Si Ninja Misterius Di Dunia One Piece

Si Ninja Misterius Di Dunia One Piece
Mencoba Melarikan Diri, Han Vs Magellan dan Seorang Wanita Misterius?


__ADS_3

Han baru saja keluar dari ruangan sempit, gelap, dan dingin tersebut dengan santai. Aku saat ini merapihkan pakaian ku dan Juga berjalan-jalan di sekitar Neraka Beku Penjara impel down level 5 ini dan Nasib dari Sadi serta Domino benar-benar diluar dugaan dengan tersiksa secara fisik, jiwa, dan mental. Keduanya berada di ruangan kamar yang sempit itu dalam kondisi sudah tak berdaya serta memiliki pandangan mata yang Kosong.


"Huwahh... Lega sekali. Aku akhirnya membalas perbuatan dari 2 wanita murahan itu sampai puas dan Saatnya untuk mencari Senjata serta Juga Smartphone ku yang disita mereka".Ujarku yang sambil Tersenyum Tipis dan Merenggangkan otot yang ada di Tubuh ku dengan Santainya


Jika, Han bertemu dengan Sadi dan Domino lagi. Maka, Kedua wanita itu otomatis akan menjadi Seorang Budak bagiku karena Trauma dan Juga Siksaan yang telah ku berikan untuk Keduanya.


'Hm, Kira-kira dimana pedang shirayuki dan juga Smartphone ku disembunyikan...!'.Pikirku dengan Tenang dan Melihat ada tujuh ekor Serigala Putih yang bergerak dengan cepat ke arah ku


*Buagh*Bakk*Bukk*Duaghh*Brakk!!*. Bunyi Dari Suara Pertarungan ku Dengan 7 Ekor Serigala


Han saat ini pun hanya butuh waktu 1 menit saja untuk mengalahkan segerombolan serigala putih tersebut. Aku juga bisa merasakan dengan Haki Pengamatan (Kenbunshoku) milikku bahwa ada beberapa Makhluk yang bersembunyi di Ruangan Penjara impel down level 5.5 dan Ada beberapa Tahanan yang masih bertahan serta Meninggal dalam keadaan Beku karena Cuaca Dingin disini.


"Untung saja, Ini merupakan tempat yang paling ku sukai".Gumamku Pelan dan Han benar-benar suka berada di Area Cuaca Musim Dingin


Tak peduli setipis apapun pakaian yang dipakai olehnya. Dirinya sudah merasa kebal terhadap cuaca dingin yang bersalju saat ini, Keberadaan ku saat ini masih belum diketahui oleh Siapapun dan juga ada banyak Penjaga Penjara impel down yang Tertidur Pulas karena ini sepertinya sudah Malam Hari. Aku melanjutkan perjalanan ku saat ini menuju ke kantor Kepala Sipir yang berada di Level 4 (Neraka Api) dan Lagi-lagi ada satu orang yang sepertinya menghadang ku di Tempat ini.


"Oe, Kau... Dimana Sadi-chan dan juga Domino yang seharusnya menjaga mu?".Tanya Saldeath yang merupakan ketua pengawal seperti Sadi


Pria kecil itupun memakai pakaian serba putih dan Ada Senjata Tombak Trisula Hitam di tangan kanannya dengan bersiap bertarung melawan ku. Han saat itu hanya menatapnya dengan santai dan Bersiap untuk bertarung melawan beberapa orang penjaga prajurit penjara yang ikut gabung membantu ketua pengawal pria cebol tersebut.


"Majulah, Kalian semua...!".Pekikku yang sambil Tersenyum Tipis dan Menyerang mereka hanya mengandalkan Tangan Kosong meskipun Tubuh yang ku miliki masih belum pulih sepenuhnya


Han walaupun tanpa pedang juga bisa bertarung dengan Tangan Kosong mengandalkan Haki atau Menggunakan Ninjutsu miliknya itu sebagai salah seorang Ninja. Aku yang berada di Level 4 yang cuacanya sangat panas sekali, Pada saat itupun berhasil menumbangkan semua Prajurit Penjaga Penjara serta Juga Saldeath (Ketua Pengawal) yang saat itu berhasil dibuat babak belur oleh ku.


"Yosh, Saatnya menyusup ke dalam ruang pribadi milik Kepala Sipir".Ujarku yang mendapatkan satu informasi penting dari salah satu Penjaga Penjara yang berhasil ku buat babak belur (Bonyok)


Aku memutuskan untuk berjalan ke dalam ruang pribadi milik Kepala Sipir dan Tak sia-sia tentang informasi yang diberikan oleh Penjaga Penjara Muda yang ku ancam tubuhnya akan ku lempar ke dalam kolam renang itu penuh dengan darah mendidih yang dipanaskan oleh amukan Api yang sangat Panas sekali. Jika, Kau berada di dalam sel tahanan penjara level 5 maka kau akan mati secara membeku dan Di level 4 ini kau juga bisa mati dengan cara kepanasan atau Di lempar ke dalam Kolam Renang Api Mendidih yang sangat panas untuk di bakar hidup-hidup sampai lenyap tak bersisa. Han saat ini berhasil menyusup ke dalam Lift dengan masuk ke dalam Ruang Pribadi Kantor Kepala Sipir dan Melihat seseorang pria aneh yang merupakan Kepala Sipir yang baru itu bernama Hannyabal. Aku bisa melihat 2 Pedang Putih + Cokelat milikku dan Juga Smartphone ku ada di atas meja dekat dengan posisi tangan dari Hannyabal yang sepertinya sedang tertidur pulas di atas Kursi Pribadi milik Kepala Sipir.


"Yosh, Saatnya mengambil kembali barang yang ku punya dan Sampai jumpa lagi kepala sipir baru yang Bodoh".Gumamku yang dengan suara pelan dan Memutuskan untuk pergi dari Ruang Kantor ini dengan berhasil mengendap-endap Keluar


Han sudah berhasil mengambil kembali barang penting yang sempat hilang dan Smartphone ku ini tak ada yang bisa gunakan karena ada kunci (Kata Sandi) dengan tulisan 4 angka untuk bisa membukanya. Ketika ku buka ada banyak sekali panggilan telepon atau 35 Panggilan Masuk Tak Terjawab di Notifikasi Smartphone ku tersebut.


'Hmm, Sepertinya mereka semua terlalu khawatir dengan kondisi ku ya...'.Pikirku yang Tersenyum Tipis dan Merasakan bahwa ada banyak orang dari Kalangan Prajurit Penjaga Penjara sedang berlarian ke arah sini untuk mencoba mencariku


Sadi dan Domino sepertinya sudah sadar serta Keberadaan ku pasti sudah diketahui oleh Suatu Kamera Pengintai yang terpasang di setiap lokasi Dinding yang ada di dalam lorong penjara impel down. Lalu ada suara pengeras pengumuman di bagian area kamera pengawas dan Mengatakan bahwa 'Uchiha D. Han telah berhasil melarikan diri dari dalam Sel Penjara impel down level 6'.


*Slashh*Slashh*Slasshh*Jrashh!*. Bunyi Suara Tebasan Pedang Yang Terdengar Jelas Sekali


Aku berlari seperti Seorang Ninja dan Menebas siapapun yang menghalangi jalan ku dengan Hp Smartphone ku menunjukkan Peta Penjara impel down yang terlihat jelas di Layar Ponsel ku. Han saat ini sedang berlari cepat menuju ke arah level 3 yaitu Neraka Kelaparan dan Aku berhasil lewat ke atas Lubang Raksasa yang menembus Level 3 dengan Teknik Geppo serta Melihat ada banyak orang yang merupakan Tahanan di Level ini ada diambang batas Kematian karena Rasa Lapar dan Panas dari Level 4 yang naik melalui lubang besar yang baru saja ku lalui serta adanya kipas angin raksasa yang berfungsi sebagai sistem ventilasi utama untuk mengarahkan asap yang dihasilkan dari bawah. Aku berhasil melalui penjara level 3 ini tanpa kesulitan sedikitpun dan Menuju ke level 2 untuk bisa melarikan diri dari dalam penjara ini.


"Sial, Ini penjara level 2 atau kandang hewan ya. Kenapa banyak sekali!".Tanggapku yang melihat ada banyak Hewan Buas / Monster yang sedang berusaha untuk mengejar ku dan Aku sekarang ini terlalu malas untuk meladeni mereka semua


Han saat ini berada di penjara level 2 yaitu Neraka Binatang Buas, Ada banyak orang tahanan yang meminta dibebaskan oleh ku. Tetapi, Saat ini ku hiraukan saja karena mereka semua tak berguna.


'Brengsek, Kondisi tubuh ku masih belum pulih sepenuhnya dan Luka di tubuh ku masih terasa sakit meskipun tak seberapa !'.Pikirku yang saat ini mendengar bahwa Kepala Sipir Hannyabal ada di Level 4 sedang bergerak menuju ke arahku dan Membawa Pasukan Penjaga Penjara yang lain


Aku pun akhirnya terkepung oleh segerombolan hewan buas yang sekarang berada di sekeliling ku dan Mereka semua berniat untuk menyerang ku saat ini secara bersamaan di tengah-tengah lorong penjara level 2 yaitu 4 Blugori, 5 Sphinx, 2 Basilisk, 3 Manticores, 1 Puzzle Scorpions, 1 Giant praying Mantis, dan 1 Giant Rats.

__ADS_1


"Cih, Mau bagaimana lagi? Ittoushura...".Ujarku yang dengan Tenang dan Menggunakan teknik 1 Gaya Pedang Secepat Kilat untuk menebas para hewan buas yang menghadang ku di tempat ini


*Wrusshh*Slash*Slash*Slashh*JRASHH!*. Bunyi Suara Tebasan Pedang Yang Sangat Cepat Sekali


Han pun berhasil menebas sekumpulan binatang buas itu dalam waktu 5 Menit dan Saat ini kondisi tubuhnya cukup Lelah. Aku lalu terduduk santai di atas tubuh 17 Ekor Hewan Buas yang tadinya sempat berusaha untuk menyerang ku dan Nasib para hewan buas itu sebagian Pingsan dengan Terluka Parah sedangkan Sisanya Mati. Aku pun saat ini mengeluarkan makanan 3 Onigiri, 1 Kotak Takoyaki, dan Juga Sebotol Air Putih dari Dimensi Penyimpanan Khusus di Smartphone ku ini.


"Ittadakimasu".Ujarku yang memulai makan dulu dan Membutuhkan Energi untuk bisa menembus pertahanan penjara impel down yang sepertinya sudah di jaga ketat oleh Orang yang Kuat di Pintu Gerbang yang berada di Level 1 yang teratas


Aku juga sempat menghancurkan Lift yang biasa digunakan oleh Para Petinggi Penjara impel down yang membuat pengejaran mereka semua akan terhambat untuk datang ke tempat ku. Lalu aku hanya butuh waktu 5 menit untuk menghabiskan semua makanan dan minuman tersebut. Karena aku tak butuh waktu lama-lama untuk berada di Level 2 kali ini dan Melihat bahwa ada 10 orang dengan membawa Senjata Bazooka (Pasukan Penjaga Penjara impel down) yang datang untuk menghalangi jalan ku dalam melarikan diri.


"Kalian semua membuatku muak".Ujarku dengan suara yang Dingin dan Mengaktifkan Haki Raja


*Tsiiingg*Wushh*Brak*Bruk*Gubrak*Gusrakk!*


Semua prajurit penjaga penjara impel down saat itu tumbang semua dalam waktu 1 detik dan Aku melewati 10 orang itu dengan Santai. Karena ku lihat bahwa mata mereka semua memutih serta mulut mereka juga berbusa tak sadarkan diri.


"Dia benar-benar seorang monster ya!"


"Orang itu udah berhasil menumbangkan semua musuhnya dan Tidak terluka sedikitpun!".


Pekik Dua Orang Pasukan Penjaga Penjara yang saat ini berada di ruangan kamera pengawas dan Keduanya sedang mengintai keberadaan ku


Han berlari melalui udara / Menggunakan Teknik Geppo dengan menembus sebuah lubang yang cukup sempit dengan diatasnya merupakan level 1 dari sel penjara tahanan yang disebut sebagai 'Neraka Teratai'. Level 1 merupakan Hutan Besar dengan Pohon Merah dengan rumput di tanah itu setajam Jarum serta Ada juga Monster Hewan di tempat Hutan ini seperti Laba-laba Beracun. Aku pun tak mempedulikan itu semua karena masih berjalan santai di udara penjara level 1 dan Saat ini melihat bahwa banyak orang yang menderita akibat dari rumput tajam seperti Jarum + Di kejar oleh Laba-laba Beracun yang membunuh mereka.


"Yosh, Akhirnya aku berhasil lolos".Ujarku saat ini membuka pintu besar di Penjara Level 1 dan Ada seseorang yang lumayan kuat sedang menunggu di Pintu Gerbang Besar Penjara impel down yang merupakan pintu utama untuk melarikan diri


"Yo, Kau berjuang dengan sangat baik untuk bisa sampai ke tempat ini. Akan tetapi, Nasib mu itu sudah berada di tangan ku...".Ujar Magellan yang saat ini menghadang jalan ku di pintu utama


"Oe, Dimana Sadi dan Domino yang seharusnya menjaga orang sepertimu?".Tanya Magellan yang dengan raut wajah Serius dan Melihat bahwa ada banyak noda darah di seluruh tubuh ku


"Oh, Dua Wanita Murahan itu sudah ku Nikmati dan Terimakasih atas pelayanan di penjara impel down selama ini...".Ujarku yang memasang wajah pose nakal dan bertingkah seperti Penjahat


Han saat inipun masih dalam kondisi yang belum pulih sepenuhnya. Magellan juga terlihat memiliki bekas luka tebasan di bagian sisi kiri wajahnya itu dengan menutupi pipi dan matanya. Juga, Sayap kirinya dan tanduk kirinya terlihat patah dengan diperbaiki menggunakan lembaran logam hitam.


"Kau Pria Bajingan, Aku Akan Mengalahkan Mu Dengan Racun Ku Ini!".Pekik Magellan yang saat ini menggunakan kemampuan buah iblisnya dan Mencoba menyerang ku dengan Racun miliknya


'Sial, Racun ya?!'.Pikirku yang menghindari Racun Ungu yang menyerang ku dengan skala yang luas


Aku kepikiran untuk memanggil ular raksasa ku yaitu Yoda. Akan tetapi, Ruangan Lorong Penjara ini terlalu Tertutup dan Sempit. Karena disini juga Yoda pasti tak bisa bergerak secara leluasa dan Membenci tempat yang seperti ini meskipun dia sangat menyukai Racun. Satu-satunya cara ku untuk bertahan hidup menghadapi Magellan saat ini adalah menyerangnya dengan kekuatan penuh dan Tak menyia-nyiakan energi di Tubuh ku.


"Hydra!".Pekik Magellan yang menyerang ku saat ini dengan Teknik Naga Racun Ungu


Han saat itu kepikiran melapisi Pedang Shirayuki dengan Api + Haki Busoshoku dengan Menebas Serangan Naga Racun Ungu itu sampai akhirnya itu berhasil menetralkan cairan racun tersebut.


"Sial, Kau mempunyai teknik elemen api ya".Ucap Magellan yang dengan Kesal dan Melihat bahwa Racun miliknya lenyap seketika oleh Pedang Api yang menyala dengan terang di Bilah Pedang ku


"Ittouryuu : Enko".Ujarku yang membuat serangan baru dengan tebasan api berbentuk Harimau

__ADS_1


*Rooaarr*Slashh*BLARR!*. Bunyi Suara Tebasan Pedang Api Dengan Bentuk Aura Hewan Harimau


Serangan ku langsung melenyapkan Racun Ungu yang ada di sekeliling kami dan Saat itu membuat Magellan menjadi Kesal. Kami berdua bertarung dengan sengit antara Teknik Satu Pedang Api Vs Racun Ungu yang membuat Penjara Level 1 saat ini ikut terguncang. Aku berhasil memojokkan 'Si Manusia Racun' yaitu Magellan ke Pintu Gerbang.


"Brengsek, Berani-beraninya kau bertingkah kuat di depan ku saat ini dengan kondisi tubuh yang masih terluka!".Pekik Magellan dengan Kesal


Han saat ini terlihat terengah-engah dengan raut wajah lelah dan Dirinya hanya menggunakan satu mata kirinya untuk melihat sedangkan Energinya masih terbuang sia-sia karena belum pulih. Aku saat ini terpaksa menggunakan kekuatan penuh dengan pedang dilapisi Haki yang sangat Kuat.


"Venom Demon : Jigoku No Shinpan...!".Tanggap Magellan yang menggunakan kekuatan buah iblis racun miliknya dengan membentuk iblis raksasa yang seluruh tubuhnya dilapisi oleh Racun


"Baiklah, Mari kita akhiri Duel yang Singkat ini... Magellan!".Pekikku yang melesat dengan Cepat dan Menggunakan teknik pedang serangan akhir dengan dilapisi haki Busoshoku + haki Haoshoku


Kami berdua sudah bersiap-siap untuk bentrokan serangan satu sama lain antara Satu Pedang ku yang dilapisi haki Penguatan + haki Raja melawan Tinju Cairan Racun Ungu yang banyak sekali.


"Kinjite!".Pekik Magellan yang meninju ku dengan Mahkluk Raksasa Iblis Beracun miliknya


"Kamusari...".Ucapku yang menyerang langsung Racun Ungu Raksasa iblis tersebut


"UAARRGGHH...!".Pekik Magellan yang Kesakitan


*SLASHHH*BOOM*WHOOSHH*BRUAKK!!!*.


Serangan Duel Bentrokan Kami Berdua Membuat Penjara impel down ini sampai terguncang hebat dan Juga pintu gerbang yang berada di belakang tubuh Magellan akhirnya Hancur akibat dari Satu Serangan ku yang lebih Kuat + Unggul dari Tubuh Magellan yang justru terlempar keluar Penjara.


"*Hosh...*Hoshh...* Ini melelahkan sekali dan Aku kenapa ya?!".Gumamku yang dengan suara pelan dan Melihat Lautan Di Depan Penjara impel down


Han saat ini masih dalam kondisi berdiri kesulitan dengan bertumpu pada pedang shirayuki. Dirinya saat ini sudah berada di luar penjara impel down dengan di dekatnya Terbaring Tubuh si Magellan yang Matanya Memutih serta Berlumuran Darah. Aku sudah berhasil mengalahkan Magellan tetapi tak menyadari bahwa ada Cipratan Racun Ungu yang mengenai bagian kedua tangan ku, wajah, dan Juga kedua kaki ku. Aku terinfeksi oleh racun milik Magellan yang secara tak sengaja mengenai Tubuh ku dan Pandangan mata ku mulai Kabur.


"Dia berhasil mengalahkan Magellan-san!".


"Tangkap Pria Ninja itu dan Jangan sampai lolos atau Keluar hidup-hidup dari tempat ini!".


"Dia Sangat Berbahaya, Ayo Cepat Tangkap Dia!".


Pekik Para Penjaga Penjara yang mencoba untuk menangkap ku dengan berlari cepat


Rupanya, Kepala Sipir yaitu Hannyabal serta Ada juga pengawalnya yang lain berada di Level 1 di Pintu Masuk Gerbang Raksasa dengan berusaha berlari cepat untuk menangkap ku yang saat ini berdiri terdiam karena ada Racun di Tubuhku.


"Selamat Tinggal, Pecundang".Gumamku dengan suara yang pelan dan Mengarahkan jari tengah ke arah Hannyabal beserta Bawahannya tersebut


"TIDAAAAK....!".Teriak Hannyabal yang panik


Han saat itu menggunakan 'teknik teleportasi' ke tempat Pintu Gerbang Raksasa Keadilan dan Aku menghabiskan Seluruh Energi Chakra Milik ku.


"Ini batasan ku ya...".Gumamku pelan dan Sempat menekan tombol di Ponsel ku dengan Jet Ski ku yang keluar di depan ku sambil terjatuh ke bawah Lautan Calm Belt yang melewati Pintu Gerbang Raksasa yang dalamnya terdapat penjara impel down dengan berhasil melarikan diri


*JEBYUURRR!!!*. Bunyi Suara Hantaman Ke Laut

__ADS_1


Han terbaring lemah di atas Jet Skinya dan Saat ini pingsan tak sadarkan diri dengan Racun yang menyebar di dalam tubuhnya secara perlahan. Di Lautan Calm Belt ini tak berjarak terlalu jauh ada sebuah 4 Kapal yang berbentuk siput/keong di sisi kapal serta Layar Benderanya dengan tulisan angka '66' dan Seorang Wanita Muda Langsing dengan rambut merah muda setinggi bahu serta pakaian Raid Suit Pink seksi di Tubuhnya. Wanita itu memiliki alis keriting dengan berdiri di balkon kastil untuk melihat sekitar Lautan Calm Belt dan Wanita muda itu mulai terbang dengan Sepatu Aneh miliknya untuk menghampiri Han yang saat ini Terbaring Pingsan di atas Jet Skinya. Lalu dia memasang senyuman manis melihat saat ini Han yang terbaring lemah karena racun di tubuhnya.


To Be Continued ...


__ADS_2