Si Gadis Cuek

Si Gadis Cuek
Si gadis cuek


__ADS_3

*PERTEMUAN TAK TERDUGA


BALKON HOTEL ...


" Tak ku sangka membutuhkan waktu 15 menit untuk membunuh wanita ini."


iya terus tersenyum dan mengukir ukiran pada wajah dan lengan sang korban, suara tawa pemuda itu mengundang perhatian Enma yang tengah mencari Arya .


iya mengintip dari balik tembok , terlihat wanita yang bercucuran darah dengan tubuh yang penuh luka sedangkan si pembunuh asik memakan jantung nya dengan lahap.


Rasa anyir tercium menyengat Enma menutup hidup nya" Dasar kanibal !!' iya terus mengawasi gerak-gerik nya.


* KRAK*


Suara botol terinjak membuat pemuda itu mengalihkan perhatian nya,


iya berdiri dan menatap ke arah tembok dimana Enma tengah sembunyi.


" KELUAR LAH"


Ucap pemuda itu Enma keluar dari sana dengan Kikiri di tangan nya iya menatap tak percaya siapa yang ada di hadapannya.


Tubuh nya menegang bahkan Kikiri hampir terjatuh dari tangan nya saking kaget nya.


Sama dengan Enma pemuda itu juga diam membeku iya berjalan ke arah nya dengan pandangan mata yang menyiratkan sesuatu yang tak bisa di jelaskan.


" Asan."


" Ara," panggil nya.


"Bukan, Asan tak akan seperti itu dia bukanlah kanibal seperti mu. dia hanyalah seorang pengawal mini market rendahan ....!!"

__ADS_1


Sinis Enma dengan tatapan merendahkan pada pemuda itu yang mengeram marah.


" Asan yang kau kenal telah mati di dalam air setelah bunyi " DOR" oleh geng gingglong yang ada di depan mu adalah Yari !!"


Enma menarik pedang nya membuang sarung


pedang itu ke sembarang arah,


iya menjulurkan pedang itu ke arah pemuda


yang tengah siap dengan pisau di tangan nya.


Desiran nafas Enma terlihat teratur iya menatap


fokus, hawa konsentrasi begitu melekat iya meneguhkan batin nya bahwa orang yang iya kenal telah mati.


Kedua nya saling menyerang membiarkan percikan api dari kedua benda tajam itu.


**TRANG


TRANG**


Suara itu sambil beradu Enma melompat ke belakang dan menyerang dari sisi.


Saat Asan tengah terkecoh oleh gerakan


Kikiri yang bagaikan Lesatan angin.


" CRASS"


Percikan darah berhambur dari pingang pria itu Enma menarik pedang nya dari pingang pemuda itu .

__ADS_1


Enma berjalan dengan santai High heels nya menendang pisau yang di gunakan pria itu sambil terlempar ke arah kanan.


Iya memegang erat Kikiri dan berlari ke arah nya


pemuda itu berjalan terhuyung-huyung ke belakang sampai pungung nya mengenai pagar.


" HAHAHA AKU TERKECOH ... AKU AKAN DATANG LAGI DI LAIN WAKTU ...!!"


Iya melompat ke bawah setelah bom asap di lemparkan.


Mendengar ada keributan di atas Arya berlari


dengan cepat menuju balkon, iya menatap banya bercak darah di lantai dan Dinding iya berjongkok untuk mengambil sarung pedang Kikiri.


Dan memandang Enma yang tanpa ekspresi


pandangan nya begitu kosong mata nya


menatap jauh ke arah langit.


Hujan membasahi mereka Enma berjajaran dengan lemas ke arah Arya.


" Setelah kau melihat semua nya,


apa kau bisa percaya padaku?"


" Kita harus pergi dari sini sekarang." Arya memakaikan jas pada Enma.


Arya memegang bahu Enma yang bergetar ntar ketakutan atau marah iya membawa nya pergi dari tempat itu dimana pertemuan tak terduga antara teman lama.


" Dia adalah Yari pewaris YLO orang yang selalu membuat ku menderita dia adalah Yari..."

__ADS_1


Batin Enma memegang erat Kikiri dan menatap penuh kebencian ke arah depan sedangkan Arya


menatap nya sedu dengan perasaan cemburu*.


__ADS_2