
vanilla kini kembali sendiri setelah setengah jam yang lalu pria yang semalaman bersamanya harus lebih dulu pergi dari sana. karena dia telah mendapatkan deretan spam pesan serta panggilan telpon dari mamahnya.
sebenarnya baskara belum mau pulang entah kenapa dia mendapatkan kenyamanan di setiap bersama gadis itu. hanya saja dia terus terusan dipaksa vanilla dan berakhir dia mengalah karena ancaman dari vanilla yang tak mau berbicara lagi dengannya.
"mamah masih sama kak langit ga yah, apa gw telpon aja tapi gw takut ganggu." ujar vanilla sendiri di sana.
_________
"
06:30
setelah semalaman wanita itu terjaga di samping langit yang masih terpejam. kini ia terbangun lalu kembali menatap wajah anak laki-laki nya. tangan langit yang terbebas dari infus sejak semalam tidak pernah ia lepaskan.
"eh tante maaf saya ganggu. saya kira tadi vanilla yang di dalem" ujar yudi yang baru datang dengan satu kantong plastik ditangannya.
"ini tante yud. kamu bisa ceritain kenapa langit bisa sampe kek gini" tanya wanita itu
kemudian yudi mulai menceritakan tentang balapan semalam hingga berakhir terjadi kecelakaan yang menimpa sahabatnya itu.
"kamu tolong kirimin foto anak yang semalam balapan sama langit ke saya"
"iya tante bisa nanti saya kirim ke tante"
"yasudah kebetulan kamu udah dateng. tolong jagain langit ya tante harus pulang dulu sekarang suami tante udah jemput diluar" ujar wanita paruh baya itu kemudian mengambil tasnya di atas kursi.
"em iya tante nanti saya yang jagain langit, oya vanilla nya kemana tan?"
"kamu telpon aja dia bilang dia udah bisa kesini. makasih, kalo gitu saya pamit dulu" ujarnya kemudian berlalu pergi.
yudi mengambil duduk di kursi yang tadi diduduki oleh mamahnya langit. dia sedang memikirkan dimana gadis itu dan bagaimana dia menghubunginya sedangkan dia tidak mempunyai kontak nomor teleponnya.
berfikir sejenak kemudian ia teringat ponsel langit yang diberikannya pada gadis itu dan tanpa pikir panjang yudi mencoba menghubungi nomor langit berharap ponsel itu masih ada ditangan vanilla.
"iya halo.."terdengar suara dari seberang sana
"van lho dimana sekarang?"
__ADS_1
"gw lagi diluar, kak langit dirumah sakit lagi dijaga in mamah" jawab yang sebenarnya sudah d ketahui pria itu
"soal itu gw tahu Sekarang gw udah dirumah sakit dan mamah lho baru juga pergi. sekarang lho dimana biar gw jemput." ujar yudi
"tak usah kak gw bakal langsung ke sana sekarang" vanilla tak ingin merepotkan teman kakaknya itu
" udah sekarang lho dimana ini gw udah di parkir mau jemput lho " bohong yudi agar tak ada penolakan dari seberang sana
"hm.. gw di pantai deket rumah sakit itu kak." ujar vanilla pada akhirnya setelah beberapa detik terdiam
"yaudah tunggu" panggilan itu langsung ditutupnya.
vanilla menatap ke ponsel yang telah meredup itu ditangannya. gadis itu tengah khawatir pada keadaan kakaknya jika laki laki itu Bangun apakah ia bisa menerima kenyataan ia saat ini. untuk membayangkan itu vanilla merasa amat takut.
sekitar 15 menit kini yudi telah duduk di samping gadis itu dia baru saja sampai di sana.
"lho udah makan?"
"sudah ka.." ujar vanilla, memang betul karena sebelum baskara meninggalkan nya laki laki itu sempat membeli makanan lalu mereka makan bersama di sana.
"hm syukurlah" ujar yudi lalu meletakkan plastik makanan yang ia bawa ke samping kirinya
"makanan.. tapi lho bilang udah makan" ujar yudi
"mau ngasih aku??" ujar vanilla sambil menunjuk kearah dirinya
mata yang indah dan wajah yang polos itu tampang mengemaskan dimata pria yang kini tengah juga menatapnya.
"ya.. tadinya tapi lho ga mau"
"gw mau kok siapa bilang. sini sayang klo gak dimakan" ujar vanilla dia tak enak hati jika sudah dibeli kan tak baik menolak ke baikan orang lain, itu pikirnya
"yasudah makan lagi lho kan emang suka makan" diam diam yudi tersenyum memperhatikan gadis itu yang tampak unik dimatanya
mereka pun makan sejenak di sana.
15 menit kemudian
__ADS_1
"udah beres?" ujar yudi setelah melihat vanilla membuang bekas makannya dan dia ke tempat sampah
"iya kak udah.."
"yaudah yuk balik ke rumah sakit"
"iya kak ayuk kasian kak langit sendiri"
mereka pun bergegas kembali ke rumah sakit
tak terlalu lama kedua tiba dirumah sakit. kita mereka tengah terlihat berjalan menyusuri ruangan demi ruangan hingga akhirnya sampai lah didepan tempat yang dituju.
vanilla kenal betul suara dari dalam seperti tangisan orang dewasa dan beberapa orang lainnya menenangkan.
gadis itu tanpa mengetuk pintu ia masuk kedalam menyaksikan betapa menyakitkan nya sang kakak tengah terluka akibat kenyataan yang ada.
ya, akhirnya langit terbangun juga di sana sudah ada ayah dan istrinya. menegangkan pria dewasa yang kini tengah mengamuk dengan keadaan diri nya hal yang sangat ditakutkan vanilla akhir akhir ini.
"pergi!!! tinggalin gw sendiri bangs*t gw udah gak guna sekarang!" teriak frustasi langit dan masih banyak lagi kata kata amarahnya.
"langit berenti!!!" bentak ayahnya kehabisan kesabaran menghadapi amukan anaknya itu.
"udah pah. kita keluar dulu aja biar langit di tanganin dokter" ujar wanita disampingnya membawa tubuh sang suami sedikit menjauh
terlihat dilantai pecahan kaca berserakan di sana, bahkan infus ditangannya merembet darah segar dari sela sela itu akibat gerakan yang terlalu banyak dan kasar. beberpa suster dan dokter datang turun tangan untuk mengambil tindakan sementara agar langit dapat ditenangkan.
"kak langit.." ujar vanilla mendekat sambil menangis namun Tiba tiba sebuah kelas yang di samping pria itu dilayangkan nya secara spontan hingga melukai kepala adiknya.
sebuah suntikkan khusus diberikan pada tubuh langit. tak ada pilihan lain lagi pria itu butuh paksaan untuk tenang dan perlahan obat dalam suntikan itu berfungsi. langit mulai melemas kemudian tertidur dengan air mata yang belum kering dari kelopaknya. ya, dia terluka sangat terluka.
vanilla memegang kepala dekat mata nya. terasa lembab di tangan yang menahan sesuatu di sana.
"van lho berdarah!" ujar yudi baru tersadar lalu menggeser tangan vanilla yang berusaha menutupi luka itu sendiri. kini tatapan orang-orang di sana melihat kearahnya, vanilla merasa tak nyaman dengan itu semua
"engak kok kak cuma kecil. aku kek kamar mandi dulu" ujar vanilla hendak keluar dari sana
"astaga vanilla!!!!" ujar panik yudi menghampiri vanilla yang tergeletak di lantai
__ADS_1
dia baru melangkah beberapa kali tiba tiba pandangannya memudar dan berputar. gadis itu terjatuh pingsan padahal selangkah lagi ia keluar dari pintu.