SESAK

SESAK
episode delapan belas


__ADS_3

..."senja memang tak seindah pelangi namun setidaknya senja selalu berjanji akan kembali esok hari."...


___________


"la.. gw kangen, lho bisa kesini gak" samar samar suara baskara terdengar begitu lemah dari sebrang panggilan telpon


"baskara lho dimana sekarang?" tanya vanilla dengan rasa khawatirnya karena nada suara itu sangat lain dari biasanya


"di pantai tempat biasa"


panggilan di tutup sepihak baskara yang mengakhirinya, entah mengapa laki laki itu langsung merindukan vanilla hati nya menginginkan kehadiran wanita yang kini berstatus sebagai pacarnya.


vanilla sebenarnya merasa takut menemui baskara sebab kejadian yang ica dan teman temannya lakukan di aula. namun dengan keadaan baskara yang seperti ini akan sangat buruk jika iya mengakhirinya pasti pria itu sedang mengalami suatu keadaan yang sulit.


dengan hati yang bimbang vanilla berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua akan baik-baik saja. hatinya menjadi sedikit gusar rasa khawatir lebih mendominasi dari pada rasa takutnya terhadap peringatan yang ica katakan.


langit sudah tertidur pulas kedua orangtuanya pun satu jam yang lalu telah pergi dari sana dengan alasan ada urusan mendadak. dengan berat hati dan berjanji akan segera kembali vanilla perlahan menutup pintu kamar rawat langit nyaris tanpa suara.


__________


17:12


langkah kaki itu mengantarkan nya ke bibir pantai dimana terlihat seseorang yang menyingkir dari keramaian dengan pandangan yang terlempar jauh menatap laut didepannya.


tanpa meminta izin vanilla ikut melakukan hal yang sama. setelah hampir setengah jam keduanya hanya duduk terdiam namun itu saja sudah mampu memenangkan keduanya dari hati yang tadi begitu gelisah.


dapat vanilla lihat dikedua matanya masih tersisa jejak air mata yang belum sepenuhnya hilang. baskara menyadarkan kepalanya ke bahu kiri gadis yang kini bersamanya.


vanilla tak keberatan ia membiarkan baskara melakukan apa yang ia butuhkan. tangan vanilla perlahan memberi sentuhan halus ke surai hitam laki laki yang kini disampingnya.


hingga baskara merasa nyaman lalu kemudian mulai mau menceritakan lukanya dengan perlahan. entah bagaimana gadis disampingnya itu mampu membuat sosok lain dari dirinya merasa percaya untuk yakin menuangkan resah di hati yang sebelumnya hanya akan ia simpan sendiri.


vanilla berusaha menjadi pendengar yang baik dan mencoba memahami rasa sakit yang pria itu ungkapkan hingga tanpa ia sadari vanilla ikut menangis merasakan bagaimana sesaknya hati jika ia mengalami nya.


lelah dan setelah selesai bercerita kini mata mereka sama sama menikmati senja yang indah dengan pantulan cahaya di atas air pantai yang luas sambil memperhatikan perahu yang lalu lalang di ujung sana.

__ADS_1


"kasih tahu gw la.. biar bisa kuat kayak lho" ujar baskara


"cukup terima apapun terjadi dan terus berfikir kalo bakal ada bahagia setelah kesedihan yang lho rasain" ujar vanilla


"gw tahu lho kuat kok, lho pasti bisa lewatin masa sulit lho" ujar vanilla meyakinkan


"jangan pernah tinggalin gw ya la.." ujar baskara


belum ada jawaban atau suara yang baskara dapatkan.


"kenapa diem aja apa lho mau ninggalin gw, jawab la!" ujar baskara kini ia merubah posisinya menatap vanilla dengan cara pandang menuntut jawaban


vanilla berusaha setenang mungkin ia tahu kondisi emosional baskara sedang mudah jatuh ia tak ingin memperburuk keadaan laki laki itu


"gw gak kemana-mana bas gw bakal selalu ada kalo lo butuhin" ujar vanilla tersenyum berusaha meyakinkan


"lho juga la. gw harap mulai sekarang lho mau berbagi masalah lho ke gw. inget lho punya gw. gw gak mau lho mendem semua sendirian" ujar baskara tangannya mengelus lembut atas kepala gadis itu


"gw mau jadi buku diary buat lho la.. yang selalu tau tentang luka dan kesedihan lho" ujar baskara bersungguh sungguh


perlahan baskara menarik tubuh yang lebih kecil darinya masuk kedalam dekapan hangat milik pria itu. dapat vanilla rasakan kehangatan yang mengantar rasa nyaman serta tenang menyelimuti ke duanya seperti saling menyalurkan energi untuk menguatkan satu sama lain.


"bas.. lho suka cwe rambut panjang ya" ujar vanilla menengadahkan pandangan nya keatas untuk menatap pria itu


"hm.. kayak rambut lho"ujar baskara


"kalo rambut gw gak panjang lagi, lho masih tetep suka?" ujar vanilla kembali


"apapun yang ada di diri lho gw bakal suka van" ujar baskara lembut


setelah mendengar jawaban itu tak ada lagi pertanyaan dari vanilla. mereka kembali menikmati waktu bersama dengan tenang.


______________


disebuah rumah mewah dengan desain modern terlihat dua pasang suami istri sedang menikmati waktu santai didepan layar lebar yang hampir memenuhi satu sisi tembok ruangannya.

__ADS_1


ding dong...


tak butuh berulang bel dibunyikan asisten rumah tangga segera membuka pintu untuk tamu yang ada diluar.


"halo tante om..." ujar seorang gadis dengan memberikan satu bingkisan ditangannya


"wah apa nih??" ujar wanita yang menerimanya dengan senyum sumringah


"ini hadiah dari papah buat tante mereka kemarin baru pulang dari luar negeri jadi ga sempet kesini terus adel yang nganterin deh sekalian mau ketemu ica" ujar adel sambil cepika cepiki pipi kanan kiri wanita yang tak lain adalah adik dari papahnya itu


"papah kamu emang sibuknya gk pernah selsai" ujar ayah ica yang benar apa adanya


adel memang sering dan sedekat itu di keluarga ica bahkan tak jarang ia menginap hanya untuk menghabiskan waktu dengan sepupu nya ica di hari libur.


sama sama pintar dalam bidang akademik hingga nenek mereka meminta agar kedua cucunya tidak disekolah kan ditempat yang sama agar tak saling menjatuhkan memang sedikit berlebihan namun itu tidak bisa dibantah dan benar ica maupun adel menepati peringkat ke satu selalu di sekolahnya masing-masing.


di sela sela perbincangan terdengar suara amukan dari lantai dua. membuat ketiga mendadak khawatir terutama ayah ica sendiri yang begitu sigap segera berlari keatas untuk melihat keadaan putri satu-satunya


ica mengunci pintunya dari dalam dapat di dengar suara benda yang dibanting ke sana kemari olehnya


"sayang buka pintunya ica jangan gini kamu" ujar khawatir ayahnya


"ayah gak sayang ica lagi"


"ica buka pintunya ini gw adel ca" ujar adel


tak ada sahutan hanya ada suara benda yang bersuara akibat terbentur dengan lantai.


tak mau berlama-lama ayah ica memanggil penjaga rumahnya lewat panggilan telpon untuk meminta mendobrak pintu kamar tersebut.


kini pintu itu berhasil dibuka paksa ica nangis di atas kasurnya sedangkan kamar bernuansa pink itu terlihat sangat tabur berantakan oleh amukkan sang pemilik kamar.


ayah ica langsung memeluk putrinya itu begitu ketara khawatir.


"ayah ica mau tunangan sama baskara itu aja ica gak mau baskara diambil sama orang lain" ujar ica. itu sudah kesekian kali dihari ini ia memintanya

__ADS_1


"iya sayang ayah akan bicarakan soal ini ke ayahnya baskara, ica jangan nangis lagi ya apapun untuk putri ayah"


__ADS_2