
"Selamat ulang tahun, Seline!"
Seline tersenyum penuh haru melihat Lily, Jenni, Marvin dan para karyawan memberikannya kejutan. Ya, hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke dua puluh tahun. Seline bahkan hampir melupakan ulang tahunnya sendiri karena kesibukannya akhir-akhir ini.
"Terima kasih." jawab Seline tulus.
"Tiup lilinnya dong." ucap Lily yang bertugas membawa kue ulang tahun.
Seline mengangguk, dia menutup matanya sebentar untuk berdoa setelah itu meniup lilin dengan sekali hembusan. Semua bertepuk tangan dan memberi selamat pada Seline.
Bahkan Lily langsung memberikan kue di tangannya pada orang di sebelahnya agar bisa memeluk sahabatnya yang tengah berulang tahun. Membuat Jenni ikut memeluk Seline juga. Mereka terlihat seperti Teletubbies, meski kehilangan salah satu anggota.
"Maaf ya, kita cuma bisa kasih kejutan sederhana." ucap Jenni.
"Iya, ini semua ide Jenni. Seharusnya Lo bisa mendapatkan kejutan yang lebih meriah jika mengikuti ide gue." celetuk Lily.
"Apaan sih." Sewot Jenni tak terima idenya dihina.
Seline hanya tersenyum sambil memeluk keduanya erat. Dia berterima kasih, di ulang tahunnya yang kedua kali ini, dia masih memiliki sahabat yang menyayanginya meski dia harus kehilangan salah satu sahabat terbaiknya.
Setelah Jenni dan Lily melepas pelukannya, kini para karyawan memberikan selamat pada Seline satu per satu. Mereka bahkan memberikan hadiah untuk majikan mudanya. Bahkan Pak Aldo juga memberikan Seline hadiah yang langsung dibelikannya saat berada di luar negeri.
Setelah satu per satu karyawan kembali bekerja, kini tinggallah Seline dan ketiga temannya. Menurut Marvin, Vino tak bisa ikut ke sini karena kesibukannya. Dan Seline memaklumi hal itu.
"Ini kado dari gue. Dan yang ini kado titipan Vino." ucap Marvin.
Marvin memberikan dua kotak hadiah yang sudah dibungkus untuk Seline. Dan gadis pirang itu menerimanya dengan senang hati. Dia akan membuka kado-kado yang diberikan untuknya nanti.
"Terima kasih ya, kalian sudah menjadi temanku." ucap Seline memperhatikan ketiga temannya.
"Dan juga, terima kasih untuk kejutannya. Maaf jika Seline ngerepotin." lanjut Seline.
"Hei, apaan sih." jawab Jenni. "Lo nggak ngerepotin kok. Lagian sekarang kan emang hari ulang tahun lo. Kita cuma mau merayakan meski dengan cara sederhana."
"Iya, tenang aja. Lo malah kalau merasa kurang cocok dengan hadiah dari gue, bilang aja. Biar gue ganti." ucap Lily.
__ADS_1
"Eh, nggak usah. Apapun kado dari kalian, aku suka kok. Terima kasih ya."
"Udah-udah, daripada Lo terus-terusan berterima kasih, gimana kalau kita keluar. Sepertinya food truck yang dipesan Lily udah sampai." ajak Jenni.
"Kalian pesan food truck juga?" tanya Seline tak percaya.
"Ya dong. Gue mau traktir karyawan Rosell di hari ulang tahun Lo karena mereka udah jagain Rosell selama lo sibuk kuliah. Bahkan gue udah pesan lima food truck khusus buat hari ini." sombong Lily.
Seline menatap Lily, kemudian memeluk gadis berponi itu, "Lily, terima kasih."
"Kalian memang sahabat terbaik yang aku miliki."
Setelah itu mereka berempat pergi untuk melihat lima food truck yang sudah berjajar apik di depan sana. Food truck yang dihiasi wajah si gadis yang tengah berulang tahun itu mulai dikerubungi oleh para karyawan. Dan keempat sahabat itu juga ikut bergabung untuk mencicipi makanan yang disajikan.
......................
"Silahkan masuk, non." ucap bibi Lela membukakan pintu.
Seline pun melangkah menuju rumahnya. Untuk hari ini, dia pulang lebih awal karena para karyawan dan sahabatnya menyuruhnya untuk istirahat saja. Dan kado-kado yang dia dapatkan kini tengah di urus oleh pak Anton untuk di bawa masuk ke kamarnya. Mungkin setelah dia membersihkan diri, dia akan membuka kado-kado terlebih dahulu. Karena di malam hari nanti, dia memiliki acara penting.
Seline mengangguk mengiyakan. Namun sebelum dia melangkah ke kamar, Seline menghentikan bibi Lela yang hendak pamit pergi untuk menanyakan sesuatu.
"Bi, apa dia hari ini tidak datang ke rumah?" tanya Seline.
Bi Lela yang mengerti siapa yang dimaksud nonanya pun menjawab, "tidak non. Sedari kemarin, beliau tidak ke sini."
"Baiklah. Kalau gitu bibi lanjutin aja pekerjaan bibi. Seline mau mandi."
Ada sedikit gurat kecewa pada wajah Seline. Namun gadis itu segera menutupinya dan melangkah memasuki kamarnya. Seline hanya berpikir, mungkinkah pria itu mengikuti sarannya saat malam itu.
Karena sejak Seline mengatakan hal itu, keesokan harinya Andre tak menampakkan wajahnya sama sekali. Seline tak ingin berpikiran aneh-aneh. Namun jika pria bule itu ingin mencari gadis lain, maka dia tak boleh mengganggu. Seperti yang dia katakan pada malam itu, dia tak ada waktu untuk bermain-main dengan pria. Dia masih memiliki banyak hal yang ingin dia perbaiki di kehidupan keduanya.
Dan bermain-main dengan cinta, bukanlah prioritasnya saat ini.
Tapi bisakah hatinya di ajak berkompromi? Karena hatinya selalu berdegub kencang saat bersama pria bule itu. Ada rasa bahagia saat pria itu selalu menemaninya akhir-akhir ini. Seline merasakan kenyamanan dengan perlakuan Andre padanya.
__ADS_1
Seline segera mengalihkan pemikirannya dengan mencoba melihat-lihat banyaknya hadiah yang sudah tersusun rapi di sisi kamarnya. Seline mulai membuka satu per satu hadiah yang diterimanya. Ternyata banyak yang masih sayang dengannya.
Saat membuka hadiah yang dia dapat, Seline menyadari jika di kehidupannya dulu dia juga mendapatkan hadiah yang sama. Bahkan hadiah dari Marvin, Vino, Lily dan Jenni juga sama seperti dulu. Yang membedakan hanyalah dulu dia membuka hadiah-hadiah tersebut di apartemen milik Gavin. Sementara sekarang, dia membuka hadiah di rumahnya sendiri.
Seline membuka hadiah terakhirnya, hadiah dari keluarga Ganendra untuknya. Mereka memberikan satu set perhiasan bermotif mawar. Dan ada sebuah surat yang ditulis oleh Tante Mila. Seline segera membaca surat tersebut.
...----------------...
Untuk putri kecilku..
Seline, selamat ulang tahun.
Semoga apa yang kamu cita-citakan bisa segera terwujud. Dan semoga kebahagiaan selalu menyertai setiap langkahmu. Tante dan om selalu mendoakan kebahagiaanmu dari sini.
Seline..
Tante minta maaf karena kami gagal mendidik anak kami hingga membuat Gavin menyakiti hatimu. Tante juga minta maaf atas segala perilaku Gavin padamu selama ini. Meski sulit, Tante harap Seline bisa memaafkan Gavin suatu hari nanti ya..
Seline..
Tante dan om saat ini tengah berada di Singapura. Maaf jika kami meninggalkanmu tanpa pamit setelah keributan yang terjadi. Tapi kami melakukan semua ini agar bisa memberikan pengobatan pada Gavin. Agar anak kami bisa sembuh dari kecanduan obat-obatan terlarang.
Terima kasih sudah memberitahukan semua kebenarannya pada kami. Setidaknya kami tak terlambat untuk menangani kecanduan yang Gavin rasakan.
Putri kecilku..
Sekarang tante sadar jika kini kami tak bisa membuatmu menjadi menantu keluarga Ganendra. Tapi tante harap, kamu akan terus menjadi putri kami selamanya. Seperti dulu.
Jika kamu butuh sesuatu, mintalah tolong pada David. Dia akan dengan senang hati membantumu mewakili kami. Seperti saat acara launching yang akan dilakukan Rosell satu minggu lagi. David akan membantumu mempersiapkan semuanya. Anggap David seperti kakak yang bisa kamu andalkan.
Seline, tante harap kamu bisa segera mendapatkan pengganti Gavin secepatnya. Agar hatimu tak berlarut-larut dalam kesedihan. Jika suatu saat nanti kamu menemukannya, ijinkan tante mengetahui siapa pria yang beruntung itu ya.
Selamat ulang tahun, anak cantik..
...----------------...
__ADS_1