
langit menatap lamat ponselnya yang kini tergeletak dengan terdapat retak kan di sana nafas pria itu tak lagi sekencang tadi anggap saja emosinya sudah mulai menyurut dari dalam dirinya. satu bulir air matanya lolos begitu saja tanpa ada nya suara.
"maafin gw nyakitin lho lagi" ujar langit ia tertunduk amat dalam dengan air matanya yang diam diam semakin deras.
ya, ia menyesal meluapkan emosinya pada gadis itu yang sebenarnya sama sekali tak bersalah.
_________
seorang gadis yang duduk sendirian di bangku nya dengan tangan yang menggenggam benda pipih miliknya.
mata vanilla tak luput dari dua gambar sepasang manusia yang saling memakai kan cincin di sana.
tak bisa berbohong rasanya menyesakkan dada. namun vanilla berusaha untuk sadar ica jauh lebih pantas bersanding dengan baskara apa lagi ia lihat di sana bukan hanya mereka berdua melainkan sudah dua keluarga yang mendukung mereka akan sangat sulit bagi vanilla memiliki apa yang ia inginkan.
berbagi komentar mendukung dan ucapan selamat vanilla juga membacanya bahkan hampir semua orang yang ia kenal disekolah nya semua sangat senang. ia, hanya ia yang merasa terluka melihat itu.
tiba tiba ponselnya dirampas lalu dimatikan oleh seseorang yang sepertinya baru datang.
"selamat ya, gw ikut seneng" ujar vanilla tak lupa dengan senyumnya seolah hatinya tak terjadi apa apa
"gw bisa jelas van..lho gk perlu mikirin dan liat soal ini untuk sekarang. percaya yah sama gw" ujar baskara mengambil duduk di samping vanilla.
"jadi gini vanilla, gw sama baskara sekarang udah tunangan." ujar ica yang baru masuk kedalam kelas mereka.
"iya ca selamat ya, yasudah gw keluar dulu ada perlu.." ujar ica ia beranjak dari sana
"van dengerin dulu gw" ujar baskara hendak mengejar vanilla namun tangan ica yang sedari tadi memegang nya menahan pergerakan baskara.
"ca lho bisa gk jangan egois, lepas !" ujar baskara
tangan yang melingkar itu mengendur dari sana meski dengan rasa kesal dan tak iklas ica membiarkan baskara pergi menyusul vanilla. setelah tubuh pria yang sangat ia cintai itu benar-benar hilang dari balik pintu ica menghentak hentakkan kakinya ke lantai dengan rasa marahnya.
dengan gerakan grasak grusuk ica menghubungi seseorang dari ponselnya.
__ADS_1
_________
kini mereka di atas rooftop sekolah setelah penolak kan berulang kali dari vanilla akhirnya baskara berhasil membawa gadis itu ke sana untuk sekedar menghindar dari keramaian.
baskara merasa perlu berbicara dengan vanilla ia hanya tak ingin gadis itu berfikir semua yang terjadi adalah keinginannya karena sama sekali baskara tak pernah memiliki rasa pada siapapun selain gadis yang ada didepannya itu namun sekali lagi keadaan lah yang terus memaksanya.
"udah bas, gw gk mau ngerebut apa yang udah jadi milik orang lain meski kenyataan nya punya gw yang direbut. tapi gw cukup sadar diri" ujar vanilla
"gw sayangnya sama lho laa keadaan yang ngejebak gw. gw gak bisa nolak untuk saat ini kasih gw waktu buat cari jalannya." ujar sungguh sungguh baskara. kedua tangannya menakup tubuh gadis yang lebih kecil darinya.
"kenapa lho gk bisa nolak bas.." tanya vanilla mata gadis itu sudah mulai berair
"arggghhh" baskara menendang kursi yang memang ada di sana
"gw sayang sama lho gw gak mau sampe ada yang nyakitin lho!" ujar baskara
"tapi lho sendiri yang nyakitin gw" baskara hanya diam ia merasa dirinya memang jahat
"udah baskara, gw iklasin lho. mulai sekarang kita udahan ya" ujar vanilla sambil menghapus sisa air mata di pipinya.
dirinya hanya akan semakin melukai vanilla.
_______
hari ini sekolah mereka akan ikut serta dalam lomba non akademik antar sekolah ica dan teman teman termasuk vanilla mewakili sekolah mereka. berbagai dukungan diberikan oleh teman teman mereka dari sekolah yang sama.
banyak harapan yang di letakkan dipundak mereka berlima dengan mengenakkan kostum dance kelimanya tampak begitu cantik.
"bas gimana ica udah cantik kan?"ujar ica
sedangkan mata laki laki itu tengah menatap ke seorang gadis yang tengah duduk di sana.
pandang mereka bertemu untuk beberapa detik vanilla ikut menatap kedalam mata mantannya itu lalu ponselnya berdering mengalihkan pandangan itu ke layar hidup dari beda pipih itu.
__ADS_1
setelah menggeser icon hijau ia meletakkan nya ke telinga untuk mendengar suara dari sebarang sana. kondisi yang ramai membuat vanilla memilih bergeser sedikit untuk mengurangi kebisingan.
"haloo?" ujar vanilla beberapa kali setelah ia menutup sedikit pintu toilet
"hai van masih inget gw?" terdengar suara seseorang dari seberang ponselnya
vanilla merasa tak asing dengan suara itu pikirannya mulai mengingat dimana dan bagaimana ia mendengar suara itu.
entah kenapa tubuhnya bergetar ia tak dapat mengeluarkan suara untuk membalas ucapan dari seseorang di sana.
"santai santai gak usah tegang gitu. gw cuma kangen aja maen maen sama lho" vanilla membuang ponselnya kelantai. ingatan pembullyan pada dirinya membuatnya mendadak panik dan cemas padahal ia hanya mendengarkan suaranya saja.
gubrakkkkk!
pintu toilet itu tiba tiba ditutup semakin rapat membuat vanilla terperanjat kaget sendirian.
ia berusaha membuka pintu itu kembali namun rupanya dia telah terkunci dari luar
lampu toilet itu yang tadinya hidup juga dimatikan dengan sengaja.
berkali-kali vanilla meminta tolong untuk di bukakan namun tak ada suara siapa pun di sana selain suara riuh dari luar tempat acara yang sepertinya sudah akan di mulai.
vanilla berusaha menghubungi nomor teman temannya namun nihil mereka tak ada yang mengangkat panggilannya. ia tak mungkin menghubungi baskara untuk meminta bantuan dan tak mungkin juga ia meminta tolong pada kakaknya langit yang untuk berjalan pun pria itu tidak mampu.
vanilla hanya meringkuk memeluk lututnya dengan rasa takut yang semakin menjadi sesek di dadanya juga muncul lagi ia merasakan rasa ketakutan yang amat sangat.
ponselnya berdering panggilan masuk dari nomor yang berbeda lagi
"kasian awas ada tikus di situ ahahaha" ujar suara yang sama.
membuat vanilla berteriak sendirian menutup telinga dan sesekali ada pukulan di kepala yang cukup keras dari tangannya sendiri.
matanya sudah sangat basah sesek didada membuatnya sulit bernafas tubuhnya semakin bergetar ketakutan sedang suara itu masih saja menertawakan nya
__ADS_1
"dengerin gw lho itu cuma sampah vanilla!!"
vanilla menyelupkan ponselnya ke air yang ada di sana berkali kali dengan teriakan teriakannya meminta untuk berhenti.