
*Kyo menatap sedu dan memungut kalung itu sedang kan Enma sendiri hanya diam seribu bahasa tak tau harus apa.
" Enma kenapa kau bersikap seperti ini" gadis yang di pangil Enma itu membuang muka ke sebelah kanan, Merasa jengkel Kyo mencengkik Enma sampai kedua kaki nya terangkat ke atas.
"Kyo ! lepas aku tak bisa bernafas, Kyo maaf kan aku Kyo ..." melihat wajah ketakutan dari Enma membuat Kyo lulus dan melepaskan tangan nya.
" Berani nya kau menyakiti ku! aku adalah pewaris Adijaya uhukk ... uhukkk...'
" Hahaha pewaris Adijaya? kau itu pewaris Homma bukan Adijaya Jigokuo shojou kecil ku" tawa Kyo.
Melihat Enma yang batuk darah Kyo menjadi panik iya membawa nya ke sebuah rumah sakit ternama di kota X. di sana tak lupa iya menyuruh para bawahan nya untuk berjaga.
**KANTOR MILITER KOTA X
Rey** mendegar desas-desus tentang keluarga Homma di sebuah stasiun TV yang mencari keturunan Honma, siapa pun yang menemukan nya akan di berikan uang sejumlah 6 miliar dari keluarga Honma.
KREK
Pintu terbuka seorang berpakaian serba hitam menghampiri nya tak lupa senjata di tangan kanan serta map di tangan kiri nya.
" Bagimana?" Kyo menatap penuh harap ke pada rendi di hadapan nya. Rendi sendiri adalah pusat informasi yang paling terkenal di seluruh negara "Adik kecil ku berada di rumah sakit tepat nya di tangan Kyo Honma !"
" Kerahkan semua pasukan dan cari dia Rendi aku mengandalkan mu....!!"
__ADS_1
Mereka pun berangkat menuju ke pusat pertahanan keluarga Honma.
Kembali ke pada kedua orang pemuda yang ada di taman Asan dan Irfan tengah bercanda ria menikmati udara di siang hari itu.
" Rumor mengenai Honma lu dah denger blum?' Tanya Irfan pada nya dengan rasa penasaran
" Hah seperti nya, Dia adalah kakak sepupu ku dan juga siapa yang tau jika semua keributan Adijaya itu aku yang lakukan" Tawa Asan di seringi dengan minuman soda di tangan nya.
" Kau memang sadis keysa Adijaya sebenarnya kau yang mengirimkan Yakuza serta mengambil jantung nya untuk peliharan mu" Irfan menatap ke arah langit biru yang di penuhi oleh hiasan putih berupa awan.
Di tengah pembicaraan nya seorang tengah mengintai untuk menunggu kesempatan datang pada nya, Di saat mereka lemah pemuda berbaju hitam itu menembak Irfan.
" Srett"
"CRASS"
Darah mengenai wajah Asan yang kaget sedang kan Irfan terbujur kaku dengan darah yang terus keluar dari tubuh nya.
" Sial aku ketahuan**"
Asan pergi berlari dari sana meningal kan Irfan yang tertembak mati di sana, keadaan semakin kacau dengan banyak nya para orang-orang yang berlalu-lalang untung melihat kejadian.
Para Yakuza berpakaian hitam itu mengarah kan sniper pada Asan yang beberapa kali hampir mati tertembak.
__ADS_1
" Kejar" ucap pria itu.
" Baik tuan"
Asan menatap langit dengan sedu lalu teringat semua kenangan bersama dengan Ara yang pernah iya lalui.
" Karma aku selalu ada kah" Sedu nya.
"DOR"
BYURRR
Iya tertembak dan jatuh ke danau " Karena kita begitu dekat kita saling berpegang tangan
Ntah dimana aku mendengar suara itu
" senang bertemu dengan mu"
Suara nyanyian dari seorang gadis terlihat di permukaan langit yang tinggi Asan memegang dada nya perlahan mata nya tertutup" Ara" kata itu sebelum iya kehilangan semua kesadaran nya.
" Misi selesai ! beritahu pak Rendi target sudah tewas" Printah orang itu.
para YAKUZA itu pun menaiki mobil dan pergi dari TKP untuk menghilangkan semua bukti serta jejak kejahatan nya*.
__ADS_1