
***Satu jam berlalu.
Enma menatap orang orang yang berjajar menyambut nya. penampilan mereka begitu mencolok membuat suasana tak nyaman.
" Selamat datang nona muda," Salam mereka membungkuk.
Enma melewati mereka dan menuju sebuah
mobil yang sudah ada di hadapan nya .
Sesampai nya di hotel iya langsung menemui menejer hotel dan meminta nya membawa nya keruangan ayah nya, yang musngkin masih bisa
di sebut seorang ayah.
* KREKK*
Suara pintu terbuka.
" Sayang," Sapa Dion gembira.
" Aku datang bukan tanpa alasan,"
" Sikap mu selalu dingin tak bisa kah basa basi
dan memeluk ayah mu ini,"
Dion berwajah memelas yang membuat Enma menautkan sebelah alis nya yang terangkat di Sergai kening nya yang mengerut.
" Lima tahun lalu ada seorang wanita bermarga Viktor yang tewas di negara ini siapa dalang di balik ini semua," Tanya Enma.
iya berjalan ke arah sofa dan mendudukkan diri nya di sofa samping meja ayah nya.
" Ouh itu, tahun itu keadaan geng ginglong berseteru hebat dengan union.
__ADS_1
waktu itu kesepakatan antara nichi dan ginglong
untuk beroperasi mungkin kau bisa bertanya pada mereka," Ucap Dion dengan tampang acuh plus dingin khas keluarga Adijaya.
" Lalu siapa wanita bernama Amera dan apa
hubungan nya dengan Keysa,,,,!"
" Aku tak akan memberitahu mu," Dion meneguk seteguk wine yang ada di hadapan nya.
Dengan wajah kesal Enma keluar dari ruangan itu. tanpa iya sadari Dion menjadi muram dan berwajah sedih memandang kepergian Enma
yang telah iya besar kan.
" BURUNG KU SEMAKIN LAMA SEMAKIN LEPAS DARI SANGKAR EMAS KU,"
Dion menyadar kan pungung nya pada kursi di belakang nya.
Berlari menyusuri hutan belantara
Cukup lama aku berjalan sampai
akhirnya aku sampai di sebuah Mashion
yang indah nan megah.
Suasana tegang terjadi Enma mengamuk di kediaman Nichi tak jarang beberapa pengawal
terluka karna sebetan Kikiri nya.
' Aku ingin bertemu pemimpin kalian" Ucap Enma di ambang amarah nya.
menerobos penjagaan di sekitar Mashion Nichi
__ADS_1
wajah cantik nya berubah menjadi menakutkan
bahkan warna perak pada helaian rambut nya
memudar.
Mendegar keributan itu Selena Nichi keluar untuk menemui tamu nya, wajah angun nya
berserta pistol sewarna pakaian nya membuat kesan elegan serta menakutkan bagi siapa pun.
" Yo ... anak Amera kah?' Sapa Selena.
" Ada dua pilihan mati atau jadi budak,"
ucapan Enma membuat wanita itu tertawa.
" itu bukan pilihan bocah, kedua nya akan mati di tangan mu ! jadi aku pilih yang ketiga aku memberitahu mu apa yang kau mati tapi Demonsureiyasobo menjadi milik ku....."
" Deal" iya melemparkan Kikiri ke arah Selena.
wanita itu sangat senang dan menghilang kan kewaspadaan nya pada Enma.
mereka duduk di sebuah sofa yang tak jauh dari tempat mereka bicara.
" Dengar lah Amera adalah penyihir dari clan Honma yang terobsesi pada ilmu hitam
saat itu iya menemui master yang handal.
singkat cerita iya bertemu dengan model
papan atas dan menikah dan melahirkan dua anak ... saat anak bungsu lahir sang suami baru mengetahui jika Amera adalah penyihir karna seluruh tubuh nya di hiasi pola hitam karna merasa malu iya membunuh Amera di alun-alun kota..."
" Lalu apa hubungannya nya dengan Keysa?"
__ADS_1
Tanya Enma datar.
Selena mengantungkan kata kata nya membuat Enma menjadi ber emosi akan tindakan selena yang mempermainkan nya***.