SESAK

SESAK
episode tiga belas


__ADS_3

setelah dua hari dia meninggalkan sekolah, hari ini vanilla kembali masuk karena tak bisa membantah perintah dari kakaknya langit yang menyuruhnya harus sekolah.


gadis itu aga bingung setelah ia menghampiri kakaknya, pria itu malah memberikan sebuah kunci tanpa gantungan kepadanya.


"ini untuk apa kak?" tanya vanilla dengan wajah bingung nya


"gw ga bisa ngnter lho jadi lo jalan sendiri" datar dengan menyibukkan diri dengan ponselnya


"iya kak vanilla emang biasanya jalan sendiri. terus apa hubungannya dengan kunci" tanya polos gadis itu yang memang tidak mengerti


"lho pkek motor yang ada di depan buat sekolah. nanti tino nunjukin ke lho mana motornya" dengan melirik tino yang memang sudah dari pagi sekali bahkan sebelum vanilla bangun laki laki itu sudah ada di sana


"udah yuk van gw anterin ke depan ntar lo telat" ujar tino sambil membawa gadis itu keluar dari ruangan


"kak gw berangkat dulu.." ujar vanilla kembali menyembul kan kepalanya dari balik pintu karena lupa berpamitan


"hmm.." diam diam langit menyunggingkan senyum di sana.


di atas motor menerpa angin pagi yang dingin sendirian vanilla menikmati awal harinya dengan perasaan yang begitu bahagia. bagaimana tidak ucapan kak tino tadi sangat membuat gadis itu kesenangan hingga tersenyum sepanjang jalan.


"kakak lho nyuruh gw cariin motor cwe buat lho semoga lho suka van.. motornya bagus kok cocok juga sama lho" kira kira seperti itu


vanilla tak menyangka langit membelikan nya sebuah sepeda motor bahkan bisa dibilang inu pertama kalinya lagi langit memberi gadis itu hadiah setelah sekian tahun lamanya. terakhir kali langit memberikan dia sebuah bonek Spongebob satu bulan sebelum kejadian ibunya meninggalkan mereka.


saat itu vanilla sedang berulang tahun namun tanpa ada ucapan selamat dari orang tua atau siapapun hingga hari berganti. wajahnya terlihat murung lalu dengan uang seadaanya langit membelikan boneka untuk adiknya agar tak bersedih lagi.


tes..


satu bulir air mata jatuh dari sana. ia hanya terlalu senang merasa bahwa kakaknya itu mulai kembali menyayanginya.


________


satu setengah jam lalu vanilla sudah berada di sekolah kini ia tengah mengikuti ulangan harian dengan teman-teman lainnya.


meskipun ia sama sekali tidak ada persiapan namun tidak begitu sulit untuk vanilla karena memang dia tidak terlalu bodoh dalam setiap pelajaran. selesai dengan tepat waktu lalu ikut mengumpulkan bersama dengan siswa lainnya.


suara bel istirahat berbunyi dari luar sana. guru didepan mereka mulai mengakhiri pelajarannya lalu keluar diikuti beberapa murid yang juga ikut berjalan dibelakangnya.


perut gadis itu tiba tiba berbunyi yang mungkin hanya dia yang mendengar nya


seseorang mengambil duduk di samping bangku yang kini telah kosong lalu memberikan susu coklat dan satu buat roti untuknya.

__ADS_1


"buat lho.." ujar baskara


"hm makasih .." sedikit lama menyentuh makan itu


"dahi lho kenapa la??" ujar baskara yang memang seperti dia baru menyadari hal tersebut karena sejak pagi gadis itu terus menutupi itu dengan rambut atau buku yang di pegang nya.


"gpp bas.." ujar vanilla berusaha menutupi luka itu lagi dengan rambutnya.


baskara menahan kepala vanilla agar tetap menatapnya namun gadis itu hanya tertunduk berusaha tak menatap mata yang sedang menatapnya khawatir.


"la.."


"vanilla .." ujar baskara lagi


"iya bas??"


"gw mau jujur sama lho" mata gadis itu kini melihat laki laki disampingnya nth mengapa dadanya tiba-tiba berdetak lebih cepat


"so..soal apa?"


"gw, gw suka sama lho bahkan dari waktu kita sd gw rasa gw udah suka sama lho.." jujur baskara yang sudah tak tahan menyembunyikan perasaannya.


"kalo lho gak mau gpp la, gw ngerti kok gw cuma mau ungkapinnya aja ke lho soal perasaan gw" lanjut baskara takut gadis disampingnya ini merasa tak nyaman


"lupain aja ya la ga penting, keknya gw ditungguin yudha mereka. gw ke sana dulu ya"


"gw.. juga suka " sedikit men jeda dengan malu malu vanilla mengatakan nya


"ha??"


"lho serius la, lho juga sama suka gw" ujar tak percaya baskara sangking kelewatan senang dia tak bisa mengontrol suaranya yang agak keras hingga keluar kelas.


"suttt bas pelan pelan suara lho gw malu" kini pipi gadis itu merona dengan celingukan ia melihat sekeliling rasanya agak aneh dia mengatakan itu, ini adalah kali pertama ia menyukai dan mengungkapkan perasaannya pada seorang laki-laki


"hehe maaf, jadi sekarang lho mau jadi pacar gw la. kita jadian berarti?" ujar baskara menggaruk tekuk belakang kepalanya


vanilla mengangguk, dengan gerakan refleks baskara kegirangan sedikit melompat lompat itu membuat gadis di sampingnya tertawa, tawa yang sudah lama surut.


disisi lain seseorang dibalik kaca melihat kearah mereka dengan geram.


"lho liat kan tu anak makin ngelunjak kalo di baik in sekarang dia udah ngerebut baskara dari gw" ujar ica yang tak sengaja mendengar baskara mengatakan bahwa vanilla menyukainya.

__ADS_1


"gw juga gak nyangka. lho teneng dulu ca lho pasti bisa rebut balik baskara"


"enek gw sama tu anak" ucap ica lalu pergi dari sana mengurungkan niatnya masuk ke kelas.


tarisa ikut menyusul ica yang tengah dikuasai rasa jengkel itu ke kantin. dua orang itu kini sudah di salah satu meja makan di sana.


"lho kenapa ca??" tanya tania


"jangan ditanya dulu, lagi patah hati dia" ujar tarisa membiarkan Ica menyeruput minuman yang baru saja diberinya.


"eh minuman gw!"


"udah ntar beli lagi lho pelit amat" tania hanya menghembuskan nafas


"patah hati kenapa ica? baskara?" tanya tania menebak nebak.


tak lama kemudian dua orang siswa dan siswi masuk ke tempat kantin beriringan sedikit ada candaan dari si laki laki ke gadis disampingnya.


saat melewati bangun ica dan circle nya vanilla sedikit bingung melihat temannya itu menangis


"ca lho kenapa nangis?" tanya vanilla


"apa sih lho!" ujar ica yang langsung berdiri meninggalkan tanda tanya dibenak vanilla.


mereka berlalu tak lupa meninggalkan tatapan tak sukanya satu persatu.


vanilla merasa tak nyaman dengan itu.


"lho mau makan, makan aja bas gw balik ke kelas ya udah kenyang juga karena makan susu sama roti yang lho kasih." ya tadi baskara mengajak vanilla ke kantin untuk merayakan hari jadian mereka.


"gak. lho disini aja nanti kita ke kelas bareng abis makan" ujar baskara yang tak mau ada penolakan tangannya memegang pergelangan tangan kanan vanilla seolah tak akan membiarkan gadis itu pergi dari sana.


"lho jangan mikirin soal ica, anaknya emang kek gitu mood mood an nanti juga baik lagi." ujar baskara seolah tahu apa yang dipikirkan vanilla


yudha dan rio datang mereka berpindah tempat duduk ke tempat baskara dan vanilla saat ini.


"pesen aja kalian mau makan apa" ujar baskara


"wih ada apa nih?? keknya ada yang jadian" ujar yudha dengan memainkan satu alisnya


"bacot lho. kagak jadi nih gw traktir ntar"

__ADS_1


"ehehe ga bisa di bercanda in lagi nih karena dah punya cwe" ujar rio menimbrun obrolan


"ya gak van??" ujar rio kini ke vanilla gadis itu hanya sedikit tertawa mendengar nya.


__ADS_2