
Han dan Conis telah tiba di sebuah Hutan yang disebut sebagai Upper Yard, Aku saat ini hanya mengikuti langkah kaki Conis menuju ke arah rumahnya yang ada di dalam Hutan ini.
"Aku sekali lagi berterimakasih atas tindakanmu yang menyelamatkanku tadi...!".Tanggap Conis yang sambil Tersenyum Tipis
"Ya, Aku tak keberatan kok".Ujarku dengan santai
Han bisa melihat bahwa para penduduk langit di hutan ini masih sibuk membangun rumah, Aku juga melihat mereka saling menyapa kata 'Heso' saat ini dengan gerakan tangan yang aneh.
"Hmm, Apakah aku baik-baik saja jika berada di pulau langit ini?".Tanyaku yang dengan Tenang
"Ya, Kau akan baik-baik saja. Karena yang pernah menyelamatkan pulau ini adalah Bajak Laut dari Lautan Biru!".Tanggap Conis dengan Tenang dan Mengelus-elus bulu hewan peliharaannya yang merupakan Seekor Rubah Putih Kecil
"Oh, Begitu ya".Ujarku yang dengan Tenang
Lalu aku melihat sekumpulan orang yang berjalan berbaris seperti seorang tentara aneh yang saat ini mengenakan baret putih, Mereka semua saat ini menghampiri kami berdua dengan tatapan mata yang Serius. Aku cukup bingung dengan tingkah laku para tentara langit yang aneh itu.
"Kau... Aku baru pertama kali melihatmu. Siapa kau? Dan Apa tujuanmu datang kemari?".Tanya McKinley yang dengan wajah serius menatapku
"Aku hanya seorang petualang dari Lautan Biru dan Datang kesini hanya ingin berkunjung".Ujarku yang dengan Santai dan Pria yang merupakan McKinley, Pemimpin dari tentara baret putih itu mengganguk mengerti dengan berjalan pergi
Han merasa bingung melihat segerombolan yang merupakan Tentara Baret Putih itu pergi begitu saja dan Conis hanya terkekeh kecil melihatnya.
"Ada apa dengan mereka?".Tanyaku yang dengan Sweatdrop melihat tingkah laku Tentara tersebut
"Ya, Dia merupakan seorang tentara penjaga di pulau ini sekarang".Ujar Conis dengan Santai
Aku hanya mengganguk mengerti dan Saat ini melanjutkan perjalanan menuju ke tempatnya Conis tinggal yang sebentar lagi akan sampai.
"Burung aneh apa ya itu?".Tanyaku melihat ada seekor burung yang memiliki paruh panjang dan mukanya kelihatan sangat Menyebalkan
"Ya, Itu namanya burung selatan atau peliharaan dewa yang memang tinggal di hutan ini...".Ucap Conis yang dengan Tenang dan Kami berdua ini sampai di sebuah Rumah Kecil dengan beberapa warga dari Pulau Langit yang sedang melakukan aktivitas masing-masing membangun Rumah
"Heso, Conis! Kamu darimana saja?".Tanya Pria Tua yang memiliki rambut seperti antena dengan Kumis/Jenggot yang lebat sekali
"Oh, Ayah! Aku baru mencari bahan makanan di laut untuk berburu ikan tetapi malah hampir saja celaka. Untungnya, Pria ini menyelamatkanku dari bahaya".Ujar Conis yang sambil Tersenyum dan Mulai memperkenalkanku kepada Ayahnya
"Perkenalkan Namaku Pagaya. Terima kasih ya, Nak! Kau pasti dari Laut Biru ya. Silahkan masuk ke dalam".Ujar Pagaya yang mempersilahkan ku untuk masuk ke dalam Rumah Kecilnya
"Ya, Pagaya-san! Namaku Uchiha D. Han. Salam kenal ya, Paman!".Tanggapku yang dengan sopan
Kami bertiga duduk di ruang tamu dengan Conis yang pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan.
"Hmm... Mohon maaf, Han-kun! Apakah kau kenal dengan Bajak Laut Topi Jerami?".Tanya Pagaya yang dengan hati-hati sekali dan Takut jika aku adalah Musuh dari Bajak Laut Topi Jerami
"Ya, Aku mengenal mereka. Meskipun, Aku hanya dekat dengan satu anggota kru perempuan saja yang bernama Nico Robin".Ujarku yang dengan Santai dan Conis memberikan Minuman Labu yang kulit buahnya sangat Keras sekali
"Silahkan diminum dulu ya, Makanannya masih dibuat!".Tanggap Conis yang dengan Tenang
"Iya, Terimakasih".Ujarku sambil Tersenyum Tipis
"Oh, Kau mengenal wanita berambut hitam itu ya. Pulau Langit ini pernah diselamatkan oleh Bajak Laut Topi Jerami".Ucap Pagaya yang tersenyum lebar dan Mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu ketika God Enel masih ada di Pulau ini
"Oh, Jadi begitu ya".Ujarku yang dengan tenang dan Meminum Air Labu yang Manis tersebut
Pagaya mulai menceritakan tentang masa lalu yang terjadi di Pulau Langit ini. Pertama kejadian hancurnya beberapa Pulau Langit seperti Pulau Malaikat, Desa Shandia, dan Lovely Street oleh Petir Biru milik God Enel. Kedua yaitu terdapat 3 Ras yang masih tinggal di Pulau Langit ini seperti Skypiean merupakan penduduk asli pulau langit, Shandia yang merupakan penduduk asli tanah ini Upper Yard yang sekarang tinggal bersama-sama, dan Terakhir, Birkans adalah penduduk asli dari Pulau Birka. Ketiga ras itu dibedakan dari bentuk Sayapnya yang unik, Pagaya terus bercerita yang membuatku mengantuk + merasa bosan sekali.
"Sampai kapan dia selesai, Mending Turu".Ujarku yang sudah Mengantuk sekali mendengar cerita dari Pagaya yang sedang menceritakan Sejarah
*Zzz...*zzz...*
Han menutup kedua matanya dengan tertidur di kursi sambil mengabaikan ucapan Pagaya dan Sampai akhirnya Conis datang dengan membawa nampan yang berisi beberapa Makanan Aneh + Minuman Air Putih biasa. Kami bertiga mencoba untuk makan bersama dan Entah kenapa rasanya tak enak sekali dengan Bumbu yang terasa aneh.
"Ugh,*Huwekk...!!* Makanan apa ini...?".Tanyaku yang dengan Mual sekali dan Memuntahkan isi perutku yang memakan masakan Conis
Pagaya saat ini sudah terkapar di Lantai dengan Pingsan tak sadarkan diri, Conis sepertinya saat itu sedang melakukan eksperimen masakan baru.
"Maaf, Aku sepertinya terlalu banyak mencampur semua bumbu. Ayah, Sadarlah!".Pekik Conis yang dengan panik sambil mencoba membangunkan Ayahnya yang terlihat seperti orang keracunan
"Tenanglah, Ayahmu itu hanya pingsan saja! Aku akan menyembuhkannya".Ucapku yang mulai menggunakan Jutsu Penyembuh dengan tangan kananku yang mengeluarkan Cahaya Hijau
"Ku harap ayahku baik-baik saja!".Tanggap Conis yang dengan Khawatir sedangkan Rubah Putih yang merupakan Hewan Peliharaan Conis saat ini sedang Tertidur dengan Pulas di Sofa Kursinya
"Ya, Dia sudah sembuh. Tinggal menunggu sadar saja ya".Ujarku yang dengan Lembut
"Terimakasih banyak, Han-kun~!".Tanggap Conis yang sambil memeluk Tubuhku dengan Erat
'Sial, Aroma tubuhnya wangi sekali...'.Pikirku yang memerah merona dan Membalas pelukannya
Kami berdua berpelukan selama beberapa detik dan Aku pun berjalan ke dapur untuk mengajar Conis cara memasak sesuatu yang benar. Conis hanya bagus dalam membuat Kue saja dan Tak pandai dalam Memasak Daging meskipun Rasa dari makanannya ada yang Lumayan Lezat.
"Hmm, Bahan masakannya tinggal sedikit ya. Aku lebih baik buat Mie Pasta rasa Labu saja".Ujarku yang dengan Tenang dan Conis juga membantu dalam memasak Mie Rebus Rasa Labu yang saat ini terlihat seperti Pasta dengan beberapa Bumbu Penyedap secukupnya saja untuk di Masak
"Han-kun saat ini terlihat seperti Seorang Koki yang sangat ahli ya, Aku merasa bersalah karena membuatkan makanan yang tidak enak tadi".Ujar Conis yang dengan Wajah Sedih
"Hmm, Conis-chan! Kau seharusnya fokus saat ini dengan Potongan Dagingnya...".Ujarku yang saat itu melihat Conis sepertinya sedang melamun
"Oh, Iya! *Aww...* Sakit sekali".Ujar Conis yang tak sengaja jari telunjuknya tergores oleh Pisau dan Terlihat sudah meneteskan Darah
Han tanpa sadar langsung bertindak dengan jari yang berdarah milik Conis itu ku hisap dengan menggunakan mulutku dan Langsung ku obati saat ini luka kecilnya dengan Hansaplast.
"Uhm... Terimakasih, Han!".Tanggap Conis yang wajahnya menunduk malu memerah merona
"Lain kali hati-hati ya".Ucapku dengan Tenang
Aku hanya mengelus kepalanya dengan lembut dan Fokus kembali dengan Masakan Mie khusus buatanku ini serta menyuruh Conis istirahat saja.
"Yosh, Akhirnya sudah mau selesai!".Tanggapku yang tinggal menaruh beberapa Toping saja
Han telah selesai membuat Mie Rebus Rasa Labu dengan beberapa Toping Kecil di atasnya dengan 3 Mangkuk ada di atas Nampan serta Daging ikan hiu langit Goreng yang ada di Satu Piring.
"Yo, Han-kun! Maaf merepotkanmu ya!".Tanggap Pagaya yang sepertinya sudah sadar kembali
__ADS_1
"Justru aku yang merepotkan kalian berdua, Aku izin ya karena memakai dapurmu untuk Memasak sesuatu".Ujarku yang dengan Tenang dan Saat ini meletakkan 3 Mangkuk Mie Rebus yang kelihatan Lezat di atas meja makan dengan aroma harum
"Wah, Ini kelihatan Lezat sekali".Ujar Pagaya
"Ya, Aku tak sabar untuk mencicipinya".Ujar Conis yang dengan Tersenyum Manis sedangkan si Suu saat ini juga tak sabar memakan Daging Goreng ikan hiu langit yang ada di atas Piring
"Ittadakimasu...".Ucapku, Conis, dan Pagaya yang langsung makan di siang hari serta Rubah Putih Suu yang juga memakan Daging dengan Lahap
Aku merasa bahwa Mie Rebus ini memiliki rasa yang berbeda dengan keunikannya sendiri dan Conis serta Pagaya memakan dengan lahap Mie Rebus tersebut yang terasa Lezat sekali. Suu saat ini juga sudah menghabiskan semua Daging ikan hiu langit Goreng itu dengan sangat cepat sekali.
"Hahaha... Aku tak menyangka bahwa kalian juga suka dengan masakanku ini".Ujarku dengan tawa kecil dan Melanjutkan makan mie rebus buatanku
"Ya, Ini sangat lezat sekali. Aku baru pertama kali mencoba Mie selezat ini~...".Ujar Pagaya sambil menangis bahagia dengan Lebay sekali
"Tolong berikan resep mie buatanmu ini, Han~! Aku ingin sekali menjualnya di kafe yang ingin ku bangun bersama salah satu Temanku dari Suku Shandia".Ujar Conis sambil memohon di depanku dengan wajah yang terlihat imut sekali
"Hmm, Baiklah! Aku akan tuliskan. Tetapi itu tak gratis sama sekali loh...".Ujarku yang Tersenyum Jahil dan Conis merasa sangat senang sekali
Kami bertiga menghabiskan makanan Mie Rebus ini dalam waktu beberapa menit saja. Lalu Conis sudah berjanji untuk membawaku keliling hutan ini setelah aku selesai menulis Resep isi dari Mie Rebus Buatanku yang Lezat itu. Aku, Conis, dan Suu pamit dari Pagaya yang sepertinya akan cuci piring terlebih dahulu sebelum berangkat kerja.
/Beberapa Menit Kemudian/
Han berjalan dengan Conis sambil bergandengan tangan agar aku mengikuti langkah kakinya. Kami berdua tiba di tempat para penduduk pulau langit yang sedang berkumpul dengan asik mengobrol bersama Penduduk Shandia satu sama lain.
"Heso, Kalian semua... Apakah ada yang melihat Raki-san dan Aisa-chan?".Tanya Conis kepada para warga yang sedang asik ini berkumpul di tengah reruntuhan bangunan bagian hutan
"Oh, Mereka berdua sedang berjalan-jalan menuju ke Altar Pengorbanan untuk memancing ikan di area itu!".Tanggap Salah Satu Orang dari Suku Shandia yang dengan Santai
"Terimakasih atas informasinya".Ujar Conis yang menarik tanganku menuju ke tempat Tersebut
Aku dan Conis terus berjalan di dalam hutan ini dengan Tenang. Lalu terdengar suara beberapa Tebasan Pedang serta Tembakan yang ada di area hutan ini dengan pertarungan yang terjadi tak jauh dari posisiku yang bersama Conis.
"Apa yang terjadi disini?".Tanya Conis yang panik
'Itu pasti bajak laut Bellamy ya...'.Pikirku yang tau bahwa Bajak Laut Bellamy berperang dengan Suku Shandia di dekat Desa Shandian yang baru saja ingin di bangun dalam hutan upper yard ini
*Dorr*Trangg*Tringg*Boom*Brakk*
"Kita harus pergi menjauh dari hutan ini, Han-kun! Ayo kembali ke Rumahku...".Ujar Conis yang saat ini wajahnya terlihat panik sekali
"Tenanglah, Aku ada disini!".Tanggapku dengan Santai dan Terlihat bahwa ada 2 Langkah Kaki seseorang yang sedang menuju kesini
"Hm, Conis-san! Mengapa kau ada disini?".Tanya Raki yang terlihat Terkejut melihat kami berdua
"Ya, Kami sedang berencana untuk mencari mu Raki-san dan Aisa-chan!".Tanggap Conis yang merasa bersyukur melihat mereka berdua
"Etto, Siapa pria tampan itu?".Tanya Aisa dengan Tenang melihatku yang ada di sebelah Conis
"Ya, Dia kenalan baruku dari Laut Biru. Namanya Uchiha D. Han".Ucap Conis yang langsung saja memperkenalkan diriku dan Raki serta Aisa saat ini menatapku dengan pandangan mata Curiga
"Kau tau, Conis-san! Kami semua penduduk suku shandia sedang bertarung melawan Bajak Laut dari Lautan Biru. Aku takut bahwa dia musuh kita semua".Ucap Raki dengan Curiga dan Menatapku dengan penuh kewaspadaan pada saat ini
*Boom*Boom*Boom*
'Bukankah pria itu tangan kanan, Bellamy!'.Pikirku yang melihatnya sedang menuju kesini
"Dua perempuan ****** itu akan menjadi milikku, Beraninya kalian bertarung dengan kami...".Ucap Sarquiss yang terlihat sudah terluka parah
"Cih, Membosankan sekali...".Gumamku Kecil dan Melihat bahwa Sarquiss bersiap Menyerang ku
"Ittouryuu : Shishi Sonson".Ujarku dengan tenang dan Melesat cepat menebas tubuhnya Sarquiss sampai pingsan dengan berlumuran darah
*Slashh*Jrassh!!*
Sarquiss sudah jatuh terkapar tak sadarkan diri sedangkan Conis, Raki, dan Aisa cukup Terkejut dengan kecepatan Tebasan Pedang ku.
"Hmm, Kita bawa kemana tubuh dari pria bodoh ini".Ujarku yang mengangkat tubuh Sarquiss saat ini dengan mudahnya dan tiba-tiba saja ada satu serangan tembakan yang mengarah menuju ke arahku dengan sangat cepat sekali
*Whuush*DORR*
Tembakan pistol bercahaya itu berhasil ku hindari dengan mudah. Lalu ada lagi 1 tembakan dengan Bazooka bercahaya biru yang lebih besar lagi.
*Swuuiingg*BOOM!!*
Han berhasil melompat tinggi di udara dan Saat ini melihat bahwa itu sepertinya Seorang Pria dari Suku Shandia yang mencoba untuk Menyerang ke arahku dengan Senjata Bazooka miliknya.
"Wyper, Hentikan Itu. Dia Bukan Musuhmu!".Pekik Raki yang melihat Wyper mencoba menyerang ke arahku untuk kedua kalinya dengan Senjatanya
Tetapi, Ada lagi yang sedang mencoba untuk menyerang ku dari belakang dengan Tombak miliknya dan Langsung saja ku tangkap dengan tangan kiri ku yang dilapisi oleh Haki Penguatan (Busoshoku no Haki). Aku pun memukul orang shandia tersebut dengan tangan kanan ku yang dilapisi oleh Petir Ungu yang lumayan Kuat.
"Shiden!".Tanggapku yang dengan santai
*Bzzrrtt*BUAGH*Wuushh*BRAKK!!*
Serangan Tinju Petir Ungu dari Tangan Kananku itu membuat beberapa orang dari Suku Shandia serta Conis terkejut dengan melotot tak percaya.
"Oe, Lebih baik kita hentikan kesalahan pahaman ini!".Tanggapku yang dengan mengubah kedua mataku menjadi Mangekyou Sharingan sambil mengeluarkan Aura yang sangat Menakutkan
Para prajurit dari suku shandia langsung pucat dan Merinding merasakan Aura yang sangat kuat dariku melebihi Kekuatan milik God Enel. Sampai akhirnya, Gan Fall datang untuk melerai perang yang agak kacau di hutan upper yard ini dengan Hewan Kuda Terbang Aneh miliknya (Pegasus).
"Hmm, Gan Fall ya! Apa yang kau lakukan?".Tanya Wyper yang sambil menatapku dengan Waspada
"Aku ingin menghentikan kekacauan yang terjadi disini, Ayo kita bicarakan secara baik-baik".Ucap Gan Fall yang duduk di tanah dengan Santai
Han menonaktifkan Mangekyou Sharingannya itu dan Berdiri dengan tenang mendengarkan Gan Fall yang mulai berbicara kepada kita semua.
"Maaf, Gan Fall! Aku menolak keberadaan pria itu di upper yard ini, Karena kekuatannya itu bahaya sekali".Ucap Wyper yang dengan Tegas
"Ya, Kekuatan petirnya mirip seperti Enel. Dia bisa saja berbahaya jika ada di Pulau ini...".Ucap Raki yang mencoba untuk menyakinkan Gan Fall
"Tenanglah kalian semua, Pria itu adalah Tamuku dan Dia datang dari Laut Biru sendirian saja".Ujar Conis yang mencoba untuk membela ku saat di tuduh bahwa aku adalah Anggota Bajak Laut Bellamy yang membuat kekacauan serta berhasil mencuri pilar emas besar dari Pulau Langit ini
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan bertanya kepada mu, Han-kun! Apa tujuanmu datang kemari?".Tanya Gan Fall yang dengan tatapan mata serius menatapku
"Ya, Aku hanya berkunjung di Pulau Langit ini saja dan Besok mungkin aku akan pergi".Ujarku yang dengan Tenang dan Tidak terlihat bohong sama sekali yang membuat Para Prajurit Shandia masih terlihat curiga dengan tujuanku yang sebenarnya
"Hmm, Begitu! Maaf saja, Kami masih mencoba untuk membangun pulau ini agar menjadi lebih baik lagi. Bukannya aku tak percaya kepadamu, Aku sebagai Dewa di Pulau Langit ini belum bisa menerima keberadaan mu".Ucap Gan Fall yang membuat Para Prajurit Suku Shandia Tersenyum sedangkan Conis terkejut dengan keputusan itu yang membuatku hanya menghela nafas
"Baiklah, Aku akan pergi dari pulau ini. Asalkan, Aku bisa melihat lonceng emas sebentar saja dan Aku berjanji akan pergi setelah itu".Ujarku dengan Tenang dan Para Penduduk Shandia merasa tak terima dengan Permintaan ku Tersebut
Gan Fall mencoba menyakinkan Para Prajurit dari Suku Shandia yang Menolak dengan Tegas saat Han ingin melihat satu-satunya benda berharga dari nenek moyang mereka. Aku pun berjalan ke arah salah satu anggota Prajurit Shandia yang saat itu perutnya ku pukul menggunakan tangan kanan yang dilapisi oleh Petir Ungu Milikku.
"Kamakiri-san".Ucap Aisa yang memanggil orang yang telah ku lukai dengan Pukulan Kuat ku
"Tenang saja, Biar aku obati luka pria ini".Ujarku yang mencoba menyembuhkan Kamakiri dengan Jutsu Penyembuhan ku yang dapat mengobati Luka yang ada di Perutnya Tersebut
"Ehh, Luka Bakar di Perutku sudah Hilang".Ucap Kamakiri yang dengan Wajah Terkejut melihatnya
Wyper pada akhirnya setuju membiarkanku untuk melihat Lonceng Emas milik Suku Shandia dan Kami semua mulai bergegas menuju ke tempat itu dengan Tubuh Sarquiss yang sudah di Borgol serta di bawa oleh prajurit Shandia untuk masuk ke dalam Sel Penjara yang ada di Upper Yard ini.
...****************...
Kami semua pun telah sampai di tempat Lonceng Emas berada saat ini dengan Han yang memotret benda bersejarah tersebut. Ada sebuah tulisan di Poneglyph pada Lonceng Emas tersebut yang ku foto sebagai Pembelajaran Sejarah di dunia One Piece ini yang langsung ku simpan di Ponselku.
"Yosh, Aku sudah selesai melihatnya. Aku akan pergi kembali ke Lautan Biru".Ujarku yang saat ini dengan Tenang dan Melangkah pergi keluar dari Desa Shandian dengan banyak penduduk suku shandia yang melihatku sangat penasaran sekali
"Aku akan mengantarkanmu ke pintu keluar dari Pulau Langit ini, Han-kun~...".Ucap Conis yang dengan Lembut dan Menarik 1 tanganku untuk pergi keluar dari Wilayah Desa Shandian
"Raki, Ikuti Conis dan Pria itu...".Ucap Wyper yang dengan Tenang dan Raki mengganguk mengerti
Gan Fall sudah kembali ke rumahnya sedangkan aku berjalan berdua dengan Conis di Hutan Upper Yard ini sambil bergandengan tangan.
"Maafkan para suku shandia ya, Mereka bertindak kasar seperti ini karena dulu mereka ditindas oleh Penduduk Langit serta God Enel. Jadi, Mereka itu tak mau kejadian yang sama terulang lagi".Ucap Conis sambil merasa bersalah melihat kearah ku
"Ya, Aku mengerti kok!".Tanggapku yang sambil Tersenyum Lebar dan Membuat semburat merah muncul di pipinya Conis serta Raki juga yang saat ini mengikuti kami berdua secara diam-diam
"Kita berdua sebentar lagi akan sampai di pintu keluar Pulau Langit ini".Ujar Conis
Han saat itu hanya mengganguk mengerti dan Tau bahwa ada seorang Perempuan yang secara diam-diam mengikuti kami berdua dari belakang.
"Conis-chan, Aku izin mau kencing dulu ya. Ini sudah kebelet sekali".Ujarku yang sudah kebelet Kencing dan Pergi ke salah satu pohon besar
"Ya, Jangan lama-lama".Ujar Conis dengan santai
Han saat itu membuka resleting celananya dan Kencing di salah satu pohon besar. Raki yang mengikuti langsung memerah wajahnya melihat hal yang tak senonoh tak jauh dari tempatnya.
'Kyaa... Mengapa aku harus mengintip pria yang sedang Kencing? Sialan, Kenapa punya pria itu besar sekali ya...'.Pikir Raki dengan Wajah yang Memerah Malu sekali dan Berjongkok di salah satu pohon yang tak jauh dari posisiku saat ini
"Yo, Apakah kau wanita mesum? Kenapa kau bisa ada disini?".Tanyaku yang menyapa Raki saat ini dengan Santai dan Membuat wanita itu Terkejut
"Ka-...Kau, Kenapa tau aku mengikutimu?".Tanya Raki yang dengan Gugup dan mencoba Berdiri
"Ya, Aku melihat gerak-gerik mu dari Desa sampai kesini".Ucapku yang dengan Tenang
Pada saat ini Raki terpojok dan Tak membawa senjata sama sekali. Dirinya hanya membawa 1 Peluit yang akan dibunyikan jika dalam Bahaya.
"Apa mau mu sekarang, Tuan? Kau harus pergi dari pulau ini dan Aku hanya ingin melihat Conis agar tetap Aman!".Tanggap Raki yang bersandar di pohon dengan tatapan mata Waspada
"Ya, Aku ingin kau bertanggung jawab. Soal satu, tuduhan mu itu dan kedua, mengintip tubuh pria yang sedang kencing juga".Ujarku yang dengan Santai dan Berjalan mendekat ke arah Raki
Raki merasa terpojok dan panik sekali wajahnya saat melihatku sudah mendekat ke arah dirinya. Perempuan itu bersiap-siap untuk meniup peluit yang diberikan oleh Wyper, Jika aku berbuat yang tidak-tidak (Mesum) dengan Tubuhnya.
"Han-kun~...! Apakah kau sudah selesai?".Tanya Conis yang dengan suara berteriak
Han saat ini hanya mengedipkan sebelah mata kirinya dan Mulai berjalan pergi ke arah Conis.
'Apa maksudnya itu?!'Pikir Raki dengan bingung sambil melihat setelan bajunya yang melorot dan memperlihatkan Dada Besar miliknya di depanku
"Kita impas ya, Raki-chan~!".Tanggapku sambil memeletkan lidahku mengejek Perempuan itu dan Berlari dengan cepat ke arah Conis
'Pria itu... Aku akan membunuhnya...!'.Pikir Raki yang dengan wajah memerah malu dan langsung menutup bagian atasnya kembali dengan Kesal
Han dan Conis telah sampai di ujung Awan Putih yang ku lihat bahwa tingginya mencapai 10.000 Meter jika ingin turun kembali ke Bumi. Aku bisa melihat bahwa Conis merasa sedih melihat ku yang akan pergi dari Pulau Langit ini, Han saat itu langsung mengusap-usap wajah Conis dengan lembut dan Bersiap-siap untuk pergi dari Pulau Langit ini dengan memikirkan Caranya.
"Apakah... Kau bersungguh-sungguh akan pergi begitu saja?".Tanya Conis yang mencoba untuk menahan air matanya sambil menatapku
"Maaf ya, Aku harus menepati janjiku sebagai pria dan Waktunya untuk kembali".Ujarku
"Uhm... Hati-hati dan Jangan lupa untuk kembali kesini lagi ya".Ujar Conis dengan meneteskan air matanya sedikit dan Aku langsung saja memeluk tubuhnya tersebut dengan erat sekali
Gan Fall yang sedang di atas Langit dengan Kuda Terbang (Pegasus) miliknya merasa terharu dan iri melihatku dengan Conis berpelukan serta Raki juga sama dari sisi ujung hutan Upper Yard.
"Baiklah, Aku pergi dulu ya. Conis-chan".Ucapku yang sambil Tersenyum Manis
Conis tak menjawab dan Tiba-tiba saja langsung menarik kepalaku untuk berciuman secara tidak terduga yang membuat Gan Fall serta Raki kaget.
*Chupp~...*
Ciuman itu hanya berlangsung 15 Detik dan Itu membuat Conis membalikkan badannya dengan Wajahnya yang Memerah Malu sekali.
'Apa yang ku lakukan?'.Pikir Conis yang dengan Bingung dan Jantung berdebar-debar
Han terkejut dengan tindakan Conis yang saat itu mencium ku secara tiba-tiba di sore hari ini dan Terlihat hubungan aneh antara Seorang Ninja di Bumi dengan Malaikat Cantik di Langit. Karena dari Ciuman itu bisa terlihat bahwa yang ada di Lautan bisa melihat bayangan awan di kejadian antara Aku dan Conis yang berciuman mesra.
"Ja-Jadi, Bagaimana kamu akan kembali?".Tanya Conis dengan Gugup sekali sambil melihatku
"Langsung lompat saja!".Tanggapku yang sambil tersenyum dengan mengedipkan sebelah mataku
Conis menoleh ke arahku dengan wajah terkejut dan Han tanpa aba-aba lagi langsung melompat ke bawah dengan berteriak keras sekali. Aku juga sempat melambaikan tangan ke arah Gan Fall.
"MY TRIP MY ADVENTURE! YAHUY~...!".Teriakku yang dengan Keras dan Melompat begitu saja
__ADS_1
Han melompat dari ketinggian 10.000 Meter ke Lautan Biru yang mengejutkan Gan Fall dengan Kuda Terbang Pegasus Pink Miliknya serta Conis dan Raki yang menatap tak percaya hal tersebut.
To Be Continued ...