman berada didekatmu, bagaimana?”ucap arkan
“Jangan memancing amarahku, arkan” jawab cikha yang tidak menanggapi serius omongan arkan
Tiba-tiba arkan memutar posisi dan membalikan tubuh cikha dibawah kukuhan tubuhnya ******* bibir gadis itu cepat,l dengan mesra, cikha yang masih binggung terkejut reflek mendorong arkan dan menampar pipinya.
“Kau!!!”ucap cikha kesal dan pergi meninggalkan kamar dengan membanting pintu
Sementara arkan membersihkan bibirnya dengan jarinya,
“Aku mengiginkanmu lebih cikha” ucapnya mengacak-acak rambutnya frustasi
Cikha keluar kamar dengan perasaan emosi dan jengkel, dia tidak suka arkan mengingkari kesepakatan mereka dengan menyentuh cikha, karena semakin arkan mendekatinya semakin besar rasa bersalahnha kepada abdi. Cikha berjalan menuju dapur hendak minum dan membuang bekas bibit arkan dibibirnya, tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundaknya, lalu memeluknya
“Aku tidak bisa melepaskanmu, aku tidak bisa,,aku akan merebutmu, maafkan aku” ucap abdi
“Abdi apa yang kau lakukan,” ucap cikha berontak melepaskan pelukan mesra abdi dibelakang tubunya
tapi penolakan cikha diabaikan oleh abdi yang malah semakin memperkuat pelukannya
“Abdi aku mohon, aku tidak ingin dalam masalah” ucap cikha memelas
Abdi membalik tubuh cikha merampas bibir gadis itu dengan paksa, bermain didalam rongga mulutnya, meskipun tangan cikha tak henti berontak dan memukul dada abdi, tapi abdi tidak kunjung menghentikan ciumannya,
“Neng,,,itu neng kah??”tanya mbok rose yang melihat bayangan didekat dapur,sontak menghentikan aksi abdi, mendapat kesempatan cikha mendorong abdi dan pergi meninggalkannya.
“Iya mbok saya haus dan hendak minum” jawab.l cikha berlalu pergi
Beberapa saat kemudian abdi pun berjalan
“Tuan juga minum” tanya mbok rose polos
“Saya LAPAR” ucap abdi asal
__ADS_1