Seline: Change My Second Life

Seline: Change My Second Life
Berita panas


__ADS_3

Berita Panas!!


Ternyata bukan hanya sekedar ciuman! Mahasiswa inisial L dan G di salah satu universitas ternama ini telah melakukan hubungan suami istri di belakang R!!


Para mahasiswa berbisik-bisik heboh melihat cuplikan video Rated 18++ itu. Bahkan foto-foto yang terpampang jelas itu menunjukkan jika mereka tak melakukannya satu kali. Tapi mereka juga melakukannya di beberapa tempat. Bahkan yang lebih mengejutkan, ada foto mereka tengah bercumbu di dalam sebuah gudang tak terpakai.


"Gila, boleh juga nih cewek."


"Kalau gue jadi G sih nggak bakalan nolak kalau di kasih umpan kayak gini."


"Gue kira foto yang kemarin editan aja karena iri dengan persahabatan mereka. Eh ternyata, malah lebih dari sekedar selingkuh."


"Yes. Ini sih namanya nggak punya adab."


"Gila, pasti goyangannya hot banget."


"Gue kalau jadi R sih, udah depresi kali. Ternyata sahabat sama tunangan sendiri bisa selingkuh, bahkan sudah melakukan hal tak senonoh gitu."


"Gue kasihan sama R."


"Iya, gue juga. Padahal dia anak baik-baik loh. Nggak pernah aneh-aneh."


"Gue harap R segera putus sama G. Gak tega gue lihat cewek sebaik R dikhianati kayak begitu."


"Emang ya, kalau penggoda itu emang cocok banget sama pengkhianat."


Bisik-bisik terus terjadi. Bahkan masalah ini sudah ramai dibicarakan banyak netizen di beberapa platform sosial media. Mereka sungguh menyayangkan dengan hubungan yang sudah berjalan lama hanya demi kesenangan semata.


Lina dan Gavin, sang tokoh utama bahkan sudah ijin tak masuk kuliah. Mereka terlalu malu untuk sekedar menampakkan diri di lingkungan luar, apalagi di kampus. Mereka kali ini tak bisa menyangkal karena ada bukti video juga selain banyaknya bukti foto yang terpajang.


Plakkk!!!!


Gavin memegang pipi kanannya yang terasa sangat panas. Bahkan sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah karena tamparan tersebut.


"Apa yang kamu lakukan, Gavin!" Teriak si pelaku tak terima.


"Papa dan Mama baru saja pulang! Bukannya menyambut kepulangan orang tuamu. Tapi kamu malah membuat masalah kayak gini! Untuk apa, Gavin!" Teriak sang papa dengan mata tajamnya.


Baru saja mereka tiba beberapa menit lalu dari penerbangan panjang. Namun kepulangannya malah dihadiahi oleh berita yang sangat mencengangkan. Bahkan mama Gavin hanya bisa terdiam karena terkejut mendengar pemberitaan yang ada. Mau di taruh di mana muka mereka sekarang? Anak bungsunya yang sudah memiliki tunangan malah bermain ranjang dengan sahabat tunangannya sendiri. Sungguh miris!


Sementara Gavin hanya menunduk tanpa banyak berkata. Dia tahu, tak mungkin dirinya bisa melawan papanya sendiri. Karena papanya memang tak sesayang itu padanya. Yang orang tua itu lihat hanyalah kakaknya, bukan dirinya.


"Gavin, kenapa kamu tega nak?"


"Mama merasa bersalah dengan mendiang orang tua Seline." ucap sang mama terisak.


"Memang kenapa kalau aku begitu?" ucap Gavin miris.


Berbeda jika berhadapan dengan papanya Gavin hanya mampu tertunduk. Maka jika berhadapan dengan mamanya, Gavin bisa membalas setiap ucapan mamanya dengan kasar. Seakan Gavin sangat membenci kehadiran mamanya sendiri.

__ADS_1


"Memang kenapa kalau aku bertindak seperti papa?!"


"Papa dulu juga melakukan itu kan?"


"Papa selingkuh dengan mantan kekasihnya sendiri di saat kalian berdua sudah menikah!"


"Dan kenapa aku tidak bisa?"


"Setidaknya perselingkuhan yang aku lakukan tidak menghasilkan seorang anak seperti yang dilakukan papa dengan mantan kekasihnya!!"


PLAAKKK!!!!


Sekali lagi tamparan mendarat keras di wajah mulus Gavin. Gavin kembali mengusap sudut bibirnya sambil tertawa miris.


"Gavin! Kamu keterlaluan!"


Bugggghh!!!


Papa Gavin dengan tega menendang anak bungsunya hingga membuat anak laki-laki itu jatuh tersungkur. Sementara sang mama, wanita tua itu hanya mampu menangis melihat semuanya.


"Gavin, kamu benar-benar anak tidak berguna! Papa menyesal sudah membawamu masuk ke dalam keluarga ini!"


Bugggghh!!!!


Lagi dan lagi, seakan kesetanan, papa Gavin menendang tubuh Gavin. Anak bungsu itu hanya bisa merintih kesakitan dengan wajah datar. Seakan hal-hal seperti ini memang sudah biasa terjadi.


"Pa, sudah, pa.." isak sang mama.


"PAPA CUKUP!!!"


Seorang pria yang berumur dua tahun lebih tua dari Gavin datang tergesa-gesa dan langsung menghalangi papanya agar berhenti menyiksa Gavin. Pria itu langsung menyeret sang papa menjauhi tubuh Gavin.


"Apa yang papa lakukan!"


"Sadar! Dia juga anakmu, Pa!"


Pria tua itu memejamkan matanya berusaha mengontrol emosi yang masih meledak-ledak. Sementara sang kakak segera membantu adiknya untuk segera duduk. Dia sungguh tak tega jika harus melihat keluarganya bertengkar seperti ini.


"Kamu baik-baik saja kan? Ayo kita ke rumah sakit." Ajak David pada adiknya.


"Lepas!"


Gavin berusaha menepis tangan sang kakak dan berusaha duduk sendiri. Setelah itu, pria bertato itu menatap datar pada papanya.


"Kenapa berhenti?"


"Papa tidak ingin membunuhku?" tanya Gavin tenang.


"Bunuh saja aku. Lagipula sedari dulu papa tak pernah menganggapku sebagai anak kan?"

__ADS_1


"Yang papa sayang hanyalah kakak!" lanjut Gavin tertawa miris.


"Diam kamu!" bentak sang papa.


Melihat papanya hendak marah, David dengan segera menghampiri pria itu dan berusaha menenangkannya.


"Gavin, jika aku tak sayang padamu, aku pasti sudah menyuruhmu untuk memutuskan hubunganmu dengan Seline saat itu! Aku pasti akan menjodohkan Seline dengan kakakmu seperti rencana awal!"


"Karena saat itu Seline lebih mengenalmu, maka aku dengan senang hati menjodohkan kalian! Tapi apa yang papa dapat?!"


"Kamu hanya bisa mencoreng muka papa di hadapan mendiang orang tua gadis itu!"


Setelah mengatakan itu, papa Heru segera pergi sebelum emosi kembali menguasainya.


Melihat suaminya pergi, mama Mila segera menghampiri Gavin. Masih dengan bulir air matanya yang tak berhenti, dia berkata, "Gavin sayang, kita semua sayang sama kamu."


"Mama selalu berusaha untuk memberikanmu kasih sayang yang sama dengan David." ucap sang mama pilu.


"Ma, mama tahu apa yang membuat Gavin begitu membenci mama akhir-akhir ini?" tanya Gavin datar.


"Karena mama bersikap terlalu baik denganku yang hanyalah anak hasil dari hubungan haram. Dan aku sungguh membenci fakta itu."


Gavin segera menepis bantuan mama Mila. Pria itu berusaha berdiri dan berjalan ke kamarnya dengan susah payah. Meninggalkan sang mama dan kakaknya yang menatap kasihan pada sosok bungsu keluarga Ganendra.


......................


"Jadi lo memutuskan untuk mengekspos bukti-bukti dari gue?" tanya Vino sambil menikmati rokoknya.


Gadis pirang di sebelahnya tersenyum, "ya. Bukankah aku jahat? Aku dengan teganya mengekspos hubungan tunanganku sendiri bersama sahabatku."


"Gue rasa enggak juga."


"Tapi, kenapa tiba-tiba lo memutuskan untuk mengekspos semuanya?" tanya Vino penasaran.


Seline menyedot habis susu kotak di tangannya dan berkata, "Vino, ini bukan tiba-tiba. Aku memang sudah merencanakan semua ini jauh-jauh sebelumnya."


"Benarkah?"


"Kalau gitu, bukankah sudah saatnya gue mendapatkan imbalan? Gue udah berhasil menghancurkan bukti-bukti yang Gavin dan Lina miliki tentang malam panas di Paris waktu itu."


"Tentu saja. Katakan padaku apa yang kamu inginkan sebagai hadiah. Aku akan berusaha memenuhi hadiahmu itu." jawab Seline santai.


Vino nampak berpikir, "Nanti deh. Gue bakal bilang apa yang gue mau sebagai hadiah gue."


"Oke."


Seline tersenyum, bagaimanapun dia akan menepati janjinya. Setidaknya di kehidupannya kali ini dia bisa memanfaatkan orang di sekitarnya demi membalaskan dendamnya. Gadis pirang itu tersenyum miris mengingat kehidupannya di masa lalu. Harusnya dulu dia tak berfokus pada Gavin saja. Seharusnya dia juga melihat hidupnya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.


"Terima kasih, Tuhan. Aku akan berusaha untuk menjauhkan Gavin dari harta kedua orang tuaku di kehidupan kedua yang kamu berikan."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2