
Han sekarang ini menggunakan Mata Sharingan dan Berhadapan langsung dengan Taka no Me, Mihawk. Keduanya saling bertatapan mata yang sama-sama unik untuk dilihat sekarang ini.
"Hmm, Mata yang bagus. Auranya dipenuhi oleh Kebencian yang sangat dalam".Ujar Mihawk yang dengan Serius melihat Aura ku mulai berubah
"Kau juga, Mata Elang-san! Aku jadi tertarik sama keahlian pedangmu itu...".Ujarku yang melihatnya menggenggam Pedang Hitam yang besar
Perlahan-lahan aku mulai menghela nafas sambil mengalirkan Haki Penguatan ke arah Pedangku.
*DENTRAANG!!* Bunyi Suara Bentrokan Pedang
Han dan Mihawk saling bertukar Serangan satu sama lain menggunakan pedang mereka dengan sangat sengit sekali. Tak ada yang berani untuk mengganggu keduanya dan Sepertinya saat ini kemampuan berpedang milik Mihawk jauh lebih unggul dibandingkan denganku. Aku menang di kecepatan tetapi kalah di daya serangan dan juga ketahanan Senjata, Han terpaksa mundur karena melihat Pedang Kecilnya terlihat akan patah.
"Kau ini benar-benar seorang pendekar pedang terkuat di dunia ya!".Tanggapku memuji Mihawk
"Hmm, Sayang sekali... Pedang Kecilmu itu masih terlalu Lemah, Meskipun... kecepatan mu dalam menggunakan senjata sangat menakjubkan".Ujar Mihawk yang dengan Santai
Kami berdua saling bertatapan mata dan Ini akan menjadi yang terakhir kalinya untuk kami berdua saling beradu Senjata Pedang satu sama lain.
*Swissh*Slashh*SLASHH*Clang!!*
Han dan Mihawk selesai beradu pedang dengan Gerakan yang sangat Cepat sekali. Han saat itu melihat bahwa Pedang Kecilnya (Tantou) sudah Patah dan Mengalami sedikit luka tebasan ada di bagian dadanya yang dengan santai berdiri. Saat ini, Pedang Mihawk tak lecet sedikitpun dan Ada sedikit senyuman di wajahnya itu melihat sedikit luka tebasan kecil di pipi Kanannya.
"Ugh, Pedang Hitam yang berbahaya sekali. Aku hampir saja mati, Jika tak ada Sharingan".Ujarku yang sambil membersihkan Darah di bagian dada yang terkena Tebasan Pedang tersebut
'Benar-benar pria yang berbahaya sekali, Sekilas mata itu seperti menciptakan ilusi Kematian dan Kekalahan ku...'.Pikir Mihawk yang menoleh ke arahku dengan sangat Tenang
"Lebih baik kita hentikan saja, Lagipula aku ini tak terlalu tertarik dengan Gelar mu itu! Selamat kau menang dariku, Mihawk-san!".Tanggapku dengan Santai dan selesai membersihkan darah di bagian dadaku yang lumayan Tertebas Lurus (—)
"Hmm, Kau benar! Aku sudah tak mau melawan orang yang pedangnya patah".Ujar Mihawk yang dengan Tenang dan Mencari musuh yang lain
Pertarungan kami berdua ini hanya sedikit orang saja yang tau, Mihawk saat ini berjalan dengan Bosan dan Merasa kecewa karena Han tak ingin Gelar ' Pendekar Pedang Terkuat Di Dunia '.
'Pria Itu, Di Masa Depan Akan Menjadi Pria Yang Paling Menakutkan Di Dunia Ini...'.Pikir Mihawk yang dengan Serius sambil menatap ke arahku
"Cih, Pedang kecil ini patah. Padahal, Ada banyak sekali kenangan".Gumamku pelan yang melihat Tantou itu sudah tak bisa digunakan lagi
Han menyimpannya dan mengeluarkan 7 Senjata Ninja miliknya sekaligus dari dalam Gulungan dan Membiarkan pedang kecilku tersimpan di dalam Gulungan Ninja Senjata sebagai Kenangan. Saat ini, Aku memakai Senjata Kusari yaitu Senjata 2 Sabit kecil hitam yang ada tali besi terhubung di keduanya untuk pertama kalinya digunakan.
"Yosh, Saatnya berperang lagi".Ucapku yang maju dengan memutar Senjata tersebut
Aku juga melihat ke sekeliling tempat Perang ini dan Melihat bahwa Shirohige sudah terluka parah dengan beberapa anggota Angkatan Laut mulai menyerangnya yang sedang Sekarat, Marco saat ini terkena Borgol Batu Laut di satu tangannya dan Juga terkena Tembakan Laser dari Kizaru, Jozu tubuhnya sudah membeku seluruhnya oleh Aokiji. Anggota inti dari Bajak Laut Shirohige saat ini sudah benar-benar dikalahkan dan Shirohige sedang mencoba untuk menyerang para Pasukan Angkatan Laut yang melukai Tubuhnya. Jimbei dan Para Kapten Divisi Bajak Laut Shirohige juga mencoba melindungi bagian belakang Tubuh dari Shirohige yang sekarang ini Terluka Parah.
"kau bilang kau itu tidak bisa mati sampai kau melihat masa depan anak-anakmu, Aku bisa menunjukkannya disini sekarang. Shirohige!! Lakukan!!!". Pekik Sengoku yang dengan Tegas
"Oh, Sialan!!".
"ACE~~!!".
Teriak Para bajak laut shirohige dengan panik dan Melihat 2 Eksekutor siap memenggal leher Ace
Han mulai bersiap melempar Fuuma Shuriken ke arah 2 Eksekutor di Menara Eksekusi sedangkan Shirohige yang berniat menolong saat ini batuk darah dengan Tubuh sudah Terluka Parah.
"Hentikan~~~!!!".Teriak Luffy yang menggunakan Haki Penguasa (Haoshoku no Haki) tanpa sadar
*SWUNGG*WUSSH*Brakk*Brukk*Gubrakk*
Banyak sekali yang terkena intimidasi yang kuat itu dari kalangan Para Pasukan Angkatan Laut dan juga anak buah Bajak Laut Shirohige karena menyebar dengan tak terkontrol membuat orang yang memiliki mental lemah jatuh pingsan.
'Hmm, Jadi ini Haki Raja milik Luffy '.Pikirku yang dengan Santai dan Merasa tak terancam sama sekali dengan menyimpan kembali Senjataku
Luffy kembali berlari lagi bersama Ivankov saat ini menuju ke Menara Eksekusi sedangkan banyak sekali yang Terkejut merasakan Haki Sang Raja yang dikeluarkan oleh Luffy. Sekarang ini banyak yang melihat ke arah Luffy yang menjadi Pusat Perhatian karena keberadaannya itu yang sangat berbahaya sekali sedangkan Han setiap langkah berjalan santai membuat beberapa Pasukan dari Angkatan Laut menjadi Kesakitan di bagian otak karena aku menggunakan Genjutsu yang belum sempurna dengan Santai menuju ke Shirohige.
__ADS_1
"Argghh, Kepalaku sakit sekali!!".
"Bayangan Apa Ini, Uwakhh?!".
"Sial, Hentikan!! Aku Belum Mau Mati!!".
Pekik Para Pasukan Angkatan Laut yang terkena ilusi dengan menjerit kesakitan di dekatku
"Uchiha D. Han, Lebih baik kau berhenti sekarang ini...".Ucap Kuma yang menghadang ku
"Cih, Kenapa selalu saja orang yang kuat datang untuk menghalangiku!".Tanggapku yang dengan Kesal dan berhadapan sama Bartholomew Kuma
"Sekarang ini, Kemana tujuanmu?".Tanya Kuma yang membuka sarung tangannya
"Kalau bisa sih... Ke Surga! Tapi, Mungkin kau tak akan bisa melempar ku lagi".Ucapku yang dengan Serius dan Menghindari serangan tapak tangan yang dimiliki Kuma dengan sangat Cepat
"Boleh Juga, Kau Bisa Menghindar Dari Serangan Tapak Tanganku".Ujar Kuma yang dengan Santai
"Ya, Aku tak mau kena serangan itu untuk kedua kalinya".Ujarku yang dengan Serius
Kami berdua saling bertarung kembali satu sama lain dengan Sengit dan Han dengan Kuma saling beradu Kemampuan Teleportasi yang membuat Semua Serangan ku dipantulkan. Aku merasa ini hanya buang-buang waktu saja sedangkan Kuma merasa kesulitan dalam menyentuh Tubuhku.
"ANAK-ANAAAAK!!!".Teriak Shirohige
"Oyaji!!".Pekik Para Kapten Divisi Shirohige
"LINDUNGILAH MUGIWARA DENGAN SELURUH KEKUATAN KALIAN!!!".Teriak Shirohige
"Adiknya Ace?!".Tanggap Anak Buah Bajak Laut Shirohige yang dengan Bingung
Lalu para kapten divisi Shirohige mulai bergerak dengan cepat melindungi Luffy yang bersama Ivankov menyerang Pasukan Angkatan Laut.
Setelah itu, Kuma membisikkan sesuatu dengan cepat di belakangku yang membuatku Terkejut dan Bingung dengan permintaannya tersebut.
"Aku ingin mengirimkan mu ke tempat salah satu Kru Mugiwara yaitu Nico Robin! Sepertinya, Dia saat ini dalam Bahaya dibandingkan dengan Kru yang lain".Bisik Kuma pelan yang ada di dekatku
"Hahh, Kenapa harus aku?!".Tanggapku yang saat ini dengan bingung dan Suara yang pelan
"Karena hanya kau yang bisa...".Bisik Kuma pelan dan Bersiap ingin menyentuhku kembali
"Tunggu sebentar, Aku berjanji akan pergi kesana jika Perang ini sudah selesai. Jadi, Mari kita buat perjanjian untuk tidak saling Serang".Ujarku yang menghentikan aksi Kuma dan Membuatnya saat ini mengganguk mengerti setelah itu Pergi
Han bernafas lega dan Melihat bahwa Luffy saat ini sudah berlari menuju jalan tangga buatan. Aku sekarang ini benar-benar Lemas dan memulihkan Energi Chakra ku dengan 1 Klon Bayangan yang bertugas untuk melindungi tubuh asliku. Semua orang kali ini sedang berfokus melihat Luffy yang mencoba untuk menyelamatkan nyawa Ace.
"AKU DATAAAAANG!!! AAAAACE!!!".Teriak Luffy yang dengan sangat Keras
Ada banyak yang mencoba menghalangi si Luffy tetapi berhasil dihadang oleh Vista dan Shirohige. Aku tetap fokus bermeditasi dengan Luka yang ada di dadaku mulai beregenerasi secara pelan dan Chakraku meningkat secara perlahan-lahan.
"ADIKNYA ACE!!".Pekik Para Anak Buah Shirohige yang menyemangati Luffy
Akan tetapi, Dihadapan Luffy kali ini muncul Garp yang mencoba untuk menghadangnya langsung.
"KAKEK...!! MENYINGKIRLAH!!!".Teriak Luffy
"MANA MUNGKIN!!! LUFFY!!! AKU INI WAKIL ADMIRAL ANGKATAN LAUT MARKAS UTAMA MARINE!!!".Teriak Garp yang dengan Tegas
"Itu Garp Sang Pahlawan!!!".Pekik Anak Buah Bajak Laut Shirohige yang Terkejut
jalur jembatan tangga yang mengarah ke menara eksekusi itu mulai runtuh dan saat ini Luffy hanya bisa melawan Kakeknya jika dirinya ingin Lewat. Keduanya saling berdebat satu sama lain, Sampai akhirnya Garp dan Luffy siap untuk bertarung.
"Luffy, Kau adalah Musuh!!!".Pekik Garp
__ADS_1
"Gear 2".Ucap Luffy yang tubuhnya mengeluarkan asap dengan warna pink muncul di tubuhnya
Keduanya sudah siap untuk beradu pukulan satu sama lain. Akan tetapi, Garp teringat sesuatu dan Membiarkan Luffy untuk memukul kepalanya.
"UWAAAAA!!".Teriak Luffy
*Buaghh*Swussh*Brakk!!*
Garp mencoba mengalah dan Tubuhnya saat ini sampai tertancap di lantai Marineford sedangkan Luffy tetap fokus sampai ke Menara Eksekusi.
"Hmm, Sepertinya aku sudah cukup pulih".Ujarku yang merasa bahwa Chakra ku sudah ada sedikit dan Kembali menormalkan kedua mataku
Luffy sedang mencoba untuk melepaskan Borgol yang ada di kedua tangan Ace saat ini sedangkan Sengoku menggunakan buah iblis Zoan miliknya.
"Lihat!! Fleet Admiral Sengoku menggunakan kekuatannya!!".
"Ini Pertama Kali Aku Melihatnya...".
Pekik Para Prajurit Angkatan Laut dengan Kaget
"Tunggu!! Jangan Kira Aku Akan Membiarkan Ini!!".Pekik Sengoku yang dengan Serius
Di atas menara eksekusi ada Mr.3 yang baru saja tersadar dari pingsannya, Luffy terkejut ketika ada Si Manusia Lilin di dekatnya. Sengoku sudah siap untuk memukul Luffy, Ace, dan Mr.3 yang sedang berada di depannya dengan Wujud Buddha Emas yang besar. Para Pasukan Angkatan Laut bersiap untuk menembakkan meriam kearah mereka.
"Akan Ku Hukum Mati Dengan Tanganku Sendiri!!".Pekik Sengoku
"Gyaa...!! Apa itu? Gyaa...!!".Pekik Mr.3 yang saat ini terlihat terkejut sekali
"Oe, 3 Lindungi Ace dengan dinding! Gomu-Gomu No... Giganto Fuusen!!".Teriak Luffy dengan perut yang membesar melindungi Ace dan Mr.3
*BUAGHH*SHOCK!!*
"Candle Wall!!".Pekik Mr.3 yang melindungi Ace dengan Dinding Lilin yang dimilikinya
Luffy pun benar-benar terkena pukulan telak dari Sengoku sedangkan Menara Eksekusinya hancur. Luffy tubuhnya menjadi kecil, Mr.3 mulai dengan cepat membuat Kunci Borgol dari Lilin, dan Ace masih memakai Borgol Batu Laut di Tangannya.
"Tembak!! Hancurkan bersama tempat hukuman matinya sekaligus...!!!".Pekik Si Kapten Angkatan Laut dengan Tegas memberikan Perintah
*Boom*Boom*Boom*
Terjadi sebuah ledakan yang besar di atas tempat Menara Eksekusi dan Tiba-tiba saja Borgol Batu Laut mulai Jatuh dari Ketinggian. Lalu muncul sebuah Terowongan Api di Ledakan tersebut.
"Sejak dulu kau selalu begitu, Luffy!! Tidak pernah mendengar ucapanku!!".Tanggap Ace yang saat ini memegang baju Luffy dengan Tenang
Luffy hanya tersenyum lebar melihat Ace berhasil bebas sambil memegang tangan Mr.3 saat ini.
"UWOOOOO!!!".Teriak Para Anak Buah Shirohige yang dengan penuh Semangat
"Dan Terus Saja Bertindak Sembrono!!".Pekik Ace
"AAAACE!!!".Teriak Semua Anak Buah Shirohige
Shirohige hanya tersenyum tipis melihat Ace.
"AAACE!!!".Teriak Luffy dengan Senang
'Sepertinya, Ini akan menjadi puncak akhir dari Perang di Marineford...'.Pikirku yang Tersenyum Tipis dan Tau nasib yang selanjutnya akan terjadi
Han sekarang ini sudah mulai bersiap-siap untuk kembali bertarung dan Banyak sekali reaksi dari berbagai wajah mereka yang terlihat Terkejut.
To Be Continued ...
__ADS_1