SESAK

SESAK
episode delapan


__ADS_3

sehabis pulang dari sekolah vanilla benar benar tidak sempat beristirahat. gadis itu harus membereskan rumah lalu memasak beberapa menu makan malam yang di pinta ibu tirinya itu. ya, mereka sudah pulang satu jam setelah vanilla sampai dirumah


" sayang kok ga di makan?" tanya wanita paruh baya itu pada anaknya dian yang diam menutup rapat mulutnya.


"gak enak. sayurnya asin dian jadi gak selera makan!" ujar anak itu kemudian meninggalkan meja makan dan kedua orang tuanya.


"ga asin kok dek sayurnya" ujar vanilla sambil membawa piring yang berisi makanan miliknya


"lho ngomong gitu karena lho yang masaknya." ujar dia berlalu dengan menyenggol bahu vanilla sehingga piring yang di genggam nya jatuh tak sengaja kelantai


dian diam sesaat melihat vanilla memungut makanan yang telah tumpah karenanya. terbesit rasa ingin membantu namun itu tertutup oleh gengsi yang di telah melekat pada hatinya. vanilla sama sekali tak marah pada adiknya ia sudah terlalu terbiasa dengan sifat keras dian sehingga tidak lagi menyakiti hatinya.


______


20:20


langit malam itu terlihat terang dengan banyak taburan bintang di atas sana. suara riuh anak laki laki dan beberapa wanita terdengar meramaikan malam minggu itu di sebuah jalan. ter jajar dua motor sport yang lagaknya sebentar lagi akan melesat menentukan pemenang.


"lho yakin bas mau ikutan, lho klo lagi ada masalah cerita." ujar yudha pada sahabat itu tanpa di beritahu pun ia sudah tahu dari mimik wajahnya yang tak bersahabat.


"udah lho teneng aja. gw cuma lagi pingin seneng seneng" baskara memakai helmnya


ya memang baru baru ini baskara yudha dan juga rio ikut masuk dalam sebuh gang motor. sebenarnya tadi dia sama sekali tidak memiliki niat untuk ikut balapan hanya saja orang yang seharusnya diposisi dia atau ketua gang motornya sedang mendadak tidak dapat hadir. dengan kondisi emosi yang perlu di luapkan juga baskara ingin menguji keberuntungan dari sana dengan menjadi pengganti.

__ADS_1


disampingnya sudah ada seorang pria mengenakan Hoodie hitam lengkap dengan helm di atas kepala juga naik ke motor sport hitam sempat melirik ke arahnya sesaat. sebelum kemudian seorang wanita seksi didepan mereka berjalan lengak lengok dengan bendera ditangan kanannya lalu memberi aba aba untuk bersiap karena sebentar lagi itu akan segera dimulai.


pada hitungan ke satu langit sempat menengok ke samping kirinya lalu kemudian kembali menatap ke depan. ya, lawan baskara adalah langit kakak laki laki wanita yang sedang ia cintai. tapi sepertinya baskara yang belum mengenal siapa kakak laki-laki wanitanya itu d dn ia juga belum mengetahui bahwa ia adalah lawan balapnya malam ini. begitu pun sebaliknya.


hitungan kedua.. bendera yang terangkat itu ter kibar lurus ke atas. tatapan keduanya sangat tajam ke depan suara geberan motor mereka saling sahut menyahut. lalu tepat di kehituangan ketiga bendera itu terhempas keatas diiringi oleh dua motor yang melesat dengan cepat di jalanan mulus malam ini. tanpa satupun menyadari dengan tangan yang terlipat di dada seulas senyum seseorng mengandung arti berbeda terukir di sana.


"wih da itu baskara dikit lagi nyalip. gila jago juga tu bocah" ujar rio begitu antusias berbicara pada yudha yang padahl juga melihat apa yang ia lihat.


suara riuh serta tepuk tangan terdengar amat ramai di sana. kedua posisi motor itu tak jauh jaraknya sedikit mengejutkan bagi langit dia mengetahui bahwa lawannya itu yang baru terlihat pertama kali di tempat yang biasa untuknya namun mampu hampir menyetarakan dirinya. lalu setelah beberapa menit mereka bertarung sepanjang jalan keduanya sedikit lagi sampai pada garis yang di tentukan dua motor itu nyaris bersama mencapai garis.


namun naas motor langit tak tahu mengapa langsung labas menerjang dan menabrak ujung jalan tak terkendali seperti terjadi sesuatu yang langit pun menyadarinya hingga ia dan motornya terpental beberapa kali lalu berakhir tergeletak tak berdaya di sana.


samar samar langit mendengar suara riuh tadi berubah berteriak ntah apa yang mereka katakan. ia tak tahu apa yang dirasakannya lagi tubuhnya tak dapat ia gerakkan ia hanya melihat ramai langkah kaki yang mendekat kearahnya. sesuatu menahan kedua kaki ingin rasanya ia bersuara namun perlahan kesadarannya hilang.


"bagus."ujar seseorng dari dalam telpon.


suara sirene memecah jalan yang ramai itu. baskara masih shock atas apa yang baru dilihatnya kejadian itu sangat cepat dan tak terduga. walaupun ini sama sekali tidak ada kesalahan darinya tetap saja ia merasa takut bagaimana tidak melihat orang yang tak berdaya dan bersumpah darah tepat didepan matanya padahal beberapa menit sebelumnya orang itu tengah bersejajar dengan dirinya.


__________


22:00


vanilla gadis itu baru selsai mencuci wajahnya kemudian bersiap untuk pergi tidur

__ADS_1


namun tiba-tiba ia mendapat sebuah panggilan masuk yang di sana tertera nama kak langit. segera ia menggeser tombol hijau ke atas dan menempelkan benda pipih itu ke telinga.


"hallo ?"


"kak langit ?" ujar gadis itu lagi.


"van ini gw yudi, langit dia sekarang lagi dirumah sakit." jelas yudi dengan tanpa basa basi langsung ke inti.


"apa. kak langit kenapa!" ujar vanilla seketika gadis itu berdiri dengan jantung yang berdegup kencang.


"nanti lho gw jemput kesini. lho siap siap aja"


kemudian panggilan itu di tutup. vanilla menangis ketakutan pikirannya nyalang ke sana kemari dia tengah begitu khawatir.


bersamaan dengan itu ayah vanilla dan langit sudah mendapat telpon dari pihak rumah sakit orang tua itu bergegas dengan diikuti istri dan anaknya segera hendak pergi ke rumah sakit.


"ayah tunggu vanilla mau ikut.."


sambil menangis gadis itu menghampiri mereka yang mulai memasuki mobil. pintu yang hampir diraihnya segera mereka tutup dengan kencang sayang mobil itu segera berlalu tanpanya entah mereka mendengar atau sengaja tak mendengar. vanilla jatuh ke tanah dengan tangisan yang tak henti-hentinya ia tak mampu lagi mengejar mobil yang semakin cepat menjauh. meninggalkannya seorang diri di sana dengan rasa khawatir.


yudi yang telah hampir sampai itu dapat melihat gadis yang akan dibawanya menangis terduduk sendiri lalu ia semakin mempercepat kendaraannya. sangat menyedihkan vanilla malam ini dimata yudi dengan perlahan ia membantu vanilla berdiri. dia tahu bahwa mobil yang tadi adalah ayahnya dan mungkin gadis itu tak diperbolehkan ikut serta dengan mereka.


"van lho sabar ya lho harus kuat. ayok kita ke rumah sakit sekarang." ujar yudi kembali naik ke atas motornya bersama vanilla

__ADS_1


"maaf" ucapnya dalam hati


__ADS_2