Si Gadis Cuek

Si Gadis Cuek
Si gadis cuek


__ADS_3

*Hari ini adalah awal bulan Juli dimana hari yang seharus nya tak pernah ada,rasa sesak seketika menghiasi membuat nya memegang dada nya.rambut hitam nan panjang terurai dengan acak-acakan wajah kotor penuh goresan menghiasi wajah seorang wanita yang mengendong seorang bayi.


" Dion" pangil nya.


" NANA"


wanita cantik itu menatap bayi di hadapan nya lalu menjatuhkan nya tanpa sebab"Sampai jumpa nak, aku harus pergi" Seketika lampu pun padam.


Bayi itu menangis dalam dengkapan wanita seksi itu yang menatap penuh benci ke arah dimana orang itu menjatuh kan bayi nya tanpa rasa simpati sedikit pun.


" UNTUK APA KAU MELAHIRKAN ANAK INI JIKA AKHIR NYA KAU MENINGALKAN NYA NANA KAU LEBIH REBDAH DARI BINATANG..."


triak mengema wanita seksi itu di mashion keluarga adijya lalu menatap ke arah Dion yang hanya diam membeku.


" Kakak ... anak ini akan ikut dengan ku ... pergilah sesuka mu seperti istri sialan mu itu" iya menatap tajam ke arah Dion yang diam.


Dion menatap lantai di bawah nya lalu berjongkok iya mengusap lantai tempat dimana bayi nya di jatuhkan pandangan mata nya penuh akan kebencian dan rasa amarah" Sampai mati pun ingatlah aku tidak akan membiarkan mu menemui Putri ku lagi" Sumpah nya .


Sedangkan di lain tempat Nana menatap halte bus itu,secercah kesedihan datang menghampiri tak terasa air mata menetes iya menatap langit di atas nya.


setelah itu munculah sebuah mobil bertulisan polisi yang berhenti tepat di depan nya.

__ADS_1


" Sayang cepatlah Naik...'


" Rey,tapi putri ku" iya menoleh ke belakang.


"**PUTRI SIALAN MU ITU HAH? BIARKAN DIA BERSAMA AYAH NYA..."


' TAPI"


" NANA CEPATLAH KITA AKAN KELUAR NEGRI JANGAN BUANG WAKTU" TRIAK MARAH PRIA ITU**.


7 tahun kemudian


iya menghepas semua teman nya yang berada di hadapan nya.


membuat marah anak yang mengejek gadis kecil itu,


" HUUH .... DASAR KAU ANAK INI HARAM" SERU NYA.


" ARA BUKAN ANAK HARAM" IYA MENGAMBIL BATU DI TANAH.


" kalau begitu dimana ibumu " triak mereka sambil berlari menjauh melihat batu tajam di tangan mungil nya itu.

__ADS_1


HIKS-HIKS


Tangis nya pecah, sepanjang jalan iya menangis sambil membawa boneka Teddy yang di rusak teman nya tadi. iya membuka mashion dengan kasar lalu bertriak ke arah wanita yang sedang mendekor ruangan itu.


" Ara" panggilnya


" Hei, dimana ibuku? apa Ara anak haram? kenapa papa juga tak datang menemui Ara?" wanita itu kaget mendengar ucapan gadis kecil itu.


Mata secerah biru langit itu menatap sedu.iya mengusap rambut hitam itu sambil memeluk nya menyalurkan kasih sayang yang amat dalam tetesan mata keluar begitu saja dari wajah nya" Ara dengarkan bibi, ibumu pergi bersama selingkuhannya. Sayang ibumu tega ingin membunuhmu maka dari itu bencilah ibumu" iya mengusap helaian rambut hitam itu dengan penuh kasih sayang.


"**BENCILAH IBUMU SAMPAI ULU HATIMU...'


"BENCILAH DIA"


" BENCILAH DIA ... BENCILAH DIA ARA BENCILAH DIA**"


Suara itu bagaikan kaset rusak yang terus terngiang-giang di memori nya,


kembali ke dunia nyata iya membuka laci di samping tempat tidur nya dan menemukan sebuah potongan poto tak sempurna di sana


iya mengambil nya lalu membakar Poto itu" Memang benar bibi menanamkan benih dendam padaku agar aku tak merasakan sakit nya di buang' iya menatap abu Poto itu dengan pandangan horor yang menakutkan*.

__ADS_1


__ADS_2