Si Ninja Misterius Di Dunia One Piece

Si Ninja Misterius Di Dunia One Piece
Pembantaian Sepihak Seorang Ninja


__ADS_3

Han sekarang ini sudah terbaring di atas sebuah Jembatan Besar dengan Cuaca Bersalju. Dirinya terlempar selama beberapa hari sampai ke Pulau ini dengan kondisi tubuh yang masih belum pulih.


"Uwahh... Dingin sekali!!".Pekikku yang langsung Terduduk dan Melihat ke sekeliling tempat yang masih Gelap sekali dengan Cuaca Bersalju


Aku melihat ke sekeliling tempat yang cukup luas dan Langsung tau bahwa ini ada di atas jembatan yang cukup Panjang tetapi masih Setengah.


"Brrr... Sebaiknya, Aku beristirahat dulu".Ucapku yang mengeluarkan sebuah Jaket Hoodie Hitam Milikku yang cukup Tebal dan Memakainya disini


Han belum tau apa yang terjadi di Tempat ini dan Waktu sudah menunjukkan pukul Jam 12 Malam dengan beberapa penerangan lampu yang ada di beberapa Bangunan sekitar Tempat ini. Aku pun melihat bahwa ada 1 Notifikasi Pemberitahuan di Smartphoneku dengan Tulisan, 'Selamat, Anda Berhasil Meningkatkan Mata Sharingan Menjadi Mangekyou Sharingan'. Lalu ada 3 Jenis Jutsu Baru yang ku dapatkan dari mata Mangekyou Sharingan yaitu 1. Amaterasu, Menciptakan Api Hitam Abadi yang tak bisa dipadamkan hingga targetnya Hangus. 2. Kotoamatsukami, Ini adalah Genjutsu yang memungkinkan pengguna untuk memanipulasi pikiran lawan sepenuhnya tanpa disadari lawannya bahwa ia sedang dikendalikan. 3. Membangkitkan Susanoo. Itulah Kekuatan Han yang baru didapatkannya untuk sekarang ini.


"Wow, Keren! Meskipun, Aku juga ingin memiliki Kamui. Tetapi, Tiga Jutsu ini sangat Kuat".Ujarku yang dengan Kagum dan Merasakan bahwa ada keberadaan salah satu prajurit dengan memakai Pakaian Mantel Merah sambil membawa Senjata Api Shotgun sedang dalam Kondisi Mabuk


"Ukhh~, Sial...! Aku terlalu banyak minum malam ini".Ujar Prajurit tersebut dengan Sempoyongan


'Hehehe, Ada mangsa baru nih... Pakaiannya juga bagus '.Pikirku yang sambil Terkekeh Jahat


Prajurit Tua Berpakaian Merah itu terasa seperti Orang yang ingin Pingsan saja, Lalu aku langsung muncul di balik belakang Tubuhnya dan Memukul bagian belakang Lehernya dengan Kuat. Han tak peduli sama sekali dengan Pak Tua yang sudah Pingsan ini dan Buru-buru mengambil Pakaian Merah yang dikenakannya dengan cepat. Lalu aku meninggalkan Prajurit Tua itu dengan hanya memakai Celana Pendek saja dan Kondisi Tubuh miliknya yang ku ikat menggunakan Tali Tebal.


"Yosh, Penyamaranku sudah selesai. Waktunya untuk melihat situasi di Pulau ini...".Ujarku yang dengan Santai dan Mulai melompat-lompat di atas atap Bangunan yang ada di Jembatan ini


Suasana malam yang dingin membuat beberapa Orang Tertidur dengan Pulas dan Ada juga yang sedang mengobrol sambil Mabuk-mabukkan di sekitaran tempat ini dengan banyak Prajurit yang memakai Pakaian Warna Merah. Aku bisa melihat bahwa ada beberapa orang yang Pakaiannya saat ini seperti Seorang Tahanan dengan Nomor yang ada di Belakang Punggung dan Paha Kanannya.


'Hmm, Sepertinya bangunan yang tinggi itu milik Si Pemimpin dari orang yang bertanggung jawab atas pembangunan Jembatan ini...'.Pikirku yang dengan Serius dan Mulai melesat dengan Cepat menuju ke arah tempat Tersebut


Lalu aku mendengarkan pembicaraan dari para Prajurit berpakaian Merah itu, Bahwa ada Budak Tahanan yang lagi-lagi Meninggal Dunia sekitar 10 Orang di Tempat ini. Karena tak tahan dengan Cuaca serta Siksaan yang telah mereka berikan.


"Aku mengerti sekarang ini, Pemimpinnya harus Mati dan Semua Prajurit Merah tak layak untuk Hidup di Dunia ini...".Gumamku Pelan dan Kedua Mataku berubah menjadi Sharingan


Han tanpa aba-aba lagi langsung saja melesat ke arah Tiga Orang Prajurit Merah yang sedang asik sekali mengobrol dan Membunuh dengan cara Menebas Leher mereka bertiga menggunakan Senjata Chakra Blades seperti milik Senjatanya Asuma dengan sangat Cepat sekali.


*SLASSHH*Jrash*Brak*Bruk*Gubrakk*


Aku hanya menatap datar saja ke arah 3 Prajurit Merah yang terbaring di lantai dengan bersimbah darah banyak sekali. Lalu memutuskan saat ini untuk mencari Mangsa yang baru di Bangunan sekitar sini pada Malam Hari yang Gelap. Gerakan Ninja Misterius yang diperlihatkan Han dengan lihai dalam Membunuh Semua Prajurit Merah di dalam Bangunan yang paling Tinggi ini sangat cepat sekali dan Ada 20 Orang dari Korban Jiwa Prajurit Merah yang Meninggal Tanpa Sadar di dalam Bangunan ini, Sampai akhirnya aku tiba di salah satu sebuah Pintu Ruangan yang Besar.


'Ini sepertinya ruang kamar dari Pemimpin yang ada di Jembatan Besar, Kalau tidak salah lihat di Peta Ponsel ku tadi Nama dari Pulau ini adalah Tequila Wolf berada di Wilayah Lautan East Blue ya...'.Pikirku yang dengan Serius dan Mengecek Peta di Smartphoneku yang ternyata Benar


Han tanpa rasa takut langsung saja mendobrak pintu tersebut dan Melihat ada Pria yang cukup Tua Gendut dengan Kumis Tebal yang Aneh sedang asik Tidur di atas Kasur yang Empuk. Aku tak peduli dengan Orang Tua yang sedang Tidur tersebut dan Mengecek beberapa dokumen yang ada di dalam Laci miliknya dengan Santai.


'Jadi, Pembangunan jembatan ini sudah dimulai 700 Tahun yang lalu atas permintaan pemerintah dunia dan Juga Seorang Tenryuubito...! '.Pikirku yang melihat beberapa lembar kertas Dokumen dan Buku Tebal tentang Tahanan Budak yang bekerja secara Paksa di Jembatan Besar ini


Han bisa melihat bahwa ada Poster Buronannya Robin yang berada di dalam Laci tempat ini dan Ada Tulisan Nomor 3926 sebagai Tahanan Budak saat ini dengan Nama Nico Robin. Lalu ku lihat bahwa Pria Gendut Berkumis Tebal itu mulai saja tersadar dengan Kaget saat melihatku yang ada di ruangan kamarnya menodongkan Senjata Api Shotgun kearah kepalanya dengan tatapan tajam.


"Beritahu aku, Berapa banyak anggota prajurit yang kau miliki di Tempat ini? Dan dimana tempat Penjara yang menahan Nico Robin...?".Tanyaku yang dengan Serius dan Pria Gendut itu malah Tersenyum Licik tanpa rasa Takut ketika melihat Shotgun yang mengarah langsung ke Kepalanya


"Hahaha..., Jadi kau prajurit mudaku yang malam ini ingin menikmati tubuh si ****** itu ya".Ucap Si Pria Pemimpin Penjara ini dengan Wajah yang Menyeringai Mesum menatap kearah ku


"Bodoh, Aku ini bukan prajuritmu...".Ujarku yang mengejek dirinya dengan suara yang Dingin


"Ka-Kau, Mata Merah dan Wajah Tampan itu... Si Ninja Misterius, Uchiha D. Han?!".Tanggap Si Pria Pemimpin Penjara itu dengan Gugup dan Takut sekali melihatku bisa berada di Kamarnya


Si Pria Tua Gendut Berkumis Tebal itu baru sadar bahwa dihadapannya adalah Uchiha D. Han dan Tubuhnya saat ini Gemetaran Takut sekali ketika melihatku ada di depannya untuk Membunuhnya.


"Tolong tunggu dulu, Aku akan berikan apapun yang kau mau. Uang, Makanan, Atau Wanita yang kau mau pilih saja. Jika tidak, Mungkin kau boleh menikmati tubuhnya Nico Robin sepuasmu. Tapi, Tolong jangan bunuh aku".Ujar Si Pria Pemimpin Penjara ini dengan memohon Ketakutan


Hal tersebut malah membuat Han semakin kesal dan Tanpa aba-aba lagi, Aku menarik pelatuknya.


*Dorr!*


Aku langsung saja menembak di bagian Kepala si Pria Tua Gendut Berkumis Tebal itu dengan tepat sasaran dan Meninggalkan mayatnya tersebut di atas kasurnya yang bersimbah banyak Darah.


"Waktunya pembantaian malam ini...".Ujarku yang langsung saja merubah kedua mataku menjadi Mangekyou Sharingan dengan melesat Pergi


Han melesat dengan kecepatan petir biru saat ini di malam hari sekitar jam 1-an untuk Membunuh Para Prajurit yang bertugas di Pulau Tequila Wolf dengan Gerakan Ninja yang sangat Cepat. Aku memakai Dua Jenis Senjata Ninja yaitu Kunai dan Chakra Blades untuk Menebas + Menusuk Lawan sampai mereka semua terbaring mati di tempat.


"Ughh, Argghh...!!".


"Sial, Sakit Sekali... Jantungku!!".


"Gyaa, Kepalaku... Uhukk!!".


Pekik Para Prajurit Merah yang terbunuh olehku dengan Rasa Sakit yang Luar Biasa

__ADS_1


/Beberapa Jam Kemudian/


Han telah membunuh hampir semua dari Prajurit Merah yang ada di Luar Penjagaan dengan cara yang Kejam mengincar Otak, Jantung, dan Juga Leher mereka selama 2 Jam Lamanya. Pekikan Suara dari Prajurit Merah itu tak terlalu Berisik dan Mereka semua mati secara mengenaskan di tanganku. Aku memperlakukan kejam mereka ini, Karena ada data kematian dari Buku yang ku lihat di Laci Lemari milik si Pria Tua Gendut Berkumis Tebal itu yang banyak memakan Korban Jiwa dari Pekerjaan secara Paksa ini selama 700 Tahun.


'Mereka tak layak untuk hidup di dunia ini '.Pikirku yang dengan Dingin sambil melihat kearah kepala Tengkorak yang berada di Lantai Bersalju


Han sekarang ini terpaksa untuk menonaktifkan Mangekyou Sharingan miliknya dan Dirinya ada di atas Tumpukan Mayat Para Prajurit Merah yang telah dibunuhnya selama 2 Jam dengan Sadis.


"Hoshh, Hosh... Ini Melelahkan, Aku akan istirahat sejenak".Ujarku yang dengan Kelelahan saat ini dan Mengeluarkan beberapa jumlah makanan + minuman seperti Onigiri, Takoyaki, serta 3 Buah Apel dengan meminum sebotol Teh Hangat


Aku pun mulai berdoa dan Langsung saja makan malam dengan Lahap. Karena aku sangat Lapar dan Haus sekali, Beristirahat selama 30 Menit di Pulau Tequila Wolf pada saat ini dan Sekarang ini bersiap untuk pergi ke Tempat Penjara Tahanan yang Mengurung Nico Robin serta Ada Beberapa Orang yang juga di Tahan karena Melawan.


"Yosh, Pembantaian yang kedua dimulai...".Ujarku yang melesat secepat Angin dan Kedua Senjata Ninja yang ada di Tanganku masih Tajam dengan Aroma Bau Darah yang sangat Kental sekali


Han sudah tak mau lagi menggunakan Senjata Api Shotgun yang suaranya berisik sekali. Aku hanya menggunakan Senjata Jarak Dekat sambil melatih Haki Busoshoku dan Haki Kenbunshoku milikku untuk menerobos ke dalam Penjara.


*BOOM!*


Ada banyak sekali Prajurit Merah yang langsung tersadar sambil menuju ke sumber suara dengan membawa Senjata Shotgun untuk mengecek ke arah pintu masuk yang diterobos oleh Seseorang.


"Hmm, Mengapa pintunya di dobrak terbuka?".


"Apa yang terjadi di tempat ini?".


"Siapa orang bodoh yang mencoba untuk masuk ke dalam Penjara Tahanan ini ya?".


Ucap Beberapa Prajurit Merah yang saling tanya satu sama lain dengan Raut Wajah yang Curiga


"Bushoku Koka, Kaze no Yaiba".Ujarku dengan suara yang Dingin dan Membunuh mereka semua dengan Teknik Belati Angin yang sangat Kuat dan dilapisi oleh haki penguatan memenggal lehernya semua Para Prajurit Merah yang Terbaring Mati


*Gubrakk*Brukk*Brakk*Srukk*


Aku pun hanya melakukan Satu Gerakan Kilat aja yang secara singkat Membunuh mereka Semua.


'Mengapa tak ada satupun yang Kuat di tempat ini? '.Pikirku yang dengan Kecewa dan Berjalan lagi di Lorong Ruang Penjara dengan Santai


Han bisa merasakan bahwa hanya ada tersisa 3 Penjaga Prajurit Merah yang menjaga di dalam Ruangan Tahanan Penjara Lorong ini, Aku tanpa kesulitan sedikitpun berhasil membunuh semua Penjaga Prajurit Tahanan di Penjara ini dengan Mengambil beberapa banyak Kunci Tahanan itu yang ku lempar ke dalam Penjara Masing-masing. Ada beberapa orang yang langsung Tersadar dan Terkejut saat melihat Kunci Penjara Tahanan di depan matanya Sendiri. Beberapa orang tahanan mulai terbangun dengan raut wajah yang bahagia dan Mereka membuka borgol besi hitam saat itu dengan Cepat merasa sudah Terbebas dari Pulau Tequila Wolf yang Terkutuk ini. Han sekarang ini berada di depan Jeruji Besi Penjara Tahanan Nico Robin dan Melihatnya terbaring dengan beberapa Luka Sabetan yang ada di Sekujur Tubuhnya.


Robin yang sedang terbaring tidur di Lantai yang Dingin ini dengan raut wajah yang Lemah melihat ke arah Pintu Penjara yang mulai Terbuka sambil menatapku langsung dengan penuh Harapan.


"Apakah kau baik-baik saja, Nona?".Tanyaku yang dengan Suara Lembut dan Menghampiri Robin


"Hmm, Si-Siapa Kau?".Tanya Robin yang dengan Gugup dan Tubuhnya sangat Dingin sekali


"Tenanglah, Aku hanya seorang Ninja saja".Ujarku yang melepaskan Borgol Batu Laut di Tangannya serta Kakinya Nico Robin menggunakan 1 Kunci


Han langsung saja berjalan keluar dengan santai sambil menggendong tubuh Robin ala bridal style dengan melihat banyak sekali Tahanan Penjara serta Budak yang menatapku dengan Kagum.


"Ayo kita keluar, Mereka semua sudah berhasil ku kalahkan. Kalian semua sekarang bebas".Ucapku yang dengan Santai dan Mereka semua langsung Tersenyum Lebar dengan bersuka cita


Ketika mereka semua melihat banyak sekali dari Prajurit Merah yang Meninggal Dunia di Lorong Penjara Tahanan dan Juga ada banyak tumpukan Mayat di bagian Luar Ruangan yang Bersalju.


"Kalian semua boleh menikmati makanan serta minuman yang dimiliki oleh beberapa Prajurit Merah itu dengan Puas, Aku akan membawa Wanita ini untuk di Rawat".Ujarku yang melihat bahwa Robin masih Pingsan karena Kelelahan


Ada seorang gadis kecil berambut pirang panjang yang berlari menuju kearah ku yang Wajahnya itu terlihat khawatir, Ketika menatap Nico Robin.


"Onii-san! Apa yang sebenarnya terjadi dengan Robin Nee-san?".Tanya Gadis tersebut dengan khawatir pada saat melihat Robin


"Tenang saja, Dia hanya tertidur lelap. Nanti pagi juga bangun kok!".Tanggapku dengan Santai


"Nama ku Soran, Ayo ikut saja denganku ke suatu tempat. Onii-san".Ujar Soran yang sambil berjalan di depanku menuju ke suatu Bangunan Kecil


"Baiklah, Ayo kita pergi!".Tanggapku yang dengan Santai sambil menggendong tubuh Robin


Kami bertiga pun masuk ke dalam Ruangan Kecil yang di dalamnya ada beberapa Kasur Kecil dan Aku langsung meletakkan tubuh Robin dengan Lembut di Salah Satu Kasur Kecil Tersebut. Lalu melihat jam di Ponselku menunjukkan waktu 4 Pagi lewat 15 Menit dan Soran sepertinya ingin kembali bekerja di Jembatan tanpa tau bahwa mereka semua sudah terbebas dari Kerja Paksa itu. Han memberitahu semuanya kepada Soran yang sepertinya tak percaya dan Mencoba untuk bergegas keluar dari Bangunan. Sampai akhirnya, Dia menangis dengan memeluk tubuhku dengan erat dan Merasa sangat bahagia bisa terbebas.


"Terimakasih ya, Onii-chan! Karena telah berhasil menyelamatkan kami semua".Ujar Soran dengan Menangis Bahagia sekali dan Gadis itu langsung memejamkan matanya karena masih mengantuk


Han saat itu hanya tersenyum tipis dan Langsung saja aku menggendong tubuhnya Soran ke atas Kasur Kecil di sebelah Robin, Lalu berjalan keluar dari Bangunan ini dengan membiarkan Kedua Perempuan itu beristirahat di Kamar Tersebut.


"Hmm, Sekarang apa yang harus ku lakukan? Dan petualangan apa yang akan ku lalui?".Ujarku yang sambil bertanya-tanya menatap ke atas Langit

__ADS_1


Ada banyak sekali orang yang berpelukan dengan keluarga masing-masing dan Beberapa orang lain yang terlihat bahagia karena bisa Terbebas dari Tempat Penyiksaan yang Mengerikan ini. Tetapi, Mereka lebih terkejut ketika tau bahwa seseorang yang menyelamatkan mereka semua adalah Han.


'Cih, Sebentar lagi pagi ya. Aku tak perlu tidur dan Memutuskan untuk menunggu 2 perempuan itu sadar saja '.Pikirku yang mengecek semua orang tahanan/budak yang bersuka cita bahagia sekali


Han memutuskan untuk masuk ke Bangunan itu lagi dengan berjalan Santai, Sampai akhirnya aku bisa melihat Robin yang tersadar dari Tidurnya.


"Hm, Jadi kau sudah sadar ya. Nico Robin".Ujarku yang dengan Tenang dan Masuk ke dalam Kamar Ruang Tidur yang ukurannya kecil tetapi Nyaman


"Ka-Kau... Uchiha D. Han! Kenapa bisa ada disini? Apa kau yang menyelamatkanku?".Tanya Robin yang dengan Gugup dan Tak percaya melihatku bisa berada di Pulau Tequila Wolf


"Ya, Aku dilempar oleh Bartholomew Kuma itu ke pulau ini dan Aku juga yang menyelamatkanmu beserta Para Budak disini".Ucapku yang dengan Tenang dan Membawakan beberapa Potong Roti + 2 Gelas Teh Hangat untuknya serta Soran


"Terimakasih telah menyelamatkan nyawaku dan juga memberikanku Makanan...".Ujar Robin yang menerima 1 Potong Roti dan Segelas teh hangat


"Beristirahatlah, Kau pasti sangat Terluka di pulau ini".Ujarku yang sambil duduk di salah satu kasur dengan Tenang dan Menoleh ke arah Soran yang sepertinya tertidur dengan sangat Lelap sekali


"Fufu, Aku tak percaya kau mengkhawatirkan ku. Aku merasa bahwa kau Pria yang sangat Menarik dan Mirip sekali dengan Kapten ku".Ucap Robin yang sambil Terkekeh Kecil dan Mengingat satu persatu temannya yang menghilang waktu ada Kejadian Besar di Kepulauan Sabaody


"Begitu ya!".Tanggapku yang dengan Santai dan Terbaring di atas Kasur Kecil tersebut


Ini masih waktu pagi hari sekitar Jam 5 dan Aku bisa merasakan Dingin, Karena mungkin diluar sana masih Bersalju. Ku lihat Soran dan Robin itu terlihat kedinginan oleh Cuaca yang Bersalju ini.


"Pakailah ini...".Ujarku yang menyerahkan Jaket Hoodie Hitamku ke Robin dengan Santai


"Apakah kamu akan baik-baik saja?".Tanya Robin yang menerima Jaket Hoodie Hitamku


"Tenang saja, Aku sudah terbiasa dengan cuaca yang ada di lingkungan ini".Ujarku yang merasa tak kedinginan sama sekali


"Baiklah!".Tanggap Robin yang menerima Jaket dariku dan Memakaikannya di Tubuhnya yang saat ini cukup terlihat Ketat + Seksi


Pakaian Merah yang ku kenakan tadi sudah aku buang karena banyak cipratan Darah dan Saat ini aku hanya memakai Baju Kaos Hitam Polos. Aku juga menyelimuti tubuh Soran dengan Selimutku yang Putih Tebal dan Memutuskan untuk tidur berbaring di atas Kasur Kecil sampai menunggu waktu pagi hari yang Cerah. Meskipun, Salju saat ini masih terus turun dengan lebat sekali.


"Han-kun, Bisakah kau ceritakan tentang semua yang terjadi di Jembatan ini?".Tanya Robin yang dengan Tenang sambil menatapku Serius


"Huff, Baiklah! Aku akan ceritakan...".Ujarku yang sambil menghela nafas dan Mulai bercerita...


Setelah beberapa menit selesai bercerita, Robin menjadi Paham dan Tau betapa berbahayanya Han yang ada dihadapannya. Entah kenapa, Ada muncul perasaan aneh dalam hatinya Robin yang melihatku dengan Tatapan Mata Terpesona.


"Baiklah, Aku sudah cukup berada di Pulau ini... Aku akan pergi terlebih dahulu".Ujarku yang saat ini bangkit berdiri dan Siap untuk pergi berlayar


"Kau akan meninggalkan pulau ini?".Tanya Robin


"Ya, Begitulah!".Tanggapku dengan Santai


"Bisakah kau mengantarkan ku sampai menuju Kepulauan Sabaody?".Tanya Robin sekali lagi


"Maaf, Aku tidak bisa! Itu karena Luffy dan Juga temanmu yang lain tak ada disana".Ujarku yang dengan Tenang dan Membuat Robin Bingung


"Apa maksudmu? Kenapa kau tau Kaptenku dan Temanku yang lain?".Tanya Robin


"Huhh, Kau pasti tidak tau tentang Perang Besar Marineford".Ujarku yang membuat Robin saat ini menggelengkan kepalanya dengan Tenang


"Hmm, Aku baru mendengarnya".Ucap Robin


"Ya, Kau akan tau kenapa Luffy tak ada di Pulau Sabaody dengan melihat sebuah Koran hari ini. Lalu Para Pasukan Revolusioner akan datang ke tempat ini untuk menemui mu dan Juga sampai bertemu 2 Tahun lagi di Kepulauan Sabaody ya, Nico Robin".Ujarku yang sambil Tersenyum Tipis dan Bergegas untuk keluar dari Ruang Kamar ini


Tanpa aba-aba, Robin langsung saja bergerak ke arahku dengan Memeluk Tubuhku ini sambil juga Mencium Pipi Kananku dengan Lembut. Han saat itu hanya bisa terbelalak terkejut merasakan hal yang mustahil dilakukan oleh Nico Robin.


"Fufu, Wajah memerah mu sangat imut. Kau ini benar-benar Pria yang sangat Tampan~...".Bisik Robin dengan nada suara yang Menggoda


Rasanya, Han saat ini ingin sekali mendorongnya langsung ke atas Kasur dan Keduanya mungkin akan saling menghangatkan tubuh di Cuaca yang Dingin + Bersalju ini. Tetapi, Aku hanya mengelus lembut kepala Robin sambil Tersenyum Manis.


"Dasar wanita nakal, Tunggu 2 tahun lagi dan Aku mungkin akan menerkam mu~...".Bisikku ke arah telinga kiri Robin dengan lembut dan Membalas pelukannya selama beberapa detik saja


Kami berdua saling bertatapan mata satu sama lain dengan melepaskan pelukan, Aku memberi Nomor Teleponku ke Robin dan Akan langsung membantunya jika dirinya dalam Bahaya.


"Ya, Aku pergi dulu. Ini ada sedikit uang untukmu dan Juga, Tolong sampaikan salam ku itu kepada Soran-chan...!!".Tanggapku yang dengan Tenang dan Memberikan Uang sebesar 1 Juta Berry


"Eh, Kau tak perlu memberikan Uang sebanyak ini dan Pasti akan ku sampaikan".Ucap Robin


Han tak peduli dengan penolakan Robin dan Saat ini memasukkan lembaran Uang itu ke salah satu Saku Jaket Hoodie Hitamku itu. Lalu aku melesat pergi begitu saja dan Menghilang dari pandangan Nico Robin yang hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


To Be Continued ...


__ADS_2