Si Gadis Cuek

Si Gadis Cuek
Si gadis cuek


__ADS_3

*Mashion mewah itu terlihat begitu sepi dan sunyi hanya ada suara sendok dan garpuh yang menemani malam itu, wanita setengah baya itu menatap gadis kecil di hadapan nya.


pandangan mata nya memerah hawa panas terasa di sekit gadis itu. tanpa wanita itu sadari sosok yang berada di sisi nya tak sadar kan diri dengan darah yang bercucuran.


rasa panik pun menyertai wanita bernama Tira itu pun membawa nya ke rumah sakit.


" DOKTER .... DOKTER...."


" perawat ... tolong anak ini”


triak Tira kepada orang yang ada di sana membuat semua orang kaget, lalu mereka membawa gadis itu ke UGD,


Pintu terbuka menampakan seorang laki-laki ber jas putih" Apa anda keluarga nya?"


" iya, saya Tante nya gimana kondisi keponakan saya? tanya Tira panik pada dokter itu.


" Hati anak ibu mengalami kekerasan yang parah,jika seperti ini terus maka nyawa anak ibu akan melayang" penjelasan dokter itu pada wanita seksi itu.


" Begitu kah"


Beberapa Minggu kemudian


Tira menemani keponakan nya untuk jalan-jalan di sekeliling taman, Ara sendiri hanya duduk di kursi roda karna tubuh nya begitu lemah.

__ADS_1


mereka menikmati waktu santai itu dengan canggung, Tanpa mereka sadari sosok pria jangkung menghampiri mereka yang tengah santai.


" Hai"


" Asan" jawab nya.


" Tante belikan aku minuman yah?" pinta nya.


" Ok"


Asan menatap gadis yang kebanyakan diam sedari tadi.


" Oy Ra, lagi syuting atau lagi penelitian buat komik pake kursi roda segala' tanya nya pada gadis yang diam itu.


iya memberikan sebuah buku komik pada nya'" Cuma penelitian kok ... Ara bisa jalan loh” iya beranjak dan mengajak Asan untuk ke sebuah tempat.


wajah nya tergores benda tajam yang iya bawa,


tak tinggal diam Asan menlawan dan terjadi pertengkaran di sana.


" Paman cukup "


" OM cukup"

__ADS_1


triak mereka yang ada di sana dua gadis yang saling bermusuhan yaitu Nina Wijaya dan juga Ara Adijaya .


Wijaya adalah sebuah perusahaan di bidang transportasi dan juga pendidikan mereka merupakan salah satu perusahaan terbesar yang ada di kota X.


sayang nya semua hanya sekejap karna Dion Adijaya membokar kecurangan Wijaya membuat mereka menjadi perusahaan dalam bidang sektor perlautan.


dendam yang membara membuat Adijaya memfokuskan pada satu titik yaitu putri bungsu Dion Adijaya.


" Araa ... cepat atau lambat kau akan tiada dan semua properti Adijaya akan kembali lagi pada ku..." ucap Nina memberikan sejumlah map pada nya.


" Sayang nya tak secepat itu nona" Tira datang dengan membawa sejumlah orang berjas hitam.


" Nona Tira .... keponakan mu tak mungkin selamat karna sektor Wijaya selalu menghalangi di sektor kesehatan...."


"Nina , aku menunggu mu lakukan sesuka mu" ucap Andi pada gadis itu lalu mereka pergi dari sana.


Asan yang tak mengerti harus apa hanya diam tanpa sepatah kata pun, di satu sisi iya mengerti tentang bisnis di sisi lain iya hanyalah orang luar tanpa status apapun.


Tira memberikan minuman pada nya“ Pergilah ini bukan urusan mu .... dan tolong jauhi anak ku”


" tapi Tante " ucapan nya terpotong oleh kedatangan temannya.


" oy san cepat napah tuh udah di mulai" seru Irfan bersama dengan kekasih nya.

__ADS_1


" Ok.... aku pamit" sopan nya.


Ara menatap kepergian mereka bertiga lalu menatap wanita di samping nya" Apa aku akan mati" iya terjatuh ke tanah kaki nya tak bisa menopang lagi tubuh nya*.


__ADS_2