
*Prof Alen mulai menyuntikan jarum suntik pada nya cairan berwarna kebiruan itu masuk kedalam pemburu darah nya.
" Jangan ... jangan ... kumohon hiks Jangan," Triak nya ketakutan melihat jarum yang akan menusuk pada nya.
" Tenang gadis kecil, ini hanya sakit sedikit dan kau akan lupa semua tentang kita termasuk tuan muda," Kata prof Alen.
" Aaaaaa," Triakan anak itu setelah jarum ditarik
anak itu pingsan sejenak dan tersadar dengan keadaan linglung.
Dari sosok pintu muncul seorang pria dan wanita yang berjalan ke arah prof alen
iya menyerahkan lima koper uang pada nya,
Yari menatap gadis kecil itu yang akan di bawa pulang.
" Kau bisa melatih mesin ini," Ucap nya.
" Dia adalah putriku," iya menarik kacamata hitam nya lalu memberikan cek pada Yari.
" Berikan pada ayahmu untuk sekarang dia tak ada hubungannya nya dengan mu ...."
__ADS_1
" Tuan Dion anda bisa melatih nya tapi jangan lupa dengan obat pelupa," prof Alen tersenyum sinis.
Dion mengendong gadis kecil itu dan membuat Yari menatap benci ke arah nya dimana
Dion keluar dari tempat itu" **Jangan harap kau bisa mengambil gadis kecilku," batin Yari penuh kebencian.
Disana Ara/ Enma di perlakukan layak nya putri tapi iya di latih keras h oleh jendral MILITER dan tentara bayaran untuk mengetahui semua hal dalam bertarung.
Sayang nya Enma selalu melupakan orang² yang melatih nya hanya kemampuan nya saja yang kadang membuat nya bingung bisa menguasai itu tanpa pernah belajar**.
Ruangan bercorak abu terlihat sunyi.
cahaya redup lampu menghiasi kamar
Rambut merah dengan warna perak pada ujung nya terlihat berantakan,
wajah nya terlihat sedih perlahan iya mengakat wajah nya melihat siapa yang datang.
wanita bohai itu membawa nampan berisikan minuman" Nona minum lah," iya memberikan.
pecahan beling berhamburan di lantai gadis itu menodongkan pistol pada kepala wnita itu " Sebenar nya minuman merah itu apa? jawab?" Bentak nya sambil menjambak rambut nya.
__ADS_1
" **Itu adalah darah manusia, nona adalah mesin apa kau tak ingat para jendral militer dan agen handal yang melatih mu ... nona " Ucapan nya tertahan" Sangat Menyedihkan" gadis kecil itu tertawa terbahak-bahak dan menarik pelatuk nya itu. setelah bunyi " DOR" wajah nya di penuhi darah wnita yang telah menemani nya selama 2 tahun ini.
* BUARR*
Permen dan juga potongan pita berhamburan membuat ku tersadar dari lamunan masa lalu
Yari menyambut ku dan memeluk ku erat.
". Uji coba ku," iya menggesek kan wajah nya pada dada ku.
Aku diam tanpa membalas pelukan nya atau pun merespon apapun" Cih, dasar cuek." ucap nya lalu mendorong ku menjauh dengan kasar
aku terjatuh kelantai, Yari memegang dagu ku iya menatap ku dengan pandangan seperti dulu saat ingin memberikan ku insulin.
" MATILAH BERSAMA KU ENMA," ucap nya datar**.
" Apa alasan untuk itu...?'
" **Gingglong dan satcho berada di bawah kendali ku dan walaupun kau benci pada ku kau tak mungkin menghianati ayah dan kakak mu kan?" Seru nya pada ku deru nafas nya terasa pada wajah ku" Aku tak memihak siapapun" Dorongan kasar membuat ku terhuyung kebelakang menabrak sel besi dimana serigala itu berada.
Aku menatap Yari yang pergi dari sana aku berjalan menuju luar tiba² pandangan ku melihat sebuah kunci dengan cepat ku ambil kunci itu.
__ADS_1
* CKLEK****