SESAK

SESAK
episode dua puluh tiga


__ADS_3

..."esok bagiamana, apakah waktunya masih lama.. ayolah aku sudah tidak tertarik lagi untuk hidup jadi percuma saja aku tidak menikmati nya."...


___________


"bener bener ya tu anak, gara gara dia sekolah kita makin kecil kemungkinan menangnya"


"iya, kasihan sama yang lain udah latihan cape cape eh dirusak karena satu orang"


"kalo gak niat ngapain sih dia ikutan"


berbagai macam ujaran teman sekolah yang hadir di sana mengungkapkan rasa kesalnya terdengar. kini penampilan dari sekolah mereka harus berakhir dengan kekecewaan karena ada beberapa bagian yang memang membutuhkan kehadiran vanilla dan untuk merubahnya itu sangat mendadak.


seseorang pria yang bersandar dengan santai di salah satu kursi itu tersenyum kearah ica lalu ibu jarinya terangkat memberikan satu kode yang hanya mereka yang tahu.


_________


acara itu sudah setengah jam yang lalu berakhir hampir keseluruhan yang hadir sudah pergi dari sana. ica dan teman temannya hanya masuk dalam juara harapan 2 dan membawa pulang rasa kecewa dalam hati mereka yang hadir di sana.


"makasih bas, lho mau mampir dulu gk?" tanya ica ketika keduanya kini sudah sampai didepan halaman ica


"ga ca, gw mau ke rumah rio dulu" ujar baskara.


"oh oke hati hati" ujar ica sambil tersenyum


laki laki itu bahkan tak sempat turun dari motor sport nya kemudian langsung bergegas meninggalkan kediaman ica.


setelah sedikit jauh dari kediaman ica baskara menepi ke pinggir jalan.

__ADS_1


"astaga van.. lho dimana" ujar resah baskara dari tadi ia ingin mencari vanilla namun tadinya ica masih bersamanya


"kenapa nomornya ga aktif gini sih, apa gw balik ke tempat tadi aja" ujar baskara sendiri


handphone nya berdering namun bukan panggilan dari seseorang yang sedang di carinya.


"gimana yud?" ujar dengan penuh harap darinya, ya baskara sempat mengirim pesan pada yudha agar mencari tahu keberadaan vanilla.


"gw sama rio udah nanya anak anak yang lain cuma meraka pada gk tahu gw tadi juga sempet nanya sama satpam rumahnya katanya dia belom pulang juga bas" jelas yudha sesuai apa adanya


"yasudah da gw mau balik ketempat lomba lagi aja" ujar baskara


baskara kembali mengangkat standar motornya yang tadi ia turunkan, tubuh lelah seharian itu tak ia pedulikan ada filing yang begitu kuat yang dia rasakan membuat baskara tak mampu diam.


dengan kecepatan di atas rata-rata dan semakin menyentuh angka diatasnya baskara berharap setidaknya dia bisa melihat keberadaan vanilla meski tak mampu mendekatinya.


________


langkah kaki seseorang masuk di tempat yang tak sepantasnya ia di sana karena diluar sudah terpampang jelas toilet wanita, namun dengan keadaan yang sudah sepi dan memiliki keperluan sebab hanya itu satu satu tempat yang belum terjamah.


saklar lampu yang padam itu ia hidupkan memudahkan langkahnya untuk melihat keberadaan seseorang yang di carinya. ia yakin tak ada siapapun lagi di sana sebab tempat itu sudah ditinggal pergi oleh banyaknya orang tadi. satu persatu semua pintu dibukanya namun nihil tidak ditemukan apapun olehnya.


tapi ada satu yang cukup mencurigakan sebuah pintu toilet dengan tanda rusak tertulis di kertas tertempel itu sedikit terlihat dari sela sela bawah di lantainya basah. tangan itu dengan segera meraih handle pintu kamar mandi yang bahkan masih terlihat sama bagusnya dengan yang lain itu terkunci namun kuncinya terlihat di sudut tempat tak jauh di sana dengan gerakan cepat dan yakin pria itu segera membukakan pintu


"astaga vanilla, lho bertahan ya lho harus kuat" ujar yudhi sambil berjongkok ia mengangkat tubuh vanilla yang sudah basah itu dengan mudah di tangannya.


yudhi dengan sedikit berlari keluar dari sana dengan tubuh yang sangat terlihat lemah bahkan nafas yang keluar dari hidungnya pun begitu sedikit ia rasakan dengan jarinya.

__ADS_1


langit dia yang meminta bantuan yudhi untuk mencari keberadaan vanilla setelah dirumahnya ia sempat melihat dua anak laki laki seumuran adiknya itu berbincang pada satpam rumahnya setelah dua orang tadi pergi langit bertanya lewat panggilan ponsel dan bahwa ternyata kedua orang tadi menanyakan keberadaan adiknya vanilla.


itu membuat hati langit gelisah dan khawatir bersamaan. namun dengan keadaannya yang seperti sekarang ia hanya bisa meminta bantuan orang lain untuk mencari keberadaan vanilla.


"vanilla kenapa!" ujar baskara dengan nada sedikit tinggi, ia baru tiba lagi di sana sedikit lama karena jarang yang cukup memakan banyak waktu padahal ia sudah berusaha secepat mungkin.


"lho gak usah banyak tanya cari mobil buat bawa dia ke rumah sakit sekarang!" ujar kalut yudhi.


dengan mudah baskara mendapatkan tebengan mobil dari orang lain, segera ketiganya masuk meninggalkan begitu sama Motor mereka di sana karena yang dipikirkan oleh mereka yaitu keselamatan vanilla. kebetulan jarang rumah sakit tidak terlalu jauh dari sana hanya butuh waktu beberapa menit.


wajah vanilla begitu nampak pucat pasi entah sudah berapa lama ia tak sadar kan diri sendirian ditempat yang begitu gelap dan pengap. setelah mobil itu tiba ternyata pihak rumah sakit sudah menunggu di depan karena yudi sempat menghubungi temannya yang berkerja di sana memberi tahu bawa ia sedang diperjalanan menuju rumah sakit dengan membawa orang yang membutuhkan bantuan.


"laa maafin gw lho harus kuat laa bertahan.." ujar baskara, air matanya menetes begitu saja menggambarkan betapa khawatir nya pria itu


baskara terpaksa melepaskan genggaman tangan itu Karena vanilla segera diambil alih oleh dokter dan suster yang menyambut mereka.


langkah mereka langsung mengarah ke ruang UGD namun terhenti hanya di batas depan pintu aja. setelah merasa lelah berdiri baskara berjalan ikut mengambil duduk di samping yudi yang sedang tertunduk dari tadi dengan ponsel ditangannya.


"lho nemuin vanilla dimana?" tanya baskara dengan suara pelan


"dia dikunci dikamar mandi mungkin udah lama dia di sana." baskara yang mendengarnya merasa sesak di hati entah kenapa ia juga merasa terluka.


baskara terdiam sambil berfikir apakah ica yang melakukan nya namun gadis itu selalu bersamanya, lalu siapa yang melakukan itu.


berkali-kali dapat baskara rasakan getaran dari saku celananya itu yang terdapat benda pipih sepertinya ramai dari pesan maupun panggilan tapi baskara tak berniat sama sekali melihatnya.


sudah hampir setengah jam sedangkan belom ada dokter maupun sister yang keluar

__ADS_1


keduanya hanya memanjatkan doa di hati masing-masing agar seseorang yang didalam sana masih mau berjuang untuk dirinya sendiri.


__ADS_2