Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan

Selimut Cinta Dipersimpangan Jalan
Bab 21 cikha hilang


__ADS_3

Arkan mengompres luka diujung bibirnya dengan es batu dari apotik, tiba-tiba dia ingat janji menjemput cikha. Arkan bergegas mengendari mobilnya menuju cafe dimana tempat cikha bekerja tidak butuh lama keberuntungan berpihak padanya yang kebetulan jalanan jakarta malam ini tidak terlalu macet. Tepat pukul 09.00 arkan sampai dicafe tempat cikha bekerja.


Suasana cafe terlihat sudah tidak begitu rame seharusnya sudah jam pulang kerja untuk cikha, arkan yang sudah menunggu lebih dari setengah jam akirnya menghubungi istrinya itu, beberapa kali dering telepon tersambung tapi tak kunjung juga cikha mengangkat teleponnya.


Nia yang berjalan bersama arga keluar dari cafe mengenali mobil arkan sangat terkejut


“Eh bukannya itu mobil suaminya cikha ga??”tanya nia memastikan kepada arga


“Iya bukannya cikha udah pulang ya sejam yang lalu???”jawab arga


“Yuk kita hampiri ngapain arkan disini!!, awas aja dia cari masalah sama cikha?ucap nia


Mereka berjalan mendekati mobil arkan, arkan yang menyadari keberadaan mereka melalui kaca spion turun dari mobil.


“Lu temen cikha kan?cikha mana udh kelar?tanya arkan


“Nah gue yang mau tanya ngapain lu disini,cikha udah pulang sejam yang lalu katanya dijemput sama loe?jawab nia kembali bertanya,


“Iya tadi gue liat dia pulang sama mobil fortuner putih” jawab arga


“Fortuner putih, gue baru sampe disini, dengan siapa cikha pulang” tanya arkan merasa dipermainkan cikha.


“Setahu gue cikha ga punya temen bawa fortuner deh sebelumnya” jawab nia


“Lu liat orang yang jemput cikha” tanya arkan


“Engga terlalu jelas sih, gue cuma lihat posturnya tegap dan tinggi, abis dari jauh dan mereka langsung naek mobil” jawab nia


“Oke thanks” ucap arkan meninggalkan mereka


Arkan terus menghubungi ponsel cikha tetapi tak kunjung mendapat jawaban, ia mengacak-ngacak rambutnya frustasi, kemana cikha pergi, arkan menghubungi anak buahnya untuk membantu mencari cikha bagaimana pun caranya, ada rasa ragu dalam hatinya apakah cikha pergi dengan mantan kekasihnya abdi, atau pria lain yang dia tidak kenal. Beberapa saat barulah dia sadar, kenapa dia tidak melihat sisi tv, dengan sigap dia memutar stir dan kembali ke cafe. Cafe sudah tutup tapi karena relasinya arkan berhasil meminta pemilik cafe membuka kembali cafe untuk mendapatkan sisi tv.


Dengan terfokus arkan ditemani pemilik cafe dan dibantu it cafe mengamati pergerakan diparkiran cafe dimalam ini, dan ya benar saja seorang pria menghampiri cikha yang baru keluar dari cafe, terlihat mereka berbincang sebentar dna cikha masuk kedalam mobil pria tersebut.


“Perbesar!!!perintah arkan kepada it cafe


“Baik pak” jawab it cafe


“Saga”arkan terkejut dengan apa yang dilihatnya


“Bapak kenal orang itu”tanya pemilik cafe


Tanpa menjawab arkan berlari keluar menyalakan mobilnya dan meraih poselnya menghubungi saga. Tidak butuh waktu lama saga mengangkat telepon dari arkan


“Halo, akhirnya kau menghubungiku” ucap saga


“Dimana???” Jawab arkan tanpa basa-basi

__ADS_1


“Bukannya aku selalu memberi tahu alamatku, kenapa tak kunjung datang sayang” ucap saga


“Jangan lakukan apapun!!aku datang menemuimu” ancam arkan yang takut terjadi sesuatu pada cikha


“Gadis ini, kau kwatir pada istrimu??” Jawab saga


“Ku peringatkan kau saga!!!”tegas arkan sambil terus memacu kecepatan mobilnya keapartemen saga


“Dia sangat manis??apa kau telah mencicipinya??Bagaimana?kau suka?, dimana bagian yang kau suka?? Tanya saga


“Jangan lakukan apapun!!ku peringatkan kau saga!!” Arkan mulai terpancing dengan perkataan saga


Tut…tut..Tut..saga menutup teleponnya melihat cikha yang telah disekapnya berlinang air mata, tangan gadis itu terus meronta berusaha membuka ikatan dikedua pergelangan tangannya, mulutnya disumbat kaus kaki, hanya matanya yang dapat berbicara dia kesakitan. Saga menatap cikha,


“Kenapa??kau ingin aku lepaskan?? Bagaimana jika kita bertukaran?? Tawar saga sambil membuka pemyumbat mulut cikha


“Dasar pembohong dimana arkan!!apa yang kau lakukan padanya?? “Cikha berteriak kepada saga


“Apa??diaman arkan?dia menuju kesini sayang, tapi bukan menemuimu melainkan menemuiku hahahahah


“Dasarr gila!!lepaskan aku, aku tidak ada hubungannya dengan kalian!selesaikan urusanmu dengan arkan” ucap cikha


“Oh tidak sayang…siapa yang menyentuh milikku akan berurursan denganku” jawab saga


“Kau gila!!stupid!!teriak cikha


“Hentikan!!” Amarah saga terpancing dia menampar pipi gadis itu berulang kali hingga sudut bibir cikha mengeluarkan darah mengambil alkohol dan mengosok bibir, leher bahkan mengoyak kemeja cikha menyiraminya dengan air.


“Aku akan menghapus jejak sentuhan arkan ditubuhmu, bagaimana rasanya perih!!begitulah yang kurasakan melihat kalian malam itu dimobil arkan!!dia milikku! Ucap saga


“Hentikan!!ahhhhhh kau gila”cikha merasa kesakitan ketika saga mengosok-gosok tubuhnya dengan alkohol dan menyiraminya dengan air


Tiba-tiba suara bel apartemen saga berbunyi aktivitas dikamar mandi itupun terhenti saga, membiarkan cikha tetap berada dibawah sower dengan keadaan air tetep menyala menguyur tubuh cikha yang hampir telanjang mengigil kedinginan.


“Oh kekasihku datang” ucap saga menyumpal kembali mulut cikha,


“Tunggu disini ya jalang” ucap saga sambil menjambak rambut cikha dan pergi


Saga membukakan pintu dengan antusias, tersenyum dan langsung memeluk arkan, arkan melepaskan pelukan saga dnegan jijik


“Kau sudah datang sayang” ucap saga sambil merangkul arkan dan bergelayut mesra


“Dimana cikha!!ucap arkan dengan mata liarnya mencari keberadaan cikha disisi apartemen, ketika dia hendak masuk kekamar saga dia menghentikan langkahnya dia takut kembali mengigat masa lalunya ketika terjerumus menjadi gay


“Kenapa berhenti, kau tidak ingin menghabiskan malam bersamaku dikamar kita,ucap saga tersenyum sambil berjalan menuju dapur


“Aku tanya dimana cikha” tegas arkan kembali kepada saga

__ADS_1


“Ayo kita ngopi dan mengulangi malam panjang kita” jawab saga sambil menyeduh 2 cangkir coffe, Arkan berjalan mendekati saga, memegang lengan pria itu dan meneriakinya kembali,


“Jangan basa basi dimana cikha!! Ucap saga yang hampir kehabisan kesabarannya


“Jika kau mendesakku aku tidak akan memberitahumu” ucap saga santai, membaw dua cangkir coffe menuju ruang tamu, kamar saga memang sengaja dibuat kendap suara sehingga segala aktivitas dikamar tersebut tidak terdengar bahkan didalam apartemen sekalipun.


Arkan terpaksa duduk menuruti kemauan saga, dia menyadari jika dia mendesak saga, laki-laki ini akan semakin nekat,


“Kemarilah” ucap saga meminta arkan lebih mendekatkan duduknya kepada saga


“Apa maumu”tanya arkan


“Kembali bersamaku kejerman” jawab saga


“Kita sudah berakir, aku pernah menjadi gila dan itu sudah berlalu” ucap arkan


Saga mendekat dan mengelus pipi arkan menatap matanya,


“Kau lupa wanita semua ******,” ucap saga mendekatkan bibirnya hendak mengecup arkan


Arkan sontak mengelak dia tiba-tiba merasa jijik, ntah mengapa dulu dia bisa sebenci itu kepada wanita dan berbelok arah, saga mulai emosi dan menampar pipi arkan


“Kau!! Aku tidak akan mengampuni wanita itu! Ucapnya sambil menyeduh coffe


“Dia tidak ada hubungannya dengan mu” jawab arkan


“Aku melihat malam itu kau menghabiskan malam dengannya dimobil” ucap saga


“Dan aku sudah membersihkannya, karena kau milikku hahahahah” tawa saga


“Dimana cikha!!!arkan menekan saga dibawah kukuhannya meraih rahang pria itu dan mengancam


“Akan kuhabisi kau dimana cikha!!! Teriak arkan


“Begini sayang ohhhhhhhh aku menikmatinya sentuh aku,,siksa aku” ucap saga


Bukannya kesakitan saga malah menikmati sentuhan keras arkan, arkan yang sangat emosi menampari pipi saga, tapi saga malah tertawa terkekeh. Saga menekan remot tv disebelahnya tiba-tiba terlihat cikha didalam tv hanya memakai bra dan ****** *****, air shower menguyur tubuhnya tampak bibirnya sudah biru dan beberapa lebam diwajahnya, arkan sangat terkejut dan melepaskan saga, dia tidak menyadari cikha berada diruangan yang sama dengan mereka karena saga mengubah segala interior kamar mandinya beberapa bulan yang lalu.


“Lepaskan dia!!dimana dia!arkan berteriak frustasi sambil menjambak rambutnya sendiri!”


“Ikut denganku malam ini ke jerman aku akan melepaskannya” tawar saga


“Kau gila!! Ucap arkan


“Aku telah mempersiapkan dua tiket untuk kita, aku menunggu keputusanmu sebelum ****** itu mati kedinginan” jawab saga


Arkan tidak tahu apa yang harus dilakukannya, pikirannya buntu dan dia panik melihat kondisi cikha.

__ADS_1


“Baik, tepati janjimu” jawab arkan pasrah


Saga tersenyum puas dan memeluk arkan yang hanya terdiam membeku.


__ADS_2