
Pagi yang cerah cika terbangun dari tidurnya, suara gemercik air dari kamar mandi, menyadarkan cika kenapa didepan arkan dia selalu bangun siang dan arkan selalu start lebih dahulu bangub dari pada cika.
“Astaga aku terlalu menikmati kasur empuk ini, sampai benar-benar terlelap,” ucap cika sambil mengucek-gucek matanya dan melihat jam dinding berwarna silver menunjukan pukul 07.15 wib.
Pintu kamar mandi terbuka arkan keluar dengan menggunakan jas mandi yang diikat asal sehingga menunjukan sedikit bidang dadanya,tetesan air masih menjuntai diujung-ujung rambutnya, bibirnya dan wajahnya memerah terkena air pagi ini terlihat sangat tampan cika bahkan tak berkedip menatapnya, dia menyadari dia menikahi lelaki yang sangat tampan. Tiba-tiba kebengongan cika tersentak ketika arkan melemparkan handuk kecil yang sedari tadi digunakannya untuk mengeringkan rambutnya.
“Auuu!!kau ini! Teriak cika melototkan matanya kepada arkan
“Kenapa kau mengamatiku, apa kau mengingat setiap inci tubuhku, dimalam itu”ucap arkan asal kepada cika
“Hmmm aku menyadari kau cukup tampan bukan menggingatmalam itu” ucap cika jujur
“Cukup??? Hahahahah bukankah aku sangat tampan, kau merasa beruntung? Tanya arkan sambil memilih-milih baju kerja yang akan dipakainya dilemari pakainanya.
“Ya bagiku cukup,”jawab cika sambil berdiri dan bersiap akan mandi
“Oh aku lupa, CIKA PUTRI AQISA tidurlah lebih kalem diranjangku, kau sudah beberapa kali menendangku dengan kakimu, untung aku sabar.”ucap arkan tanpa melihat kearah cika
Cika melirik posisi bantal dan selimut yang berantakan tidak bisa dia pungkiri dia memang sangat lasak ketika tidur, beberapa kali saja ketika tidur disofa dia terjatuh karena kelasakannya.
“Baik tuan saya akan berusaha” jawab cika sambil berlalu pergi.
Kepala arkan masih sangat berat ketika menuju kantor, sebenarnya dia sangat terganggu dengan gaya tidur istri barunya itu apalagi cika selalu mengigau-ngigau memangil ibunya, sungguh membuat arkan tidak bisa tertidur nyenyak, tapi satu hal yang membuat rasa penasaran dalam diri arkan ketika tiba-tiba cika menyebut nama pria dalam tidurnya “abdi” siapa abdi???mungkinkah abdi aryadinata temanku?tapi sepertinya dipesta pernikahan mereka tidak saling mengenal”ucap arkan pada diri sendiri.
Tok..tok..tok suara pintu kantor arkan berbunyi
__ADS_1
“Masuk” jawab arkan yang masih sibug dengan berkas-berkasnya
“Permisi pak sudah pukul 20.00 saya izin pulang pak dan jadwal bapak untuk hari ini sudah selesai pak, untuk jadwal besog saya sudah mengirimkan ya ke email dan pesan bapak,”ucap arum seketaris seksi yang berperan penting dalam mengurusi jadwal kerja arkan
“Oh ya kau boleh pulang” jawab arkan
“Oh maaf pak saya lupa, tadi mertua bapak, pak aston datang kemari kebetulan bapak sedang makan siang dengan client, beliau menyampaikan undangan besok malam ini untuk datang ke pertunangan adik nyonya,”
“Hmmm kenapa dia tidak mengundang dan menungguku secara langsung” ucap arkan
“Tadi pak aston cukup lama menunggu pak, tapi bapak tak kunjung datang, atau mungkin ibu cika sudah tahu pak jadi beliau hanya sekedar mengingatkan pak” jawab arum
“Dan cika kenapa tidak memberitahuku, apa dia tidak sadar aku sangat sibug jadi segala sesuatu harus diprepare jauh-jauh hari” jawab arkan kesal
“Maaf pak jika saya ikut campur, kebetulan saya mengenal istri bapak dia adik kelas dengan saya ketika SMA, banyak gosip beredar hubungannya dengan ayah,ibu tiri ,dan adik tirinya tidaklah baik, bahkan cika sejak ayahnya menikah lagi sudah pergi dari rumah pak, mungkin hal tersebut yang membuat pak aston secara langsung mengundang bapak, karena tahu ibu cika mungkin tidak akan datang” jawab arum
“Terima kasih pak, saya permisi”pamit arum
“Ternyata wanita keras kepala dan pemarah itu sudah sejak muda berkelana dan tumbuh sendiri pantas saja dia begitu berani teryata kehidupan yang melatihnya” pikir arkan yang mulai sedikit simpati kepada cika
Arkan ingin pulang lebih awal hari ini, ia ingin membahas dengan cika untuk datang ke acara mertuanya itu, dan sedikit banyak dia mulai tertarik dengan kehidupan cika, karena gadis ini sudah difasilitasi kemewahan tetapi tetap saja mandiri dengan bekerja, dan pengorbanan cika menikah dengan arkan untuk bisnis keluarganya bukankah seharusnya cika layak mendapatkan perlakuan yang istimewa dari keluarganya kenapa bahkan sekalipun arkan tidak pernah melihat cika menelepon ayah atau siapapun yang berhubungan dengan keluarga, hanya nia,,nia,.dan nia sahabatnya itu saja.
Arkan masuk kekamar dan tidak mendapati cika disana, setelah meletakan tas kerjanya dia mecari-cari cika dirumah tapi tetap tidak ada, arkan mengambil ponselnya dan menelepon cika, beberapa kali panggilan tersebut tidak diangkat.
“Kemana wanita itu!!apa dia mulai bertingkah lagi setelah menawarkan persahabatan kepadaku”erang arkan geram
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah pesan whats up masuk ke pos el arkan.
“Kan maaf aku tidak bisa pulang hari ini aku ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan, tolong bantu aku sekali ini menjelaskan kepada ayah dan ibu,” pesan cika
“Hmmm apa alasan yang harus aku katakan?”tanya arkan
“Aku kerumah ayahku” jawab cika
“Kau berbohong?!”Ucap arkan
“Ya..aku tidak bisa memberitahumu, berbohonglah demi aku” balas cika
“Apa untungnya bagiku” jawab arkan
“Akan ku balas kebaikanmu” balas cika
“Kau harus menuruti kemauanku apa saja?!”pinta arkan
“Apa?” Balas cika
“Belum saatnya ucapkan saja deal!”
“Deal!!”Balas cika
Arkan tertawa terkekeh dia masih binggung apa yang akan dia minta pada cika tapi setidaknya dia punya satu keuntungan jika suatu saat membutuhkan bantuan cika.
__ADS_1
Sementara hati cika hancur mengetahui pria yang akan bertunangan dengan adiknya adalah abdi laki-laki satu-satunya yang dicintainya setelah dia kehilangan cinta ayahnya, kenapa harus icha??kenapa?!, tangis cika setelah tidak mendapati abdi dialamat apartemennya yang diberikan nia setelah membantu cika menyelidiki alamat baru abdi,terus menerus mencari kesana-kemari ke cafe-cafe favorite mereka, menghubungi nomor abdi tetapi selalu direject, mengirim pesan whats up tetapi cika diblok, bahkan cika memberanikan diri kerumah orang tua abdi dimana dia pernah dihina dan diusir oleh ibu abdi karena fitnah ibu tirinya, abdi juga tidak disana bahkan hanya makian dan hinaan yang kembali cika bawa pulang, lelah langkah cika tapi keberadaan abdi tidak ditemuinya, cika berharap abdi mau membatalkan pertunangan itu, meski harus mengemis cika ingin abdi mengerti dan memaafkannya.
“Kamu dimana ab,”tangis cika menghentikan langkahnya dikursi sebuah taman, lelah kakinya tapi lebih lelah perasaannya,!!”