
***DRAP, DRAP, DRAP
suara langkah kaki menghiasi sepanjang koridor sekolahan, kaca-kaca tertutup sama sekali tak ada cahaya masuk para siswa-siswi itu berjalan menuju sebuah ruangan.
Hosh, hosh, hosh
Desiran nafas tak teratur, seorang gadis di gusur bagaikan kain lap tubuhnya penuh luka rambutnya berantakan sepanjang koridor iya memejamkan matanya berharap ada yang menolong nya.
Tap, tap, tap
Suara langkah kaki menuju ke arah nya**.
Perlahan siswi itu membuka mata nya melihat siapa yang datang.dengan satu pukulan wajah nya menjadi memar oleh tamparan pemuda itu.
" Cih, dasar gadis aneh." iya mengelap tangan nya mengunakan sapu tangan.
" Cukup Tiran Rui !!! biarkan aku yang membereskan nya"
laki-laki itu membopong nya menuju suatu tempat,
Mereka sampai di sebuah ruangan iya membaringkan gadis itu ini adalah ke 20 kali nya siswi itu di buly, mata Ruby nya menatap ke arah pria itu.
ARGHH...
Suara rintihan saat alkohol mengenai wajahnya pria itu menatap dingin.
gadis bernama Ara itu menatap nya ramah" Makasih ... telah menolongku!!" iya memegang pria itu.
Laki-laki itu pergi menuju koridor meningalkan gadis itu yang memegang dada nya" Di tolak lagi"
Tak berselang lama muncul seorang pria paruh baya, tangan nya mengasongkan sebuah cairan.
__ADS_1
tanpa pikir panjang iya meneguk semua cairan itu.
" Nona kenapa anda membiarkan orang lain menindas mu, walaupun luka seperti itu bisa sembuh kurang dari 10 menit tapi harga untuk sebuah goresan yang menghiasi tubuh nona tak sebanding dengan satu nyawa ....!!!"
"AKU BUKANLAH AYAHKU.'
Hari demi hari berlalu begitu cepat siswa\-siswi tak terasa akan merasakan holiday, hari ini adalah pertengahan semester pertama.
Guru sengaja mengadakan hiburan untuk para siswanya.
Setengah hari berlalu para orang-orang tengah berada di Mall para pelayan menyambut mereka dengan baik.
pemuda bernama Diar itu menatap sebuah kacamata hitam yang berada di kolase.
sebuah barang limited edition yang baru
" **Sangat bagus! apa aku cantik?" tanya nya pada Diar yang diam membisu.
"GADIS KAMPUNG SEPERTI MU TAK LAYAK MEMAKAI BARANG MAHAL INI," GADIS BERNAMA FEBY ITU MEREBUT KACAMATA DARI GENGAMAN NYA.
" LAKUKAN SESUKA MU!!"
" JANGAN LAKUKAN HAL BODOH**."
Wajah Ara memerah setelah mendapatkan elusan dari Diar dengan lembut, Diar pergi dari tempat itu dan menemui para siswa yang tengah menunggu nya dengan jajaran motor keren.
Ninja dan motor cross berjajar di luar mall
__ADS_1
tatapan bosan terlihat dari wajah mereka
dengan ide Tiran Rui mereka membuat onar dengan melaju kan motor mereka di jalan raya*.
***BRUMM, BRUMM, BRUMM**...
Suara motor yang di gas, mereka terus melajukan motornya dengan cepat
tanpa mereka sadari para polisi tengah mengikuti mereka dari belakang.
" Sial, polisi mengejar"
"Cih, bagaimana ini?"
" Tangkap jika kau bisa?" Tiran Rui mendatang.
Acara kejar mengejar berlangsung
para siswa itu saling menjalankan dengan
cepat salip menyalip satu sama lain
banyak para siswa yang terjatuh karna jalanan
yang licin.
DI LAIN TEMPAT ...
"Nona apakah anda akan pergi?"
" seperti nya! sudah cukup, aku ingin pamer sekarang" iya mengambil Helm dari tangan orang itu dan melajukan motornya dengan ugal-ugalan.
__ADS_1
Para polisi kagum dan kesal melihat dua orang yang berada di hadapan nya yang selalu lolos dari tangkapan mereka.
" Tiran Rui? yang satu nya siapa?" Diar menatap acara itu dari balik mobil polisi*.