
Pada saat ini Han dan Hongo sedang berjalan berdua di Kerajaan Sakura, Pulau Drum. Kedua orang ini sedang berjalan-jalan di Pulau Musim Dingin yang sedang Hujan Salju dan Cuacanya sangat dingin sekali. Kami berdua bertugas untuk Membeli Obat-obatan dan Alat-alat Kedokteran.
"Brengsek, Gara-gara Si Paman Gendut Itu... Aku jadi di suruh-suruh oleh Si Jeki!".Pekikku dengan raut wajah Kesal dan Teringat tentang hal yang diadukan oleh Roo ke Shanks bahwa Smartphone yang ku punya bisa menyimpan barang apapun
"Hahaha... Sekali-kali kau berpetualang denganku Han, Aku tak perlu repot untuk membawa barang dan obat-obatan yang nanti kita beli".Ucap Hongo yang sambil Tertawa dengan Santainya
"Huff, Aku sih tak masalah. Tetapi, Wajah si Jeki yang menyuruh ku dengan ekspresi sombongnya itu yang membuatku kesal".Ujarku yang teringat bahwa status Shanks sebagai Bos Besar harus di turutin dan Kapal Red Force berada di pesisir sisi ujung Pulau Drum yang sulit untuk ditemukan
"Ya, Shanks memang seperti itu. Kau tau bahwa Mugiwara No Luffy adalah korban kejahilannya sejak masih kecil".Ujar Hongo dengan santai
'Hmm, Sebenarnya kalau itu aku sudah tau sejak dari dulu...'.Pikirku yang dengan Tenang
Lalu aku dan Hongo selalu mengobrol sepanjang jalan tentang topik informasi Bajak Laut Rookie (Pemula), Cara-cara Dokter Bekerja, dan Armada Tempur (Aliansi) Bajak Laut Akagami No Shanks yang tergolong sangat Lemah. Sampai akhirnya, Kuro yaitu Seekor Burung Gagak Hitam yang saat itu sedang terbang mengecek Pulau Drum atas perintah dariku langsung saja mendarat di bagian pundak kiri ku sambil memulai pembicaraan.
"Tuan Han, Di depan sana ada Desa Terpencil dan Ada beberapa orang yang masih tinggal di sana. Kwakk...!".Pekik Kuro yang memberikan sebuah penglihatan tentang Desa Bighorn tersebut
"Ya, Aku tau itu. Sepertinya, Tempat tinggal yang ada di daerah itu sudah terbiasa sekali ya terkena longsoran salju".Ujarku yang dengan Tenang
Han bisa tau Desa Bighorn di depannya tersebut sepertinya sering terkena longsoran salju yang turun dari bukit gunung. Aku juga bisa melihat sebuah Galian Besar yang ada di sekitar sekeliling Desa ini yang sepertinya sudah dikerjakan selama beberapa bulan yang lalu. Kami berdua langsung saja berjalan mendekat ke Desa untuk berbicara dengan Warga sekitar Pulau Drum yang sangat ramah menyambut kedatangan kami berdua.
"Hahh... Apakah kau tidak kedinginan sama sekali dengan Pakaian seperti itu Han...?".Tanya Hongo yang sambil menghela nafas dan Tubuhnya saat ini menggigil kedinginan padahal dirinya sudah memakai Jaket yang sangat Tebal
"Tidak, Mungkin karena aku sudah terbiasa sekali dengan berbagai macam Cuaca".Ujarku yang tak merasa kedinginan sama sekali dan Tubuhku ini seperti sudah kebal dengan cuaca aneh apapun
"Dasar Licik! Kau sudah Tampan, Baik, Pintar, dan Kuat".Ujar Hongo yang memujiku dan Merasa iri dengan kehidupan ku yang terlihat Sempurna
"Ya, ya. Terimakasih atas pujiannya. Tetapi, Kita berdua harus mencari hal yang dibutuhkan untuk bisa kembali lagi ke Kapal".Ujarku yang dengan Santai dan Melihat ada beberapa orang di Desa Bighorn yang sedang sibuk melakukan kegiatan masing-masing di pagi hari yang bersalju ini
"Baiklah, Ini sudah jam setengah 9 pagi. Kita bagi tugas saja ya. Aku yang mencari Alat Kedokteran sedangkan Kau yang mencari Obat-obatan yang ada di Catatan Kertas Kecil ini".Ujar Hongo yang sambil memberikan 1 Lembaran Kertas Kecil dan Ada 10 Obat-obatan yang harus ku dapatkan
"Oke, Aku akan mencari Toko Obat atau Apotek di dekat sini".Ujarku yang dengan Santai dan Baru saja ingin pergi tetapi langkah kaki ku dihentikan
"Tunggu sebentar, Kita berdua akan bertemu lagi disini Jam 10 Pagi dan Jangan lakukan apapun yang membahayakan Pulau Drum ini".Ujar Hongo yang memberikan ku sebuah nasehat penting
Han saat itu hanya menganggukkan kepalanya dan berpisah dengan Hongo untuk mendapatkan semua obat-obatan yang sebagiannya penting.
/Beberapa Menit Kemudian/
Desa Bighorn ini sebagian besar dari rumahnya berbentuk silinder dan memiliki atap berbentuk kerucut yang unik. Untung saja, Aku menyamar di Pulau Drum ini sebagai Seorang Ninja sedangkan Hongo-san sebagai Seorang Dokter Keliling yang membuat Para Penduduk di Desa Bighorn saat ini menerima kedatangan kami berdua.
'Sialan... Dimana toko obatnya ya?!'.Pikirku yang dengan kesal dan Berusaha mencari Toko Obat yang ada di Pulau Drum dengan Kesal
"Kyaa... Tolong Aku!!".Pekik Seorang Gadis Kecil dari arah luar Desa Bighorn yang saat ini terjadi getaran besar dengan Jatuhnya Longsoran Salju
"Cih, Sepertinya aku harus menyelamatkan Gadis itu...".Ujarku yang langsung saja berlari melesat cepat ke depan Tubuh si Gadis Kecil berambut pirang tersebut dan Aku bersiap mengeluarkan Jutsu Elemen Api dari dalam Mulut ku
"Onii-chan!!".Panggil Si Gadis Kecil Pirang saat itu dengan ekspresi wajah yang pucat sekali
__ADS_1
"Katon : Goukyakuu No Jutsu!".Pekikku yang saat ini mengeluarkan Bola Api Raksasa dari mulutku
*Bwooshh*BLAARR*BOOMSHH!!*
Bola Api Raksasa yang keluar dari mulutku saat ini mulai beradu bentrok dengan longsoran salju yang saat ini sangat besar sekali. aku pun sampai mengeluarkan banyak keringat di Tubuhku dan Longsoran salju itu mulai lenyap dengan Api ku.
"Apa-apaan itu, Apakah Dia Seorang Penyihir?!".
"Gila, Bola Api Raksasanya itu dapat melenyapkan Longsoran Salju dengan Mudah!!".
"Ku dengar kalau orang itu Seorang Ninja ya!".
Pekik Para Warga Desa Bighorn dengan Heboh
"Hosh, Hoshh... Melelahkan sekali".Ujarku yang mulai membersihkan keringat di Tubuhku
Han saat ini merasakan pelukan di kedua kakinya oleh Gadis Kecil berambut pirang tersebut.
"Onii-chan, Terimakasih ya telah menyelamatkan Lily".Ujar Gadis Kecil Pirang itu dengan Menangis dan Tubuhnya merinding ketakutan
"Ya, Lain kali hati-hati. Gadis kecil yang imut dan cantik".Ujarku yang sambil mengelus kepalanya dengan Lembut dan Tersenyum Manis
"Uhm, Aku akan lebih berhati-hati dan Tidak akan lagi pergi ke hutan itu sendirian".Ujar Gadis Kecil yang bernama Lily dengan Tersenyum Lebar
Tiba-tiba saja, Ada seorang ibu muda berambut pirang yang cantik dengan tubuh montok berlari ke arah kami berdua dengan memanggil nama Lily dan Saat ini wajahnya terlihat khawatir sekali.
"Lily Sayang~! Kamu kemana saja, Mama sampai mencari-cari kamu?!".Tanggap Wanita itu sambil memeluk tubuhnya Lily dengan Erat
"Tunggu sebentar, Aku belum mengucapkan rasa terima kasih. Karena kamu telah menyelamatkan Putriku yang merupakan satu-satunya keluarga ku".Ujar Wanita itu dengan suara yang imut
"Ya, Itu tidak perlu. Karena kita hidup harus saling menolong satu sama lain...".Ujarku yang dengan Tenang dan Mencoba melepaskan genggaman tangan dari si ibu muda berambut pirang tersebut
"Itu benar sih, Tetapi ada yang bisa ku bantu saat ini sebagai balasan karena telah menyelamatkan nyawa putriku".Ujar Wanita itu yang tak menyerah sama sekali dengan menggenggam satu tangan kanan ku di bagian Belahan Dada Besarnya
"Baiklah, Aku mengerti. Bisakah kau lepas tangan kananku terlebih dahulu".Ujarku dengan Tenang
Wanita berambut pirang cantik itupun mengerti dan Melepaskan genggaman tangannya dariku. Aku pun meminta dirinya menunjukkan arah ke Toko Obat-obatan dan Dia dengan senang hati bersama Putrinya langsung mengajakku pergi ke Toko Obat-obatan yang ada di Desa Bighorn ini.
'Sial, Aku tak sadar bahwa Toko Obat itu sangat dekat sekali dari tempat yang ku lewati...'.Pikirku yang sudah tiba di depan Toko Obat tersebut
Han sempat berkenalan dengan ibunya Lily yang bernama Lucy. Aku juga tau bahwa Wanita Pirang itu merupakan Seorang Janda Muda Anak Satu. Sepertinya, ibu muda itu merupakan Kembang Desa ya. Karena aku bisa melihat tatapan mata mesum dari para laki-laki dan Kebencian yang mendalam ketika melihatku ada di sampingnya. Para Perempuan juga merasa cemburu melihat Lucy ada di dekatku yang memiliki Wajah Tampan dan Postur tubuh yang sangat Bagus.
"Terimakasih karena telah mengantarkan ku ke Toko Obat ini, Aku akan masuk ke dalam".Ujarku yang langsung berjalan ke Toko Obatnya
"Bye-bye, Onii-chan! Semoga kita bertemu lagi ya. Aku harap kau datang ke Rumahku".Ujar Lily yang sambil melambaikan tangannya dan Lucy saat itu hanya mengedipkan sebelah matanya ke arahku sambil Tersenyum Manis berjalan pergi
Han saat itu melambaikan tangannya juga kearah mereka berdua dan Aku berjalan masuk ke dalam Toko Obat yang terlihat tersusun rapih berbagai macam jenis obat-obatan. Lalu ada seorang pria yang lumayan agak tua menghampiriku untuk menanyakan obat apa yang sedang ku cari.
"Baiklah, Ini tuan! Kami hanya punya 7 Obat saja yang ada di Toko ini dan Sisanya yang 3 Obat itu sangat Langka sekali. Mungkin, Raja Dalton atau Dokter Kureha yang masih memilikinya...".Ujar Si Paman Pemilik Toko Obat itu yang memberikan 7 Obat yang ku butuhkan dan 3 yang tersisa masih belum ada atau Tidak tersedia di Tokonya
__ADS_1
"Hmm, Begitu ya. Terimakasih atas informasinya dan Ngomong-ngomong dimana aku bisa melihat 2 Orang itu?".Tanggapku yang sambil bertanya kepada si Paman itu tentang 2 Orang yang harus ku cari kira-kira sedang berada dimana
"Ya, Kedua orang penting itu pastinya tinggal di dalam Kastil Kerajaan yang ada di bukit tinggi itu bagian tengah dari pulau ini dan Jaraknya sangat jauh sekali...".Ujar Si Paman Pemilik Toko Obat yang menunjukkan Bukit Tinggi bagian Tengah Pulau Drum yang terdapat Kastil Kerajaan di sana
"Baiklah, Terimakasih atas informasinya Paman. Ini uang obatnya, Aku pergi dulu kesana".Ujarku yang membayar biaya 7 obat tersebut dan Pergi menuju ke tempat yang sepertinya sangat Tinggi serta Jauh sekali jika dari Desa Bighorn
Han mencoba menghubungi Hongo-san dengan Smartphone ku yang terhubung dengan Den-den Mushi miliknya. Aku meminta maaf karena akan sedikit terlambat untuk bisa ketemuan dan Juga sepertinya Hongo terlihat kesulitan mencari Alat Kedokteran yang sedang dicarinya di Pulau ini.
"Baiklah, Waktunya mencari 3 Obat lagi".Ucapku yang telah selesai berbicara di Telepon dan Saat ini malah bertemu dengan Lily yang sepertinya sedang asik bermain boneka di depan rumahnya
"Yey, Han Nii-chan! Kamu mau mampir ya!".Pekik Lily yang langsung berlari memeluk Tubuhku
"Tidak, Aku masih mencoba mencari seseorang untuk membeli obat-obatan yang tersisa".Ucapku yang membuat raut wajah Lily terlihat Kecewa
"Eh, Memangnya siapa yang kau cari?".Tanya Lily yang dengan wajah imut sekali
"Itu seorang raja yang bernama Dalton-san serta Seorang Dokter bernama Kureha".Ucapku yang dengan Tenang dan Mengelus-elus rambut Lily
"Oh, Kau mencari Dalton-sama serta si Nenek Tua Penyihir itu ya!".Tanggap Lily dengan wajah datar
"Hmm, Kamu mengenalnya Lily?".Tanyaku
"Ya, Aku sangat kenal mereka. Untuk Dalton-san karena dia seorang Raja yang Baik sedangkan si Nenek Tua Kureha itu sangatlah Kejam".Ujar Lily yang sambil menceritakan pengalaman pertama ketika dia Sakit dan Dirawat oleh Dokter Kureha
Han saat itu hanya bisa tersenyum tipis dan Aku mencoba melepaskan pelukan Lily yang sangat erat sekali di Tubuhku ini. Tetapi, Tiba-tiba saja ada suara wanita tua dari belakang kami berdua.
"Siapa yang kau panggil Nenek Tua yang Kejam, Dasar Gadis Kecil Kurang Ajar?!".Tanggap Kureha dengan raut wajah yang menyeramkan
"Uwahh, Dokter Tua Kureha!! Kabur!!!".Pekik Lily yang dengan Panik dan Berlari masuk ke dalam Rumahnya dengan sangat cepat sekali
"Gadis Kecil Kurang Ajar kau, Aku pasti nanti akan menyuntik tubuhmu dengan Kejam".Ucap Kureha yang dengan Kesal dan Memegang sebotol Sake
"Hmm, Nenek Tua! Apakah kau seorang penyihir yang bernama Dokter Kureha itu?".Tanyaku yang dengan Santai dan Tidak tau bahaya nya
*Duaghh*Brukk!*
Tubuhku langsung saja tumbang dengan benjol di kepala besar sekali akibat terkena tendangan kuat yang sangat mendadak dari Dokter Kureha.
"Jangan Pernah Memanggilku Nenek Tua, Dasar Kau Bocah Tampan Sialan! Aku ini masih muda dan Umurku itu baru 139 tahun".Ucap Kureha yang dengan Kesal dan Meminum Sake miliknya
Kureha berjalan begitu saja meninggalkan ku yang saat itu tergeletak di atas tanah bersalju.
"Oe, Tunggu Sebentar! Nenek Tua Kurang Ajar, Kau menyerang ku secara tiba-tiba. Ayo kesini kita baku hantam lagi!".Pekikku yang dengan kesal dan Melihat si Kureha sedang memegang sebuah pisau dengan tatapan mautnya
Han saat ini langsung merinding ketakutan saat melihat Dokter Kureha yang memegang Pisau dan Ekspresi wajahnya sangat menyeramkan.
"KESINI KAU BOCAH KURANG AJAR...!!!".Teriak Kureha yang berlari mengejar ku dan Melempar pisau serta Senjata lainnya dengan sangat Brutal
"Uwahh, Ampun Nek!!".Pekikku yang berlari cepat saat ini sambil menghindari semua senjata yang dilemparkan oleh Dokter Kureha
__ADS_1
Sampai akhirnya, Aku tertangkap dengan wajah yang ku miliki babak belur dan Tiga Obat itu juga berhasil ku dapatkan dengan biaya yang sangat mahal sekali. Aku diobati oleh Lucy yang saat itu kasihan melihatku di siksa sama Kureha dan Han mendapatkan Ciuman Gratis di bibirnya dari Lucy serta Menyentuh tubuh si Wanita Janda Pirang Seksi itu dengan sesuka hatinya disaat Lily lagi tertidur pulas di kasurnya. Aku pun kembali ke tempat Hongo yang sedang menunggu di tempat biasa dan Ketika itu dirinya berniat marah tetapi berhenti saat melihat wajahku yang babak belur. Sepanjang perjalanan itu juga, Aku ditertawakan oleh Shanks serta Anggota yang lain saat datang ke Kapal Red Force yang sedang berpesta.
To Be Continued ...