Si Gadis Cuek

Si Gadis Cuek
Kemah militer


__ADS_3

***Kemah militer Arya.


Semua pandangan mata melihat kearah ku banyak orang menatap ku dan memberi jalan untuk ku lewati. Arya menatap kaget melihat kedatangan ku' Enma ' ucap nya singkat.


' Enma kau ... kau itu ... itu serigala loh!! bukan kuda bagaimana kau menunggangi nya," Arya menunjuk kearah ku dengan tampang lucu aku mengelus bulu dari serigala itu.


' Nama nya Coco waktu kecil kami sangat dekat sayang nya ketika ingatan ku di hapus aku lupa pada nya..."


Aku mencium Coco sedangkan Coco sendiri menatap geram kearah para ajudan yang ketakutan mendegar geraman nya.


Aku turun dari pungung Coco dan berjalan bersama Arya sebelum itu aku menunjuk Coco" Diamlah jangan menakuti mereka," pandangan pahra tentara menatap horor dan bingung melihat serigala itu bagaikan kucing dihadapan Enma.


Kyo dan Gallen menatap Coco mereka


menunjuk kearah nya.


'Enma apa kau yakin dengan keputusan mu," Tanya Gallen.


" Aku akan membantu kalian,"


Arya memijit pelipisnya dengan keras" jangan membunuh Rey kah?"


" Tapi dengan bantuan serigala itu kita akan punya kekuatan yang lumayan...." Gallen menunjuk Coco.


POS PENJAGAAN...


Aku menatap dari atas pohon yang menjulang tinggi


pengolahan perang antara union dan satcho telah berlangsung selama 3 hari tiga malam banyak korban yang terluka dari kedua pihak.


" DOR"

__ADS_1


Suara meriam yang di tembak Arya sebuah pola ditanah terbentuk.


" Regu A regu B maju" triak nya.


" Hallo .... ini Gallen, menembak dari jarak 100 meter telah siap,"


Aku menatap dari pohon yang menjulang tinggi


Gallen yang berada 100 meter dari tempat ku berada iya sangat mahir dengan mengunakan senjata.


wajah ku terdiam melihat sesaat beberapa keringat bercucuran dari dahi dan leher nya


DUG , DUG , DUG


jantung ku ingin copot melihat Gallen.


GRRR ....


GRRR ...


10 uji coba tengah menatap mereka dengan pandangan aneh.


" TARGET TERKUNCI." Ucap mereka menyerang Gallen dan Kyo sedangkan Arya berada di sebelah barat tak hanya manusia buatan lebih dari yang mereka bayangan." Sial" ucap Gallen yang memegang pengelangan tangan nya.


" SHOOT ..."


" WHOOSH"


Jarum jarum berterbangan mengenai mereka


Gallen terhuyung kebelakang melihat uji coba

__ADS_1


itu mengelupas bagaikan ular yang Menganti kulit nya.


" SPRASS" suara sebetan pedang mengenai kepala mereka yang tergulutuk di tanah.


" CUB"


Semua tumbang karna serangan beruntun yang mengenai jantung.


" Enma" ucap Gallen.


" Ayo pergi" iya membopong nya menuju tempat


aman, Enma membuka baju Gallen dan memerban luka nya.


Dua jam berlalu.


Suara pistol dan meriam Saling beradu


jeritan kesakitan para tentara menabah


kesan malam yang menyeramkan.


membuat ku kesal saja karna selama bertarung Enma belum pernah menunggu selama ini.


Tak ingin menunggu lama lagi kupejam kan mata ku dan membaca mantra yang di ajarkan Amera pada ku.


Tak berselang lama pohon iblis muncul dan membungkus semua orang ntah dari satcho atau pun union semua orang bagaikan sebuah batcang.


Mataku perlahan terbuka menampakan pola aneh pada bola mataku seperti garis horizontal berwarna biru di mata ku.


" Ke egoisan membawa dalam perang mental yang renyah menggoyang jiwa,

__ADS_1


jiwa kotor berkubang dalam dosa," Mantra itu mengelilingi ku.


Gallen sedari tadi menatap ku dalam diam***.


__ADS_2