SESAK

SESAK
episode lima belas


__ADS_3

"hm iyasudah kalo gitu kamu tidur aja dulu. nanti gw bangunin" ujar yudi yang kini mengambil duduk di kursi sofa di sisi kiri ruangan itu.


perlahan mata vanilla terpejam sedikit merasa nyaman dengan bau khas tubuh langit di dekatnya. memang kebiasaan vanilla saat kecil ia akan cepat tertidur jika di dekat langit.


__________


pagi pagi buta kini ketiganya telah terbangun sekitar setengah jam yang lalu. ya, yudi ikut tertidur di ruang langit malam itu ia hanya keluar sebentar karena membeli makanan untuk vanilla dan dirinya di tengah malam.


"lho bawa apa di situ" ujar langit dengan matanya yang mengarah ke plastik di samping tempat duduk vanilla


"itu kemarin bubur kesukaan kak langit, cuma keknya udah ga enak lagi. tapi susu sama rotinya masih bagus kok" ujar vanilla mengambil sekotak susu dan satu roti dari sana.


"gw mau buburnya" ujar langit


"tapi keknya udah gak bagus lagi kak. yang ada lho bisa sakit perut" jelas vanilla


"lho budeq ya gw mau bubur itu bukan roti" ujar langit


"kalo lho maunya bubur. gw beliin baru aja keknya udah buka juga" tawar vanilla, gadis itu hanya takut keadaan langit akan semakin turun.


"gak!" ujar langit menyambar bubur dari tangan vanilla yang hendak di bawa pergi gadis itu dari sana


dengan lahap langit memakan bubur yang sudah lama dingin tersebut. dia menikmatinya, ia hanya menghargai usaha vanilla karena yakin gadis itu membelinya dengan uang sakunya sendiri atau bahkan sampai menukar jatah makan siangnya agar dapat membeli makanan itu.


vanilla hanya menunduk ia merasa senang melihat langi mau makan namun sekaligus merasa khawatir jika itu sampai mempengaruhi kesehatan kakaknya.


"buburnya masih bagus cuma karena gak panas aja" ujar langit menyodorkan wadah yang hampir kosong itu ke vanilla.


"lho gak sekolah?" tanya langit


"ini hari Minggu" sahut yudi, kemudian langit manggut-manggut mendengar nya


"hmm oya kak nanti gw izin ke sekolah ya, ada kegiatan soalnya gw ikut jadi salah satunya" ujar vanilla dengan hati hati


"iya udah lho jalan aja"ujar langit.


ting...


bunyi notifikasi ponsel vanilla dari dalam tas nya. memang dari semalam gadis itu sama sekali tak membuka ponselnya. deretan spam seseorang langsung menyapa mata indahnya dari layar ponsel yang kini sudah menyala


06:30


"pagi pacar..." pesan terakhir dari 112 deret pesan yang masuk sepertinya dari kemarin.

__ADS_1


^^^06:31^^^


^^^"pagi juga baskara"^^^


06:31


"huf.. untung sayang, kemana aja semalem ga bales chat gw"


^^^06:32^^^


^^^"hehe maaf ya bas gw semalem emang gak pegang ponsel jadi gak tahu"^^^


06:33


"yasudah gak papa, lho udah makan?"


"apa mau gw anterin makan?"


"gw ke rumah lho yah"


^^^06:34^^^


^^^"gw udah makan kok, lho sendiri?"^^^


06:34


"ehemm..chat sypa senyum senyum lho kek orang gila aja" tanya langit tiba-tiba


"ha iya.. ini kak temen sekelas gw" ujar vanilla agak kaku karena ia lupa sedang berada di dekat langit.


^^^06:36^^^


^^^"baskara udah dulu ya, bye" ujar vanilla tanpa menunggu balasan dari pria diseberang sana.^^^


_________


di aula sekolah


sudah 3 jam berlalu dengan selingan sekali istirahat itu sungguh menguras tenaga gadis yang kini tengah berkeringat ia berusaha mengejar gerakan teman temannya yang sudah lebih dulu tahu.


bahkan ini baru latihan kedua nya dan ia dituntut harus menguasai semua gerakan.


"lho bisa bener gak sih dari tadi lho salah mulu!" bentak sari karena gerakan yang terus diulang ulang hanya sebab kesalahan vanilla

__ADS_1


"udah udah latihannya ibu rasa cukup kali ini, vanilla kamu ibu harap dirumah sering sering latihan yah. kasian temen temen kamu yang udah berjuang jadi harus mengulang ulang gerakan yang sama" nasihat guru yang membimbing mereka lalu kemudian ia meninggalkan tempat dan hilang dibalik pintu.


vanilla hanya tertunduk ia ingin mengundurkan diri namun sudah terlambat farmasi dance sudah dibentuk dan gadis itu tak ingin mempersulit yang lain jika iya mengundurkan diri maka otomatis semua akan diulang dari awal. kini vanilla hanya berusaha semaksimal mungkin meskipun dia sedikit ragu dengan dirinya sendiri karena waktu perlombaannya yang sangat dekat.


vanilla mengambil duduk dilantai setelah tak terdengar lagi suara langkah guru mereka. sama dengan yang lainnya dengan nafas yang masih sedikit terengah tiba tiba seseorng berdiri perlahan mendekat vanilla mendongak untuk lihat lalu mengejutkan air dingin dari botol minuman itu tertuang begitu saja tepat di wajah lalu perlahan rata ikut menguyur bagian tubuhnya yang lain.


"sari lho ngapain!" ujat vanilla tak terima dengan refleks berdiri


"itu hukuman karena lho menghambat kita semua" ujar ica dengan santai


"dan ini juga buat lho" ujar ica sambil menuang minuman coklat miliknya


"karena lho udah rebut sesuatu yang seharusnya punya gw" lanjutnya


"maksud lho apa?" vanilla berdiri ia tak trima dengan tindak kan mereka padanya


"lho pura pura gak tau apa gimna sebelum lho pindah kesini semua orang udah tau kalo ica suka sama baskara dan dengan gak ada otaknya lho pacaran sama orang yang udah baik sama lho" jelas tarisa


"sumpah.. gw gw gak tahu soal itu" ujar vanilla


"alah sok drama lho. muka polos tapi hatinya busuk punya temen sendiri aja lho rebut" ujar sari


ica menenangkan teman temannya agar menjauh dari gadis yang kini sudah terlihat berantakan. sembari dengan memberi kode jari telunjuk ke bibir nya sendiri. kini ia berada tepat di hadapan vanilla


"gw mau lho putusin baskara secepatnya" ujarnya sambil mengangkat dagu vanilla


"gw bakal putusin dia kalo dia emang sukanya sama lho" ujar vanilla


"lho ngelawan yah" ujar sari mendorong tubuh vanilla hingga ia harus mundur beberapa langkah


"suttttttt" ujar ica lalu kedua temannya langsung memegangi kedua tangan vanilla.


kini ia tak mampu banyak bergerak lagi tenaga nya kalah dengan dua orang yang mengunci pergerakan nya. beberapa deretan pembullyan ia disekolah nya yang lalu melintas membuat tubuh nya berkeringat dan bergetar.


"kenapa?"


"lho trauma di bully"


"gw denger denger lho pindah sekolah karena itu kan"percayalah wajah vanilla begitu ketara ketakutan


"gak papa kalo lho ga mau nurut. tapi lho harus siap jadi langganan bullyan kita" ujar ica yang berhasil membuat gadis didepannya menangis


"utu utu kasian banget sih" ujar sari

__ADS_1


" enaknya untuk perkenalkan kita apa in yah" ujar ica terlihat mereka tengah menimang


"ok gw punya ide keknya cocok buat dia" ujar ica


__ADS_2