Si Gadis Cuek

Si Gadis Cuek
Si gadis cuek ( pembunuhan berantai)


__ADS_3

*Enma menghitung gerakan jarum jam Tangan


iya masih berpura-pura pingsan di saat wanita itu lengah iya mengambil pedang nya yang terlempar begitu saja" Jadi dia orang itu... !!"


" KYO SAYANG MAAF KAN NENEK JIKA TAK SEPERTI INI DIRIMU AKAN SELALU MELAWAN KU ,;'


Jarum suntik berisi cairan biru itu siap menusuk ke arah lengan Kyo tak berselang lama kedua lengan wanita itu terputus darah berembes dari dada nya.


" **SRETT"


" TRAKH**"


iya kembali menyarungkan pedang nya wanita itu jatuh ke samping Kyo dengan lekukan senyuman di bibir nya" Aku puas Amera".


Mencium bau darah membuat sesuatu terbangun dalam diri nya iya tersenyum sinis dan berlari ke arah musuh nya iya membunuh semua musuh nya dengan wajah riang.


" HAHAHA, AKU MENYUKAI NYA DARAH .... DARAH ... LAGI ... LAGI" ENMA BERPUTAR-PUTAR MENARI DALAM HUJAN DARAH SAMBIL TERTAWA SEPERTI ORANG KERASUKAN.


Enma menghentikan kegiatan nya dan berjalan menuju Kyo yang pingsan karna kehabisan darah,


iya membopongnya ke sebuah tempat yang jauh dari Mashion itu.


sepergi nya mereka para polisi datang ke TKP dan melihat semua mayat di sana.

__ADS_1


" Lapor kapten semua korban tewas" seorang pria melapor ke arahnya.


" Yuan, lakukan penyidikan" Printah nya.


para korban telah di evakuasi terlihat sebuah ikat rambut di kubangan darah itu iya memungut nya sebagai barang bukti" Bahkan seorang wanita berkuasa pun mati terbunuh," iya mengengam pita itu apa perang akan terjadi lagi batin polisi muda itu dan meningalkan TKP setelah kejadian itu maka Mashion HOGO di kosongkan dan di berikan garis polisi.


Seminggu kemudian.


Tokyo kembali di gemparkan oleh kabar meningalkan keluarga Shigeru membuat warga ketakutan oleh teror itu tak berselang lama seorang wanita meningal setelah di perkosa di toilet dengan tubuh yang di racuni.


" Nona apa anda tidak takut? jangan keluar malam atau anda bisa saja terbunuh," bibi paruh baya itu memberikan sebaskom air hangat padanya.


**Hidup seperti batu tak bisa di hancurkan,


takdir seperti darah menyakitkan tapi tak bisa di rubah...


seo**rang anak kecil tengah melantunkan syair nya dan menunjuk Enma dengan tatapan sinis ke arah Enma .


" Ryuu, tak bisakah bicara sopan?" seru ibunya pada anak itu.


" seharus nya yang sopan mereka ! lihatlah karna mereka pengeluaran kita meningkat buk ...!!!"


iya menunjuk Enma yang diam membeku

__ADS_1


iya merogoh saku rok nya terlihat sebuah berlian seukuran bola baseball iya memberikan nya pada ryuu dengan wajah datar.


" Gunakan ini untuk keperluan kalian satu desa akan aman" iya membopong Kyo pergi dari sana.


" Nona. ini sudah malam istrirahat lah beberapa hari lagi selain itu kemana Anda akan pergi?" bujuk wanita pemilik panti asuhan itu .


" Nagoya" iya berjalan keluar dari desa itu malam mulai berganti menjadi subuh ryuu mengikuti diam-diam Enma memfokuskan pendegaran nya dan menemukan ryuu berada di balik pohon tengah sembunyi dengan muka pucat basi" pulanglah, jangan mengikuti ku lagi" iya mengancam dan memperlihatkan pedang tajam itu.


Setengah hari berlalu Enma dan Kyo sampai di Nagoya mereka pun berkunjung ke tempat Arya Viktor seorang tentara muda dari keluarga bangsawan,


mereka berencana untuk menginap di sana sampai menemukan barang bukti kematian Amera dan siapa anak kandung nya.


* Ting tong *


suara bel berbunyi.


* Tap tap tap*


Suara langkah kaki berjalan ke arah pintu, pintu terbuka menampakan seorang tentara bertubuh jangkung.


tak lupa lencana yang da di dada nya iya menatap Enma tanpa kedip.


" Apa benar ini rumah tuan Viktor?" tanya Enma tho the poin pada pemuda berusia 25 tahunan itu.

__ADS_1


" Benar ! kenapa dengan jendral Kyo? Apa yang terjadi?" iya mengambil alih Kyo dari enma yang kelelahan membopong nya sejak tadi.


setelah menjelaskan apa yang dialami Viktor membawa nya ke kamar tamu yang telah disiapkan pelayan*.


__ADS_2