
Di suatu sore yang cerah di tengah lautan Dunia Baru, Han sedang memancing ikan di atas Jet Ski miliknya dengan Santai. Aku juga menyempatkan diri untuk membaca sebuah berita di Koran.
'Apa-apaan ini, Sepertinya aku langsung masuk ke berita utama di Koran ya '.Pikirku yang dengan Bingung dan Mengecek smartphone ku saat ini
Han melihat jam pukul 15.30 dan Melihat ke peta Dunia One Piece bahwa ada Pulau di dekat sini. Aku hanya butuh waktu 10 menit saja untuk bisa sampai ke Punk Hazard dan Jaraknya juga tidak terlalu jauh dari Posisi ku berada di Lautan Dunia Baru ini. Pulau Dressrosa dan Pulau Punk Hazard ini benar-benar dekat sekali saat ku lihat di Layar Smartphone ku, Aku bisa saja sampai ke Pulau Punk Hazard dalam waktu singkat jika tak ada Pertempuran di dekat Pulau Dressrosa serta Tak berhenti makan siang terlebih dahulu.
"Hmm, Aku lagi-lagi menyimpan banyak foto di Album Galeri ku..."Gumamku pelan yang sambil Tersenyum Tipis dan Melihat ada banyak Foto Tentang Diriku, Setengah dari Anggota Kru Bajak Laut Doflamingo, Pulau Dressrosa, dan 3 Wanita (Viola, Baby 5, dan Juga Kalifa)
Aku merasa bahwa foto yang tidur di atas rumput + penuh dengan bunga-bunga adalah Yang paling bagus. Ini ketika waktu sore hari di sebuah Bukit Taman yang indah dan Viola adalah Wanita yang memotret ku sebelum Konser Musik Dimulai.
'Wanita itu untungnya pintar dan Tau cara terbaik untuk mengambil foto. Meskipun, Dia juga ingin memiliki Smartphone ku ini...'.Pikirku yang ingat sebuah kenangan indah di bukit dengan Viola
Han melihat bahwa alat pancingan miliknya udah mulai bergerak lagi dan Dirinya mendapatkan 1 ekor ikan di lautan Dunia Baru ini, Di dalam ember sudah ada 7 ekor ikan yang lumayan besar.
"Hehe... Tak sia-sia aku meminta Yasopp-san dan Hongo-san mengajariku cara memancing ikan di atas Kapal serta Pulau Yukiryu".Gumamku yang sambil Terkekeh Kecil dan Ini sudah cukup waktu buat memancing ikan yang ku lakukan selama 1 Jam penuh di Tengah Lautan Dunia Baru
Han memutuskan untuk menancapkan Gas Jet Ski miliknya. Untung saja, aku tadi sudah mengisi bahan bakarnya berupa Cola yang ku beli di Pulau Dressrosa sebanyak 3 Tong seperti biasanya.
*Brrmmmm*Wrusshh*. Bunyi Suara Jet Ski Yang Berlayar Dengan Sangat Cepat Sekali
Aku sangat beruntung memiliki Smartphone yang ada fungsi aplikasi penyimpanan ruang dimensi di dalamnya sehingga tak perlu repot-repot untuk mengurus semua barang + makanan yang ku beli atau ku dapatkan di Dunia One Piece ini.
/Beberapa Menit Kemudian/
Han saat ini merasa kagum ketika berada di atas Langit. Aku menggunakan Teknik Geppo dan Ku lihat bahwa Pulau Punk Hazard benar-benar tak terduga dengan di satu sisi pulau ada Gunung Es yang Bersalju sedangkan di satu sisi pulau yang lain ada Lautan Berapi yang sangat Panas.
'Sial, Pertarungan 2 Admiral Angkatan Laut yang selama 10 hari itu benar-benar Gila. Aku merasa jadi ingin melawan mereka juga...!'.Pikirku yang dipenuhi dengan Ambisi + Semangat sekali
Aku memutuskan untuk turun di dekat sebuah Gedung Laboratorium yang ada di sisi pulau yang Dingin (Gunung Es) dengan Salju yang saat ini turun cukup lebat sekali. Han sama sekali tidak merasa kedinginan di Pulau Punk Hazard ini, Aku justru menyukai Pulau Musim Dingin ketimbang Cuaca yang Panas sama seperti Chopper.
"Hmm. Di Pulau ini ada 1 Wanita di Laboratorium, Serta Banyak Anak-anak dan Orang-orang yang Terluka Parah, 2 Monster Yeti yang sepertinya sedang mendekat kesini, serta 1 Ekor Naga yang jaraknya cukup Jauh dari sini".Gumamku Pelan dan Merasakan keberadaan makhluk hidup yang ada di Pulau Punk Hazard ini melalui Haki ku
Han saat ini menggunakan Haki Kenbunshoku di sekitar Area Gunung Es yang sedang Bersalju.
*Boom...*Boom...*Boom...*Boom!*. Bunyi Suara Ledakan dari Tembakan Senapan yang Pelurunya Mengarah Langsung Ke Arah Tempat Ku Berdiri
Aku menghindari serangan itu dengan gerakan kaki yang sangat cepat sekali dan Melihat bahwa si Pelaku adalah 2 Monster Yeti Kembar Raksasa yang jaraknya lumayan jauh dari posisi ku saat ini. Dua Mahkluk Monster Yeti Kembar Raksasa itu berusaha di atas Bukit Gunung Es menembaki ku secara terus-menerus tanpa memberi ampun.
"Brengsek, Mereka berdua seolah-olah sudah tak asing membunuh seseorang di daerah pulau es ini...".Ucapku yang dengan Kesal dan Berusaha untuk terus-menerus menghindari semua peluru yang mengarah langsung ke arahku
Han memiliki sebuah ide yang cerdik dan Saat ini menggunakan 1 Kagebunshin miliknya tersebut. Aku membuat 2 Monster Yeti Raksasa itu terus menembak ke arah 1 Klon Bayangan ku saat ini yang sedang berusaha untuk menghindar dari Tembakan Peluru Api Besar milik mereka berdua.
"Hehehe, Kena kalian berdua ... Hiken!".Pekikku yang ada di sisi kedua Monster Yeti Raksasa itu dan Tangan Kanan ku saat ini dilapisi oleh Api + Busoshoku No Haki menyerang kedua Monster itu tanpa mereka sadari keberadaan ku yang asli
*Swuushhh*BLAAARRRR...!!!*. Bunyi Suara Api Raksasa Dari Satu Pukulan Tangan Kanan Ku
Kedua Monster Yeti Raksasa itu terbelalak kaget saat melihat ku ada di bagian samping mereka berdua yang sedang bersembunyi di atas Bukit Gunung Es. Mereka juga tak sempat menghindari Serangan Api Besar yang sudah ku keluarkan.
"UAARRRGGHHH.... PANAS!!!".Teriak Kedua Yeti Kembar Itu Yang Terkena Serangan Ku
'Rasakan itu, 2 Monster Brengsek...!'.Pikirku yang kedua mataku berubah menjadi Sharingan
Han saat ini meniru teknik tinju api milik Ace dan Berhasil karena Mata Sharingan miliknya sangat bagus digunakan untuk meniru teknik bertarung seseorang. Aku juga tau bahwa 2 Monster Yeti itu sangat lemah terhadap Api, Karena aku memiliki teman di Pulau Yukiryu yang juga Monster seperti Yeti sebagai Latihan Tanding untuk membuat ku menjadi Kuat. Ku lihat bahwa kedua Monster Yeti Kembar itu mencoba untuk memadamkan Api ku yang sedang membakar tubuh keduanya saat ini menggunakan Salju yang sedang Menumpuk.
"Argghhh... Sial, Ini Panas Sekali!!".Pekik Scotch yang bergelinding di tanah bersalju dengan tubuh yang kesakitan karena Terbakar oleh Api ku
"Ughh, Kita salah memilih lawan... Panas!!!".Pekik Rock yang juga merasa kepanasan sekali
"Cih, Membosankan...".Gumamku yang dengan Kesal dan Berjalan pergi melewati Kedua Tubuh Raksasa Yeti Kembar tersebut dengan Santai
Han menoleh ke belakang sebentar melihat Dua Monster Yeti Kembar Raksasa itu masih Berdiri dan Berusaha untuk menyerang ku kembali.
"Tidurlah...".Ujarku yang dengan kesal dan Penuh dengan Aura intimidasi yang Kuat (Haki Raja)
*Tsingg*Ngwusshh...!!*. Bunyi Suara Haki Raja milik Han yang mengintimidasi 2 Yeti Tersebut
__ADS_1
Dua Monster Yeti Raksasa Kembar itu langsung dibuat Pingsan dengan Mata Memutih + Mulut yang berbusa merasakan Haki Haoshoku milikku.
'Hahh, Bisa-bisanya Dua Monster Yeti Bodoh itu mencoba untuk bangkit melawan ku lagi '.Pikirku yang sambil menghela nafas dan Melihat bahwa seluruh pakaian ku saat ini kotor + basah
Han pun berjalan ke sebuah goa dengan Gedung Laboratorium yang terlihat sudah Hancur di dekat sebuah Gedung Laboratorium yang masih bagus.
"Yosh, Ganti pakaian disini saja sebelum pergi ke Gedung Laboratorium yang masih bagus".Ujarku yang mengganti pakaian ku seperti biasanya
Lalu setelah selesai berganti pakaian, Aku saat ini bergegas keluar dari Goa dengan Santai sambil melihat Cuaca yang mau memasuki Malam Hari dengan Salju yang masih Turun dari Langit.
...****************...
Setelah itu, Aku berada di sebuah pintu raksasa Bangunan yang sepertinya Laboratorium dan Han saat ini mulai mengetuk pintu besi Tersebut.
"Permisi, Apakah ada orang?".Tanyaku yang saat ini sedikit berteriak dari Luar Pintu Raksasa
*Krieett...!*. Bunyi Suara Pintu Raksasa Terbuka
Lalu muncul seorang wanita cantik yang memiliki Rambut Hijau Panjang dengan Tubuh yang cukup Seksi dan Pakaiannya sangat Tipis di Pulau yang sangat Dingin/Es seperti ini. Aku terkejut melihat bahwa Seorang Wanita yang menyambut ku saat ini sedang Tersenyum Manis + Salah Tingkah.
Kami berdua saling beradu tatapan mata cukup lama di Pintu Raksasa ini dan Aku pun mencoba untuk menyapa wanita itu sekali lagi.
"Halo, Bisakah aku masuk ke dalam?".Tanyaku yang melihat Wanita itu Terdiam melihat ku
"Ya, Silahkan Masuk. Pria Tampan~".Ujar Monet
Wanita berambut hijau panjang agak berantakan itu langsung menyadari keberadaan yang ada di depannya dan Menyambut ku untuk masuk ke dalam Laboratorium yang Luas + terasa Sepi.
'Wahh, Ini sangat Luas dan Ribet ya!'.Pikirku yang melihat bagian dalam Gedung Laboratorium ini
'Sial, Kenapa Uchiha D. Han ada di pulau ini? Dia terlihat sangat Tampan dan Kuat, Aku saat ini sial sekali karena Caesar sedang berada di Pulau Lain sedangkan Vergo masih menyamar dengan Tugasnya sebagai Pemimpin Angkatan Laut di pangkalan G-5. Bagaimana cara menghadapi pria ini ?!'.Pikir Monet yang sesekali melirik ke arahku yang berjalan di sebelahnya dengan Waspada
"Hey, Apakah disini hanya Kau... serta Anak-anak dan juga beberapa Orang yang Terluka?".Tanyaku saat ini menatap langsung ke arah Monet
'Bagaimana ini, Dia bisa menggunakan Haki dan Aku pasti akan mati ?!'.Pikir Monet yang dengan Panik + Wajahnya terlihat Pucat saat melihat ku yang memiliki Aura sangat Berbahaya sekali
"Uhm, Etto... Aku ini seorang wanita yang pemalu dan Namaku Monet. Anak-anak dan Orang yang Terluka disini sedang dirawat oleh ilmuwan yang bernama Caesar Clown, Dialah pemilik gedung Laboratorium ini".Ucap Monet yang Gugup dan Kelihatan bahwa dia tidak berbohong
"Begitu ya, Lalu kita akan pergi kemana?".Ucapku yang bertanya lagi ke arah Monet
"Kita berdua akan pergi menuju ke Ruang B untuk makan malam dan bersenang-senang di sana ya, Tampan~".Ujar Monet yang dengan Tersenyum Menggoda dan Menggandeng Tangan Kiri ku
'Lagi-lagi dengan Wanita, Kenapa Gen Uchiha ku itu sangat kuat ya...'.Pikirku yang merasa aneh dan Gampang sekali membuat Wanita manapun Jatuh Cinta Kepada ku dengan Mudahnya
Aku benar-benar bisa merasakan 2 benda kenyal milik Monet yang terlalu nempel di tangan kiri ku dan Wanita ini memiliki suhu tubuh yang sangat Dingin sekali meskipun Wajahnya sangat Ramah.
/Beberapa Jam Kemudian/
Kami berdua makan malam bersama dengan Han yang memasak sesuatu untuk Monet serta Para Anak-anak yang kondisinya saat ini tidak Normal. Aku benar-benar tak tau yang terjadi dengan para anak-anak yang ada di Laboratorium ini, Karena kondisi tubuh mereka ada yang lumayan besar seperti Manusia Raksasa versi lebih kecil.
"Hmm, Aku merasa kasihan dengan para anak kecil yang membesar itu?!".Tanggapku dengan tatapan Sedih dan Melihat bahwa mereka semua saat ini sedang Tertidur Pulas di Ruangan Biskuit
"Ya, Kondisi mereka sedang sakit dan si Caesar yang membantu para anak-anak itu".Ucap Monet yang Tersenyum Tipis sambil mengelus kepala Gadis Kecil yang sedang Tertidur dengan Pulas
'Tapi... Aku kok merasa Curiga!'.Pikirku yang saat ini merasa ada yang Janggal
Han benar-benar tidak mengetahui tentang One Piece Arc Punk Hazard, Karena dirinya hanya tau bahwa Kru Bajak Laut Topi Jerami untuk pertama kalinya akan berlabuh ke Pulau Punk Hazard ini.
"Ayo kita kembali ke ruangan ku saja ya dan Tak perlu lama-lama berada disini".Ucap Monet yang langsung saja menggenggam tangan kanan ku
Lampu di Ruangan Biskuit Mati dan Kami berdua meninggalkan para anak-anak kecil + raksasa itu di ruangan tersebut. Meskipun, Kita hanya main dan makan malam sebentar saja di dalam sana.
"Hey, Mau tidur dengan ku? Aku sangat kesepian sekali disini dan Beruntung melihat Pria Tampan sepertimu datang kesini".Ujar Monet yang ada di depan ku dengan Tatapan Mata penuh Nafsu dan Tubuhnya yang mendekat langsung ke arahku
"Aku ini serigala yang cukup Jahat dan Liar loh... Mungkin, Besok kamu tak bisa berjalan".Bisikku yang dengan pelan di telinga kirinya dan Wajah kami berdua sangat dekat satu sama lain
__ADS_1
"Coba saja membuatku Puas, Karena aku sudah bosan sekali kesepian seperti ini...".Bisik Monet yang dengan raut wajah memerah merona
Han tanpa basa-basi lagi langsung menggendong tubuh Monet ala bridal style. Lalu kami masuk ke dalam salah satu Ruangan dengan banyak buku + minuman sake di dalamnya. Aku dan Monet saat ini berciuman di atas Sofa dengan penuh Nafsu serta melakukan hubungan intim yang sangat liar di Malam Hari yang Dingin di dalam Laboratorium untuk saling menghangatkan tubuh satu sama lain. Aku tak menyangka bahwa Monet ini adalah Wanita yang sangat Mahir dan cukup Liar sekali.
...****************...
Keesokan pagi harinya, Di atas sofa ada Monet yang masih Tertidur Pulas dengan Senyuman di Wajahnya yang terlihat Puas serta Tubuhnya saat ini tertutup oleh Selimut Putih yang Tebal.
"Ugh, Itu benar-benar malam yang sangat Brutal dan Menyenangkan sekali".Ujar Monet yang baru saja bangun dan melihat ku yang saat ini sedang membuat sesuatu di ruang dapur kecil untuknya
"Kamu sudah bangun ya, Monet-chan! Maafkan aku ya, Padahal kita baru kenalan kemarin dan aku malah sudah melakukan hal buruk dengan mu".Ujarku yang dengan wajah bersalah dan ku lihat bahwa Monet terlihat kesulitan Berjalan
"Ehh, Tak apa kok. Justru aku membutuhkan hal yang membuatku tak bosan dan Kesenangan itu benar-benar luar biasa".Ujar Monet yang saat ini mencoba berjalan mendekat ke arahku
"Kau diam saja di Sofa, Aku yang akan datang ke sana dan Membantu mu".Ujarku yang sekarang sedang membawa 1 Nampan dengan 2 Mangkuk Bubur Ayam + 2 Gelas Susu Vanilla yang Hangat
"Wah, Kelihatannya lezat sekali".Ujar Monet yang melihat Masakan Buatan Ku + Merasakan Aroma Makanan yang sangat Harum sekali
"Ayo kita sarapan pagi, Setelah itu membuatkan Para Anak-anak Kecil itu Makanan juga".Ucapku yang membuat Monet tersenyum tipis dan Kami berdua makan dengan Tenangnya
Setelah selesai sarapan pagi, Aku meminta izin kepada Monet untuk Mandi terlebih dahulu dan Setelah itu baru dirinya yang Mandi. Kini jam di Smartphone ku sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan Ku lihat bahwa Anak-anak Kecil + Raksasa itu masih bermain-main di Ruangan Biskuit melalui Layar Den-den Mushi yang terhubung di setiap Ruangan. Aku juga melihat bahwa Monet sedang menulis sesuatu di buku tulisnya yang ada di Bar dalam Ruangan yang cukup Luas ini. Han merasa bahwa nanti siang dirinya harus pergi dari Pulau Punk Hazard ini dan Melanjutkan petualangannya lagi untuk berkunjung ke Pulau Wanokuni yang jaraknya sangat Jauh dari Tempat ini serta butuh waktu berhari-hari untuk bisa sampai kesana.
'Aku mendengar dari Shanks bahwa itu adalah Negeri Para Samurai dan Ada Makhluk yang Kuat di Wilayah Pulau Kekuasaannya Tersebut '.Pikirku yang merasa penasaran dan Tau bahwa Shanks mengatakan Yonkou itu sangat Kuat sekali
"Han-kun! Kau sedang memikirkan apa, Sayang ku~? Ceritakan kepada ku".Ujar Monet yang saat ini duduk di atas Pangkuan ku dengan Manja
'Sial, Jika bukan karena Tantangan dari Beckman yang menyuruhku untuk menikmati tubuh wanita dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kali. Aku pasti tak akan pernah dekat dengan wanita manapun karena Waifu ku di Dunia One Piece ini hanya ... Nico Robin '.Pikirku dengan Kesal dan Terpaksa menerima tantangan yang konyol tersebut
Aku mengingat bahwa hampir seluruh kru bajak laut Shanks Mengejekku yang Tampan doang tetapi Menaklukkan hati + tubuh Wanita Sulit.
"Jika kau mampu menghabiskan Hadiah dariku ini dengan Para Wanita yang Terkenal serta ada Bukti Fotonya dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kali. Aku akan memberikan mu Uang sebesar 3 Milyar Berry dan Juga menganggap kau sebagai Seorang Pria Sejati".Ucap Beckman yang saat itu memberikan ku sebuah Tantangan dengan salah satunya ada 3 bungkus kotak kecil barang yang haram tersebut harus habis + Bukti Foto Wanita
Han mengingat perpisahan terakhir dengan bajak laut Yonkou, Akagami No Shanks. Beserta semua informasi dan 1 tantangan yang tidak masuk akal dari Benn Beckman yang sangat Mesum tersebut dan Sebenarnya aku sudah menolak tetapi waktu itu Shanks, Yasopp, sama Rockstar dengan jahil mencoba memprovokasi ku yang akhirnya malah membuat ku Terpancing serta Menerimanya.
'Sial, Aku seharusnya tidak menerima tantangan konyol itu...'.Pikirku yang baru menyesal karena gampang diprovokasi oleh Shanks serta Rockstar dan Yasopp waktu kejadian Tersebut
*Chupp~...!*.
Han matanya terbelalak terkejut melihat Monet yang mencium bibirku dengan begitu mudahnya dan Tanpa basa-basi memasukkan lidahnya ke dalam mulut ku untuk saling beradu satu sama lain. Aku sampai tak sadar bahwa Monet ada di atas Pangkuan Tubuh ku dan Kami berdua saat ini hanya berciuman secara singkat (1 Menit).
"Hoy, Kenapa kau diam saja?".Tanya Monet yang wajahnya memerah merona menatapku
"Uhm, Maaf... Aku kepikiran sesuatu".Ujarku yang membuat Monet terlihat sangat Cemberut
Lalu kami berdua terkejut mendengar teriakkan suara dari Anak Raksasa yang meminta 'Permen'. Aku bisa melihat bahwa kepala mereka semua kesakitan dan tubuh mereka hilang kendali. Saat itu juga Monet langsung terlihat Panik dan Dia melesat cepat dengan butiran salju putih yang mengelilingi tubuhnya ke Ruangan Biskuit.
'Apa yang terjadi dengan para anak-anak itu ya dan Mengapa monet-chan tidak bercerita bahwa dirinya itu pengguna kekuatan buah iblis logia, Salju '.Pikirku yang dengan Bingung dan Saat ini mencoba bergegas untuk menghampirinya
Han melihat bahwa Monet memberikan semua anak-anak itu sebungkus permen yang saat itu membuat mereka semua senang. Aku justru saat ini menjadi curiga dengan permen aneh tersebut.
"Yo, Han-kun! Kamu tunggu saja di Ruangan B ya. Ini biar jadi urusan ku".Ujar Monet yang sambil Tersenyum Tipis dan Memberikan permen aneh itu kepada Anak-anak seperti sesosok ibu
"Baiklah, Aku tunggu di sana".Ujarku yang saat ini mencoba mencari sebuah informasi penting
Monet pun merasa takut bahwa Han mengetahui isi dari permen berbahaya yang telah dia berikan kepada Anak Kecil / Raksasa tersebut. Sampai pada akhirnya, Hal yang tidak terduga terjadi.
/Beberapa Menit Kemudian/
Monet saat ini sedang asik sendirian menulis di buku di ruang perpustakaan dengan kacamata miliknya, Lalu dirinya menatap pintu yang baru saja terbuka dengan Han yang berwajah Dingin.
"Yo, Kau sudah kembali ya. Sayang~".Ujar Monet yang Tersenyum Tipis menatapku
"Tak perlu bertele-tele lagi, Kau mau mati seperti apa? Monet-chan~!".Tanggapku yang memasang wajah Dingin + mengaktifkan mata Sharingan
Monet memasang wajah yang biasa saja tetapi dalam hati terlihat sangat Ketakutan sekali, Dia menatapku sekilas dan berhenti menulis sesuatu.
__ADS_1
Han menggunakan pedang shirayuki yang saat ini mengeluarkan Aura Hijau (Elemen Angin) serta bersiap-siap untuk membunuh Monet. Aku tak akan segan-segan jika Wanita itu memilih untuk melawan ku setelah memberikan permen yang berbahaya untuk Anak-anak Kecil tersebut.
To Be Continued ...