
ditanam rumah sakit
seorang gadis yang baru keluar dari ruangan dokter itu kini tengah duduk di taman rumah sakit. di dahinya terpasang perban yang menutupi luka jahitan akibat serangan dadakan dari langit. ia duduk melamun memerhatikan kuku yang hinggap diantara bunga warna warni di sana.
"kamu tahu van.. dulu sebelum ia seindah itu dia pernah jadi sesuatu yang menjijikkan bahkan hampir semuanya tak menyukainya."
ujar seseorang yang kini ikut duduk disampingnya
gadis itu hanya tersenyum mendengarkan.
"tapi sayang mungkin gw diciptakan bukan sebagai kupu-kupu yang akan indah pada waktunya. hanya sebatas ulat yang tak kunjung memiliki perubahan" tutur gadis itu terlihat memperihatinkan.
yudi tahu semua yang terjadi dengan gadis itu lewat curhatan sahabatnya.
"jangan pernah nyerah. apapun yang terjadi kedepannya gw mau lho tetep kuat. asal lho tau langit sayang banget sama lho van dia diem diem dia bangga punya adek yang kuat kayak lho"
"ck .."vanilla sedikit tertawa mendengar nya
"soal dahi lho gw yakin dia ga sengaja, lho tahu Sendiri langit di emang sedikit emosional orang nya dan ditambah pula mungkin dia masih syok" yudi berusaha meyakinkan vanilla agar gadis itu tak berfikir kakaknya membencinya
"hm iya kak.."
"yasudah van... gw mau balik dulu besok gw kesini lagi" ujar yudi bangkit dari sana vanilla mengangguk lalu tersenyum
"makasih kak udah jadi sahabat yang baik buat kak langit" ujar vanilla benar benar merasa bersyukur dengan kehadiran laki laki itu sebagai sahabat kakaknya.
yudi tersenyum menanggapi ucapan vanilla lalu ia kembali berbalik meninggalkan gadis itu sendiri di sana.
________
19:20
__ADS_1
ayah serta istrinya sudah pergi dari sana kini hanya tertinggal vanilla dan langit dalam ruangan itu mata pria itu menatap kosong keatas. suasana sunyi hanya terdengar suara mesin serta jam didinding ruangan.
langit tengah mengingat inget kejadian yang menimpanya. ia mengingat ada yang tidak beresan dengan motor nya padahal sebelumnya ia sudah mengecek keadaan motor itu dengan sangat detail.
"kak langit mau makan?" takut takut vanilla mengajak pria itu berbicara, empat lima menit tak kunjung ada jawaban yang terdengar oleh gadis itu.
vanilla menghela nafas, terus terang saja dia sangat merasa canggung saat itu padahal yang sedang bersama nya adalah kakaknya sendiri.
"hp gw mana?" ujar tiba-tiba langit setelah hampir setengah jam tak ada pembicaraan
dengan segera gadis itu bangkit mengambil sesuatu dari dalam tasnya kemudian memberikan ponsel yang sejak saat itu ia simpan dengan baik.
"waktu itu kak yudi ngasih ke aku, jadi aku simpen" jelas vanilla
"hmm"
langit hanya melirik adiknya sesaat lalu kemudian dia kembali memainkan ponselnya.
terbaca olehnya satu notifikasi pengiriman dana dari bank seseorang ke rekening nya.
setelah beberapa menit ia habiskan sendiri dengan kesibukannya langit kini melirik kearah vanilla yang sepertinya sudah ketiduran di kursi dengan posisi yang terlihat tak mengenakkan untuk tidur. langit ingin membenarkan posisi tidur vanilla tapi apa daya bahkan dia belum bisa leluasa mengerakkan kakinya. ia hanya bisa menatap dengan tatapan yang sendu ke arah gadis itu
langit meletakkan ponselnya ke atas meja.
mata dengan bulunya yang lentik kini masih memperhatikan vanilla yang menurut nya gadis itu terlihat semakin kurus dan sedikit pucat dari sebelumnya ia juga melihat keatas dahi yang tertutup perban.
langit baru menyadari bahwa itu terjadi karenanya dia mengingat saat terakhir ia melempar kan gelas kaca tepat mengenai dahi dekat mata gadis itu. ada rasa penyesalan di hati tak seharusnya ia melepaskan kembali setiap amarahnya pada gadis yang tak sebenarnya tak melakukan kesalahan apapun
langit mengangkat kembali ponselnya menghidupkan layar yang tadi sudah mati lalu mengotak atik sesuatu di sana. ia menelpon seseorang dan tak butuh waktu lama
"hallo" ujar seseorang dari seberang telpon yang sedikit terdengar brisik
__ADS_1
"cariin gw sepeda motor untuk cewe yang terbaru. gw mau besok pagi udah ada buat adek gw" ujar langit dengan suara yang datar
"oke, siap bos gampang pkoknya lho tahu besok udah ada. oya cepat sembuh ya banyak yang ngangenin lho nih" ujar tino teman tenggorokan langit
"hmm..."
panggilan pun di tutup langit ia kembali mematikan ponsel itu. lalu kemudian matanya perlahan terpejam ikut menyusul vanilla ke alam mimpi.
_______
"gw tahu keluarga gw banyak hutang sama bokap lho. gw bakal ganti dengan cara lain. tapi gw mohon lho berenti nyuruh gw nyakitin sahabat gw sendiri"
"oh lho kesini cuma mau batalin perjanjian kita. inget nyokap lho udah sekarat dirumah sakit dan lho juga harus inget adek lho butuh biaya untuk sekolah! jadi jangan bertingkah nurut aja" ujar seorang gadis dengan rambut terurai itu.
"bangs*t. gw bakal secepatnya lunas in semua itu. lho mau gara gara lho langit hampir mati karena rencana busuk lho itu" ujar yudi penuh amarah dengan mata yang memerah
"berani lho bentak gw !! kalian kasih dia pelajaran"perintah gadis itu pada empat bodyguard yang selalu ada disisinya.
"gara gara langit tikus gw pindah dan gw gak punya maenan lagi disekolah." ujarnya sambil memainkan kuku jari yang terlihat manis dimatanya.
mungkin jika hanya dua orang yudi masih mampu melawan namun ini diluar batas imbang hanya beberapa menit saja pria itu tepar dengan wajah yang penuh lebam.
dia di biarkan begitu saja di sana.
"sayang kamu lagi ngapain.." suara seorang wanita paruh baya yang sepertinya baru tiba di sana
"eh mamah, gak ada aku cuma lagi main main aja. mamah ngapain kesini" ujar gadis itu berusaha mengajak wanita yang dipanggil nya mamah menjauh dari sana.
dua bodyguard nya membawa yudi keluar lewat pintu belakang seolah tahu kode tangan yang diberikan gadis itu
"papah mana?? mamah kesini nyariin dia, kamu udah makan belom nih anak baiknya mamah" tanyanya begitu perhatian dan lembut
__ADS_1
"ow papah tadi lagi di atas mah ada temannya tadi mungkin sebentar lagi turun. belum sih mah, mamah masakin nanda dong nasi goreng" ujar nanda sambil memeluk pinggang mamahnya. dan langsung mendapat anggukan dari wanita itu
ia adalah anak tiri dari mamahnya langit yang sudah menikah lagi. ya, bisa dibilang adik tiri langit dia merasa kehilangan sesuatu karena langit memindahkan vanilla ke sekolah lain itu cukup membuatnya memiliki dendam dengan langit dan memanfaatkan yudi untuk menyakiti kakak tirinya itu.