SESAK

SESAK
episode dua puluh


__ADS_3

..."jika janji hanya untuk penenang maka katakan saja pahitnya kau tidak perlu menunda sakit yang pada akhirnya akan sampai juga"...


"kalian denger gak saya ngomong!" ujar guru perempuan itu yang kesal sendiri karena tak ada respon apa apa dari siswanya


"iya bu.." ujar bersama keduanya


"sekarang kalian berdiri ditengah lapangan hormat ke bendera sampe pelajaran ke dua selsai" final dari kepala sekolah


tanpa menjawab keduanya keluar dengan lesu dari ruangan menuju lapangan untuk menjalankan hukuman yang diberikan dengan membuat jarak diantara mereka.


_______________


setelah menjalankan hukuman kini baskara berdiam diri di rooftop sekolah tidak ada yuda atau rio di sana yang biasa menemaninya. seorang gadis yang berdiri tak jauh dari tempat duduknya entah baskara menyadari atau tidak mereka hanya saling diam untuk beberapa waktu.


"ngapain disitu, sini aja duduk samping gw" ujar baskara buka suara tanpa melihat kearah vanilla.


vanilla merasa bahwa yang dikatakan baskara adalah dirinya sebab tidak ada siapapun di sana dengan ragu ragu namun tetap semakin melangkah mendekat kini gadis itu berdiri tepat di samping baskara.


dapat di lihat ada satu kain yang belum basah dengan wadah berisi air es itu yang hanya didiamkan saja. vanilla ingat tadi yuda yang membawanya mungkin pria itu yang memberikannya untuk baskara agar dapat mengobati memar memarnya.


"maaf.." kini gadis itu tertunduk matanya sudah dibanjiri oleh cairan bening dari rasa bersalahnya.


tiba tiba tangan nya di tarik lembut oleh baskara menuntun agar ikut duduk disebelahnya bukan hanya sekedar duduk, baskara juga menarik tubuh itu masuk kedalam dekapan hangat milik nya


"jangan nangis, maafin gw laa.. gw cuma gak terima lho diganggu siapapun karena gw sayang sama lho" ujar baskara dapat ia rasakan isak kan gadis itu bukannya mereda malah semakin menjadi.


"hei.. udah jangan nangis ya, gw gak mau lho sakit" ujar baskara kini ia menakup wajah imut vanilla dengan kedua tangannya.


"jangan berantem lagi bas gw gak suka tau gak"ujar vanilla dengan satu dua isa kan yang keluar sambil memberi pukulan kecil ke dada baskara. laki laki itu hanya tersenyum menanggapi


percayalah baskara justru merasa gemas melihat wajah dengan hidung memerah nya vanilla.

__ADS_1


"iya iya gw minta maaf ya udah bikin lho nangis" ujar baskara kini ia memegang salah satu tangan vanilla yang tadi bebas memukul dadanya.


"sini aku obat in.." ujar vanilla mengambil handuk dan air dingin di samping mereka.


baskara tak menolak, ia membiarkan gadis didepannya itu membersihkan luka luka yang ada di wajah serta bagian tubuhnya yang lain.


gadis itu sangat telaten dan lembut mengobati nya.


matanya tak pernah lepas memperhatikan wajah cantik vanilla, bibir manis berbulu mata lentik semua yang ada di diri gadis itu membuat seorang baskara candu. tak bisa berbohong baskara benar benar menyayangi gadis itu.


saat sedang fokus mengobati dan sedikit lagi selesai vanilla yang tengah lengah tiba tiba terdiam. bagaimana tidak, baskara mencuri cium di pipi kanannya secara mendadak lalu pria itu beranjak menjauh meninggalkan vanilla yang masih membeku.


jantung gadis itu berdegup lebih cepat sebab untuk pertama kalinya ia merasa sebuah ciuman di wajah dan itu berasal dari seorang pria. ya, baskara pelakunya itu juga untuk pertama kali bagi baskara mencium pipi seorang gadis.


jantung mereka sama sama berpacu entah apa yang terjadi dengan keduanya rasa yang berbeda dari biasanya.


"hmm agak panas ya cuacanya" ujar baskara seolah sedang memperhatikan sekelilingnya.


"eh iya sayang.." ujar baskara justru ia menelentangkan kedua tangannya seolah siap menerima pelukan


bukannya menerima pelukan kini baskara justru menerima pukulan bertubi-tubi dari tangan vanilla di dadanya. tak kuat menahan baskara kini berusaha menghindar dari harimau betina yang tengah mengamuk padanya akhirnya mereka saling kejar kejaran di atas sana.


dua orang yang tadinya berniat menemui baskara seperti nya mengurungkan niat ketika melihat mereka berdua.


"kayaknya kita seharusnya ga disini yud


udah gw bilang kan kek kantin aja" ujar rio mereka melihat bagaimana sahabat nya itu mencium pipi vanilla dan berakhir saling kejar-kejaran.


"iya ***, kirain bakal liat orang berantem malah liat orang ngebucin. kotor in mata jomblo kita aja" ujar yudha


keduanya melakukan putar balik kanan secara bersamaan lalu berjalan seperti robot tanpa menoleh lagi kebelakang.

__ADS_1


______________


dikamar yang gelap hanya ada cahaya yang berasal dari satu jendela sebagai penerang nya. terduduk di atas kursi roda, langit menatap kedua ujung jari kakinya tanpa suara. perban di kepala masih belum terlepas dari sana pergerakan pun dibatasi langit merasa muak dengan keadaannya saat ini.


setelah ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit tadi pagi langit sama sekali belum keluar dari kamarnya. tak ada yang bisa ia lakukan selain berjalan dengan bantuan kursi rodanya itupun hanya disekitaran kamarnya saja.


untuk pertama kalinya langit merasa tak berguna dan lemah. jangan tanya kemana orang tuanya karena mereka hanya akan kembali saat waktu malam hari. setelah tadi pagi mereka menjemput lalu mengantarkan langit untuk pulang ke rumah ayah serta istrinya itu langsung pergi lagi dengan segala kesibukan mereka.


suara pintu kamarnya dibuka, langit sama sekali tak menoleh untuk melihat siapa yang datang. saklar lampu kamar tiba tiba dihidupkan baru mata gadis itu dapat menemukan keberadaan kakaknya


"kak langit.." terdengar suara yang seharian ini langit tunggu, vanilla ia langsung pulang kerumahnya setelah pulang sekolah


"ini vanilla bawain makan buat kak langit" ujar vanilla namun tak ada respon apapun dari pria itu.


"obatnya jangan lupa diminum yah kak aku taro sini, vanilla ke kamar ganti baju dulu" ujar vanilla


"hmm" hampir tak terdengar


setelah suara pintu itu ditutup kembali langit memutar posisinya. ada rasa takut ditinggalkan namun rasanya sangat aneh jika ia mengatakan nya.


ding dong..


bell rumah berbunyi vanilla yang tadi nya sedang sibuk di dapur segera bergegas membukakan pintu rumahnya.


"kak yudi masuk kak, kak langit udah pulang tadi pagi dia ada di kamarnya langsung aja.." ujar vanilla seolah tahu maksud kedatangan teman kakaknya itu


"iya van.." ujar yudi kemudian langsung ke arah kamar langit karena memang ia sudah biasa main ke rumah langit sebelumnya.


setelah menutup kembali pintu rumah nya


vanilla kembali melanjutkan pekerjaan rumah yang sempat tertinggal sebentar olehnya.

__ADS_1


sedangkan teman kakaknya itu sudah hilang dibalik pintu kamar langit.


__ADS_2