
***JALANAN RAYA** ....
Tiran Rui menambah kecepatan nya tanpa iya sadari menabrak trotoar setelah bunyi" BOOM" iya terjengkang dan terjatuh ke arah jalan raya.
Dengan kecepatan penuh motor yang dari tadi bersamanya dan menatap Tiran Rui " Naiklah cepat" Serunya dingin.
Para polisi semakin dekat tak punya pilihan lain Tiran Rui naik ke motor itu mereka pergi dari sana.
DEG , DEG , DEG
Suara jantung yang berdetak cepat matanya membulat melihat sebuah mobil tronton yang berada di hadapan nya.
Mata nya membulat ketakutan setelah lolos dari polisi mungkin kah iya akan mati di sini batin
nya, Tiran Rui ketakutan rasa takut akan kematian menghantui nya iya memejamkan matanya.
**SRETT , SRETT....
Dengan dua kali tikungan mereka lolos dari Kematian yang menghantui, motor mereka berhasil lolos dan berhenti di sebuah jembatan.
" Turunlah ! kenapa terus memeluk ku dimana sifat mu yang kejam itu ." ucap si pengendara pada Tiran Rui.
ucapan nya jelas membuat pemuda itu terdiam dan melihat siapa orang yang menolong nya .
gadis itu membuka helm nya,
DEG
suara jantung yang kencang mata Ruby yang menyala, rambut merah yang terurai TIran Rui menatap dengan cangung ke arah orang yang suka iya jadikan sebagai korban buly di kelas.
" Aiyoo, kenapa menatapku? jangan bilang kamu kaget? UPS, aku lupa aku cuma mainan di kelas," iya menepuk bahu pemuda itu dengan mengedipkan sebelah matanya.
Tiran rui menatap kepergian gadis itu dengan rasa bersalah yang mendalam orang yang selama ini iya buly menyelamatkan nya dari bahaya'.
" **Hallo ada apa?" tanya Tiran Rui pada orang yang menelpon nya.
" Bos, tolong kami 15 orang di tangkap dan butuh jaminan." balas nya nanar**.
MASHION ADIJAYA ...
Tak terasa aku sampai di rumah ku aku membuka pintu dengan kasar dan memanggil para pelayan untuk memberikan makanan, jujur karna kejadian tadi membuatku sangat lapar.
Bekas darah menempel pada bajuku dengan sekali tarikan baju itu telah robek aku langsung membersihkan diri.
Berharap besok adalah hari yang indah bagiku, bagaimana para nasib mereka batinku berkata dan memejamkan mataku dalam Balutan selimut yang lembut nan hangat.
KE ESOKAN PAGI NYA...
" Nona ... Nona ... nona bangunlah'
Suara itu terdengar jelas aku menarik selimut dengan sekali tarikan.
" Berisik," bentak ku pada para pelayan tanpa ku sadari jam menunjukkan pukul 8.34 aku segera membulatkan mata dan berlari menuju kamar mandi.
Membiarkan para pelayan membereskan kamarku sedang kan aku hanya perlu diam di meja rias, membiarkan diriku dilayani bagaikan seorang boneka.
Kehidupan seperti ini kadang sangat menyebalkan semua hal di kerjakan oleh pelayan, aku hanya diam seperti boneka dan panjangan bagi ayahku untuk beberapa kolega bisnis dan unit mafia sebagai putri Adijaya.
" Gawat" ucap ku sambil berlari menuruni anak tangga dengan cepat ku ambil sebuah tas yang telah di siapkan kakak ku tadi malam, dengan cepat menancab gas mobil menuju sebuah tempat.
* CIITT*
Mobil sport berwarna kuning berhenti di sebuah halaman kantor polisi dengan cepat aku menuju ke dalam,
__ADS_1
Tatapan ku memandang sekeliling nya dan melihat banyak orang disana aku terkekeh mungkin sedang ada festival ucapku datar dan menuju sebuah sel di ruangan itu.
Sepanjang koridor pandangan ku menatap setiap ruangan mencari sosok yang aku inginkan,
tak berselang lama aku sampai di sebuah sel di sana banyak orang yang berkerumun yang meminta anak nya di bebaskan.
" **Kumohon lepaskan putra ku hiks-hiks" ucap wnita paruh baya menatap ke arah sel.
" Maaf buk, sebelum ada penjamin kami tak bisa melepaskan mereka." ucap polisi itu sambil menepis tangan nya**.
Para orang-orang silih berdesakan untuk memprotes, Ara dengan sekuat tenaga menyelinap ke depan wajah nya terlihat berbinar.
" **Hei bapak polisi, Aku ingin bertemu atasanmu?"
iya mengedip kan sebelah matanya dan menunjukan sebuah kalung berbentuk sabit.
" Baiklah," iya pergi dari sana sebelum itu iya membebaskan salah satu tahanan untuk ikut bersama mereka.
TOK, TOK ,TOK
pintu di ketuk**.
Seorang pria muda tengah duduk di meja kerjanya iya adalah Angelo salah satu pewaris keluarga Ann yang berada di London.
walau masig muda Angelo telah menjadi polisi di usia nya yang ke 20 tahun.
Mereka bertiga masuk ke dalam Angelo terlihat bingung kedatangan tamu yang di kawal oleh beberapa polisi lain nya.
" Hai, namaku Ara aku ingin semua teman ku bebas."
" Maaf nona kami tak bisa."
Ara menunjuk Angelo dengan tatapan horor bak serigala yang menemukan target nya, Angelo sendiri cuek hawa keduannya begitu menyeramkan.
Sebuah tas kotak di buka terlihat uang berjajaran rapi di sana iya menaruh koper di hadapan Angelo dengan tampang dingin iya memperlihatkan kalung dengan lambang sabit pada nya.
" Maaf putri kami mohon maaf atas ketidak sopanan tadi ....
aku mewakili seluruh orang akan membebaskan mereka! bawa uang ini lagi...."
iya memberikan koper itu dengan tampang ketakutan dan rasa bersalah.
Diar dan yang lain nya keluar ruangan dan pergi dari sana Ara meneraktri semua orang yang ada di sana dan mengeluarkan uang yang lumayan banyak membuat Diar curiga siapa sebenarnya gadis itu.
HARI BERIKUTNYA ....
Sebuah helikopter mendarat di lapangan sekolahan seorang gadis muncul dan membuat keributan di sana.
para siswa-siswi berkumpul untuk melihat orang itu dengan langkah santai iya berjalan menuju seorang pemuda.
" Kamu ikut aku..."
" Ara."
"Aku ingin menunjukan tempat bagus,"
" Maaf aku tak ingin pergi bersama mu..."
" Aku ikut dengan mu.."
" Tiran Rui"
Dengan tampang muram Diar memasuki helikopter itu dan mengawasi gerak-gerik nya,
__ADS_1
gadis itu mengemudi kan dengan sangat teliti.
SER ,SER ,SER
Baling-baling helikopter itu mendarat di puncak gunung tertinggi, pemandangan indah yang menakjubkan.
" **Ikut aku,"
" Kemana kau ingin membawaku?"
" Ikut saja jangan banyak tanya,' iya menarik nya meningalkan Tiran Rui yang diam membisu.
Mereka sampai di puncak gunung tertinggi
hamparan hijau dan biru yang indah.
" apa ku menyukai nya?"
" Sangat indah,"
" Aku menyukai mu, maukah kamu menjadi tunangan ku? setelah dewasa aku ingin menikah dengan mu," ucap Ara merah malu.
DUG, DUG, DUG
Detak jantung tak terkontrol dari pemuda itu.
" Maaf aku menyukai orang lain....!!"
" Munafik ... aku bisa memberikan mu apapun?" tatapan horor,
" Uang tak bisa menyelesaikan segala nya kau harus paham"
" Tapi aku menyukai mu !! aku bis memberikan mu jabatan, uang dan kekuasaan sebagai putri Adijaya itu tak sulit bagiku..." Marah nya.
" Keputusan telah bulat,"
" Ara ku harap tak bertemu dengan mu lagi setelah hari ini...'
KEMBALI KE DUNIA NYATA**....
Enma terbagun dari mimpi buruk nya iya berguling-guling kesana-kemari wajah nya terlihat sedih,
Kyo yang ada di samping nya merasa tergangu dan terbangun dari tidurnya .
" Enma kau kenapa?"
Kyo meraba kening nya yang panas
bahkan keringat membasahi seluruh tubuh nya.
" jangan tolak aku" triak nya.
Ara terbangun dengan berlinang air mata iya terlihat sangat terpukul akan kejadian itu, iya melihat seluruh ruangan itu dan mendapati Kyo tengah membawa segelas air minum ke hadapannya.
Kyo memberikan gelas itu" Mimpi buruk?" tanya Kyo padanya.
" Cuma masa lalu" iya terkekeh lembut.
" Yak sudah lanjutkan tidur mu ini masih tengah malam...." Kyo keluar kamar itu.
Di depan pintu iya melihat Arya Tengah menatap nya aneh dengan pandangan mencurigakan.
" Kau menyelinap ke kamar nya lagi? kalian adik kakak kenapa harus tidur bersama?"
__ADS_1
" Bukan urusan mu," Balas Kyo cuek*.