Si Gadis Cuek

Si Gadis Cuek
Si gadis cuek


__ADS_3

***Tik, tik, tik


Suara rintikan terdegar jelas membuat suasana


malam begitu mencekam, pantulan dari


balik kaca terus muncul sosok hitam.


Seorang laki-laki muda berlari ketakutan


nafas nya terengah-engah mencari jalan keluar, tapi yang iya temukan hanyalah sebuah kolam renang.


DEG , DEG , DEG


Detak jantung berdetak cepat rasa takut menyelimuti seluruh tubuh nya.


SREETT...


Suara benda tajam beradu dengan tembok samar-samar terlihat percikan orange,


Rasa ngilu terdegar menyayat siapapun yang


mendengar nya akan merasa ngilu dan lemas tak berdaya**.


" Ketemu,"


Desiran nafas tak teratur membuat pemuda itu pingsan karna ketakutan. dari balik terdengar suara langkah kaki yang begitu cepat.


" Oliver ... Oliver ..." pangil suara dari kejauhan.


" Cih, MENGANGU " iya kesal dan memanjat tembok untuk melarikan diri.


Hari berikut nya.


Ruang tamu ....


* BRAKK*


Suara bantingan ketiga kali di pagi ini

__ADS_1


dengan langkah santai iya turun


dari kamar nya untuk melihat siapa yang


membuat keributan di lantai bawah.


Suasana menjadi hening.


tatapan ku tertuju pada seorang laki-laki


yang diam dengan pandangan benci pada


sang tuan rumah.


Di sisi lain ada seorang wanita seksi yang tengah memainkan boltpoin nya dengan wajah tak sabaran.


" Jadi tuan silahkan pergi dari rumah ku."


pinta sang tuan rumah membuat perapatan siku-siku di kening nya.


" Jangan begitu sombong," iya mengebrak meja keras.


PLAKKK


 


 


membuat beling berhamburan di sana,


temperamen paranoid hanya itu yang ada


pada pikiran Enma.


TAP


Mendegar langkah kaki mereka melihat siapa yang datang,


" Arya! ada apa sangat berisik," tanya Enma dingin.

__ADS_1


Arya meminum teh nya santai, Oliver menatap nya kagum dan berdiri sebelum tangan kekar menghalangi nya membuat nya kembali ke posisi semula.


" Seorang gadis? Rambut merah,"


" Tolong jangan tatap adik ku lagi," seru Kyo galak.


" Nama ku Enma !! siapa nama mu? dan kenapa membuat keributan MENGANGU tidur ku saja,"


" Nona manis, nama ku Oliver salah satu dari tiga model papan atas! aku kesini Ingin mendapatkan perlindungan .


kemarin malam ada orang yang ingin membunuh ku dan tanpa sengaja melihat lencana YLO...."


Oceh Oliver pada Enma dengan nada kekanakan berserta jurus mata kucingnya.


" Untuk sementara tinggal disini Kyo dan Arya akan melindungi mu."


Arya dan Kyo saling memandang dan mengeleng tapi hanya dengan senyuman


membuat mereka luluh.


Arya berjalan ke pohon dimana Enma tengah tertidur di dahan pohon.


iya menjitak kening nya membuat Enma terbangun dari tidurnya.


Arya memberikan sebuah informasi pada nya


berserta es cream yang iya ambil


dari kulkas.


" Ehh!! Oliver pernah berurusan dengan beberapa bisnis gelap sangat menarik."


" Arya jadikan olivier target. agar mereka muncul !!!"


" Apa masih ada yang kau inginkan?" tanya Arya pada nya.


" Tempat ini sangat bagus dan nyaman andai saja ada ayunan akan lebih nyaman" iya memejamkan mata nya lagi.


Arya terbelalak kaget melihat es cream yang telah habis ntah kapan iya memakan nya

__ADS_1


iya menghela nafas dan pergi dari sana.


Seorang pria tampan tengah memainkan boltpoin nya, siapa lagi kalo bukan si model papan atas Oliver Yun" Hari ini bosan sekali, pemotretan masih satu jam lagi" iya melihat arloji di tangan nya," Hmm, masih ada waktu lima belas menit lagi sebelum pertemuan," iya mengedarkan pandangannya ke seluruh studio*.


__ADS_2