Si Gadis Cuek

Si Gadis Cuek
Si gadis cuek


__ADS_3

Terbebas dari cengkeraman iblis Kyo membuat Ara melakukan hal yang iya suka karna Ara sendiri sadar akan posisi nya bahwa dia bisa kapan saja jatuh pada cengkraman iblis haus darah itu.


Sudah Lima hari lama nya Kyo mencari Ara ke pelosok kota tapi tak ada informasi yang iya inginkan.gadis itu seperti di telah bumi Kyo yang frustasi tak menemukan nya sempat bersengketa dengan para petinggi militer untuk mengerahkan semua tim yang ada di bawah nya.


Sangat di sayangkan semua tak semulus dengan rencana nya, Kemarahan hanya itu yang ada di dalam diri nya.


Seperti hari ini Kyo berjalan ke arah ruangan petinggi militer untuk menemui salah satu petinggi.


*KREK


Pintu terbuka Kyo menarik nafas dan menghampiri gadis bohay yang tengah asik dengan dokumen itu" Rika ! bantu aku tolong suruh ayah mu meminjamkan kekuatan tim 9 untuk ku kumohon...!'


" HANYA KARNA GADIS KECIL SAMPAI MEMBUAT MU SEPERTI SEORANG PENGEMIS" RIKA MEMBENAHKAN KACAMATA TEBAL NYA ITU.


Kyo menatap geram wanita di hadapan nya dengan pandangan membunuh Kyo menarik rambut Rika" Selama ini aku selalu membantumu untuk mengerjakan semua bisnis gelap ku...ini balasan mu dasar anjing sialan" Kyo mengebrak meja sebuah vas bunga jatuh ke lantai.


" PRAK"


Pecahan beling berserakan di lantai Rika memunguti beling itu sampai tangan nya tergoles dan mengeluarkan darah.


" sakit" iya memegang dada nya.


" Kyo luka di tangan ku tak sesakit ucapan mu oada ku !!" iya memegang lengan nya tercium bau ancir dari ruangan itu.


" Jendral Rika" Sapa seorang pria.


" Ouh Leon, ada apa tak biasa nya kamu mengunjungi ku? bagaimana pekerjaan sebagai mata-mata mu itu?" Rika menatap pria yang cengegsan di hadapan nya itu.


" Ayolah jangan seperti itu itu cuma hal gampang ..!!'


Rika terkekeh pelan mendegar nya" Jadi ada urusan apa setan kecilku,?'


" Ummm !!! jadi gini aku butuh bantuan mu untuk menyelidiki sesuatu bolehkan?" Leon mendudukkan pantat nya di kursi kayu di pojokan ruangan.


Mereka pun berbincang cukup lama setelah mengerti Rika memberikan sebuah map pada Leon dengan tampang sumbringah Leon pergi dari ruangan itu.

__ADS_1


* PUSAT PEMBELANJAAN *


Hari ini adalah hari ke tujuh belas tahun Ara ulang tahun, hal itu membuat Rey menyewa segerombolan orang untuk melindungi adik tercinta nya.


Rey berjalan mendaki tangga rumah nya iya menatap heran pintu berwarna putih bertulisan


PUTRI KECIL KU di hadapan nya.


tanpa hitungan detik iya membuka pintu itu dan melihat bahwa adik nya tengah tertidur pulas wajah polos nya terhalang helaian poni sewarna darah itu.


" Ara bangun hei ... Ara ..." iya mengundang tubuh mungil itu


" EGHHH" merasa tergangu Ara perlahan membuka mata nya menampakan iris berwana Rubby.


"**KENAPA MENGANGU KU AKU INGIN TIDUR LAGI" Triak mengema di Mashion itu.


" Bangun cepat" iya menyered nya masuk kamar mandi.


BUARR


Rey tertawa terbahak-bahak melihat adik kecil nya basah kuyup akibat ulah nya, sudah lama iya tak menjahili adik kecil nya itu lumayan seru ucap batin Rey iya pergi tanpa rasa bersalah setelah membanting adik nya menuju bakmood.


Ara menatap pantulan diri nya di cermin lalu bertriak melihat wajah nya agak tergores benda tajam yang Rey bawa.


" KAKAK SIALAN KAU MERUSAK WAJAH KU KEMBALI KAUUU...'


Rey tertawa sambil menuruni tangga menuju ke meja makan" hahahaha .... adik ku yang lucu" iya mendudukkan pantat nya di salah satu kursi di sana.


" Apa kau menjahili adik ku lagi Rey?' Tanya Pria berwibawa di hadapan nya.


" Aku tak segaja ayah..."


" Jangan terlalu santai Rey. ingat hari ini adalah hari kematian orang itu dan juga hari dimana adik ku ulang tahun...!!!'


Pria itu berjalan menuju kursi di ruang tamu Rey berubah menjadi sedikit beremisi" Naluri bertarung nya akan muncul" iya mengepal kan kedua tangan nya.

__ADS_1


Kembali kepada Ara iya tengah asik berendam di dalam air panas yang telah di siap kan oleh para pelayan tanpa iya sadari tiba-tiba air itu berubah menjadi merah.


tembok pun berhias bercak darah membuat mata nya membulat iya menatap sekeliling nya menjadi warna darah.


" Kenapa ini ... bau ini bau darah?' iya mencium air di tangan nya.


" Semua nya menjadi merah darah?" Mata nya membulat ketakutan melihat pantulan dirinya di air wajah nya penuh dengan darah.


"HIKS-HIKS SAKIT


TOLONG AKU!


AKU TAKUT JANGAN TINGGAL KAN AKU?


KENAPA SEMUA NYA BERUBAH MENJADI MERAH?


AKU TAKUT


AKU KESEPIAN


AKU KESAKITAN


AKU LAPAR."


Tiba-tiba dalam kepala nya berputar kalimat itu seperti sebuah kaset rusat kepala nya berdenyut sakit, iya melihat sosok wanita yang di bakar hidup-hidup.


pandangan mata nya menjadi menyala melihat darah terus menerus mengalir membasahi tubuh nya.


" KYAAAA"


" TOLOOOONG.... KYAAAAA .... TOLOOONG...."


Triak Ara ketakutan membuat semua orang panik dan berlari menuju kamar nya termasuk Rey yang khawatir akan keselamatan adik tercinta nya.


Rey menatap Ara pandangan mata nya sulit untuk di artikan tak berselang lama semua keluarga Adijaya sampai di kamar itu*.

__ADS_1


__ADS_2