SESAK

SESAK
episode sembilan belas


__ADS_3

dua kancing bagian atasnya kini sudah terlepas ada memar di sudut bibirnya dengan bercak merah yang masih basah.


dua orang itu sangat sulit dipisahkan menjadi tontonan gratis satu sekolah ditengah lapangan yang biasa dipakai untuk upacara.


teriakan dari beberapa guru wanita tak diindahkan oleh mereka. ada yang suka ada pula yang tak suka dengan kejadian pagi ini suka bagi mereka yang menyukai keributan tak suka bagi mereka yang menyukai ketenangan.


baskara terus melayangkan pukulan pada siswa yang ada dibawah tubuhnya tatapannya sangat tajam dengan penuh emosional. keduanya tak ada perbedaan namun baskara lebih mendominasi perkelahian itu


sedangkan disisi lain vanilla, gadis itu beberapakali berusaha menarik baskara untuk berhenti sampai ia mohon dengan hati yang gusar. ia meminta anak anak yang lain untuk membantu memisahkan namun tak ada satupun yang mau turun membantu karena memang tak ada yang cukup memiliki nyali menghadapi dua manusia keras tersebut.


"baskara berenti gw bilang berenti" ujar vanilla tangannya tak sengaja menampar wajah baskara karena merasa kesal dengan pria yang sedang tak terkendali itu.


kini perhatian baskara teralih pada gadis yang didepannya. ada rasa sakit di hatinya apakah barusan wanita yang ia bela justru menamparnya depan semua orang?


"gila lho yah baskara bela belain lho sedang lho per maluin dia depan semua orang" ujar ica mendorong tubuh vanilla agar menjauh yang diikutin oleh sorak kan semua siswa


"lho tau gak baskara ke gini karena lho van. dia jagain lho dari cwo mesum kek dia" ujar yuda yang ikut geram melihat tindak kan vanilla


kemudian beberapa guru pria ikut turun ke tengah lapangan untuk melerai dua orang siswa itu. suara dari toa yang keras membubarkan kerumunan semua siswa di sana.


"leo kamu sama baskara ikut saya ke ruangan kepala sekolah sekarang!" ujar guru tua itu dengan nada keras


kini vanilla menatap telapak tangan sendiri ia tidak tahu apa yang ia lakukan bahkan dia tidak tahu apa sebab baskara berkelahi dengan siswa itu.


"lho gak tau sebab baskara sampe kek gitu" ujar yuda lalu mulai menjelaskan


dengan mata yang sudah memerah menahan tangis vanilla hanya menggeleng kan kepalanya ia benar benar belum paham apa yang terjadi yuda menarik nafasnya sungguh sulit menghadapi gadis kesayangan baskara itu mungkin dia butuh kesabaran untuk membuat gadis itu paham.


flashback on

__ADS_1


pagi pagi vanilla sengaja datang lebih cepat ia hanya ingin menghindari tatapan orang-orang pada dirinya, mengenakan salipan hoodie diluar seragam sekolah itu cara satu satunya vanilla untuk mengurangi rasa tak percaya dirinya.


jujur selama hidupnya ini kali pertama ia dengan gaya rambut laki laki. dirinya sendiri saja belum terbiasa bagaimana dengan orang lain pasti akan banyak respon tak mengenakkan dari orang orang jika mereka melihatnya


"hai pacar.." ujar baskara yang ikut menyamankan langkahnya di samping vanilla


"buat lho" ujar baskara iya memberikan bunga yang baru dipetiknya untuk vanilla. vanilla merasa senang dengan hal sederhana itu


sesekali ada kejahilan yang baskara lakukan pada gadis disampingnya hingga mendapat cubitan kecil dari vanilla sebagai balasan.


"bas temenin gw ke ruang pak je bentar, van gw pinjem baskara dulu ya" ujar rio yang tiba tiba datang menarik pria itu


"bawa aja gk papa" ujar vanilla diiringi tawa


vanilla melanjutkan langkahnya kebetulan kelas mereka bertepatan dilantai dua. satu persatu anak tangga ia lewati suasana masih sangat sepi hanya ada sekitar tiga sampai empat anak laki laki yang duduk nongkrong di tiap anak tangga.


"hei cantik anak baru ya" ujar diantara ketiganya


"masih polos nih, mana mulus banget" ujar siswa yang dikenal dengan nama leo itu memperhatikan lekuk tubuh bagian bawah vanilla. samar samar vanilla bisa mendengar namun gadis itu sama sekali tak menjawab dan segera berlalu masuk ke dalam kelasnya.


tanpa mereka sadari baskara melihat langsung semuanya. ya, setelah ia mengantar rio diruang guru baskara kembali menyusul vanilla sambil berlari meninggalkan temannya itu sana.


(ditengah tengah tangga menuju lantai dua)


memang hubungannya dengan vanilla belum terlalu banyak yang tahu. tanpa aba aba baskara menarik kerah baju leo menekan tubuh laki laki itu dengan tidak santai menabrak tembok siswa lain itu ikut tersentak kaget dan berusaha memisahkan cengkraman keras baskara.


"gak usah ikut campur!" sentak baskara dengan mata tajamnya pada yang lain itu.


yudi dan rio datang memantau seketika dapat membaca situasi yang terjadi serta siap ikut campur jika teman-teman leo membantu.

__ADS_1


"lho mau tau cwe yang barusan lho ganggu siapa" ujar baskara, leo menampakkan senyum smirk sebagai tanggapan nya


"ow jadi karena cwe cupu itu, itu tipe lho haha" ujar leo yang semakin membuat baskara naik pitam


"bangs*t " baskara memulai melayangkan pukulan ke wajah Leo hingga akhirnya terjadi perkelahian diantara keduanya dan merembet ketengah lapangan.


keduanya memang sejak dulu selalu memiliki perselisihan yang tiada usai dan terus berkepanjangan. namun untuk persoalan ini baskara tidak dapat menunggu jam pulang sekolah gejolak emosi harus diluapkan saat itu juga.


flashback of


Didalam kelas vanilla tidak bisa fokus dalam pelajaran pikirannya terus memikirkan keadaan baskara gadis itu diselimuti rasa bersalah atas tindakannya sendiri.


entah hukuman apa yang diterima laki laki itu vanilla tak habis pikir sebenarnya dengan jalan pikir baskara yang sampai berkelahi hanya karena dirinya padahal ia sama sekali tidak disakiti oleh siswa itu.


diruang kepala sekolah kini kedua siswa duduk dengan keadaan yang sama sama berantakan. nafas berat keduanya ini sudah mereda, ocehan dari guru guru yang geram terus berkepanjangan tapi tak ada jawaban dari kedua.


mereka hanya saling menatap tajam satu sama lain lalu kembali menunduk ketika mendengar suara kepala sekolah yang marah.


"kamu baskara sudah mulai buat onar juga sekarang. masalah karena perempuan kalian bisa sampe sebrutal ini" ujar seorang guru perempuan yang memang terkenal cerewet


"sekali lagi kalian bikin keributan seperti tadi kalian akan bapak kasih skor selama seminggu" ancaman kepala sekolah setelah panjang lebar memarahi keduanya


"kalian denger gak saya ngomong!" ujar guru perempuan itu yang kesal sendiri karena tak ada respon apa apa dari siswanya


"iya bu.." ujar bersama keduanya


"sekarang kalian berdiri ditengah lapangan hormat ke bendera sampe pelajaran ke dua selsai" final dari kepala sekolah


tanpa menjawab keduanya keluar dengan lesu dari ruangan menuju lapangan untuk menjalankan hukuman yang diberikan dengan membuat jarak diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2