Si Gadis Cuek

Si Gadis Cuek
Si gadis cuek


__ADS_3

*Rey menatap hamparan kaca yang pecah iya berjalan ke arah Ara yang ketakutan di pojok lemari di sisi kanan Dion pun tercengar melihat kamar yang dulunya seindah istana kini menjadi sebuah kapal pecah.


Dion menyuruh Rey untuk mundur dia berjalan perlahan menuju putrinya" Ara sayang,' pangil nya perlahan iya mengangkat wajah nya terlihat Dion sangat kaget melihat wajah putrinya rambut nya memudar menjadi warna perak mata Ruby yang seindah permata menjadi begitu menyeramkan.


" **RAWRRR"


" Hosh"


"Hosh**"


Naluri bertarung nya mulai memakan kesadaran nya Dion menatap ngeri ke arah putri nya.


" semua ikat dan rantai dia" Printah Dion pada para penjaga.


" baik tuan..!!


mereka menuju ke arah Ara yang mengamuk" DARAH ... DARAH ..." AIR LIUR NYA MENETES MATA NYA MEMBULAT KESAKITAN IYA TERUS MEMBERONTAK MEMINTA DARAH.


Rey menatap kasihan adik nya iya menyuntikan sebuah cairan kelengan nya, para penjaga kelelahan karna memengangi nyonya muda nya itu.


" kalian istrirahat lah...!!'


" baik tuan'"


" Moster dia alat pembunuh yang menarik" bisik para penjaga" Shuutt.. diamlah " seru yang lain nya.


" KELUAR" BENTAK REY.


Setelah merasa aman Rey mendekat ke arah adiknya dan menatap ayahnya" sampai kapan adik ku seperti ini" sedu nya memandang Dion yang diam membeku" Kuatkan dirimu" Dion meningalkan tempat itu setelah mengucapkan kata yang menyayat hati.


" **Hei apa kah aku akan mati?" seorang gadis kecil menatap Ara yang diam membeku wajah anak itu berlumuran darah serpihan kaca menancab di kedua lengan nya" Hei, Apakah aku akan mati?" Tatapn sedu anak itu mengarah pada mayat sepuluh orang yang baru terbantai oleh nya.

__ADS_1


Langit biru hamparan rumput hijau dihiasi kupu-kupu yang saling berterbangan, Ara perlahan berjalan menuju anak itu gaun putih yang iya kenakan tertebak angin wajah cantik nya terhalang helaian poni rambut nya.


Angin seakan menerpa diri nya yang baikan kain kusut dan noda yang tak akan pernah hilang.


" Teryata aku akan mati" wajah nya terlihat sedih.


" DIA ADALAH AKU INI ADALAH INGATAN MASA LALUKU" Iya tertunduk lemah sambil menangis kencang.


" Hiks- hiks- hiks"


" Kesedihan tak akan menyelesaikan masalah" usapan lembut pada rambut anak kecil itu" seperti Lily layu yang tak di siram" lanjut nya Ara menatap kedua orang itu Ara kecil di bawa pergi oleh orang itu.


" TUNGGU AKU" Triak Ara diri nya seakan ditarik magnet yang kuat**.


Mendengar triakan Ara Rey yang tertidur di samping nya membuka mata dan melihat bahwa adik nya tengah melamun. Rey memberikan segelas air pada nya.


" Aku ingat"


Ara memberikan gelas kosong di tangan nya" Aku adalah pembunuh dari Union sejak aku lahir aku berada di laboratorium di AMRI, ayah ku membuat ku menjadi pembunuh di era modern ini aku di ciptakan oleh ayah ku aku tak lain adalah seorang moster...!!!


Rey terkejut mendegar ucapan adiknya Ra sa bersalah muncul di hatinya" Ara, sejak umurmu 7 tahun setelah menjalani misi kamu di berikan obat pelupa dan minuman yang selama ini kamu makan adalah darah manusia tak ada kebenaran yang harus di sembunyikan lagi" Rey memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang.


NEXT TIME


Sebagai pembunuh di abad modern Ara harus rela membiarkan tubuh nya dimanipulasi, membuat diri nya harus melakukan perubahan di tubuh nya setiap sel yang ada di badan nya akan di ganti membuat kesakitan yang tak bisa di tahan oleh manusia normal.


Ada kalanya aku selalu bertriak meminta tolong saat cairan kimia masuk ke tubuhku,


Menggerogoti setiap inti sumsum tulang ku


menusuk bagaikan jarum dalam daging ku siapa yang patut disalahkan siapa?

__ADS_1


Semua yang ku rengut di Medan perang Nyawa melayang, jeritan orang kesakitan,epresi wajah ketakutan dan menghancurkan sebuah kehidupan yang seharus nya tak ku lakukan.


Saat umurku 7 tahun aku di kirim ke perbatasan kota D untuk membantu pasukan militer ayahku,


NICHI DAN HIGASHI merupakan sebuah geng mafia terbesar di negara X mereka saling berseteru.


perdagangan manusia, pasar organ gelap,genjatan senjata, peradangan obat terlarang, pemberontakan semua nya telah ku saksikan dengan mata ku sendiri.


Taman bunga


Setelah insiden itu ingatan Ara kembali kepadanya oleh karna itu Ara mulai meragukan identitas nya sendiri. iya selalu bertanya pada setiap orang di Mashion itu tapi semua bungkam mulut tak ada informasi sedikitpun.


Ara menatap ikan yang berenang bebas di kolam kecil di halaman mashion nya,


se ekor ular tengah mengintai sejak tadi


ular itu mengawasi setiap gerak-gerik dari kelinci putih itu Ara melemparkan pisau kecil di tangan nya yang melayang mengenai ke arah ular itu.


" SREET"


Badan nya terbelah dua" HUFT ... !!!' iya menarik nafas lega kelinci itu terdiam sesaat lalu melompat pergi dari sana.


" Ara! aku ingin memberitahu mu sesuatu...!!!


seorang pria tinggi menatap nya dengan pandangan bingung." Katakan saja jangan basa-basi" balas Ara cuek ke arah rey.


Rey memberikan sebuah kertas" Ara aku harus jujur ! bahwa kau menderita penyakit silosis. dulu karna terlalu takut laboratorium YLO memutuskan untuk menanamkan Bom di tubuh mu agar kelak saat kau lepas kendali bom itu akan meledak sewaktu-waktu. tapi aku dan ayah menolak karna tak tega kami mengusul kan untuk memberikan mu sebuah racun bernama erosi dingin...!!!'


Erosi dingin adalah racun yang telah lama menghilang, racun yang di ciptakan YLO dari hasil curian dari seorang wanita bernama Amera 17 tahun yang lalu sayang nya racun itu telah menghilang berserta penawarnya bersama kematian wanita itu.


" Racun ini akan membuat mu merasakan berada di dalam air es yang dingin, tulang dan daging mu seakan membeku seketika walaupun bukan racun mematikan di dunia ini tapi walaupun seorang pria kuat atau wanita kuat akan terus bertriak dalam sengsara karna kesakitan...!!!'

__ADS_1


Mendegar ucapan itu Rey dan Ara menatap ke arah siapa yang datang*.


__ADS_2