
***Kemudian berpikir keras bagaimana iya bisa kabur dari pemotretan itu dan bertemu dengan klien nya. iya melihat sebuah baju pelayan yang di siapkan utuk pemotretan tanpa pikir panjang olivier memakai nya dan pergi dari sana.
Di saat bersaman
Kring ... kring ... kring
Handphone Oliver berbunyi tatapan mata nya menatap jengkel nama yang tertera.
" Dasar pengangu." ucap nya.
" Yah, yah aku akan balik setelah pertemuan nya" Oliver memutuskan sambungan telpon nya.
iya berjalan santai lalu tersandung ke lantai wajah nya mengenai lumpur kotor yang ada di jalan, iya menatap marah siapa yang yang ada di hadapan nya.
" KAUU" iya mengertakan kedua rahang nya.
" kembali pemotretan."
" Apa hak mu? aku ingin menghadiri pertemuan penting..."
" Aku bilang kembali," iya menatap tajam Oliver yang cengegsan menatap nya.
" Ada sarat nya," iya menyered enma.
Mendapatkan ancaman tajam iya menarik lengan nya ke sebuah Butik yang berada di sisi kiri tak jauh dari sana,
Mereka keluar Ari butik dengan penampilan berkilau lalu menuju sebuah rumah bordil yang ada di pinggiran kota. tanpa pikir lagi mereka masuk kesana.
__ADS_1
" Cih !! kau ingin menjual ku?" Tanya Enma waspada pada Oliver yang tertawa mendegar nya.
mereka menuju lantai dua dan membuka pintu terlihat wanita aduhai tengah terdiam dengan beberapa ****** tampan.
pandangan nya terfokus pada Oliver yang datang para pria itu keluar dari sana, tanpa sengaja berpapasan dengan Enma.
" Cantik." para ****** itu menatap nya kagum lalu pergi dari sana.
Oliver memangil Enma untuk masuk bersama nyamata Ruby nya menatap wanita yang tengah
memungungi nya Oliver menjelaskan semua hal yang iya tahu.
"Begitukah! sangat di sayangkan jika kau ingin berhenti berkerja dengan ku..."
" Ayolah nona, aku hanya ingin bebas jadi model," oceh Oliver,
Kursi itu terbalik mata ungu nya melihat tak percaya pada orang di sisi olivier, sedangkan Enma menatap nya dingin tanpa epresi yang jelas.
Iya mendekat pada Enma" Putriku " iya menggapai pipi nya lembut wanita berambut pirang itu terdiam sesaat karna tak ada respon dari enma sama sekali." Apa kau lupa aku adalah ibumu Nana Dairi ..."
" Nama ku Enma Honma,anda salah orang maaf kami permisi . oh yah jangan pernah muncul dihadapan ku lagi,"
Mereka pergi dari sana Enma mendapatkan pesan bahwa iya harus kerumah sakit yang
ada di Nagoya.
Kyo dan Enma menuju Ara administrasi untuk mengecek seorang pria paruh baya yang dirawat disana.
__ADS_1
mereka melangkah kan kaki menuju kesebuah ruangan VIP yang berada di lantai 6.
DI DALAM RUANGAN VIP....
" Ada apa?" tanya Kyo pada lakii paruh baya yang tengah terbaring dihadapan nya.
" Aku merindukanmu nak," ucap pria itu yang tak lain adalah ayah nya.
" CIH,"
" Kak, ayah selalu merindukan mu dia selalu...." ucapan nya terpotong oleh Kyo Alian nama pemuda itu iya adalah adik tiri Kyo.
" Diam kau," ucap Kyo marah.
Enma menatap pertengkaran keluarga itu
laki-laki paruh baya itu menatap Kyo dengan pandangan rasa bersalah.
" Bersikap lah lembut pada nya, dia masih adikmu," ucap ayah nya Kyo.
" ADIKKU KAU BILANG .... ?' DENGAN SENYUMAN SINIS IYA MENARIK ENMA DARI BELAKANG" ADIK KU HANYALAH DIA ... AKU TAK AKAN MENGAKUI JIKA DIA ADIKKU ORANG YANG LAHIR DARI RAHIM SEORANG WANITA J*L*N*I
ITU TAK PANTAS DI SEBUT ADIK," JELAS KYO PANJANG KALI LEBAR SAMBIL MEMEGANG ENMA YANG DIAM.
alian dan ayah nya tercengar melihat gadis berambut merah dengan sedikit warna perak di setiap ujung nya.
" Amera" iya berdiri dari tidur nya dan menghampiri Enma.
__ADS_1
Kyo menghalangi nya dan membawa Enma pergi dari sana, alian menatap kedua orang yang pergi itu dan membantu ayah nya untuk berbaring di kasur***.